Digitalisasi Local Content

1. Pendahuluan

Istilah  perpustakaan biasanya identik dengan buku, karena istilah `perpustakaan¿ juga berasal dari kata `pustaka¿ atau buku. Meskipun sampai saat ini perpustakaan masih tak lepas dari buku, namun istilah tersebut sudah tidak identik lagi. Hal ini diakibatkan oleh kemajuan teknologi yang mampu mengemas informasi dalam bermacam-macam bentuk ,  misalnya:

¿   CD Teknologi Pencerdasan bangsa buatan kantor menristek,   mengemas         informasi  Teknologi     Tepat Guna

 

¿  Kliping Eleketronik  buatan Perpustakaan  ITB mengemas  informasi  dari  surat kabar dan  majalah Cybermedia.

¿   Juga yang lagi trend saat    ini  Ganeca  Digital Library  ITB,  buatan KMRG ITB mempublikasikan   Local    Content   tesis, disertasi,  laporan penelitian, proseding  dan majalah ilmiah

Kemudian munculah istilah
¿   e-book untuk buku elektronik
¿   e-Journal untuk majalah elektronik 
¿   e-Klip untuk  kliping elektronik.

Kemajuan teknologi informasi ternyata ditanggapi positif oleh pustakawan. Adanya pelatihan dan seminar teknologi informasi dan digitalisasi dokumen menjadi tanda bahwa pustakawan harus menerapkan teknologi informasi dalam  dunia perpustakaan. 
 

 

 

II. Grey Literatur (Literatur Kelabu)
      
      Yang dimaksud dengan literatur kelabu adalah karya ilmiah yang dihasilkan  oleh lembaga pendidikanan. Di bawah lembaga pendidikan ada  Jurusan/departemen/laboratorium dst. Di jurusan  ada komponen staf pengajar/dosen dan mahasiswa. Dua komponen ini yang menghasilkan karya ilmiah baik berupa thesis, disertasi dan laporan penelitian.

Kegiatan seminar juga dapat menghasilkan literatur kelabu dalam bentuk prosidings  atau dipublikasikan lewat majalah ilmiah. Sehingga literature tersebut  tersebar pada panitia penyelenggara dan masing-masing peserta  Literatur kelabu   sampai saat ini masih   sulit untuk didapatkan  baik oleh  pustakawan, juga oleh pemakai  kalangan sendiri atau pemakai dari luar.
Sehingga pemerintah melalui kantor MENRISTEK  merasa perlu untuk mengatur  mengenai Literatur Kelabu. Yaitu degan dikeluarkannya  KEPMEN  Nomor: /M/Kp/VII/2000 Tentang  Penyampaian Literatur Kelabu (Grey Literatur)  yang berkaitan dengan Ilmu pengetahuan dan Teknologi. Diharapkan  dengan KEPMEN tersebut,  sedikitnya bisa membantu pustakawan  dalam usaha  mendokumentasikan juga mempublikasikannya.

Banyak usaha usaha yang ditempuh  perpustakan mengenai literature kelabu ini, diantaranya pendekatan dengan pimpinan ITB, sehingga keluar  surat keputusan pimpinan ITB mengenai dokumentasi dan publikasi literatur kelabu yang mewajibkan setiap jurusan untuk  mengirimkan hasil karyanya ke UPT Perpustakaan ITB. Kegiatan pro aktif lainnya yaitu pembuatan bibliogradfi laporan penelitian beranotasi, Bibliografi Abstrak  thesis dan laporan penelitian berbasis elektronik dsb

Usaha lainnya yaitu mempublikasikan literatur kelabu berbasis WEB Ganesa Digital Library (GDL). Situs GDL ini berfungsi menampung literaur kelabu yang juga  mempunyai kemampuan untuk  search Engine (temu balik) secara cepat dan tepat.
Kelengkapan informasi menjadi hal yang pokok untuk memenuhi kebutuhan user. Salah satu komponen yang bertanggung jawab untuk mengisi situs GDL  adalah pustakawan

Bagaimana mengelola literatur kelabu menjadi suatu local content? Proses  digitalisasi adalah tuntutan yang harus dilakukan. Agar semua informasi yang tertuang dalam literatur kelabu tersebut  dapat diakses ataupun dimanfaatkan bersama dengan mudah, dan dapat dijadikan sebagai ‘knowledge’ yang dapat ditransformasikan

III. Proses  Digitalisasi
       Bila kita men-scan dokumen (buku, atau hasil cetakan lainnya) maka  file yang dihasilkan seluruhnya berupa gambar . Untuk memilah mana gambar dan teks diperlukan software khusus untuk keperluan proses digitalisasi. Banyak software yang beredar dipasaran untuk proses digitalisasi, salah satunya adalah  OmniPage Pro Versi 11. Software ini  dapat diandalkan  dalam proses  OCR (Optical  Character Recognition). OCR adalah proses  pengalihan dokumen teks dan  gambar atau gabungan keduanya  menjadi file komputer  tanpa  harus pengeditan ulang, setiap karakter baik huruf, kata, kalimat maupun gambar   dapat dikenali secara tepat  dan dapat dibaca oleh perangkat lunak yang lain, tanpa harus pengetikan  ulang dan editing yang rumit.

Berikut  Menu Utama OmniPage


 

 

Terdapat beberapa perintah dan tombol pada tombol toolbar untuk melakukan proses OCR.

 

Setiap  elemen  tersebut  mempunyai kemampuan untuk mengenali  sumber dokumen  juga dapat  ¿menerjemahkan¿ karakter, teks atau   bagian-bagian lain dari dokumen selama proses OCR

Langkah praktis proses OCR

1. Tempatkan dokumen  di meja scanner, dengan memulainya pada halaman awal, lakukan 
    proses dengan menekan    tombol 

 

2.  Proses  OCR  memilah   dua bagian  yaitu  bagian (zona) teks dan  zona  grafik

   ¿    Halamas Judul dengan zona text                     ¿    Halaman Judul dengan zona gambar
        (Single coloumn flowing text Zone)                     (Grafhic Zone) 

 

 

     

3.  Click menu Perform OCR, secara otomatis akan memeriksa ejaaan pada dokumen yangdi  OCR secara text, dengan fasilitas OCR Proofreader. click tanda cross merah sebelah kanan.
4.  Setelah selesai proses OCR simpan dokumen sebagai Omni Page Document.    Nama File   tersebut berekstensi *.OPD (Omni Page Document)
5.   Lanjutkan proses scan dan OCR, jangan lupa untuk mengimpan file dengan nama yang  sama.
4.   Untuk dapat di baca oleh software lain, simpan  hasil OCR dengan file PDF (Prime Document Format)
5.   File ini sudah  siap untuk  diupload ke Situs GDL

IV. Standar Operasi proses Digitalisasi

Untuk melakukan proses digitalisasi diperlukan Prosedur Standar Oprerasi. Standar  ini diperlukan agar:
1. Pustakawan, baik pustakawan pusat maupun jurusan mengetahui  cara pengerjaan  tugasnya dalam proses digitalisasi  menurut aturan yang baku
2. Proses dan hasil digitalisasi dilakukan secara konsisten (taat asas)
3. memudahkan pustakawan yang bertugas  mengupload  dan  terhindar dari pengulangan pekerjaan

Standar Operasi literature kelabu  berlaku untuk  proses digitalisasi:

1. Tesis/disertasi, yang dimaksud adalah  laporan tugas akhir Strata 2 dan 3.
2.  Laporan penelitian staf pengajar/dosen 
3. Hasil seminar  yang di rangkum dalam bentuk proseding dan diselenggarakan di ITB
4. Majalah ilmiah yang di terbitan secara berkala oleh Jurusan di ITB
5. Tulisan  staf  akademika ITB yang di publikasikan pada majalah ilmiah  lainnya

STANDAR OPERASI PROSES DIGITALISASI

THESIS/DISERTASI, LAPORAN PENELITIAN

PROSIDING DAN MAJALAH ILMIAH  ITB

 

 

 

 

 

Pembagian Zona  untuk proses OCR

 

Bahan Pustaka

Text 

(Single coloumn flowing text Zone)

Graphic                            (Zona Graphic)

Save

Tata nama File

Thesis/Disertasi

 1. Halaman muka            : 

1.  HalamanJudul

– Kode (inisial Thesis)

  (Semi Full Text)

   – Judul, penulis dan nim,  kota terbit,
      penerbit, tahun  terbit

   – Logo ITB

– Judul Thesis

  – Pengerjaan

2.  Halaman abstrak

   – No Klasifikasi:   ditululis tangan 
      pada secarik kertas

– Nama Pustakawan

   Scan hanya sp Bab1

     Sari tulisan berbahasa  Indonesia

      diletakan pada sebelah pojok kiri 
       halaman judul

 

 – Atau maksimal 
   sampai halaman 20

  – Sari tulisan berbahasa  Inggris

2.  Halaman pengesahan

Contoh:

  

 

    – Judul, foto penulis, cap itb, nama
       penulis,

T Analisa kehandalan..cc

 

 

    – tanda tangan pembimbing

 

 

 

3.  Daftar Isi,  daftar gambar, daftar
      table

 

 

 

 4.  BAB I : Pendahuluan

 

 

 

     – Latar belakang, Permasalahan, 
        Pembatasan masalah dst

 

 

 

     – Sistematika penulisan

 

 

 

5.  Daftar  Bibliografi

 

 

 

     – Refrensi  baku yang digunakan
       penulis

 

Laporan Penelitian

1. Halaman muka            : 

1. HalamanJudul

– Kode  inisial Laporan  
   Penelitian

   (Full Text)

      Judul, penulis

   – No Klasifikasi:   ditululis tangan 
      pada secarik kertas

– Judul  Laporan
   Penelitian

 

      Sponsor/lembaga yang membiayai

      diletakan pada sebelah pojok kiri
       halaman judul

– Nama Pustakawan

 – Maksimal  sampai

2  Lembaran Identitas dan pengesahan

2.  Daftar tabel, Daftar Gambar,
     Daftar Lampiran

 

   halaman  20

      Judul Penelitian

3.  Bab I :  Pendahuluan

Contoh:

 

      Nama-nama peneliti

    Tujun dan Manfaat Penelitian

LP Biorekator embran..swj

 

3. Ringkasan dan Summary

 4. Daftar Rujukan

 

 

 

 

 

Proseding

Halaman Pertama

1. Halaman Pertama

– Kode  inisial  Proseding

  (Full Text)

   – Nama proseding, Tahun, kota dan
     tanggal penyelenggaraan

    – Pendahuluan

– Judul  Artikel

 

     biasanya dihalaman sebelah kiri atas

2. Halaman ke-2 dst

– Nama Pustakawan

 

        Contoh:

3. Daftar Rujukan

 

 

Prosiding Seminar Sistem Instrumentasi  dan kontrol 2003

 

Contoh:

 

(SIK’2003)  Bandung 1 – 2 Juli 2003

 

Proc  Riset dan tekno..ags

 

      Judul  tulisan

 

 

 

      Nama Penulis

 

 

 

     – Ringkasan

 

 

 

    – Kata kunci

 

 

Majalah Ilmiah

Halaman Pertama

1. Halaman Pertama

– Kode  inisial  Majalah

 (Full Text)

  – Judul tulisan

    – Pendahuluan

– Judul  Artikel

 

  – Nama Penulis

2   Halam ke-2  dst

– Nama Pustakawan

 

  – Institusi asal penulis

3.  Daftar  Rujukan

 

 

  – Abstrak

 

Contoh:

 

  – Nama Majalah ilmiah:  biasanya
    Berada disebelah kiri bawah

 

Mjl Pengaruh Granul ¿cep

 

    Contoh :  TEKNIK ELEKTRO, Vo. 6,
   No 3, 2000