Analisis Pemanfaatan Jurnal Online Sciencedirect di Perpustakaan IPB (Studi Kasus pada Mahasiswa Pascasarjana IPB)

PENDAHULUAN

Dalam memenuhi kebutuhan akan informasi, setiap tindakan manusia selalu didorong oleh faktor-faktor tertentu yang biasa disebut motivasi atau motif untuk berbuat sesuatu. Motivasi adalah suatu proses yang diawali oleh suatu kebutuhan psikis melalui keinginan, yang timbul dari suatu keadaan, sehingga membentuk perilaku untuk mencapai tujuan/ kepuasan (Luthans, 2006). Upaya yang dapat dilakukan menurut McQuail (1985) adalah dengan mencari informasi yang sesuai dengan kebutuhannya, melalui proses penelusuran yang melibatkan sarana yang lebih efektif, dengan memperhatikan aspek ekonomi dan teknologi.

Perkembangan perpustakaan perguruan tinggi saat ini telah sampai pada pemanfaatkan teknologi informasi untuk memberikan pelayanan informasi berbasis web. Pengaruh yang besar dari teknologi informasi memungkinkan perpustakaan perguruan tinggi meningkatkan kinerja bagi upaya pemenuhan kebutuhan informasi pemustakanya. Hal ini terutama dari segi layanan khususnya layanan pustaka koleksi elektronik (e-collections) salah satunya adalah jurnal elektronik (e-journal). Woodward, et.al (1998) membedakan jurnal elektronik dalam tiga bentuk yaitu : jurnal online yaitu jurnal yang terpasang melalui komputer utama ke jaringan telekomunikasi, jurnal offline yaitu jurnal yang tersimpan pada CD-ROM, dan jurnal pada network yaitu jurnal dalam bentuk jaringan kerja.

Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mempunyai visi sebagai world class university, perlu didukung oleh sumber-sumber pustaka yang up to date, lengkap, dan komprehensif. Sebagai unit penyedia informasi, Perpustakaan IPB berfungsi memberikan layanan akses terhadap informasi yang lebih mudah, cepat, akurat dan mutakhir. Sejak tahun 2009 Perpustakaan IPB melanggan jurnal online ScienceDirect, dengan basisdata Agricultural and Biological Sciences, Environmental Science, dan Social Sciences and Humanities. Dalam perjalanannya, jurnal online ScienceDirect merupakan basisdata yang paling banyak diunduh oleh sivitas akademika IPB, berdasarkan Laporan Tahunan Perpustakaan IPB tahun 2010.

Dalam setiap penyelenggaraan perpustakaan perlu dilakukan evaluasi. Kriteria evaluasi berorientasi pengguna yang penting untuk dipertimbangkan pada koleksi jurnal elektronik menurut Nisonger (1997) antara lain kemudahan penggunaan, antar muka sistem yang ramah penggunaan, relevansi isi informasi dengan kebutuhan informasi pengguna. Sedangkan evaluasi berorientasi koleksi diantaranya adalah metode list checking, pendapat ahli, dan metode standar koleksi. Sedangkan evaluasi yang berorientasi pada pemanfaatan koleksi diantaranya adalah kajian sirkulasi, survei pengguna dan metode analisis sitiran.

Tujuan dari penelitian ini adalah, 1) Mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pemanfaatan jurnal elektronik Sciencedirect dan pemanfaataannya pada penulisan tesis mahasiswa pascasarjana S2 IPB, 2) Mengkaji peran Perpustakaan IPB dalam menyediakan layanan jurnal elektronik ScienceDirect, 3) Mengkaji implikasi pemanfaatan layanan jurnal elektronik terhadap layanan jurnal elektronik

Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian mengenai analisis pemanfaatan jurnal elektronik sebagai sumber informasi mahasiswa pascasarjana S2 IPB dibatasi pada jurnal online Sciencedirect. Data untuk keterpakaian artikel dalam jurnal elektronik diambil dari daftar pustaka yang digunakan dalam penyusunan tesis oleh mahasiswa pascasarjana S2 IPB pada tahun 2010 dan untuk melengkapi data tersebut dihimpun melalui kuesioner dan wawancara kepada mahasiswa program pascasarjana S2, serta pustakawan dan pihak manajemen perpustakaan IPB. Motivasi pemanfaatan jurnal online ScienceDirect yang dimaksud dalam penelitian ini, dibatasi pada keinginan mahasiswa dalam memanfaatkan jurnal online ScienceDirect.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode survei yang dikombinasikan dengan penelitian kuantitatif, dengan menyebarkan kuesioner dan melakukan pengumpulan informasi dan literatur mengenai jurnal online dan studi kepustakaan. Penelitian kuantitatif bertujuan untuk menentukan apakah generalisasi yang diprediksi atas teori adalah benar. Sedangkan untuk mengetahui pemanfaatan jurnal online Sciencedirect dalam penyusunan tesis digunakan metode analisis sitiran (citation analysis) melalui judul-judul artikel dalam jurnal online ScienceDirect yang digunakan sebagai daftar pustaka pada setiap tesis.

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei (Singarimbun dan Effendi, 1989) dan pendekatan studi kasus. Metode survei digunakan agar dapat diketahui secara langsung pendapat pengguna mengenai layanan akses jurnal online ScienceDirect yang dilanggan Perpustakaan IPB, dengan melakukan pengumpulan informasi dan literatur mengenai jurnal online dan studi kepustakaan.

Disamping metode survey, digunakan juga metode analisis sitiran (citation analysis), untuk mengetahui pemanfaatan jurnal yang terdapat dalam jurnal online ScienceDirect dalam penyusunan tesis oleh mahasiswa pascasarjana S2 IPB, melalui judul-judul artikel yang ada dalam jurnal online ScienceDirect yang digunakan sebagai daftar pustaka pada setiap tesis. Teknik yang dilakukan adalah dengan meneliti daftar pustaka yang berasal dari jurnal elektronik yang diacu dan dicantumkan di setiap akhir tesis. Kemudian, dilakukan penghitungan dan dibuat persentase masing-masing jenis literatur yang diacu.

Selanjutnya dari jurnal yang digunakan, ditentukan terlebih dahulu judul-judul jurnal yang termasuk ke dalam kelompok database jurnal online ScinceDirect yang dilanggan oleh Perpustakaan IPB. Judul jurnal tersebut kemudian dihitung, diprosentase dan dianalisa untuk mengetahui jenis jurnal online yang paling dominan dan diacu dalam penyusunan tesis, sehingga diperoleh gambaran seberapa besar pemanfaatan jurnal online tersebut dalam upaya pemenuhan kebutuhan informasi pengguna.

Variabel Penelitian
Variabel penelitian ini diadaptasi dari model penelitian Kim (2005) dan Nisonger (1997) mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan seseorang untuk menggunakan fasilitas pangkalan data jurnal elektronik yang disediakan oleh perpustakaan. Variabel tersebut adalah, 1)Kemampuan menggunakan komputer; 2)Kemudahan penggunaan (ease of use); 3)Kemudahan akses (accessibility); 4)Antar muka sistem yang ramah penggunaan (user friendly interface); 4)Relevansi isi informasi dengan kebutuhan informasi penggunanya; 5) Kualitas informasi; 6)Keinginan memanfaatkan jurnal elektronik (intention to use)

Populasi, sampel dan instrumen penelitian
Populasi yang merupakan obyek penelitian ini adalah mahasiswa pascasarjana S2 IPB. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan model pemilihan (purposive). Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin (Sevilla, 1993) yaitu sejumlah 70 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuesioner untuk memperoleh data dari setiap variabel yang terdapat dalam model penelitian.

Disain Penelitian
Disain penelitian merupakan kerangka kerja yang digunakan untuk melakukan penelitian. Disain penelitian ini adalah sebagai berikut :

 

Hipotesis Penelitian
Hipotesis 1 : Diduga Kemampuan mahasiswa menggunakan komputer, kemudahan penggunaan, antar muka sistem yang ramah penggunaan, relevansi isi informasi dengan kebutuhan informasi mahasiswa dan kualitas informasi berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap keinginan memanfaatkan jurnal elektronik ScienceDirect.

Hipotesis 2 : Diduga Kemampuan mahasiswa menggunakan komputer, kemudahan penggunaan, antar muka sistem yang ramah penggunaan, relevansi isi informasi dengan kebutuhan informasi mahasiswa dan kualitas informasi masing-masing berkontribusi secara parsial dan signifikan terhadap keinginan memanfaatkan jurnal elektronik ScienceDirect.

Hipotesis 3: Diduga Kemampuan mahasiswa menggunakan komputer, kemudahan penggunaan, antar muka sistem yang ramah penggunaan, relevansi isi informasi dengan kebutuhan informasi mahasiswa dan kualitas informasi masing-masing berpengaruh langsung dan tidak langsung secara signifikan terhadap keinginan memanfaatkan jurnal elektronik ScienceDirect.

Uji Validitas dan Reliabilitas

Uji validitas berguna untuk mengetahui apakah ada pernyataan pada kuesioner yang harus dibuang/diganti karena dianggap tidak relevan. Pengujian validitas item kuesioner dari model penelitian ini dilakukan dengan menguji korelasi skor tiap item dengan skor total tiap variabel, memakai rumus korelasi product moment, sebagai berikut :

 

Hasil uji validitas adalah skor antara 0,778 sampai dengan 0,883 artinya lebih besar dari batas minimal skor 0,3. Hasil ini mengindikasikan bahwa construct validitas yang baik.
Uji reliabilitas berguna untuk menetapkan apakah kuesioner dapat digunakan lebih dari satu kali. Dengan kata lain reliabilitas instrumen mencirikan tingkat konsistensi. Pengujian reabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Hasil pengujian menunjukkan seluruh item kuesioner memiliki skor di atas syarat reabilitas construct penelitian yang baik yaitu 0,700 yang berarti reliabel untuk penelitian ini.

Teknik Analisis Data
Teknik analisis yang digunakan adalah : 1) Analisis korelasi ”Rank Spearman” berbantukan software SPSS. Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel motivasi dalam memanfaatkan jurnal elektronik ScienceDirect, 2) Analisis Deskriptif, digunakan untuk menggambarkan kondisi pemanfaatan dan hambatan yang dialami dalam memanfaatkan jurnal elektronik Sciencedirect. 3) Analisis Jalur, untuk menerangkan akibat langsung dan tidak langsung dari beberapa variabel sebagai variabel penyebab, terhadap beberapa variabel lainnya sebagai variabel akibat. Analisis jalur yang merupakan bagian dari Analisis Statistik Parametrik dimana dalam penghitungannya memerlukan terpenuhinya persyaratan bahwa skala pengukuran minimal adalah interval, sedangkan dalam penelitian ini data yang diperoleh memiliki skala pengukura ordinal. Oleh karena itu agar analisis tersebut dapat dilanjutkan maka skala pengukuran ordinal harus dinaikkan (ditransformasikan) ke dalam skala interval dengan menggunakan Methods of Successive Interval (MSI). Menurut Hidayat (2005) pengertian Method of Successive Interval adalah : ”Metode penskalaan untuk menaikkan skala pengukuran ordinal ke skala pengukuran interval”.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam penelitian ini disebarkan 70 kuesioner kepada mahasiswa pascasarjana S2 IPB. Kuesioner yang berhasil terkumpul sejumlah 66 kuesioner. Sebanyak 62 kuesioner sah dan lengkap, empat kuesioner sah namun tidak terisi lengkap, sedangkan dua orang menolak untuk mengisi kuesioner.

Karakteristik Responden

Hasil analisis menunjukkan bahwa 43,55% responden yang memanfaatkan jurnal online ScienceDirect berjenis kelamin perempuan dan 56,45% adalah laki-laki (Tabel 1). Data tersebut menunjukkan bahwa seluruh responden membutuhkan informasi mutakhir sesuai dengan kegiatan penelitiannya. Yusuf (1995) menyatakan bahwa setiap orang, kelompok orang atau organisasi membutuhkan berbagai informasi.

 

Berdasarkan bidang pendidikan magister yang ada di pascasarjana S2 IPB, responden yang menekuni program magister perikanan mempunyai presentase terbesar (22,6%), diikuti program magister matematika & IPA (19,4%), program magister pertanian (17,7%), teknologi pertanian (17,7%). Data tersebut memperlihatkan bahwa program magister yang paling banyak adalah yang berkaitan dengan pertanian. Hal ini sesuai dengan visi Perpustakaan IPB, yaitu sebagai sistem layanan informasi yang berbasis teknologi informasi yang mendukung riset kelas dunia dengan kompetensi utama pertanian tropika dan biosains.

 

Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa sebagian besar responden  duduk di semester IV (46.77%), hal ini karena pada semester tersebut mahasiswa sedang disibukkan dengan penyusunan tesis. Sedangkan kelompok terbesar kedua adalah mahasiswa semester II (29.03%). Besarnya kelompok mahasiswa pada semester ini  karena pada semester tersebut, mahasiswa sudah memperoleh tugas kuliah yang cukup banyak dan salah satu sumber informasi yang bisa dimanfaatkan adalah jurnal elektronik ScienceDirect.

Pemanfaatan Jurnal Elektronik ScienceDirect
Frekuensi pemanfaatan jurnal elektronik ScienceDirect berdasarkan hasil penelitian adalah tergolong rendah, yaitu sebanyak 2–3 kali dalam sebulan ( 35.48%). Penentuan kategori rendah ini dikaitkan dengan jumlah informasi yang begitu melimpah, dan dapat diakses setiap waktu. Sedangkan mahasiswa yang mengakses setiap hari sebesar 12.9 persen (Tabel 4).

Pada setiap kali pengaksesan, diperoleh data bahwa sebagian besar responden mengunduh 1–3 artikel (27.42%). Berdasarkan data pada tabel 5 terlihat tingkat pemanfaatan masih belum maksimal. Hal ini diindikasikan dengan frekuensi dan jumlah artikel yang diunduh masih rendah. Namun demikian dapat dikatakan artikel yang ada dalam jurnal elektronik ScienceDirect mempunyai daya tarik untuk dibaca dan berpeluang digunakan sebagai acuan bahkan disitir artikel lain. Semakin banyak artikel dalam suatu jurnal disitir oleh artikel lain, semakin tinggi peringkat jurnal tersebut (Sutardji, 2010).

Data mengenai kapan terakhir kali responden mengakses jurnal elektronik ScienceDirect, adalah sebagian besar responden (30.65%) dalam minggu yang sama dengan penelitian ini. Tabel 4 menunjukkan bahwa pemanfaatan jurnal elektronik ScienceDirect tidak terlalu lama jaraknya dari waktu penelitian dengan waktu responden terakhir mengakses, yaitu kurang dari satu bulan.

Berdasarkan data yang diperoleh mengenai tujuan responden mengakses Jurnal Elektronik ScienceDirect, sebagian besar responden untuk penulisan tesis (45.16%), untuk penyelesaian tugas (40.86%) (lihat Tabel 4). Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan jurnal elektronik ScienceDirect dengan informasi yang terkandung di dalamnya, dirasakan responden sangat membantu dalam penyelesaian studinya.

 

Hambatan Pemanfaatan Jurnal Elektronik ScienceDirect
Hambatan yang dialami responden dalam memanfaatkan jurnal elektronik ScienceDirect terutama adalah fasilitas koneksi internet yang tidak mendukung/ akses lambat (46.77%), artikel yang tidak sesuai (17.74%), fasilitas komputer yang kurang memadai (14.52%), dan lebih memilih jurnal (8,06%) (lihat Tabel 5).

 

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Keinginan Pemustaka dalam Memanfaatkan Jurnal Elektronik ScienceDirect

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengaruh bersama antara faktor-faktor Kemampuan menggunakan komputer (X1), Kemudahan penggunaan (ease of use) (X2), Antar muka sistem yang ramah penggunaan (user friendly interface) (X3), Relevansi isi informasi dengan kebutuhan informasi penggunanya (X4) dan Kualitas informasi (X5) terhadap Keinginan memanfaatkan jurnal elektronik (intention to use) (Y) adalah cukup besar yaitu 0.850 (Tabel6) Hal ini dapat diartikan bahwa hubungan ini termasuk kategori kuat.

Faktor yang paling besar mempengaruhi Keinginan memanfaatkan jurnal elektronik (intention to use) adalah Kemudahan penggunaan (ease of use) (X2) Tabel 6. Hal ini karena mahasiswa lebih menyukai fasilitas yang mudah digunakan dan tidak menyulitkan dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan. Kualitas informasi cukup besar mempengaruhi motivasi pemanfaatan jurnal elektronik ScienceDirect (30.12%).. Sedangkan pengaruh faktor antar muka sistem yang ramah penggunaan adalah tidak sedikit (24.03%). Adapun Kemampuan menggunakan komputer sedikit sekali mempengaruhi motivasi pemanfaatan jurnal elektronik ScienceDirect (6.45%). Sedangkan Relevansi isi informasi dengan kebutuhan informasi penggunanya tidak berpengaruh terhadap motivasi pemanfaatan jurnal elektronik ScienceDirect (-8.99%).

 

Keterpakaian Jurnal Elektronik ScienceDirect Dalam Penyusunan Tesis
Berdasar data pada Tabel 7 nampak sepuluh judul jurnal dari pangkalan data ScienceDirect yang paling banyak dijadikan rujukan dalam tesis mahasiswa Pascasarjana S2 IPB. Aquaculture merupakan judul jurnal terbanyak yang dijadikan acuan. Tabel 7 menunjukkan ada sebanyak 41 artikel dari Aquaculture yang diacu oleh mahasiswa Pascasarjana IPB dalam penyusunan tesisnya.

 

Implikasi Pemanfaatan Layanan Jurnal Elektronik terhadap Layanan Jurnal Elektronik
Implikasi yang muncul sehubungan dengan adanya pemanfaatan layanan jurnal elektronik terhadap layanan jurnal elektronik tersebut, meliputi beberapa aspek yaitu :
1. Pustakawan. Perkembangan teknologi informasi di lingkungan perpustakaan terutama teknologi internet yang merupakan sarana utama terselenggaranya layanan jurnal elektronik, memungkinkan seorang pustakawan berpotensi menjadi seorang manajer informasi.
2. Pemustaka. Dalam mengakses jurnal elektronik ScienceDirect, setiap pemustaka baik itu mahasiswa S1, S2 maupun S3, dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keahlian sehingga dapat memperoleh informasi yang diperlukan
3. Koleksi. Koleksi di dalam layanan jurnal elektronik adalah jurnal elektronik itu sendiri, yang didalamnya memuat suatu pangkalan data jurnal yang masing-masing terdiri dari sejumlah artikel-artikel.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
1. Kondisi pemanfaatan jurnal online ScienceDirect oleh mahasiswa pascasarjana S2 IPB belum maksimal. Jurnal online ScienceDirect yang banyak digunakan dalam rujukan tesis mahasiswa pascasarjana S2 IPB adalah aquaculture.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan memanfaatkan jurnal online ScienceDirect adalah Kemampuan menggunakan komputer, Kemudahan penggunaan (ease of use) , Antar muka sistem yang ramah penggunaan (user friendly interface), dan Kualitas informasi.
3. Faktor yang paling besar pengaruhnya adalah Kemudahan penggunaan, sedangkan relevansi isi informasi dengan kebutuhan informasi penggunanya tidak berpengaruh terhadap keinginan memanfaatkan jurnal online ScienceDirect.
4. Implikasi Pemanfaatan Layanan Jurnal Elektronik terhadap Layanan Jurnal Elektronik, adalah pustakawan yang berpotensi menjadi seorang manajer informasi, pemustaka yang secara tidak langsung dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keahlian dalam memperoleh informasi, dan koleksi yang meliputi seluruh subyek yang ditekuni mahasiswa

Saran
1. Diupayakan peningkatan pemanfaatan jurnal online ScienceDirect melalui sosialisai di lingkungan Perpustakaan IPB, sehingga seluruh mahasiswa memanfaatkan jurnal elektronik ScienceDirect.
2. Perpustakaan IPB perlu melanggan koleksi yang banyak diakses oleh mahasiswa, dan relevan dengan kebutuhan informasi mahasiswa.
3. Dukungan pustakawan di Perpustakaan IPB selalu diupayakan agar mampu memberikan layanan jurnal elektronik secara maksimal. Hal ini karena kemudahan penggunaan merupakan faktor yang paling mempengaruhi keinginan mahasiswa memanfaatkan jurnal online ScienceDirect.
4. Perpustakaan IPB diupayakan memberikan kemudahan dalam akses internet dengan menyediakan infrastruktur komputer yang lebih baik dan menambah area hotspots sehingga mahasiswa dapat mengakses jurnal elektronik ScienceDirect dalam wilayah yang lebih luas.

DAFTAR PUSTAKA

Evans GE. 2000. Developing library and information center collections. Greenwood Village : Libraries unlimited.

Feather & Sturges, 1997. International Encyclopedia of Informationa and Library Science. London : Routledge

Kim J. 2005. User acceptance of web-based subscription database. (Dissertasi Doktor. Tallahassee Florida : Information Sudies Department Florida State University, 2005)

Krikelas J. (1983). Information seeking behaviour: Patterns and concepts. Drexel Library Quarterly , 19 (2), 5-20

Luthans F. 2006. Organizational behavior. New York : McGraw-Hill/ Irwin.

McQuail D. 1985. Broadcasting structure and finance. Amsterdam : University of Amsterdam

Nisonger TE. 1997. Electronic Journal Collection Management Issues. Collection building, 1692:58-65

Reitz. 2005. Online Dictionary for Library and Information Science. Diakses pada 16 April 2010 dari http://lu.com/odlis/odlis.html

Sevilla C, et.al. 1993. Pengantar metode penelitian. Jakarta : UI Press.

Woodward H, Rowland F, McKnight C, Pritchett C, MeadowsJ. 1998. Cafe us : an electronic journals user survei. Journal of Digital Information 1(3).

http://jode.ecs.soton.ac.uk/Articles/v01/i03/Woodward.htm [4April 2010]