Hari Penting

Direktori Hari Penting menyajikan daftar tanggal-tanggal bersejarah yang dianggap penting untuk diingat dan diperingati setiap bulan.

Lahirnya Departemen Agama Republik Indonesia (Depag RI) tidak dapat dipisahkan dari proses negosiasi politik umat Islam di Indonesia. Fakta menunjukkan sejak dalam proses perumusan dasar negara khususnya sejak pembentukan ( BPUPKI) para perwakilan tokoh Islam pada saat itu sudah mulai memperjuangkan bahwa Negara Indonesia nantinya harus mengakomodasi aspirasi umat Islam yang merupakan kelompok mayoritas, sehingga Negara Republik Indonesia dicita-citakan berdasarkan atas Islam. Keinginan untuk menjadikan Islam sebagai dasar Negara Indonesia ternyata mendapat tantangan cukup keras terutama dari kalangan nasionalis dan non muslim yang suaranya cukup signifikan di wilayah Indonesia bagian timur. Sehingga Soekarno pada saat itu memunculkan konsep Pancasila yang kemudian menjadi dasar Negara. BPKNIP mengusulkan agar negara Indonesia hendaknya mendirikan kementerian agama yang khusus dan tersendiri. Usul tersebut mendapat dukungan secara aklamasi, hal ini menunjukkan bahwa adanya kementerian agama di Indonesia adalah kesepakatan atas keinginan eluruh rakya Indonesia. Kementerian Agama disyahkan berdasarkan PP No.I/SD tanggal 3 Januari 1946 yang selanjutnya ditetapkan sebagai hari berdirinya Departemen Agama RI.

Sources: http://www.humasdepag.or.id

Pada tanggal 5 Januari 1963 lahir Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL). Pada tahun 1962 dilingkungan Angkatan Laut timbul gagasan untuk menampilkan Peranan Wanita Indonesia dalam bidang pertahanan, keamanan, khususnya dibidang Matra Laut. KSAL Laksamana Muda Laut R.E. Martadinata mendukung sepenuhnya gagasan ini. Pada bulan Juli 1961, beberapa Perwira Staf Pendidikan dikirim ke Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat di Bandung untuk mempelajari pembentukan Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD). Setelah mempelajari dan mempersiapkan secara matang dengan dukungan dari berbagai pihak, Menteri/KSAL mengeluarkan Surat Keputusan tanggal 26 Juni 1962, tentang pembentukan KOWAL. Pembentukan KOWAL mempunyai tujuan untuk memberikan hak, kewajiban dan kehormatan kepada wanita Indonesia untuk mengisi jabatan tenaga wanita Indonesia dalam rangka penyempurnaan dan efisiensi organisasi. Pendidikan KOWAL Angkatan Pertama diikuti 12 orang dan mereka dilantik menjadi siswa KOWAL untuk Menteri/KSAL di lapangan Apel MBAL Jalan Gunung Sahari 67 Jakarta, pada tanggal 5 Januari 1963. Pelantikan KOWAL Angkatan Pertama tanggal 5 Januari 1963 ini kemudian dijadikan hari lahirnya KOWAL

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) didirikan oleh lima deklarator yang merupakan pimpinan empat Partai Islam peserta Pemilu 1971 dan seorang ketua kelompok persatuan pembangunan, semacam fraksi empat partai Islam di DPR. Keempat partai tersebut antara lain, Partai Nadhalatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) dan Partai Islam Perti.

Berdasarkan sejarahnya, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) merupakan hasil fusi dari lima partai yaitu, Partai Nasional Indonesia, Partai Katolik, Partai Kristen Indonesia, Partai Musyawarah Rakyat Banyak, dan Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia.

Tri Tuntutan Rakyat (atau biasa disingkat Tritura) adalah tiga tuntutan kepada pemerintah yang diserukan para mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), dan didukung penuh oleh Angkatan Bersenjata. Tiga tuntutan tersebut didasarkan oleh kondisi negara waktu itu. Memasuki akhir 1965, keadaan negara Indonesia sudah sangat parah, baik dari segi ekonomi maupun politik. Harga barang naik sangat tinggi terutama BBM. Isi Tritura adalah: Bubarkan PKI Perombakan kabinet Turunkan harga Tuntutan pertama dan kedua sebelumnya sudah pernah diserukan oleh KAP-Gestapu (Kesatuan Aksi Pengganyangan Gerakan 30 September). Sedangkan tuntutan ketiga baru diserukan saat itu. Tuntutan ketiga sangat menyentuh kepentingan orang banyak.

Tanggal 15 Januari bagi TNI AL khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya merupakan hari yang amat bersejarah. Setiap tanggal itu selalu diperingati sebagai hari pahlawan pejuang bangsa yang gugur ditegah samudra. Hari tersebut dikenal dengan peringatan ¿Hari Darma Samudra¿. Peristiwa pertempuran laut untuk menghadang dan menghancurkan negeri penjajah acap kali terjadi. Peristiwa yang paling heroik terjadi di Laut Aru, peristiwa itu dikenal dengan nama Pertempuran Laut Aru yang telah meneggelamkan, menewaskan Komodor Yos Sudarso dan sebagian besar ABK kapal RI Macan Tutul akibat serbuan dua kapal distroyer dan pesawat tempur Belanda. Sumber : http://www.tni.mil.id

Gerakan Satu Juta Pohon (GSJP), pertama kali dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada 10 Januari 1993. GSJP bertujuan mewujudkan lingkungan yang sejuk, sehat dan asri. Hal ini ditempuh dengan cara mengajak seluruh lapisan masyarakat menanam pohon sampai melampaui satu juta pohon di setiap propinsi. GSJP merupakan program Kantor Menteri Lingkungan Hidup waktu itu yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Deparpostel, Depdagri, Dephut dan Depkes.
 
Sumber : Hari-hari Besar Internasional/Zulkifli

Saat ini Indonesia sangat memerlukan SDM yang tangguh, agar bangsa Indonesia bisa bangking dari keterpurukan akibat krisis multidimensi pada tahun-tahun yang lalu. Manusia Indonesia yang sehat dan berstatus gizi baik merupakan suatu investasi atau modal pertama dan utama untuk menuju masa depan dalam berkarya serta beraktifitas secara produktif. Dalam kaitan itu kemitraan berbagai unsur masyarakat dalam pembangunan gizi masyarakat mutlak diperlukan untuk menuju masa depan dalam menghimpun sumber daya, pemikiran dan tindakan dalam rangka mendukung pencapaian Indonesia Sehat 2010.

Awal Tahun Syamsiah atau Masehi

Penyakit kusta atau lepra sangat ditakuti. Penyakit itu disebabkan bakteri Microbakterium leprae, juga dipicu gizi buruk. Tidak jarang penderitanya dikucilkan bahkan diusir. Untuk mengubah paradigma negatif tentang para penderita kusta ataupun mantan penderita penyakit tersebut, maka dibuatlah kampanye Penghapusan Diskriminasi dan Stigma terhadap Penderita Kusta. Hari Kusta Sedunia dicanangkan oleh seorang pendiri Yayasan Kusta Raole Fallereau, seorang wartawan berkebangsaan Prancis yang berjuang untuk menghilangkan stigma sosial di masyarakat dan mendapatkan kepedulian masyarakat terhadap kusta.
 
Sumber : Hari-hari Besar Internasional/Zulkifli

Kalangan pesantren yang selama ini gigih melawan kolonialisme, merespon kebangkitan nasional tersebut dengan membentuk organisasi pergerakan, seperti Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada 1916. Kemudian pada tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan "Nahdlatul Fikri" (kebangkitan pemikiran), sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. Dari situ kemudian didirikan Nahdlatut Tujjar, (pergerakan kaum saudagar). Serikat itu dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu, maka Taswirul Afkar, selain tampil sebagai kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota. Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebasan bermazhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban, maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamakan Komite Hejaz, yang diketuai oleh K.H. Wahab Hasbullah. Berangkan komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kiai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (13 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy`ari sebagai Rais Akbar.

Tanggal ini memperingati hari ditandatanganinya Konvensi Lahan Basah, yang disebut Konvensi Ramsar, pada 2 Februari 1971 di Kota Ramsar, kota yang terletak di pantai Laut Kaspia di Iran. Hari Lahan Basah Sedunia diperingati pertama kali pada tahun 1997. Setiap tahun, lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan kelompok masyarakat pada seluruh lapisan komunitas mengambil peran dalam aksi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai dan manfaat lahan basah secara umum. Sejak tahun 1997 hingga 2007, konvensi telah melaporkan bahwa 95 negara telah melakukan aktivitas perayaan Hari Lahan Basah Sedunia dalam berbagai bentuk, dari seminar dan kuliah singkat, lintas alam, kontes seni anak-anak, balap sampan, hingga aksi bersih (clean-up day) yang dilakukan komunitas masyarakat, dan sebagainya.

Wikipedia

Persatuan Wartawan Indonesia yang biasa disingkat PWI adalah salah satu organisasi wartawan yang ada di Indonesia. Sebagai organisasi profesi, PWI didirikan pada 9 Februari 1946 di Solo. Munculnya PWI diwarnai aspirasi perjuangan para pejuang kemerdekaan, baik mereka yang ada di era 1908, 1928 maupun klimaksnya 1945. Sebelum lahirnya PWI dibentuk sebuah panitia persiapan pada awal Januari 1946. Sebagai organisasi profesi, PWI menjadi wahana perjuangan bersama para wartawan. Organisasi PWI lahir mendahului SPS (Serikat Penerbit Suratkabar). Aspirasi perjuangan kewartawanan Indonesia yang melahirkan PWI juga yang melahirkan SPS, empat bulan kemudian yakni pada Juni 1946.

Bertempat digedung musium pers Solo (saat ini), pada tanggal 9 Februari 1946, diadakan pertemuan untuk membentuk Persatuan Wartawan Indonesia. Tidak pada saat itu tanggal 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Gagasan ini baru muncul pada Kongres Ke-16 PWI di Padang. Ketika itu, bulan Desember 1978, PWI Pusat masih dipimpin Harmoko. Salah satu keputusan Kongres adalah mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan tanggal 9 Februari sebagai HPN. Ternyata semua ini harus menunggu tujuh tahun lagi untuk dapat disetujui. Melalui Surat Keputusan Presiden No. 5/1985, maka hari lahir PWI itu resmi menjadi HPN.

http://sejarahkita.blogspot.com/

Pembela Tanah Air disingkat PETA adalah kesatuan militer yang dibentuk Jepang dalam masa pendudukan Jepang di Indonesia. Pembentukan Peta dianggap berawal dari surat Raden Gatot Mangkupradja kepada Gunseikan (kepala pemerintahan militer Jepang) pada bulan September 1943 yang antara lain berisi permohonan agar bangsa Indonesia diperkenankan membantu pemerintahan Jepang di medan perang Pada tanggal 14 Februari 1945, pasukan Peta di Blitar di bawah pimpinan Supriadi melakukan pemberontakan yang dikenal dengan nama "Pemberontakan Peta Blitar". Pemberontakan ini berhasil dipadamkan dengan memanfaatkan pasukan pribumi yang tak terlibat pemberontakan, baik dari satuan Peta sendiri maupun Heiho. Pimpinan pasukan pemberontak, Supriadi, hilang dalam peristiwa ini.

Komando Pertahanan Udara Nasional disingkat Kohanudnas merupakan komando utama terpenting dalam kekuatan Markas Besar TNI dan TNI Angkatan Udara. Kohanudnas berfungsi sebagai mata dan telinga yang mengawasi berbagai pergerakan pesawat udara yang melintasi wilayah Indonesia. Kohanudnas didirikan pada 9 Februari 1962. Sekarang ini Kohanudnas memiliki empat Komando Sektor (Kosek) yaitu: Kosek Hanudnas I Jakarta Kosek Hanudnas II Makassar Kosek Hanudnas III Medan Kosek Hanudnas IV Biak (diresmikan KSAU pada 25 Maret 2004). Sebagai pengawal keamanan wilayah Indonesia, dalam melaksanakan tugasnya Kohanudnas didukung oleh satuan radar TNI AU yang ditempatkan di berbagai daerah. Selain itu Kohanudnas juga telah mengintegrasikan data dari radar-radar sipil di seluruh Indonesia.

Tanggal 6 - 8 Juni 1996, 61 perwakilan LSM, 41 perwakilan PEN Club serta 40 ahli bahasa dari seluruh dunia berkumpul di Barcelona membicarakan bahasa. Di akhir pertemuan, 8 Juni 1996, mereka menandatangani sebuah manifesto, Deklarasi Hak Asasi Bahasa (Declaration of Linguistic Rights) yang terdiri dari 52 pasal. Tak kurang berbagai pemimpin dunia, penulis dan peraih nobel, dan berbagai kalangan mengirimkan persetujuan atas deklarasi tersebut. Menurut Grimes (1996) ada 6.000 bahasa di dunia. Tapi ada yang mengatakan bahwa angka 6.000 itu hanyalah 10% bahasa yang pernah ada dalam sejarah. Dari angka yang tersisa itu 52% di antaranya memiliki pengguna di bawah 10.000 orang, 28% di bawah 1.000 orang dan 10% memiliki pengguna kurang dari 100 orang. Sementara di sisi lain, 10 bahasa di urutan paling atas masing-masing memiliki lebih dari 109 juta orang pengguna atau nyaris separuh penduduk dunia (49%). Dengan melihat angka-angka itu, ahli-ahli bahasa memperkirakan bahwa di abad 21 ini, hanya 600 - 3.000 bahasa yang bisa bertahan. Salah satu syarat lestarinya sebuah bahasa adalah penuturnya harus mencapai 100.000 orang. Sejak tahun 1951 sampai sekarang, isu kepunahan bahasa menjadi perhatian dunia. Menurut catatan UNESCO yang dikumpulkan sejak tahun 1951, setiap tahun sedikitnya ada 10 bahasa punah. Ada berbagai macam hal yang menyebabkan kepunahan itu, salah satu di antaranya adalah penjajahan. Mengingat banyaknya fakta kepunahan bahasa ibu, UNESCO pada tanggal 17 November 1999 menetapkan 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day), dan merayakannya pertama kalinya di Markas UNESCO di Paris, 21 Februari 2000.

WORLD Cancer Day di selenggarakan untuk meningkatkan kesadaran akan kanker termasuk pencegahan, deteksi dan pengobatan. Kegiatan ini dimulai oleh International Union Against Cancer (UICC), yang merupakan konsorsium global yang terdiri lebih dari 280 organisasi pejuang kanker dari lebih 90 negara. World Cancer Day menandai komunikasi global dengan publik dan pembuat kebijakan.
 
Sumber : Hari-hari Besar Internasional/Zulkifli

Taman Wilhelmina di depan Lapangan Banteng, tahun 1950. Sepi, gelap, kotor dan tak terurus. Tembok-tembok bekas bangunan benteng di taman itu penuh dengan lumut dan tanaman perdu, dengan ilalang tinggi dimana-mana. Tahun 1960, di tempat yang sama, sekitar 50.000 orang, dari masyarakat biasa, pegawai negeri, alim ulama, sampai ABRI bekerja bakti membersihkan taman tak terurus di bekas benteng penjajah itu. Setahun kemudian, tepatnya 24 Agustus 1961, seolah menjadi tanggal yang paling bersejarah bagi kaum muslimin di Jakarta khususnya, dan Indonesia umumnya. Untuk pertama kalinya, di bekas taman itu, kota Jakarta memiliki sebuah masjid besar. Sebuah masjid yang dimaksudkan menjadi simbol kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Yang kemudian sengaja dicari padanan katanya dalam bahasa Arab, dan disepakati diberi nama Istiqlal. Jadilah, Masjid Istiqlal namanya. Tanggal yang bertepatan dengan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW itu, dipilih sebagai momen pemancangan tiang pertama oleh Presiden I RI, Ir. Soekarno yang ketika itu langsung bertindak sebagai Kepala Bidang Teknik. Dan sejak itu dengan beberapa kali pergantian kepanitiaan, terhitung hingga hampir 10 tahun lamanya Masjid Istiqlal baru rampung pembangunannya. Adalah KH. Wahid Hasyim, Menteri Agama RI pertama sekaligus ayahanda Presiden Abdurrahman Wahid, yang melontarkan ide pembangunan masjid itu. Tahun 1950 bersama-sama dengan H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan beserta sekitar 200-an orang tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqorrahman ide itu kemudian dilembagakan dengan membentuk Yayasan Masjid Istiqlal. Gedung Deca Park di Lapangan Merdeka --kini Jalan Medan Merdeka Utara di Taman Moseum Nasional--, menjadi saksi bisu atas dibentuknya Yayasan Masjid Istiqlal yang dikukuhkan oleh notaris Elisa Pondang, 7 Desember 1954. Setahun sebelumnya, Ir. Soekarno menyanggupi untuk membantu pembangunan masjid, bahkan memimpin sendiri penjurian sayembara desain maket masjid. Setelah melalui beberapa kali sidang, di Istana Negara dan Istana Bogor, dewan juri yang terdiri dari Prof.Ir. Rooseno, Ir.H. Djuanda, Prof.Ir. Suwardi, Hamka, H. Abubakar Aceh dan Oemar Husein Amin akhirnya pada 5 Juli 1955 memutuskan desain atas nama Silaban dinyatakan sebagai model dari Masjid Istiqlal. Sumber: http: //www.al-shia.com/html/id/service/Info-Masjid-Id/