Aksesibilitas Informasi E-Journal Respository

Latar Belakang

Informasi ilmiah memiliki nilai urgensi yang tinggi. Gagasan inovatif yang tertulis dalam karya ilmiah sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Keterbukaan informasi menjadi ciri utama masyarakat informasi dalam dinamika pembelajaran. Masyarakat informasi ( McQuail, 1992 dalam Wuryanta) telah menempatkan teknologi sebagai jembatan dalam pola komunikasi yang dibatasi ruang dan waktu menjadi komunikasi berbasis data digital. Massifikasi informasi didayagunakan dengan mengalokasikan sumber daya bagi aktifitas-aktifitas informasi dan komunikasi memakai teknologi.

E-journal merupakan kumpulan hasil riset penelitian yang bersifat obyektif dan rasional sebagai aset terpenting dari masyarakat ilmiah yang dikemas dalam data digital. Jurnal elektronik menjadi komoditas terpenting yang mampu mengangkat eksistensi sebuah institusi di mata umum. Juga acuan publik dalam menganalisis subyek-subyek penelitian yang berpresisi tinggi untuk kemaslahatan bersama.

Dunia kampus ditengarai sebagai wahana yang berlimpah ruah koleksi ilmiah. Tiap tahun selalu bertambah secara akumulatif. Sebenarnya masyarakat Perguruan Tinggi sangat beruntung karena dapat mengakses e-journal secara gratis. Beberapa subyek yang dilanggan Dikti antara lain, BPO Global, ProQuest Health and Medical Complete yaitu database yang mengkombinasikan riset klinis dengan kesehatan masyarakat. Terdapat 1390 publikasi yang terindeks dengan 1140 termuat secara full teks. Ada pula ProQuest Agriculture Journals yang memuat semua topik terkait bidang pertanian, yaitu animal and veterinary sciences, plants science, forestry, aquaculture and fisheries. Subyek lain Digital Dissertations dengan subyek sciences and engineering, humanities and social science. Jenis yang lain Proquest Science Journal yang memiliki 616 journal terindex dan 515 jurnal full teks.

Selain jurnal elektronik tersebut tiap Perguruan Tinggi memiliki portal penyimpanan koleksi karya-karya ilmiah dalam web sebagai upaya pelestarian dan kelengkapan penelusuran terbuka dari berbagai materi hasil riset yang ditampilkan ke publik. Wahana penyimpan koleksi-koleksi digital disebut Institusional Repository. Repository sebagai respon dalam penyusunan, kolaborasi, manajemen, pemeliharaan dan penyimpanan informasi ilmiah hasil riset institusi. Didalamnya terdapat artikel hasil penelitian yang telah diseminarkan, artikel-artikel yang sudah dimuat di jurnal ilmiah nasional maupun internasional, skripsi, tesis, disertasi dan masih banyak lagi.

Akses e-journal yang kian mudah dan gratis akan memungkinkan pemustaka untuk memanfaatkan fasilitas ini. E-journal yang sudah dilanggan dapat dibaca sebagai pembelajaran dan referensi penelitian. Sebegitu besar peluang mengaksesnya, akankah kita abaikan begitu saja? Benarkah e-journal hanya bisa dimanfaatkan warga kampus saja?

Masyarakat umum punya peluang yang sama. Dengan mengetahui account ID dan password, publik bisa membaca artikel e-journal. Portal Garuda dan web repository tiap PT bebas diakses publik. Tanpa kesulitan kita membaca dan mempelajari riset ilmiah hasil karya intelektual di bidangnya.

KETERBUKAAN INFORMASI
Perguruan Tinggi memakai teknologi berbasis internet perlu mengangkat karya ilmiah dalam repository untuk diakses masyarakat. Hal ini penting,

Pertama, informasi ilmiah yang dihasilkan berupa skripsi, tesis, disertasi, makalah, hasil penelitian menunjukkan kualitas dan kuantitas riset yang dilakukan masing-masing institusi. Masyarakat melalui web PT dapat melakukan evaluasi dan menilai hasil karya mahasiswa. Implikasinya, membuka cakrawala pengetahuan masyarakat dengan hasil luaran sebagai solusi pemecahan masalah. Mahasiswa sebagai masyarakat informasi terpicu kemampuannya dalam mengakses data melalui internet. Masyarakat dapat mensitasi karya-karya milik Perguruan Tinggi. Mungkin, tidak hanya Undip yang mempunyai keberanian untuk memasukkan hasil riset secara full teks. Hingga berhasil meraih peringkat 49 dunia versi Webometriks untuk repository tahun 2010 dan mendepositkan 20.000 karya intelektual.

Kedua, keterbukaan informasi, dimaknai positif dapat membantu pemustaka sebagai acuan dalam melakukan penelitian. Pemustaka termotivasi menyeleksi informasi sesuai kebutuhan. Referensi repository membuka jalan ketika menelusur permasalahan yang akan diteliti dalam riset ilmiah. Bukan sebagai jalan menduplikasi, tapi sebagai filter efektif dalam menilai sebuah karya ilmiah. Beragam riset memberi petunjuk praktis dan pemahaman metodologis yang obyektif. Pengguna bebas mengunduh karya ilmiah tersebut dengan menyebut sumbernya. Cara mengunduh bisa langsung ke web masing-masing PT maupun di portal Garuda ( Garba Rujukan Digital) yang otomatis terhubung dengan koleksi repositori anggota. Garuda dikembangkan Direktorat Penelitian & Pengembangan pada Masyarakat Dikti Kemdiknas RI.

Ketiga, repositori memberi sumbangan terbesar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dengan subyek-subyek terbaru yang representatif dengan kualifikasi presisi yang tinggi. Pemustaka mampu menganalisis informasi secara kritis kemudian mengelola, mengakses serta mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat. Lalu apa yang akan kita lakukan setelah koridor informasi itu sudah terbuka lebar?

AKSES EPRINTS
Tingginya urgensi informasi ilmiah tersebut melahirkan satu permasalahan, apakah e-journal dalam repository sudah diakses dan dimanfaatkan masyarakat luas? Untuk menjawab pertanyaan itu, sebuah kajian sederhana tentang aksebilitas informasi jurnal elektronik perlu dilakukan. Jurnal elektronik yang terpilih sebagai bahan data adalah Institutional Repository Undip ( Eprints Undip). Hal ini dilatarbelakangi para pustakawan Undip sudah bekerja keras selama dua tahun terakhir yaitu tahun 2009 sampai dengan 2010 mendepositkan karya-karya ilmiah dalam Eprints Undip hingga mencapai 20.000 judul. Sehingga berhasil meraih prestasi ranking 49 dunia, ranking 3 di wilayah Asia dan ranking 1 di seluruh Indonesia versi Webometrics bulan Juli 2010. Untuk mengetahui sejauh mana kemanfaatan repository bagi masyarakat luas, diperlukan suatu kajian sederhana dengan unit analisis Eprints Undip.

Pengkajian sederhana ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kuantitas pengunjung pertama yang mengakses repository Undip,(2) Mengetahui jumlah pengunjung yang kembali mengakses Eprints Undip. (3) Mengamati jumlah halaman yang dibuka pada akses repository Undip.
Institutional repository sebagai media untuk mendigitalisasi hasil-hasil penelitian atau hasil-hasil dokumen ilmiah yang dimiliki Undip agar dapat dinikmati publik. Didalamnya terdapat artikel-artikel hasil penelitian yang telah diseminarkan tingkat nasional dan internasional, artikel-artikel yang telah atau sedang diterbitkan di jurnal-jurnal nasional dan internasional, skripsi, tesis, disertasi dan masih banyak lagi. Dokumen online di prints.undip.ac.id dalam format PDF. Fasilitas browsing yang tersedia adalah browse by subyek untuk penelusuran berdasarkan subyek tertentu. Subyek disusun menurut Library of Congress. Browsing lainnya adalah browse by faculty atau penelusuran berdasarkan fakultas-fakultas yang ada di Undip. Browse by type, yaitu berdasarkan bentuk karya ilmiah apakah artikel jurnal, skripsi, buku dan sebagainya. Browse by author name berdasarkan nama penulis. Browse by Year, berdasarkan tahun terbit. Khusus artikel-artikel dalam jurnal internasional hanya dipublikasikan halaman abstrak atau halaman pertama.( Istadi, 2009).

Pengamatan dilakukan pada tanggal 9 sampai dengan 16 di bulan Januari, Februari dan Maret 2011. Tiga bulan tersebut dipilih karena pada saat itu tidak ada kegiatan sosialisasi e-journal sehingga data bersifat murni dan tidak ada interfensi. Metode pengumpulan data dokumentasi statistik pemustaka Eprints Undip dengan fokus pada aksesibilitas informasi pemustaka. Pengamatan ini berusaha mengungkap solusi permasalahan, seberapa besar kemanfaataan repository dengan jalan mengkaji data statististik selama tiga bulan tersebut. Populasi yang diamati adalah pengguna yang mengakses repository Undip dalam kurun waktu penelitian ( Januari – Maret 2011 ). Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan Accidental Sampling atau Sampling Kebetulan yaitu pemilihan sampel berdasarkan siapa saja yang kebetulan melakukan aktifitas yang diteliti. Peneliti mempunyai kebebasan untuk memilih siapa saja anggota populasi yang diteliti yang mudah diperoleh. Kelemahannya, tingkat representatif sistim ini cukup rendah (Kriyantono, Rahmat, 2006 : 156 ).

Aksesibilitasi menurut kamus Besar Bahasa Indonesia dimaknai sebagai hal yang dapat dijadikan akses. Aksesibilitas dalam dunia web memungkinkan setiap orang dapat menikmati informasi yang ada dalam sebuah situs yang termuat di internet. Banyak hal yang dapat mempengaruhi aksesibilitas yaitu akses internet yang lambat, spesifikasi computer maupun penggunaan browser. Koneksi dan kecepatan akses yang beragam tersebut akan berpengaruh pada kecepatan pada saat loading internet ( Purnama, 2004 : 107). Aksesibilitas informasi dipahami sebagai aktifitas pemustaka dalam mengakses informasi e-journal repository.

Pada kajian ini aksesibilitas informasi repository Undip , indikator yang diamati adalah (1) jumlah pengunjung pertama yang mengakses repository penelitian Undip, (2) kuantitas pengunjung yang mengakses kembali (3) jumlah halaman yang diakses selama penelusuran repository, (4) tiga peringkat pertama dalam satu hari, halaman popular, halaman masuk, hubungan jaringan, halaman yang ditelusuri, negara asal, lama kunjungan dan mesin pencarian yang dipakai users untuk membuka repository.

AKSESIBILITAS INFORMASI
Aplikasi pemanfaatan repository Undip dilihat dari statistik yang dilakukan pada tiap-tiap tanggal 9 sampai 16 bulan Januari, Februari, Maret 2011 diperoleh data sebagai berikut.

Kategori pengunjung pertama atau first time yaitu semua personal yang tercatat pernah membuka repository Undip pada bulan itu meskipun dalam waktu relatif singkat. Bulan Januari tercatat sebanyak 606 orang atau 15,2% pengunjung sebagai pengunjung pertama, bulan Februari 2300 orang yaitu 57,7% sedangkan bulan Maret prosentasenya 27,1% dengan jumlah 1079 orang.

Pengunjung kembali diasumsikan pengunjung yang memanfaatkan akses repository untuk penelusuran informasi baik untuk pembelajaran atau penelitian. Pengunjung kembali dikategorikan pengguna yang mengakses kembali setelah membuka pertama kali. Pada bulan Januari 2011 tercatat 288 orang atau 31,8%. Bulan Februari 402 orang dengan prosentase 44,5%. Bulan Maret 214 orang atau 23,7%.

Pengunjung khusus dipersepsi sebagai jumlah pengunjung pertama dengan pengunjung kembali. Artinya semua pengunjung yang mengakses repository Undip pada bulan itu dikategorikan sebagai pengunjung khusus. Bulan Januari 2011 terdapat 894 orang dengan prosentase 18%. Pada bulan Februari tercatat 2702 atau 55%. Bulan Maret ada 1293 orang dengan prosentase 27%.

Muatan atau isian halaman dipahami sebagai akumulasi halaman-halaman yang sudah dibuka oleh pengakses repository Undip. Pada bulan Januari tercatat 2760 halaman atau 18,6%. Sedangkan di bulan Februari terdapat 7366 halaman atau 49,6%. Bulan Maret ada 4727 halaman atau 31,8%.

Berikut ini juga dicatat tiga peringkat kategori halaman populer, halaman masuk, hubungan jaringan, halaman yang ditelusuri, negara asal users, lama kunjungan dan mesin pencarian. Data untuk satu hari pada tanggal 14 Maret 2011. Halaman populer adalah halaman favorit, yang paling banyak diakses pemustaka. Kategori halaman populer 132 Top Repositories, 88 Home, 72 Top Institutional Repositories. Halaman masuk merupakan halaman pertama yang dibuka oleh users pada waktu mengakses repository Undip. Kategori Halaman Masuk sejumlah 55 orang dari Home, 24 orang dari Top Institutional repositories, 11 dari Top Repositories. Hubungan jaringan adalah melalui jaringan dari mana pengguna masuk web repository Undip. Terdapat 4 dan 9 orang tidak melalui jaringan resmi atau tidak terdeteksi, 1 dan 6 melalui www.webometrics.info dan 9 orang melalui www.undip.ac.id. Halaman penelusuran terdapat 6 orang memilih Repositories, 3 orang atau memilih Webometrics 2010 dan 2 orang memilih Define: Language. Negara asal users adalah 89 orang Indonesia. Sebanyak 44 berasal dari Malaysia dan 42 berasal dari Mexico. Mesin penelusuran yang dipakai users meliputi 11 orang melalui www.google.com, 4 orang memakai www.google.co.id, 2 orang menggunakan www.google.co.th. Users atau pengguna jasa layanan Eprints Undip memakan waktu kurang dari 5 detik sebanyak 64 orang , 5-30 detik sebanyak 8 orang , 30 detik sampai 5 menit sebesar 24 orang , 5 menit sampai 20 menit terdapat 18 orang, 20 menit sampai 1 jam ada 4 orang dan terdapat 9 orang yang mengakses lebih dari 1 jam. Jumlah users keseluruhan pada tanggal 14 Maret 2011 adalah 127 orang.

Dari tabel diatas diperoleh data bahwa aksesiblitas atau aktifitas pengakses Eprints Undip mengalami peningkatan pada bulan Februari dibanding Januari. Kuantitas menurun kembali di bulan Maret 2011. Waktu yang dipakai saat mengakses berkhisar antara 5 detik sampai 20 menit. Jaringan yang dipakai melalui www.undip.ac.id dan negara asal terbanyak dari Indonesia.

KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa :

1. Kemanfaatan e-journal bagi masyarakat sangat besar dilihat dari aksesibilitas informasi atau aktifitas informasi yang dilakukan users terhadap Eprints Undip yang kuantitasnya relatif tinggi. Dimana pada bulan Januari, Februari, Maret 2011 kuantitas pengunjung pertama 3985 orang. Pengunjung kembali 904 orang. Pengunjung khusus 4889 orang. Muatan halaman 14853 orang.

2. Eprints Undip dapat dibaca dan diunduh untuk kepentingan pembelajaran serta referensi penelitian oleh pengguna melalui internet.

3. Kemanfaatan e-journal pada umumnya dan Eprints Undip pada khususnya, terutama dapat diakses secara simultan tanpa batasan jumlah pemustaka, di manapun berada dan dalam waktu bersamaan tanpa biaya tambahan.

SARAN-SARAN
1. Data awal di atas dapat dipakai sebagai referensi dalam penelitian selanjutnya baik secara kuantitatif maupun kualitatif dengan keterkaitan antara dua variabel atau lebih.

2. Statistik repository di atas terdapat di semua portal repository Perguruan Tinggi, sehingga semua pustakawan dapat memakainya sebagai acuan pembelajaran maupun data penelitian di lingkungan kerja masing-masing.

Daftar Pustaka

Istadi. Panduan Operasional Program bagi Administrator dan User : Pengelolaan Web Repository Penelitian. Semarang : Kegiatan Improvement Performance of Website, 2009.

Kamus Pusat Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia,cet.1,ed.3. Jakarta : Balai Pustaka, 2001.

Kriyantono, Rachmat. Teknik Praktis Riset Komunikasi, disertai Contoh Praktis Riset Media, Public Relations, Advertising, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Pemasaran. Jakarta : Kencana, 2007.

Purnama, Pupung Budi. Kiat Praktis menjadi Desainer Web Profesional. Jakarta : Elex Media Komputindo, 2004.

Stephen, Agustinus. File Piracy : Membongkar seluk beluk pembajakan dan pencurian file di Internet. Jakarta : Elex Media Komputindo, 2007.

Supriyanto, Wahyu, Ahmad Muhsin. Teknologi Informasi Perpustakaan: Strategi Perancangan Perpustakaan Digital. Yogyakarta : Kanisius, 2008.

Taryadi, Alfons. Buku dalam Indonesia Baru. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 1999.

 

LAMPIRAN