Kajian Sebaran Karya Ilmiah Peneliti LIPI Yang Diindek Oleh Data Base Scopus

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan yang makin cepat dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari
dengan ditandai perkembangan teknologi di setiap sektor, baik di tingkat nasional maupun global. Hal itu tidak lepas dari peran lembaga penelitian dan/atau pengembangan (litbang), baik pemerintah maupun swasta, yang hasilnya dapat diwujudkan secara ilmiah ke dalam publikasi hasil temuan dan dapat ditelusuri oleh masyarakat umum. Terdapat beragam bentuk karya tulis ilmiah (KTI) yang merupakan produk dari lembaga litbang dan lembaga pendidikan. Pada umumnya KTI yang dihasilkan oleh lembaga litbang merupakan sarana publikasi bagi peneliti dan lembaga terkait dalam bentuk buku ilmiah, bunga rampai, majalah ilmiah/jurnal, prosiding, dan lain-lain yang isinya memuat antara lain: makalah lengkap, monografi, komunikasi pendek, kajian kebijakan, dan makalah kebijakan.

LIPI berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2005, Pasal 56 diantaranya mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang penelitian ilmu pengetahuan; penyelenggaraan riset keilmuan yang bersifat dasar serta penyelenggaraan riset inter dan multi disiplin terfokus. Berdasarkan data yang dihimpun LIPI sampai Desember 2012, jumlah peneliti dan perekayasa di Indonesia ada 7.997 orang dari 36 instansi pemerintah pusat dan daerah. Sebanyak 1.300 diantaranya staf peneliti LIPI.

Berdasarkan data di atas peneliti yang aktif adalah peneliti yang melaksanakan kegiatan penelitian dengan hasil yang dapat dilihat melalui karya tulis ilmiah yang dihasilkan. Para peneliti dapat berbagi informasi atau berkomunikasi melalui berbagai dokumen/literatur ilmiah dalam berbagai bentuk media, termasuk internet. Komunikasi hasil penelitian terus dilakukan melalui berbagai pendekatan dan media agar dapat diketahui pengguna atau dikembangkan lebih lanjut oleh peneliti lain.

Hasil kegiatan penelitian yang dilakukan oleh pusat penelitian yang didanai oleh pemerintah seharusnya dapat memberikan dampak positif kepada kemajuan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat luas. Hasil penelitian ini dapat berupa temuan baru seperti paten, desain industri, rahasia dagang, prototipe, konsep kebijakan, dan karya tulis ilmiah.

Permasalahan
Setiap hasil penelitian ilmiah membutuhkan publikasi agar karya dapat optimal diketahui publik dan dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Oleh karena itu, para peneliti Indonesia dituntut senantiasa meningkatkan kualitas publikasi ilmiahnya, terutama skala jurnal dan majalah ilmiah nasional hingga internasional. Publikasi jurnal ilmiah secara online dapat dilakukan melalui media sistem informasi dalam rangka penginternasionalan jurnal ilmiah melalui pendaftaran pada situs pengindex. Situs pengindex yang ada saat ini diantaranya adalah Google Scholar, ISI Knowledge, serta Scopus. Scopus merupakan website yang memiliki database abstrak dan sitasi terbesar yang datanya bersumber dari literature-literatur yang dievaluasi oleh peer. Scopus juga memiliki tools untuk mencari, menganalisa, dan menampilkan hasil-hasil riset berdasarkan bidang-bidang tertentu.

Manfaat Penelitian
Adanya informasi penelitian ini, diharapkan dapat diketahui jumlah karya tulis ilmiah peneliti LIPI yang dimuat di scopus, dapat memberikan akses yang mudah kepada masyarakat untuk mengetahui hasil penelitian yang telah dicapai dan memotivasi peneliti agar lebih giat menulis dan bermanfaat bagi para pengambil kebijakan.

Batasan Kegiatan
Kegiatan penenelitian ini dilakukan dengan cara melakukan penelusuran dengan kata kunci LIPI melalui data base scopus. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 1. berikut.

 

Pertanyaan Penelitian
1. Sejauh mana tingkat perbedaan jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh peneliti LIPI setelah dilakukan analisis .
2. Sejauh mana tingkat perbedaan jumlah kata kunci publikasi karya ilmiah peneliti setelah dilakukan analisis.
3. Sejauh mana tingkat perbedaan jumlah sujek area publikasi karya ilmiah setelah dilakukan analisis.
4. Sejauh mana tingkat perbedaan jumlah tipe dokumen publikasi karya ilmiah setelah dilakukan analisis.
5. Sejauh mana tingkat perbedaan jumlah source title publikasi karya ilmiah setelah dilakukan analisis.
6. Sejauh mana tingkat perbedaan jumlah tahun publikasi karya ilmiah setelah dilakukan analisis.

Tujuan Kajian
1. Mengetahui perbedaan jumlah publikasi yang dihasilkan oleh peneliti LIPI
2. Mengetahui perbedaan jumlah kata kunci publikasi karya ilmiah
3. Mengetahui perbedaan jumlah subjek area publikasi karya ilmiah
4. Mengetahui perbedaan jumlah tipe dokumen publikasi karya ilmiah
5. Mengetahui perbedaan jumlah source title publikasi karya ilmiah
6. Mengetahui perbedaan jumlah tahun publikasi karya ilmiah.

Metode Kajian
1. Pengumpulan data
a. Pengumpulan data melalui penelusuran dengan kata kunci LIPI ke pangkalan data scopus yang dilakukan pada Bulan Desember 2012.
b. Menyeleksi hasil penelusuran berdasarakan nama pengarang, afiliasi, keyword, subjek area, Negara asal peneliti, tipe dokumen, source title dan tahun publikasi.

2. Pengolahan data
Data yang terkumpul dipisahan berdasarakan nama pengarang, afiliasi, keyword, subejek area, tipe dokumen, source title dan tahun publikasi.

3. Analisis data
Analisis data yang digunakan yaitu analis deskriptif yang mendeskripsikan data
sampel. Dalam penelitian ini penyajian data dilakukan secara deskriptif melalui tabulasi
data.

Tinjauan Pustaka
1. Scopus

Scopus adalah database yang berisi bibliografi abstrak dan kutipan (citation) untuk artikel jurnal ilmiah. Scopus memuat hampir 18.000 judul lebih dari 5.000 penerbit internasional, yang di dalamnya termasuk 16.500 peer-review jurnal dalam bidang sains, teknik, kedokteran, dan sosial (termasuk seni dan humaniora). Peer review adalah proses regulasi oleh sebuah profesi atau proses evaluasi yang melibatkan individu-individu yang berkualitas dalam bidang yang relevan. Metode peer review bekerja untuk mempertahankan standar, meningkatkan kinerja dan memberikan kredibilitas. Dalam dunia akademis peer review sering digunakan untuk menentukan kesesuaian sebuah makalah akademis untuk publikasi. Jika makalah tersebut sudah diindeks di dalam Scopus berarti makalah tersebut otomatis sudah terakreditasi karena memenuhi standar publikasi ilmiah internasional. Sebenarnya Scopus bukanlah satu-satunya mesin pengindeks yang berisi citation index makalah akademis, masih ada beberapa mesin melakukan pengindeksan seperti IEEE XPlore (khusus makalah di bidang teknik elektro dan informatika), CiteSeer, Google Schoolar, Index Copernicus, DOAJ, EBSCO, ProQuest, ISI knowledge, dan lain-lain. Dari semua mesin pengindeks itu, Scopus adalah mesin yang paling kredibel dan terkemuka. Terindeksnya makalah-makalah para akademisi di dalam database index tersebut merupakan sebuah prestasi tersendiri. Karena makalah yang sudah terindeks di dalam database maka makalah tersebut mudah ditemukan oleh mesin pencari seperti Google. Cukup sulit bagi suatu makalah terindeks di dalam mesin pengindeks seperti Scopus itu. Agar makalah dapat terindeks di dalam database mesin pengindeks, maka jurnal ilmiah dan prosiding konferensi yang memuat makalah tersebut harus diakreditasi oleh lembaga yang menyediakan database index seperti Scopus, IEEE Xplore, dan lain-lain. Lembaga penyedia database index melakukan seleksi yang sangat ketat dalam memutuskan terindeksnya jurnal dan prosiding tersebut di dalam database mereka. Kriteria peer-review adalah tolak ukur dalam menilai kredibilitas suatu jurnal dan prosidng.

Untuk mendaftarkan jurnal ilmiah pada scopus langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Masuk ke alamat berikut: http://suggestor.step.scopus.com/suggestTitle.cfm
2. Isi formulir Scopus Title Suggestion lalu klik Submit
3. Setelah formulir diproses, jurnal akan dihubungi via email untuk mengirimkan 3 (tiga) contoh artikel dalam bahasa Inggris
4. Jika jurnal telah memenuhi syarat, maka jurnal akan dikirimi email pemberitahuan bahwa jurnal tersebut telah masuk ke dalam Scopus Title List dan diperbolehkan untuk mencantumkan logo Scopus di web jurnal yang bersangkutan. (Lembaga penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Teknologi Bandung , 2009)

2. Karya Tulis Ilmiah
Karya Tulis Ilmih menurut jenisnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu karya tulis ilmiah berupa hasil litbang dan karya tulis ilmiah berupa tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis. Format disusun sama, kecuali untuk karya tulis ilmiah jenis tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis dijelaskan secara lengkap tentang subjek yang ditinjau/diulas dan dikaji. Isi dari tulisan ini tentu sesuai dengan kedalaman analisis setiap penulis. Mengacu pustaka secara komprehensif dan mencerminkan perkembangan menyeluruh di bidang keilmuannya serta memproyeksikan dampak dan menawarkan solusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Publikasi karya tulis ilmiah dapat diterbitkan dalam buku ilmiah, bunga rampai, majalah ilmiah/jurnal, dan prosiding.( Peraturan Kepala LIPI, 2012)

Hasil dan Pembahasan
4.1. Publikasi Karya Ilmiah berdasarkan nama penulis
Dari hasil penelusuran melalui database scopus diketahui bahwa peneliti LIPI yang publikasi karya ilmiah terindek adalah Kardono, L.B.S., Riswan S, Rahayu, D.L, Darnaedi, D, Handoko, L.T., Hantoro, W.S., Hadiady, R.K., Simanjuntak, P., Suwargandi, B.W., Natawidjaja, D.H, Hanafi, M., Wowor, D., Widyastuti, Y, Chairul, dan Kusnowo, A. Untuk lebih jelasnya jumlah publikasi karya ilmiah peneliti LIPI dapat dilihat pada Tabel 1. berikut.

Bedasarkan Gambar 2. dan Gambar 3 terlihat bahwa peneliti LIPI yang paling produktif adalah Kardono, L.B.S. dengan publikasi sebanyak 54 judul (7.46%) disusul Riswan S. sebanyak  33 publikasi (4.56%), Rahayu, D.L 29 publikasi (4.01%), Darnaedi, D 27 publikasi (3.73%), Handoko, L.T  23 publikasi (3.18%), Hantoro, W.S 21 Publikasi (2.90%), Hadiaty, R.K 18 publikasi (2.49%), Simajuntak, P 16 publikasi (2.21%), Suwargandi, B.W 15 publikasi (2.07%), Natawidjaja, D.H 14 publikasi (1.94%), Hanafi, M 12 publikasi (1.66%), Wowor, D dan Widyastuti masing-masing 11 publikasi (1.52%), Chairul dan Kusnowo, A masing-masing 10 publikasi (1.38%).

4.2. Jumlah Kata Kunci dari Publikasi Karya Ilmiah Peneliti LIPI
Dari hasil penelusuran publikasi karya ilmiah Peneliti LIPI pada database scopus ditemukan bahwa publikasi tersebut menggunakan kata kunci Indonesia, article, nonhuman, unclassified drug, Asia, Southeast Asia, Eurasia, animals, drug isolation, controlled study, drug structure, plant extract dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya tentang kata kunci dari publikasi karya ilmiah Peneliti LIPI dapat dilihat pada Tabel 2. berikut.

Dari Tabel 2. dan Gambar 3. terlihat bahwa 10 besar kata kunci terbanyak pada publikasi karya ilmiah Peneliti LIPI adalah  Indonesia sebanyak 256 kata kunci (12.04%), article 220 (10.35%), nonhuman 117 (5.50%), unclassified drug 105 (4.94%), Asia 81 (3.81%), Southeast Asia 72 (3.39%), Eurasia 70 (3.29%), animals dan drug isolation masing-masing 69 kata kunci (3.25%), dan controlled study 68 kata kunci (3.19%).

4.3. Jumlah Subjek Area Publikasi Karya Ilmiah Peneliti LIPI

Ditemukan 10 besar subjek area publikasi karya ilmiah peneliti LIPI yang terindek pada database scopus adalah Agricultural and Biological Sciences, Earth and Planetary Sciences, chemistry, Biochemistry, Genetics and Molecular Biology, Environmental Science, Pharmacology, Toxicology and Pharmaceutics, Engineering, Physics and Astronomy, Chemical Enginering, Material Science, Immunology and Microbiology, dan Medicine. Untuk lebih jelasnya subjek area publikasi karya ilmiah peneliti LIPI dapat dilihat pada Tabel 3. berikut.

Dari Tabel 3. Dan Gambar 4.  terlihat bahwa subjek area yang paling besar adalah Agricultural and Biological Sciences sebanyak 333 judul (23.56%) disusul Earth and Planetary Sciences sebanyak 178 judul (12.59%), Chemistry 138 judul (9.77%), Biochemistry, Genetics and Molecular Biology 121 judul (8.56%), Environmental Science 121 judul (8.56%), Pharmacology, Toxicology and Pharmaceutics 100 judul (7.08%), Engineering 69 judul (4.88%), Physics and Astronomy 69 judul (4.88%), Chemical Enginering 43 judul (3.04%) dan Material Science 39 judul (2.76%).

4.4. Jumlah Publikasi Karya Ilmiah Peneliti LIPI Berdasarkan tahun
Dari hasil penelusuran yang dilakukan pada Bulan Desember 2012 ditemukan bahwa tahun publikasi karya ilmiah peneliti LIPI yang diindek pada database scopus yang paling tua adalah tahun 1992 dan tahun yang paling muda adalah tahun 2013. Adapun rincian lengkap jumlah publikasi karya ilmiah peneliti LIPI dapat dilihat pada tabel 4. berikut.

Dari gambar 5. terlihat bahwa jumlah publikasi karya ilmiah peneliti paling banyak terjadi pada tahun 2012 yang mencapai 101 judul (12.77%) disusul tahun 2011 dan tahun 2009 masing-masing 83 judul (10.49%), tahun 2006 sebanyak 56 judul (7.08%), tahun 2008 dan tahun 2005 masing-masing 45 judul (5.69%).

4.5. Tipe Dokumen Publikasi Karya Ilmiah Peneliti LIPI
Dokumen karya ilmiah peneliti LIPI yang terindek pada database scopus mempunyai beberapa tipe antara lain article, conference paper, article in press, review, letter, note, erratum, editorial, dan undifined. Untuk lebih jelasnya tentang tipe dokumen publikasi karya ilmiah peneliti LIPI dapat dilihat pada tabel 5. berikut.

Dari Tabel 5. dan gambar 6. terlihat bahwa karya ilmiah peneliti yang terindek pada database scopus  yang paling banyak adalah  dalam bentuk artikel sebanyak 714 dokumen (84%) disusul conference paper 83 dokumen (9.76%), article in press 15 dokumen (1.76%),  review 14 dokumen (1.65%), undefined 11 dokumen (1.29%), letter 4 dokumen (0.47%), erratum 3 dokumen (0.35%),  dan editorial sebanyak 2 dokumen (0.24%).

4.6. Jumlah Publikasi Karya Ilmiah Peneliti LIPI Berdasarkan Source Title
Dari hasil penelusuran diketahui bahwa karya ilmiah peneliti LIPI diterbitkan melalui source title (judul sumber) yaitu Rafles Bulletin of Zoology 26 judul (7.22%), Journal of Natural Products 24 judul (6.67%), zootaxa 21 judul (5.83%), Netherlands Journal of Sea Research 19 judul (5.28%), Chemical and Pharmaceutical Bulletin 17 judul (4.72%), Phytochemistry 16 judul (4.44%), Journal of Wood Science 14 judul (3.89%), Pakistan Journal of Biological Sciences dan Geophysical Research Letters masing-masing 11 judul (3.06%), dan Aip Conference Proceedings 10 judul (2.78%). Rincian lengkap jumlah publikasi karya ilmiah Peneliti LIPI berdasrakan source title dapat dilihat pada gambar 7. berikut.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa :
1. a) Peneliti LIPI yang paling produktif adalah Kardono, L.B.S., disusul Riswan S,
2. Rahayu, D.L, Darnaedi, D, dan Handoko, L.T.
3. b) .Publikasi karya ilmiah peneliti tersebut paling banyak menggunakan kata kunci
4. Indonesia, disusul , article, nonhuman, unclassified drug, Asia, Southeast Asia, Eurasia,
5. animals, drug isolation, controlled study, drug structure, dan plant extract.
6. c). Subjek area publikasi karya ilmiah peneliti LIPI yang terindek pada database scopus yang
7. paling banyak adalah Agricultural and Biological Sciences disusul Earth and Planetary
8. Sciences; chemistry; Biochemistry, Genetics and Molecular Biology; dan Environmental
9. Science.
10. d) Tahun terbit publikasi karya ilmiah peneliti LIPI yang terindek di database scopus yang
11. paling banyak adalah tahun 2012 dan mulai terindek di scopus mulai tahun 1992.
12. e) Tipe publikasi karya ilmiah peneliti adalah article, conference paper, article in press,
13. review, letter, note, erratum, editorial, dan undifined.
14. f). Publikasi yang diindek paling banyak dimua dalam Rafles Bulletin of Zoology, Journal of
15. Natural Products , zootaxa , Netherlands Journal of Sea Research dan Chemical and
16. Pharmaceutical Bulletin.

Daftar Pustaka
Firdaus, M. Lutfi. 2012. Teknik Publikasi Ilmiah di Jurnal Nasional dan Internsional. Bengkulu : FKIP UNIB Press.

Institut Teknologi Bandung. 2009 . Panduan Bagi Pengelola Jurnal Ilmiah. Bandung : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Institut Teknologi Bandung.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2012. Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 04/E/2012 Tentang Pedoman Karya Tulis Ilmiah. . Jakarta : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Sri Purnomowati. 2007. Impac factor : Kriteria Jurnal Internasional. Berita Iptek 46(1) 2007 : 47-52