Aplikasi e-DDC Edition 22 Sebagai Alternatif untuk Menentukan Nomor Klasifikasi DDC

Pendahuluan
Aplikasi perangkat lunak atau biasa disebut software yang khusus digunakan di perpustakaan pada dewasa ini sudah merupakan suatu kebutuhan. Hal itu dikarenakan tugas dan user/pengguna perpustakaan/pemustaka yang semakin beragam telah menuntut kecepatan dan keakuratan dalam pelayanan yang mana perangkat lunak/software lebih dapat menanganinya dari pada apabila hanya dikerjakan secara manual.

Dalam sejarahnya di Indonesia, perkembangan software/aplikasi perangkat lunak untuk perpustakaan bermula dari CDS/ISIS keluaran UNESCO yang kemudian dimodifikasi dan digunakan oleh IPB Bogor pada awal era 1990-an. Aplikasi tersebut dinamakan SIPISIS (Qalyubi, dkk: 2003). Namun, fitur dan fasilitas perangkat lunak SIPISIS masih sangat terbatas, yaitu hanya untuk mengelola pangkalan data katalog. Meskipun demikian SIPISIS sudah merupakan aplikasi yang paling modern, mengingat penggunaan komputer dan teknologi informasi di perpustakaan pada masa itu belum secanggih sekarang.

Baru ketika memasuki millenium ke tiga – yang mana disebut-sebut sebagai era “ledakan informasi” – mulailah bermunculan aplikasi perangkat lunak khusus ditujukan untuk perpustakaan yang dirilis/dikembangkan oleh banyak pihak dengan berbagai tujuan dan keperluan, baik yang bersifat free (gratis) maupun yang licensed (berbayar). Tidak hanya sebatas pengelola katalog seperti SIPISIS, namun perangkat lunak-perangkat lunak “generasi baru” tersebut kaya akan fitur dan fasilitas, sesuai yang dibutuhkan oleh perpustakaan di masa kini. Pada intinya, perangkat lunak tersebut membuat kegiatan-kegiatan perpustakaan dapat dilakukan secara cepat, akurat bahkan secara real time dan online melalui media internet. Kelebihan lain dari perangkat lunak tersebut – tentu saja – dapat meminimalisasi faktor human-error sebagaimana apabila dikerjakan secara manual.

Sampai saat ini sudah banyak beredar aplikasi perangkat lunak untuk perpustakaan yang dikembangkan dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman baik yang bersifat free software (gratis) seperti Senayan Library Management System (biasa disebut Senayan atau SLiMS) yang disponsori oleh Depdiknas RI, dan juga Athenaeum Light versi Indonesia yang merupakan adaptasi dari versi asli Athenaeum Light yang dirilis oleh Sumware Consulting dari New Zealand. Disamping yang free, terdapat pula aplikasi berbayar seperti LASer (Library Automation  Service) yang dikembangkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang, dan lain-lain.

Namun, dari pengamatan Penulis dari sekian banyak aplikasi perangkat lunak untuk perpustakaan, belum ada satu pun yang membuat/mengembangkan sebuah sistem untuk membantu menentukan nomor klasifikasi koleksi secara komputerisasi terutama yang bersifat free/gratis. Hanya software Athenaeum Light versi Indonesia yang sudah disertai ringkasan DDC. Sayangnya, notasinya masih sangat terbatas. Satu-satunya aplikasi perangkat lunak yang berfungsi untuk membantu menentukan nomor klasifikasi adalah DFW (Dewey for Windows) Version 2.10 keluaran OCLC (Online Computer Library Center). Namun, aplikasi yang diedarkan dalam bentuk CD-ROM (Compact Disc Read Only Memory) tersebut sampai saat ini masih berdasarkan Sistem Klasifikasi DDC cetak Edisi 21 (http://www.oclc.org/dewey/updates/tips/webdewey/farewell.htm), belum menggunakan DDC Edisi 22, apalagi DDC Edisi 23 yang baru rilis tahun 2011.

Dengan kata lain, aplikasi DFW tersebut out of date. Penggunaannya pun kurang praktis (baca: tidak user friendly) bagi kebanyakan pustakawan/petugas perpustakaan di Indonesia karena menggunakan Bahasa Inggris tanpa ada terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia. Namun yang paling menjadi kelemahan bagi DFW untuk dapat digunakan secara luas adalah bahwa aplikasi tersebut tidak bisa didapatkan secara gratis melainkan harus membeli lisensinya pada pengembangnya, dalam hal ini OCLC. Tentu saja hal ini akan menjadi kendala tersendiri apabila akan digunakan oleh perpustakaan di Indonesia yang nota bene masih banyak yang berkutat dalam permasalahan klasik: yaitu keterbatasan anggaran dana.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Penulis merancang dan membuat software aplikasi yang dinamakan “e-DDC Edition 22” atau kependekan dari “electronic-Dewey Decimal Classification Edition 22” untuk memudahkan penentuan nomor klasifikasi koleksi di perpustakaan. Selanjutnya, aplikasi e-DDC Edition 22 tersebut akan disebarluaskan secara gratis agar dapat dimanfaatkan seluas-luasnya bagi seluruh perpustakaan di Indonesia.

Diharapkan aplikasi e-DDC Edition 22 tersebut nantinya akan membantu mempermudah tugas-tugas di perpustakaan khususnya dalam menentukan penomoran klasifikasi koleksi secara lebih cepat dan mudah dengan notasi yang dibuat selengkap mungkin sehingga dapat mengcover kebutuhan notasi untuk perpustakaan besar, namun tetap sesuai dipakai untuk perpustakaan kecil.

Selain itu, aplikasi e-DDC Edition 22 ini juga diproyeksikan dapat digunakan siapapun dengan mudah bahkan oleh petugas perpustakaan yang tidak/belum pernah mendapatkan pendidikan/pelatihan khusus tentang ilmu perpustakaan, terutama materi tentang penentuan nomor klasifikasi menggunakan Sistem Klasifikasi DDC manual (versi cetak). Dengan kata lain, aplikasi e-DDC Edition 22 diharapkan lebih “user friendly” bagi siapapun yang bertugas di perpustakaan karena menggunakan dua bahasa, Inggris dan Indonesia.

Pada akhirnya, diharapkan juga agar aplikasi e-DDC Edition 22 ini dapat saling melengkapi dengan software-software aplikasi untuk perpustakaan yang sudah beredar seperti Senayan atau Athenaeum Light versi Indonesia dan lain-lain sebagaimana yang disebutkan di atas.

Sekilas Pembuatan Aplikasi e-DDC Edition 22

Pada mulanya, Penulis akan menggunakan bahasa pemrograman PHP untuk membuat aplikasi e-DDC tersebut. Namun diperkirakan akan timbul masalah apabila menggunakan bahasa pemrograman PHP nantinya dikhawatirkan tidak dapat diinstall (baca: digunakan) secara bersama-sama dalam satu komputer yang menggunakan sistem operasi Windows dengan software untuk perpustakaan yang juga menggunakan bahasa pemrograman PHP (seperti Senayan dan LASer).

Akhirnya, setelah melakukan beberapa kali uji coba, pilihan jatuh pada HTML Compiler dengan pertimbangan bahwa HTML Compiler cukup ringan, dan seperti halnya PHP juga tersedia versi free (versi gratisan) sehingga tidak perlu membayar lisensinya pada vendor atau pengembang dari pembuat HTML Compiler  tersebut.

Sedangkan pengertian compiler atau dalam Bahasa Indonesia disebut kompilator adalah sebuah program khusus yang berguna untuk menerjemahkan program komputer yang ditulis dalam bahasa pemrograman tertentu menjadi program dengan bahasa pemrograman lain (http://id.wikipedia.org/wiki/compiler). Pendek kata, HTML Compiler adalah sebuah tool khusus yang digunakan untuk mengkompile halaman-halaman web yang bereksistensi *.html menjadi dokumen baru dengan eksistensi *.chm yaitu kependekan dari compiled HTML.

Pekerjaan pertama untuk membuat software e-DDC Edition 22 terlebih dahulu adalah membuat halaman web sesuai dengan jumlah keseluruhan notasi yang ada dalam Sistem Klasifikasi DDC cetak berikut tabel-tabel yang dibutuhkan. Dengan kata lain yaitu “mendigitalisasi” halaman-halaman cetak dari Sistem Klasifikasi DDC menjadi dokumen baru dengan eksistensi *.html  pada komputer.

Banyak tool yang dapat digunakan untuk membuat halaman web. Pada komputer dengan sistem operasi Windows dapat menggunakan Notepad. Dapat pula menggunakan tool bantuan seperti Macromedia Dreamweaver supaya lebih mudah karena pengoperasiannya menggunakan mode grafis (namun tool Macromedia Dreamweaver  tidaklah gratis).

Apabila menggunakan Notepad, format atau struktur dasar halaman web adalah sebagai berikut:

<html>
<head>
<title>Judul</title>
</head>
<body>Isi (dapat berupa teks atau gambar)</body>
</html>

Untuk keperluan pembuatan e-DDC Edition 22, Penulis mendigitalkan lebih dari 140 halaman web dari Sistem Klasifikasi DDC cetak Edisi 22, yaitu meliputi nomor klasifikasi 000 – 999 beserta Tabel 1 sampai dengan Tabel 6. Jadi, nomor klasifikasi yang ditampilkan pada software aplikasi e-DDC Edition 22 nantinya cukup lengkap, terlebih dengan ditambahkannya notasi-notasi tambahan dari tabel.

Setelah semua halaman web yang dibutuhkan untuk membuat software aplikasi e-DDC Edition 22 sudah disiapkan, maka selanjutnya adalah mengimpor/memasukkan halaman-halaman web tersebut ke dalam tool HTML Compiler untuk dilakukan proses kompilasi. Setelah kompilasi selesai, hasil dari proses kompilasi halaman-halaman web tersebut menjadi sebuah dokumen baru dengan eksistensi *.chm (oleh Penulis dinamakan “e-DDC Edition 22.chm”).

Maka secara garis besar, pembuatan aplikasi perangkat lunak e-DDC Edition 22 adalah melalui dua proses utama, yaitu:
1. Digitalisasi DDC cetak Edisi 22 menjadi halaman-halaman web dengan format *.html  menggunakan Notepad.
2. Kompilasi halaman-halaman web tersebut menggunakan HTML Compiler sehingga menghasilkan file baru dengan format *.chm.

Sebagaimana diilustrasikan dalam flow chart berikut ini:

Sekilas Cara Penggunaan Aplikasi e-DDC Edition 22

Tampilan default dari e-DDC Edition 22 adalah sebagaimana ilustrasi berikut:

Pada tampilan e-DDC Edition 22 tersebut terdapat 2 (dua) kolom, yaitu kolom sebelah kiri yang terdapat tab menu utama yang terdiri dari:

1. Menu Content.
Menu ini memuat semua nomor klasifikasi DDC mulai 000 sampai dengan 999  beserta tabel-tabel yang tersusun secara hierarkis.

2. Menu Search.
Menu ini untuk penelusuran subjek atau nomor klasifikasi dari isi keseluruhan Content secara otomatis.
Sedangkan kolom sebelah kanan memuat tampilan halaman-halaman web e-DDC dan hasil dari searching.

Apabila dalam Sistem Klasifikasi DDC manual (versi cetak) menggunakan Index Relative untuk melakukan penelusuran suatu subjek klasifikasi, kemudian memeriksanya dalam Bagan Schedule (yang terdiri dari dua jilid tebal) belum lagi apabila ditambah dengan Bagan Tables,  maka dalam e-DDC Edition 22 cukup menggunakan menu Search dan menginputkan kata yang akan dicari maka hasil pencarian akan keluar secara otomatis. Hasil searching akan muncul pada kolom sebelah kiri berdasarkan ranking (ranking paling atas dianggap paling mendekati hasil searching). Disamping lebih cepat, tentu saja lebih ringkas karena hanya membutuhkan 1 (satu) halaman scroll down pada layar komputer untuk keseluruhan nomor klasifikasi mulai 000 sampai dengan 999 berikut Tabel 1 sampai dengan Tabel 6.

Ilustrasi berikut ini adalah contoh pencarian untuk kata “sejarah Indonesia”. Caranya: cukup ketikkan kata “sejarah Indonesia” pada kotak menu Searching, kemudian tekan tombol Enter pada keyboard. Maka hasilnya adalah sebagaimana ilustrasi berikut ini:

Hasil pencarian untuk kata “sejarah Indonesia” akan muncul di kolom sebelah kiri dengan ranking/urutan paling atas dianggap paling mendekati pencarian yang di maksud). Apabila hasil pencarian tersebut dipilih dengan cara diklik, maka maka hasil pencarian akan muncul dalam highlight warna biru pada kolom sebelah kanan. Selanjutnya, tinggal mencermati nomor klasifikasi berapakah yang paling cocok untuk “sejarah Indonesia” dengan berdasarkan highlight warna biru tersebut. Sangat mudah dan cepat.

Tidak lupa, Penulis juga menyertakan tutorial lengkap/petunjuk cara menggunakan e-DDC Edition 22 yang sudah include di dalam software e-DDC Edition 22 tersebut. Maka dengan segala fasilitasnya, diharapkan e-DDC mudah digunakan dan benar-benar dapat membantu petugas perpustakaan dalam menentukan nomor klasifikasi, termasuk oleh petugas perpustakaan yang tidak berbackground ilmu perpustakaan dan yang belum memahami dengan baik cara penentuan nomor klasifikasi menggunakan Sistem Klasifikasi DDC manual.

Dengan demikian, e-DDC Edition 22 dapat menjadi cara alternatif untuk mempermudah tugas penomoran klasifikasi koleksi. Namun, e-DDC Edition 22 tentunya tidak ditujukan untuk menggantikan Sistem Klasifikasi DDC manual begitu saja, tetapi sekali lagi e-DDC Edition 22 hanyalah berperan sebagai “alat” untuk memudahkan petugas perpustakaan dalam menentukan nomor klasifikasi DDC.

Selengkapnya, untuk mengakses dan mendownload/mengunduh software/aplikasi perangkat lunak e-DDC Edition 22 ini dapat melalui situs yang dibuat Penulis dengan alamat url berikut: http://e-ddc.org. Sampai tulisan ini dibuat, e-DDC Edition 22 sudah didownload sebanyak lebih dari 3.000 kali sejak pertama dirilis pada bulan April 2010 (http://www.4shared.com/file/mzHMy3AY/e-DDC.html), membuktikan bahwa e-DDC Edition 22 cukup dapat diterima oleh para praktisi perpustakaan di Indonesia. Aplikasi perangkat lunak e-DDC Edition 22 tersebut dapat diunduh dan disebarkan dengan gratis oleh siapa saja untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemajuan perpustakaan di Indonesia.

Referensi:
Qalyubi, Syihabuddin, dkk. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta: Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Infomasi Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga, 2003.

Sumber Internet:
http://www.4shared.com/file/mzHMy3AY/e-DDC.html
http://id.wikipedia.org/wiki/compiler
http://www.oclc.org/dewey/updates/tips/webdewey/farewell.htm