Kajian Potensi Kebutuhan Informasi Standar di Institut Pertanian Bogor: Studi Kasus Pada Fakultas Teknologi Pertanian IPB Tahun 2010-2012

1 Pendahuluan
Informasi mempunyai kedudukan atau peran yang sangat penting dalam pengambilan keputusan atau penarikan kesimpulan. Bagi peneliti, informasi merupakan sumber penting dalam mendukung penelitiannya. Pengertian penelitian menurut Saleh (Saleh A. R., 2009) yang mengutip Leedy (1997:3) sebagai berikut: Penelitian (riset) adalah proses yang sistematis meliputi pengumpulan dan analisis informasi (data) dalam rangka meningkatkan pengertian kita tentang fenomena yang kita minati atau menjadi perhatian kita. Proses penelitian di satu pihak memerlukan sumber-sumber informasi untuk dijadikan referensi, namun di lain pihak juga menghasilkan laporan yang akan menjadi sumber informasi bagi penelitian berikutnya. Mahasiswa tingkat akhir biasanya diwajibkan melakukan penelitian untuk penulisan tugas akhirnya berupa skripsi dimana penulisan skripsi ini diawali dengan penelitian. Oleh karena itu maka mahasiswa memerlukan sejumlah informasi atau dokumen literatur untuk mendukung penelitiannya.
Salah satu jenis informasi yang dibutuhkan adalah informasi standar. Informasi ini pada umumnya dibutuhkan oleh mahasiswa yang bidang ilmunya erat kaitannya dengan teknologi. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan informasi standar ini juga diperlukan oleh mahasiswa-mahasiswa lain yang berasal dari juruan non teknologi seperti manajemen dan lain-lain.

Untuk mengetahui kebutuhan mahasiswa terhadap informasi yang berkaitan dengan informasi standar, maka dilakukan kajian terhadap skripsi mahasiswa pada Fakultas Teknologi Pertanian IPB.

2 Tujuan Kajian
Kajian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui potensi kebutuhan informasi atau dokumen standar bagi sivitas akademika IPB, khususnya mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB.
2. Memberikan gambaran kepada manajemen Perpustakaan IPB tentang kebutuhan informasi standar agar menjadi pertimbangan dalam pengembangan koleksi perpustakaan di IPB.
3. Memberikan gambaran kepada pemerintah, dalam hal ini lembaga standar bahwa universitas memiliki kebutuhan informasi standar, khususnya untuk mendukung penelitian baik dalam rangka penulisan tugas akhir mahasiswa, maupun penelitian-penelitian lainnya.

3 Metode Kajian
Kajian ini menggunakan metode deskriptif analisis yaitu menganalisis sitiran yang digunakan oleh mahasiswa dalam menulis skripsinya. Sampel diambil dari skripsi mahasiswa lulusan tahun 2010 – 2012 (purposive random sampling), dan masing-masing tahun diambil sebanyak 30 % dari jumlah lulusan pada tahun tersebut.
a Pengumpulan data
Data dikumpulkan dari koleksi skripsi elektronik milik Perpustakaan IPB, kemudian diambil daftar pustakanya. Setiap daftar pustaka kemudian diperiksa. Data yang menunjukkan penggunaan informasi atau dokumen standar pada daftar pustaka dicatat dalam tabel exel.
b Pengolahan data
Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah menggunakan statistik sederhana dan hasilnya ditampilkan dalam bentuk tabel. Pada kajian ini tidak dilakukan uji statistik.
c Analisis data
Analisis terhadap data yang sudah ditabulasi dilakukan dengan analisis deskriptif. Skripsi yang mengutip informasi standar baik SNI maupun standar asing diperbandingkan. Penggunaan informasi dokumen standar juga diperbandingkan antara dokumen standar SNI dengan dokumen standar asing. Selain itu dilakukan analisis dari mana mahasiswa memperoleh dokumen standar yang dijadikan referensi dalam skripsinya. Dengan mengetahui kebutuhan serta sumber dokumen standar yang digunakan oleh mahasiswa, maka pihak-pihak terkait dengan informasi standardisasi bisa memperoleh gambaran untuk menyusun strategi penyebaran dan penyediaan informasi standar sehingga memudahkan pengguna dalam memperoleh informasi tersebut.

4 Ruang Lingkup Kajian
Ruang lingkup kajian dibatasi hanya pada satu fakultas yaitu Fakultas Teknologi Pertanian IPB saja, sehingga hasil kajian ini tidak mencerminkan kebutuhan seluruh mahasiswa IPB terhadap dokumen standar.

5 Manfaat Kajian
Hasil kajian diharapkan dapat bermanfaat bagi manajemen Perpustakaan IPB dalam menyusun kebijakan pengembangan koleksi, khususnya terkait dengan pengadaan bahan perpustakaan dalam bidang standar. Selain itu kajian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penyelenggara pendidikan di IPB dalam memberikan informasi atau materi pengajaran terkait standar bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa yang nantinya dalam bidang pekerjaannya akan berhubungan dengan standar. Bagi instansi yang berhubungan dengan pengembangan standar, kajian ini diharapkan dapat memberikan informasi bahwa di perguruan tinggi, informasi standar sangat diperlukan sehingga perlu dipikirkan pola atau metode penyampaian informasi terkait dengan standar dan standardisasi. Dengan demikian mahasiswa akan merujuk dokumen standar yang valid di dalam penulisan tugas akhirnya.

6 Tinjauan Pustaka

Sumber Informasi
Informasi, menurut Saleh (Saleh A. R., 2003), dapat diperoleh dari berbagai sumber informasi seperti sumber informasi primer, informasi sekunder dan informasi tersier. Informasi primer adalah sumber yang melaporkan adanya informasi tersebut misalnya suatu penemuan baru dan lain-lain. Beberapa contoh sumber informasi primer ini adalah: (1) paten dan standar; (2) makalah pertemuan dan laporan; (3) skripsi, tesis dan disertasi; (4) karangan asli atau artikel ilmiah; dan (5) majalah atau jurnal ilmiah dan surat kabar.

Skripsi
Hasil karya ilmiah di perguruan tinggi ada tiga macam yaitu: skripsi, tesis, dan disertasi. Karya ilmiah tersebut merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program studi yang ditulis oleh mahasiswa. Mahasiswa program sarjana menulis skripsi, program pasca sarjana menulis tesis, dan program doktor menulis disertasi (Tanjung & Ardial, 2005). Skripsi menurut Wikipedia (Wikipedia, 2013) adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/ fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. Tujuan penulisan skripsi adalah agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia.

Standar sebagai Sumber Informasi
Standar menurut PP Nomor 102 Tahun 2000 (BSN, 2000) didefinisikan sebagai berikut: Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memerhatikan syarat-syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman, perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya (pasal 1 ayat (1) PP 102 tahun 2000). Disekeliling kita tentunya ada bermacam-macam standar. Secara individu kita juga dapat menentukan standar ketika kita akan memilih sesuatu, misalnya saja ketika kita akan membeli baju maka kita akan menentukan standar baik mutu maupun harga yang sesuai dengan keinginan kita. Menurut wilayah operasinya maka standar dapat dibedakan menjadi 6 (enam) macam standar (BSN, 2009) seperti berikut:

1. Standar individu atau standar perorangan, adalah standar yang dibuat, diterapkan, dievaluasi, direvisi, dikembangkan atau diabolisi oleh individu. Contoh standar seperti ini adalah standar tempat tinggal dll.

2. Standar perusahaan, adalah standar yang dirumuskan dan digunakan oleh bagian (standardisasi) dalam suatu perusahaan dan diterapkan di perusahaan itu sendiri untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan.

3. Standar asosiasi, standar yang dirumuskan oleh organisasi atau asosiasi tertentu yang memiliki kepentingan untuk menerapkan standar tersebut di lingkungan masing-masing secara bersama. Banyak contoh standar ini seperti standar yang dikeluarkan oleh SAE (Society of Automotive Engineer), ASTM (American Society for Testing Materials) dan lain-lain.

4. Standar nasional, adalah standar yang dirumuskan dengan mempertimbangkan kepentingan semua pihak terkait di wilayah kedaulatan suatu negara tertentu yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang yaitu lembaga standardisasi nasional (National Standard Body). Jenis standar ini banyak contohnya seperti: SNI (Indonesia), MS (Malaysian Standard), JIS (Japan Industrial Standards), ANSI (American National Standard Institute), dan lain-lain.

5. Standar regional, adalah standar yang dirumuskan dengan mempertimbangkan kepentingan berbagai negara dalam suatu wilayah ekonomi, politik, geografi tertentu yang serupa atau menghasilkan komoditas yang sama atau memiliki ikatan perdagangan tertentu. Contoh-contoh standar jenis ini misalnya: CEN (Eropa), Standar-standar yang diberlakukan di ASEAN (ACCSQ/ Asean Consultative Committee for Standard and Quality), Negara-negara Arab (ASMO/ Arab Organization for Standardization).

6. Standar internasional, standar yang diberlakukan sesuai dengan kesepakatan pada level internasional. Kesepakatan ini dilakukan oleh berbagai negara melalui wakil-wakilnya yaitu lembaga standar nasional masing-masing negaranya. Contoh standar ini seperti: standar ISO (International Organization for Standardization), standar IEC (International Electrotechnical Commission), Standar ITU (International Telecommunication Union), CAC (Codex Alimentarius Commission).

Analisis Sitiran
Menurut Sri Hartinah (Hartinah, 2002) sitiran adalah bila dokumen A disebut dalam dokumen B sebagai catatan kaki, catatan akhir, bibliografi atau daftar pustaka, maka dikatakan bahwa dokumen A disitir oleh dokumen B atau dokumen B menyitir dokumen A. Oleh karena itu, sitiran selalu berhubungan dengan dua jenis dokumen yaitu :
a. dokumen yang disitir/sinitir (cited document), yaitu rujukan yang merupakan sebuah dokumen atau unsur yang menunjukkan unit sumber.
b. dokumen yang menyitir (citing document), yaitu dokumen yang merupakan unit penerima.
Cakupan analisis sitiran dapat mencakup kegiatan yang menghasilkan informasi mengenai: peringkat jurnal dan pengarang yang disitir, tahun sitiran, asal geografis bahan sitiran, dan subjek yang disitir. Analisis sitiran juga digunakan dalam menentukan berbagai kepentingan atau kebijakan, antara lain: evaluasi program penelitian, pemetaan ilmu pengetahuan, dll.

7 Hasil dan Pembahasan
Dari kajian ini diperoleh hasil jumlah skripsi yang merujuk dokumen standar seperti terlihat pada tabel 1 berikut:

Dari 264 skripsi yang dijadikan sampel, sebanyak 128 skripsi (48,48 %) memuat dokumen standar di dalam daftar pustakanya. Jumlah ini cukup besar untuk jenis sumber informasi yang digunakan oleh kelompok mahasiswa. Skripsi tahun 2010 menggunakan dokumen standar paling banyak yaitu sebesar 53,33 % disusul oleh skripsi tahun 2012 sebanyak 52,48 %, sedangkan tahun 2011 hanya sebesar 41,18 % skripsi yang menggunakan dokumen standar. Frekuensi dokumen standar yang digunakan dalam skripsi tersebut sebanyak 274 dokumen, artinya satu dokumen standar dapat digunakan beberapa kali oleh penulis skripsi yang berbeda. Dari 274 dokumen standar tersebut, dokumen  SNI paling banyak digunakan yaitu sebanyak 149 dokumen SNI (54,38 %). Sedangkan sisanya sebanyak 45,62 % adalah dokumen standar lain. Dari data tersebut menunjukkan bahwa SNI sudah cukup dikenal dan dibutuhkan oleh mahasiswa sebagai rujukan atau acuan dalam menulis skripsinya. Namun demikian persentase pemanfaatan dokumen SNI setiap tahunnya tidak menunjukkan kecenderungan meningkat.

Standar AOAC merupakan standar kedua yang dijadikan rujukan skripsi mahasiswa (lihat tabel 2). Jumlah pengguna standar AOAC cukup besar yaitu dirujuk oleh sebanyak 33,21% skripsi. Sedangkan standar lain seperti ASTM, APHA, Codex Alimentarius Commission (CAC), ISO dan standar-standar lain tidak terlalu banyak dirujuk oleh mahasiswa, dengan angka paling besar hanya sekitar 3 % saja (ISO 3,65 % dan Codex 3,28 %). Hal ini wajar saja karena mungkin disebabkan karena sudah ada standar nasionalnya yaitu SNI baik yang orsinil SNI maupun yang diadopsi dari standar-standar asing tersebut, maka yang dirujuk cukup standar SNInya. Kemungkinan lain adalah mahasiswa tidak tahu bahwa ada standar internasional yang dapat dijadikan rujukan dalam menulis skripsinya. Selain mahasiswa tidak mendapatkan informasi dari dosen pada saat menerima matakuliah, juga mungkin disebabkan karena perpustakaan tidak memiliki koleksi yang diperlukan oleh mahasiswa tersebut.
Tabel 3 berikut menggambarkan rangking 15 dokumen SNI yang paling banyak digunakan dalam skripsi mahasiswa.

Penggunaan SNI terbanyak adalah SNI mengenai cara uji makanan dan minuman yang digunakan oleh sebanyak 11 skripsi, sedangkan yang kedua adalah SNI mengenai biodiesel yang digunakan oleh sebanyak 6 skripsi. SNI mengenai minyak sawit, biskuit, tepung jagung dan spesifikasi kompos digunakan oleh masing-masing 4 skripsi. SNI bahan makanan tambahan makanan dan SNI mengenai tepung ketan masing-masing digunakan oleh sebanyak 3 skripsi. Sedangkan SNI cara uji gula, SNI gula pasir, SNI susu segar, SNI keripik paru sapi, SNI papan partikel, SNI tata cara penghitungan beton untuk bangunan gedung, serta SNI kulit smoa (Chamois) masing-masing digunakan oleh sebanyak 2 skripsi.

Fakultas Teknologi Pertanian IPB terdiri dari beberapa Departemen (dahulu disebut jurusan). Pada lulusan tahun 2010 skripsi Fakultas Teknologi Pertanian terdiri dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIP), dan Departemen Teknik Pertanian. Pada tahun 2011 Departemen Teknik Pertanian berubah menjadi Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB). Namun pada tahun tersebut masih ada lulusan yang berasal dari Teknik Pertanian. Kemudian pada skripsi lulusan tahun 2012 Departemen di Fakultas Teknologi Pertanian bertambah satu departemen lagi yaitu Departemen Teknil Sipil dan Lingkungan (TSL).

Untuk melihat penggunaan informasi standar berdasarkan kelompok departemen (atau jurusan), maka sampel dikelompokkan berdasarkan departemen seperti terlihat pada tabel 4.

Sedangkan pengguna informasi standar berdasarkan departemen yang ada di Fakultas Teknologi Pertanian disajikan pada tabel 5.

Dari tabel 5 tersebut terlihat bahwa pengguna standar terbanyak adalah kelompok Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) yaitu 92,86 % tahun 2010, 66,67 % tahun 2011, dan 84,00 % tahun 2012. Sedangkan pengguna informasi standar kedua terbanyak adalah Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIP) dengan persentase pengguna informasi standar sebesar 60 % tahun 2010, 51,28 % tahun 2011, dan 54,84 % tahun 2012. Departemen Teknik Pertanian yang kemudian berubah menjadi Departemen Teknik Mesin dan Biosistem tidak begitu banyak menggunakan informasi standar yaitu hanya sebesar 6,25 % pada tahun 2010, 6,06 % tahun 2011 dan 29,03 tahun 2012. Departemen yang baru yaitu Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan ternyata cukup banyak menggunakan informasi standar yaitu skripsi yang menggunakan informasi standar sebesar 47 %.

Penggunaan informasi standar yang tidak begitu tinggi pada Departemen TP atau TMB mungkin disebabkan karena kepada mahasiswa tidak begitu diperkenalkan keberadaan standar untuk mesin-mesin. Penelusuran pada database SNI (Sistem informasi SNI) dengan menggunakan kata kunci mesin menghasilkan sekitar 360 judul SNI, belum lagi penelusuran menggunakan kata kunci komponen dari mesin, misalnya busi (43 judul), rem (57 judul), dan mungkin masih banyak lagi. Untuk meningkatkan penggunaan informasi standar, selain dosen harus memperkenalkan manfaat penggunaan standar dalam industri atau kehidupan sehari-hari terkait dengan bidang ilmu mahasiswa yang bersangkutan, perpustakaan di universitasnya harus menyediakan dokumen yang berisi informasi standar yang diperlukan. Dokumen standar, khususnya SNI yang disediakan harus selalu diperbaharui, karena SNI sering direvisi. Dengan mengoleksi SNI terbaru, maka perpustakaan turut andil dalam meluruskan penggunaan standar agar mahasiswa menggunakan standar yang masih valid.

Beberapa mahasiswa menggunakan standar yang mungkin kurang valid mengingat dalam daftar pustakanya menyatakan bahwa standar tersebut dikeluarkan oleh Dewan Standardisasi Nasional padahal sejak tahun 1997 Dewan Standardisasi Nasional tersebut sudah berubah menjadi Badan Standardisasi Nasional (BSN). Setahun setelah itu semua standar yang pernah ditetapkan oleh beberapa lembaga ditetapkan kembali oleh BSN menjadi SNI. Dengan demikian sejak tahun 1998 tidak ada lagi standar yang berlabel selain SNI dan yang tidak ditetapkan oleh BSN. Informasi seperti ini mungkin sangat perlu disampaikan atau disosialisasikan pada mahasiswa sehingga mahasiswa merujuk kepada referensi standar yang benar mengingat penulisan skripsi mahasiswa tersebut akan menjadi dokumen ilmiah yang mungkin menjadi rujukan bagi penulis lain.

8 Kesimpulan dan Saran
a Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB merupakan pengguna informasi standar yang cukup besar yaitu sebesar 48,48 % dari skripsi mahasiswa mensitir informasi standar.
2. Dari semua standar yang digunakan, Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan informasi standar yang paling banyak digunakan yaitu sebesar 54,38 %.
3. Sedangkan SNI yang paling banyak digunakan adalah SNI 01-2891-1992 cara uji makanan dan minuman.
4. Mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan merupakan pengguna informasi standar terbanyak yaitu 92,86 % tahun 2010, 66,67 % tahun 2011, dan 84,00 % tahun 2012.

b Saran
Beberapa saran dapat disampaikan sebagai berikut:
1. Oleh karena informasi standar sudah banyak digunakan, bahkan di salah satu departemen di IPB cukup intensif, maka informasi atau pengetahuan tentang standar ini perlu disampaikan baik disisipkan dalam salah satu mata kuliah, maupun menjadi mata kuliah tersendiri.
2. Perpustakaan sebagai pusat informasi tentunya perlu dilengkapi dengan dokumen terkait standar dan standardisasi. Setidaknya dokumen SNI perlu ada di perpustakaan mengingat harga dokumen SNI tidak terlalu mahal dibandingkan dengan standar asing.
3. Perlu dilakukan kajian serupa untuk setiap fakultas guna mengetahui kebutuhan mahasiswa fakultas tersebut terhadap informasi standardisasi.

9 Daftar Pustaka
BSN. (2009). Pengantar Standardisasi. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

BSN. (2000). Peraturan Pemerintah RI nomor 102 tahun 2000 tentang Standardisasi. Retrieved May 15, 2013, from Badan Standardisasi Nasional: http://bsn.go.id/uploads/download/pp1021.pdf

Hartinah, S. (2002). Analisis Sitiran (Citation Analysis). In Sulistyo-Basuki, Kumpulan Makalah Kursus Bibliometrika (p. artikel ke 6). Jakarta: Masyarakat Informetrika Indonesia.

Saleh, A. R. (2003). Modul Sarana Penelusuran Informasi I. Bogor: Program Studi Manajemen Informasi dan Dokumentasi, FMIPA IPB.

Saleh, A. R. (2009). Peran Pustakawan dalam Disseminasi Informasi Kepada Peneliti via Jurnal Elektronik Lokal: Kasus Perpustakaan IPB. Visi Pustaka , 11 (3), 7-12.

Tanjung, B., & Ardial, H. (2005). Pedoman penulisan karya ilmiah (proposal, skripsi, dan tesis). Jakarta: Kencana.

Wikipedia. (2013, May 29). Skripsi. Retrieved November 17, 2013, from Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Skripsi