Kajian Profil Artikel dan Produktivitas Penulis Pada Warta Kebun Raya

Pendahuluan

Kebun Raya Bogor (KRB) sebagai Pusat Konservasi Tumbuhan  merupakan salah satu pilar utama bagi upaya penyelamatan jenis-jenis tumbuhan dari kepunahan.  Peran KRB dalam peta sejarah konservasi Indonesia telah berhasil menggaungkan konservasi alam dan menjadi benteng terdepan dalam penyelamatan tumbuhan di Indonesia.

KRB sebagai lembaga yang menjadi rujukan dan percontohan konservasi tumbuhan, berkepentingan untuk memasyarakatkan hasil-hasil temuan dan penelitiannya kepada masyarakat, dengan mempublikasikan karya-karya ilmiahnya. Oleh karena itu, KRB menerbitkan dua publikasi, yaitu Warta Kebun Raya sebagai publikasi semi ilmiah dan Buletin Kebun Raya  (BKR) sebagai publikasi ilmiah. Publikasi tersebut merupakan media bagi para peneliti untuk berbagi informasi dan menyebarluaskan temuannya agar bermanfaat bagi masyarakat luas.

Warta Kebun Raya berisi tulisan semi populer dan populer tentang dunia tumbuh-tumbuhan dengan segala aspeknya dan kegiatan perkebunrayaan Indonesia. Warta Kebun Raya pertama kali diterbitkan pada bulan Desember 1991, dengan frekuensi terbit dua kali setiap tahun, nomor perdana memuat dua buah artikel bersifat semi populer dan dua buah artikel populer.

Sejak diterbitkannya tahun 1991, Warta Kebun Raya telah mengalami pasang surut dalam penerbitannya karena adanya kendala teknis, sehingga  pada tahun 1994 s.d 1997, sempat terhenti penerbitannya dan kembali terbit vol. 2 no. 1 Januari 1998. Warta Kebun Raya mengalami perubahan bentuk penampilan/fisik yaitu dengan adanya  perubahan ukuran publikasi, terbitan sebelumnya berukuran 16 x 25 cm, menjadi berukuran 30 x 22.5 cm, sejak vol. 4 no.1 Mei 2004.

Penelitian tumbuhan di KRB sejak tahun 2009, terbagi dalam tiga kelompok, yaitu (1) penelitian konservasi/pengembangan koleksi, (2) penelitian domestikasi, dan (3) penelitian reintroduksi & pemulihan.  Kelompok peneliti tersebut dituntut untuk selalu meningkatkan kapasitasnya guna mengembangkan  riset-riset dasar dan aplikasi sehingga diharapkan mampu menghasilkan temuan-temuan baru yang bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat luas.

Artikel ini bertujuan untuk melihat perkembangan warta kebun raya  sejak diterbitkannya sampai sekarang. Perlu dilakukan kajian  untuk mengetahui produktivitas peneliti KRB  yang menulis di warta kebun raya. Melalui kajian ini dapat diketahui manfaat atau peran warta kebun raya sebagai publikasi ilmiah dalam mendiseminasikan informasi tentang konservasi tumbuhan dan informasi tentang perkebunrayaan.

METODE

Pengkajian dilakukan menggunakan pendekatan bibliometrik terhadap artikel yang dimuat pada warta kebun raya sejak tahun 1991 hingga 2013. bibliometrik adalah salah satu metode yang banyak digunakan untuk menghitung tingkat kolaborasi, yaitu kajian yang mengaplikasikan metode matematika dan statistik untuk mengukur suatu perubahan baik secara kuantitatif maupun kualitatif pada sekumpulan dokumen maupun media lainnya. Metode ini memanfaatkan data bibliografis dari dokumen penelitian sebagai masukan indikator kolaborasi (Sulistyo-Basuki, 2002). Pengkajian dilakukan pada bulan Agustus s.d. Oktober 2014 dengan analisis dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan menginvetarisir setiap artikel dalam warta kebun raya, berdasarkan institusi penulis, subjek artikel, kolaborasi penulis, kontribusi penulis dan produktivitas penulis. Tingkat kolaborasi penulis dihitung dengan rumus  Subramanyam (1983) sebagai berikut:

Keterangan:
C = tingkat kolaborasi peneliti dalam suatu disiplin ilmu, dengan nilai berada pada interval 0 sampai 1 atau [0,1]
Nm= total hasil penelitian dari peneliti dalam suatu disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi
Ns= total hasil penelitian dari peneliti dalam suatu disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara individual.

Besarnya nilai C yang merupakan tingkat kolaborasi peneliti dapat disimpulkan sebagai berikut:
• apabila nilai C = 0 maka penelitian pada bidang tersebut seluruhnya dilakukan secara individual (peneliti tunggal)
• apabila nilai C lebih besar dari nol dan kurang dari setengah (0<C<0.5) maka penelitian yang dilakukan secara individual lebih besar dibandingkan dengan yang dilakukan secara berkolaborasi.
• apabila nilai C = 0,5 maka penelitian yang dilakukan secara individual sama banyaknya dengan yang dilakukan secara berkolaborasi.
• apabila nilai C lebih besar dari 0,5 dan kurang dari 1 (0,5 < C<1) maka penelitian yang dilakukan secara individual lebih sedikit dibandingkan dengan yang dilakukan secara berkolaborasi.
• Apabila nilai C = 1 maka penelitian pada bidang tersebut seluruhnya dilakukan secara berkolaborasi.

Data yang diperoleh kemudian ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Sebaran artikel berdasarkan instansi penulis

Selama kurun waktu 23 tahun sejak diterbitkan, dikurangi empat tahun tidak terbit tahun 1994 s.d 1997, warta kebun raya memuat 143 artikel yang berasal dari 6 instansi. Dari jumlah tersebut, sebagian besar penulis  76,9% atau sebesar 110 orang  berasal dari Kebun Raya Bogor dan 11,9% berasal  dari Kebun Raya Eka Karya Bali.

Produktivitas penulis
Produktivitas peneliti didefinisikan sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai (jumlah artikel) dengan seluruh sumber daya yang digunakan (jumlah peneliti). Produktivitas peneliti KRB selama lima tahun terahir yaitu dari tahun 2009 s.d. 2013 sebesar 0.21%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat produktivitas artikel peneliti KRB yang dimuat pada warta kebun raya tergolong rendah, yaitu 0,21 artikel/peneliti/tahun.

Produktivitas artikel dapat dilihat pada jumlah artikel yang dipublikasikan pada warta kebun raya tahun 1991 – 2013. Dari 143 artikel yang diterbitkan pada periode tersebut, 5 penulis (tunggal) berkontribusi antara 5 sampai dengan 14 artikel.

Penulis yang paling banyak berkontribusi di warta kebun raya dalam kurun waktu 1991 s.d. 2013 atau selama  23 tahun berasal dari KRB. Penulis terbanyak adalah Sri Hartini 14 artikel, Dwi Murti Puspitaningtyas  12 artikel, dan disusul  Tri Handayani 8 artikel, Sofi Mursidawati 6 artikel, Sri Rahayu 5 artikel. Data tersebut menunjukkan bahwa penulis yang mendominasi warta kebun raya berasal dari internal Kebun Raya Bogor.

Subjek Artikel

Berdasarkan subjek artikel, publikasi warta kebun raya terbagi menjadi  7 kategori yaitu; 1. Profil koleksi Kebun Raya Indonesia, 2. Etnobotani, 3. Hortikultura, 4. Perkebunrayaan, 5. Keragaman Tumbuhan Indonesia, 6. Sejarah, 7. Biografi .  Artikel  paling banyak ditulis yaitu tentang profil koleksi Kebun Raya Indonesia sebanyak 69 artikel atau 48,3% ,selanjutnya tentang Keragaman Tumbuhan Indonesia sebanyak 29 artikel atau 20,3%, dan kategori ketiga artikel tentang Perkebunrayaan sebanyak 23 artikel, atau 16,1%.

Berdasarkan tabel  diatas, kategori subyek yang paling banyak ditulis tentang Profil Koleksi Kebun Raya Indonesia sebanyak 69 artikel atau 48,3%, hal ini berkaitan dengan syarat publikasi , dalam warta kebun raya yaitu  tentang dunia tumbuh-tumbuhan dengan segala aspeknya dan kegiatan perkebunrayaan Indonesia. Kategori subyek kedua yang banyak ditulis adalah Keragaman Koleksi Tanaman Indonesia, hal ini berkaitan dengan tugas pokok kebun raya yaitu mengkonservasi dan menyelamatkan tumbuhan diluar habitatnya atau secara eks situ diseluruh wilayah Indonesia. Dalam melaksanakan tugas tersebut sivitas  kebun raya melakukan kegiatan  eksplorasi ke beberapa daerah di Indonesia, dalam upaya mendata, mengumpulkan, menyelamatkan, memperbanyak dan melestarikan tumbuhan yang hampir punah di beberapa daerah, hal ini berkaitan juga dengan fungsi Kebun raya sebagai lembaga eks situ yaitu menyelamatkan dan memperbanyak  tumbuhan di luar  habitatnya. Selanjutnya kategori  ketiga yang banyak ditulis yaitu tentang Perkebunrayaan, hal ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah melalui Kebun Raya Bogor sejak tahun 2001 untuk membangun kebun raya di setiap daerah di Indonesia. Bahkan Warta Kebun Raya menerbitkan dua kali edisi khusus yaitu pada Vol. 10 no 1 juli 2010 dan vol. 10 no 2 november 2010, tentang pembangunan kebun raya di Indonesia, isinya menyajikan informasi tentang pembangunan kebun raya baru di berbagai daerah di Indonesia yang merupakan  bagian penting upaya pelestarian dan pendayagunaan keanekaragaman tumbuhan Indonesia.  Edisi khusus ini juga bertepatan dengan tahun keanekaragaman hayati.

Berdasarkan tabel  diatas, memuat kategori sejarah 2 artikel, hal ini berkaitan dengan rangkaian kegiatan Ulang Tahun Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Purwodadi, warta kebun raya membuat edisi khusus tentang sejarah Kebun Raya Bogor dan Sejarah Kebun Raya Purwodadi, dan satu artikel tentang biografi Dr. Ir. R.M. Soetomo Soerohaldoko, adalah seorang yang berjasa dan banyak berkontribusi pada perkembangan Kebun Raya.

Tingkat kolaborasi penulis

Artikel yang dipublikasikan pada warta kebun raya pada kurun waktu 1991 -2013 berjumlah 143 artikel, yang terdiri atas 52 artikel karya kolaborasi dan 91 artikel individu.

Berdasarkan tabel diatas, artikel yang ditulis secara tunggal/individu berjumlah 91 artikel (63,6%), artikel yang ditulis dua orang berjumlah 41 artikel (28,7%), selanjutnya secara berurutan artikel yang ditulis tiga orang berjumlah 5  artikel (3,5%), artikel yang ditulis lebih dari tiga orang berjumlah 6 artikel (4,2%). Berdasarkan data diatas 52 artikel ditulis secara kolaborasi, menurut Katz dan Martin dalam Sormin (2009)banyak keuntungan yang diperoleh dengan berkolaborasi antara lain terciptanya kesempatan untuk berbagi pengetahuan, keahlian dan teknik tertentu dalam sebuah ilmu. Dengan berkolaborasi akan terjadi pembagian kerja dan penggunaan secara efektif setiap kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing peneliti. Pernyataan diatas juga diperkuat oleh Prihantono (2002) untuk menanggulangi permasalahan yang semakin kompleks perlu melakukan kerjasama dengan didasarkan berbagai latar belakang keahlian. Melalui kerjasama penelitian atau kolaborasi permasalahan dapat dipecahkan dan sekaligus dapat menciptakan hasil penelitian  yang baik. Dalam hal ini masing-masing memberikan sumbangan sumberdaya dan usaha  baik intelektual maupun fisik.

Berdasarkan data pada tabel 4, secara keseluruhan sebagian besar artikel yang diterbitkan pada warta kebun raya merupakan hasil karya tunggal/ individu. Hal ini berdasarkan perhitungan tingkat kolaborasi menurut Subramanyam (1983), diperoleh tingkat kolaborasi sebesar 0,21 data ini menunjukkan tingkat kolaborasi penulis (nilai c) pada warta kebun raya, sehingga dapat dikatakan hasil penelitian yang dilakukan secara individual lebih besar dibandingkan  dengan yang dilakukan secara kolaborasi. Hal ini dimungkinkan karena menurut Sulistyo-Basuki (1990) dalam Sutaryah (2013), menyatakan bahwa tingkat kolaborasi bervariasi antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu yang lain, serta dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan riset, demografi, dan disiplin ilmu.

Kesimpulan

Warta kebun raya dalam kurun waktu 1991 – 2013 terbit, memuat 143 artikel, dengan 7 kategori subyek artikel mengenai 1. Profil koleksi Kebun Raya Indonesia, 2. Etnobotani, 3. Hortikultura, 4. Perkebunrayaan, 5. Keragaman tumbuhan indonesia, 6. Sejarah, 7. Biografi.  Mayoritas penulis berasal dari internal, yaitu dari penulis kebun raya bogor, kebun raya bali dan kebun raya purwodadi.

Artikel yang ditulis secara individu sebanyak 91 artikel, 63,6%, sedangkan yang ditulis secara berkolaborasi dengan penulis lain berjumlah 52 artikel. Artikel yang ditulis dua orang berjumlah 41 artikel (28,7%), artikel yang ditulis tiga orang berjumlah 5  artikel (3,5%), artikel yang ditulis lebih dari tiga orang berjumlah 6 artikel (4,2%). Kategori subyek artikel yang paling banyak ditulis di warta kebun raya yaitu mengenai; profil koleksi Kebun Raya Indonesia sebanyak 69 artikel atau 48,3% ,selanjutnya tentang Keragaman Tumbuhan Indonesia sebanyak 29 artikel atau 20,3%, dan ketiga artikel tentang perkebunrayaan sebanyak 23 artikel, atau 16,1%.

Produktivitas penulis artikel pada warta kebun raya masih rendah, ini ditunjukkan dengan produktivitas penulis krb pada warta kebun raya sebesar 0.21 dengan capaian penulis tertinggi sejumlah 14 artikel selama kurun waktu 1991-2013. penulis yang paling banyak berkontribusi  adalah dari kebun raya bogor.

Kehadiran publikasi warta kebun raya diharapakan menjadi media komunikasi tentang dunia tumbuhan dan informasi tentang perkebunrayaan secara lebih luas, juga memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya penyelamatan tumbuhan untuk kehidupan yang berkelanjutan.

Daftar Pustaka;
Prihantono I.G. 2002. Graf komunikasi. Kumpulan kursus bibliometrika. Jakarta: Universitas Indonesia

Sormin, Remi. 2009. Kajian korelasi antara kolaborasi peneliti dan produktivitas peneliti lingkup Badan Litbang Pertanian. Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol.18 no. 1. 1-6

Subramanyam, K. 1983. Bibliometrics studies of research collaboration: a review. J. Information Science. 6 (1): 34

Sulistyo-Basuki. 2002. Bibliometrics, scientometrics dan infometrics.  Kumpulan kursus bibliometrika. Jakarta: Universitas Indonesia

Sutarsyah dan Vivit Wardah Rufaidah. 2013. Kajian profil artikel dan produktivitas penulis pada Buletin Kebun Raya. Jurnal Perpustakaan Pertanian vol. 22 no.1. 30-34