Kajian Sebaran Tesis dan Disertasi Asing tentang Indonesia yang Dapat Diakses Melalui Database Open Access Theses and Dissertations (OATD.ORG)

Pendahuluan

Latar Belakang
Tesis dan Disertasi merupakan suatu karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa Sekolah Pascasarjana di akhir masa studinya pada suatu perguruan tinggi. Manfaat penulisan Tesis dan Disertasi antara lain membiasakan mahasiswa untuk menyusun hasil penelitiannya dan menuangkannya ke dalam suatu tulisan/karangan ilmiah yang disebut Tesis atau Disertasi menurut cara-cara yang lazim digunakan di lingkungan akademik. Selain itu, melalui Tesis dan Disertasi ini mahasiswa dapat memperluas dan memperdalam pengetahuan tentang masalah yang diteliti atau diamati, serta menambah pengetahuan orang lain melalui penemuan atau pemikiran yang dibahas dalam tulisan itu. Tesis merupakan tulisan ilmiah yang lebih mendalam daripada skripsi, baik dalam hal jumlah variabel yang diamati maupun referensi yang digunakan. Dalam suatu Tesis diharapkan terkandung suatu pengetahuan/aksioma baru yang diperkenalkan oleh penulis. Bahan penulisan Tesis diharapkan diperoleh dari pengamatan/penelitian yang dilakukan atau merupakan usaha untuk menguji satu atau lebih hipotesis. Tesis merupakan pelengkap persyaratan untuk memperoleh gelar Magister atau Sarjana Strata Dua (S2). Adapun disertasi merupakan istilah untuk tulisan ilmiah bagi mahasiswa yang akan mencapai gelar Doktor atau Sarjana Strata Tiga (S3). Isi Disertasi harus lebih dalam dan menggunakan variabel pengamatan yang lebih luas daripada Tesis. Suatu Disertasi harus didasarkan atas penemuan asli penulis, meskipun dalam analisisnya dapat menggunakan berbagai informasi dari peneliti, teori atau data dari sumber lain. Dalam penulisan Tesis atau Disertasi, mahasiswa dibimbing oleh satu orang dosen atau lebih. Dosen pembimbing bertugas membimbing mahasiswa antara lain dalam pemilihan topik, ruang lingkup pembahasan, pemilihan variabel yang dianalisis, penggunaan satu teori, dan sistematika penulisan. Meskipun mendapat bimbingan dari dosen, tanggung jawab isi Tesis atau Disertasi tetap berada pada mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan jujur dalam penggunaan data dan bertanggungjawab terhadap penulisannya (Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, 2008).
Agar koleksi tesis dan disertasi dapat diketahui oleh masyarakat umum, perlu adanya akses terbuka terhadap koleksi tersebut. Karena pembatasan akses ke koleksi tesis dan disertasi dapat mengakibatkan tidak diketahuinya kualitas hasil karya tersebut oleh masyarakat umum. Akes tersebut biasanya hanya dimiliki oleh komunitas akademik dari pergguruan tinggi yang bersangkutan. Dari seluruh komunitas akademikpun belum tentu semuanya memanfaatkan karya tulis tersebut. Akibat keterbatasan akses ini menyebabkan tidak adanya kontrol terhadap kualitas akademik dari karya-karya ilmiah yang dihasilkan oleh institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Membuka akses seluas-luasnya terhadap tesis dan disertasi berarti memperdayakan fungsi kontrol masyarakat terhadap kualitas karya tulis yang dihasilkan dan sekaligus dan dapat mendiseminasikan karya ilmiah tersbut (Liauw, 2009).

Permasalahan
Koleksi tesis dan disertasi masuk ke dalam kategori literatur kelabu, yang hanya dimiliki oleh institusi pendidikan tinggi. Ini berarti bahwa keberadaan koleksi ini sangat rawan karena begitu salinan yang ada di institusi tersebut hilang atau rusak, maka hampir tidak mungkin untuk mendapatkan penggantinya. Untuk memakai koleksi tesis dan disertasi di perguruan tinggi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pengguna untuk dapat mengaksesnya. Pembatasan akses dilakukan untuk menghindari terjadinya plagiarisme dan bukan karena alasan preservasi. Pembatasan akses penggunaan koleksi tesis dan disertasi berupa surat ijin untuk membaca, menggandakan, serta batasan urutan, jenis, dan jumlah halaman yang boleh digandakan. Pembatasan akses untuk koleksi tercetak ini bertolak belakang dengan semangat dari profesi kepustakawananyang memiliki misi untuk mendiseminasi informasi seluas mungkin. Di era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini, pembatasan akses terhadap koleksi tesis dan disertasi tidak perlu dilakukan. Dalam diskusi-diskusi tentang pembatasan akses ini masih banyak komponen dari komunitas kampus yang masih berkeinginan untuk mempertahankan batasan-batasan yang ada. Di pihak lain perkembangan teknologi informasi khususnya Internet dan teknologi digitalisasi telah membawa dunia ke suatu era baru, yang makin menantang keberadaan dari batasan-batasan tradisional di atas yaitu berupa akses terbuka terhadap tesis dan disertasi.

Manfaat Penelitian
Adanya informasi akses terbuka tesis dan disertasi ini, diharapkan dapat diketahui jumlah tesis dan disertasi asing tentang Indonesia yang dimuat di database OATD, dapat memberikan akses yang mudah kepada masyarakat untuk mengetahui tesis dan disertasi tentang Indonesia yang ada di perguruan tinggi luar negeri.

Batasan Kegiatan
Kegiatan penenelitian ini dilakukan dengan cara melakukan penelusuran dengan kata kunci Indonesia melalui data base oatd.org. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 1. berikut.

Pertanyaan Penelitian

1. Sejauh mana tingkat perbedaan jumlah tahun publikasi tesis dan disertasi yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi setelah dilakukan analisis .
2. Sejauh mana tingkat perbedaan jumlah tesis dan disertasi berdasarakan universitas setelah dilakukan analisis.
3. Sejauh mana tingkat perbedaan jumlah tesis dan disertasi berdasarkan departemen setelah dilakukan analisis.
4. Sejauh mana tingkat perbedaan jumlah tesis dan disertasi berdasarkan degree (gelar) setelah dilakukan analisis.
5. Sejauh mana tingkat perbedaan jumlah tesis dan disertasi berdasrakan level setelah dilakukan analisis.
6. Sejauh mana tingkat perbedaan jumlah jumlah tesis dan disertasi berdasarkan bahasa setelah dilakukan analisis.
7. Sejauhmana tingkat perbedaan jumah tesis dan disertasi berdasarkan Negara setelah dilakukan analisis.

Tujuan Kajian
1. Mengetahui perbedaan jumlah tesis dan disertasi berdasarkan tahun
2. Mengetahui perbedaan jumlah tesis dan disertasi berdasarkan universitas
3. Mengetahui perbedaan jumlah tesis dan disertasi berdasarkan departemen
4. Mengetahui perbedaan jumlah tesis dan disertasi berdasarkan degree
5. Mengetahui perbedaan jumlah tesis dan disertasi berdasarkan level
6. Mengetahui perbedaan jumlah tesis dan disertasi berdasrkan bahasa
7. Mengetahui perbedaan jumlah tesis dan disertasi berdasarkan negara

Metode Kajian
1. Pengumpulan data
a. Pengumpulan data melalui penelusuran dengan kata kunci Indonesia ke database open access thesis and dissertation yang dilakukan pada Bulan Desember 2013 – Januari 2014
b. Menyeleksi hasil penelusuran berdasarakan tahun, universitas, departemen, degree, level, bahasa dan negara.
2. Pengolahan data
Data yang terkumpul dipisahan berdasarakan tahun, universitas, departemen, degree, level, bahasa dan negara.
3. Analisis data
Analisis data yang digunakan yaitu analis deskriptif yang mendeskripsikan data sampel. Dalam penelitian ini penyajian data dilakukan secara deskriptif melalui tabulasi data.

Tinjauan Pustaka
1. Open Access Theses and Dissertations
Database OATD.org menyediakan sumber informasi berupa tesis pascasarjana dan disertasi yang diterbitkan oleh perguruan tinggi seluruh dunia yang dapat diakses secara terbuka. Metadata (informasi tentang tesis dan disertasi) berasal dari lebih dari 800 perguruan tinggi, universitas, dan lembaga penelitian. OATD saat ini mengindeks sebanyak 1.869.518 tesis dan disertasi ( oatd.org.)

2. Open Access (Akses Terbuka)
Akses terbuka merupakan suatu cara untuk memaksimalkan penyebaran informasi, serta proses unduh dan penggunaan hasil penelitian. Akses terbuka lebih cepat, langsung online, tersedia gratis tentang hasil penelitian, dan tanpa batasan perjanjian hak cipta dengan penerbit. Penulis dalam proses ini tidak mengharapkan untuk mendapat bayaran atau royalti. Tetapi suatu cara untuk menyebarkan informasi secara gratis, dalam bentuk artikel jurnal, makalah konferensi, laporan penelitian, tesis dan disertasi (Kovariansi).
Menurut Open Access Scholarly Information Sourcebook (www.openoasis.org) ada beberapa
keuntungan dalam penyebaran karya penelitian dalam bentuk akses terbuka terutama bagi
penulis atau peneliti, institusi, perpustakaan atau pusat informasi, dan publik/umum, bahkan pelajar dan mahasiswa.
Bagi Penulis/Peneliti : Keuntungan Open Access adalah meningkatkan visibilitas, tingkat pemanfaatan, dan tingkat dampak (impacts).

Kentungan bagi institusi dengan adanya akses terbuka ini, adalah:
Meningkatkan visibilitas dan ketersediaan di web
Meningkatkan dampak dari suatu penelitian
Koleksi dengan akses terbuka yang dikemas di dalam repostori akan membentuk sebuah arsip penelitian yang lengkap dari sebuah institusi dengan bentuk yang mudah diakses .
Menyediakan sarana bagi institusi untuk mengelola program penelitian dengan lebih efektif
Menyediakan sarana bagi institusi untuk mengukur dan mengevaluasi program program Penelitian.
Koleksi akses terbuka merupakan sarana pameran hasil aktivitas penelitian dan menjadi alat promosi serta pemasaran yang strategis dari institusi yang bersangkutan. Banyak studi yang telah menunjukkan bahwa keberadaan repositori (dalam bentuk perpustakaan digital atau repositori institusi) yang menampilkan artikel konten lokal dengan tautan langsung (direct download) telah memberikan dampak langsung terhadap jumlah artikel penelitian yang dikutip

3. Literatur Kelabu
Literatur kelabu merupakan sumber informasi riset yang paling mutakhir mengenai suatu topik tertentu yang tidak diterbitkan secara komersial, dokumen resmi yang diterbitkan dalam jumlah terbatas, rekomendasi teknis dan peraturan-peraturan, dan lain-lain (Hartinah et al. 2009). Reitz (2004) mendefinisikan grey literature sebagai hasil karya cetak yang berupa laporan, preprints, dokumen internal, disertasi, tesis, prosiding konferensi yang tidak tersedia melalui saluran pasar biasa karena tidak diterbitkan secara komersial atau bahkan tidak didistribusikan. Sementara menurut International Journal dalam Sulistyo-Basuki 2001), literatur kelabu merupakan informasi yang tidak dikendalikan oleh perhimpunan ilmu pengetahuan, universitas atau penerbit komersial, diterbitkan pada semua pemerintah, akademi, bisnis dan industri, baik dalam format cetak maupun elektronis.
Literatur kelabu dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi antar peneliti, enyebarluasan informasi ilmiah, dan penyajian informasi ilmiah yang lebih komprehensif (Suminarsih 2010). Pustakawan/pengelola perpustakaan harus menyadari pentingnya literatur kelabu, baik yang dikeluarkan oleh instansi induknya maupun oleh instansi terkait lainnya. Jenis literatur ini dapat diperoleh dengan meminta secara langsung ke instansi yang bersangkutan (biasanya gratis) atau melalui pertukaran publikasi.

Menurut Harrod’s librarians’ glossary and reference book, literatur kelabu adalah “bahan-bahan perpustakaan yang tidak dipublikasikan melalui jalur publikasi formal (semi-published) atau tidak tersedia secara komersial. Literatur kelabu pada umumnya sulit dilacak secara bibliografis.” (Prytherch dalam Liauw, 2009). Sedangkan koleksi lokal didefinisikan sebagai bahan-bahan perpustakaan yang berhubungan dengan lokasi atau tempat dari perpustakaan di mana koleksi lokal tersebut disimpan (Prytherch dalam Liauw, 2009). Dalam hal ini kriteria literatur kelabu lebih menekankan pada karakteristik produksi yang lokal dari bahan-bahan perpustakaan tersebut, sedangkan kriteria koleksi lokal lebih menekankan pada karakteristik dari topik atau subjeknya yang lokal. Koleksi tesis/disertasi masuk ke dalam kategori literatur kelabu, karena hanya dimiliki oleh institusi pendidikan tinggi. Ini berarti bahwa keberadaan koleksi ini sangat rawan karena begitu salinan yang ada di institusi tersebut hilang atau rusak, maka hampir tidak mungkin untuk mendapatkan penggantinya. Institusi pemilik koleksi memberlakukan berbagai peraturan yang harus dipenuhi oleh pengguna untuk mengaksesnya.

Tesis
Tesis merupakan karya tulis ilmiah sebagai bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian dan pengembangan keilmuanan pada salah satu bidang keilmuan yang sedang ditempuh oleh mahasiswa, disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program magister (S2). Tesis memiliki karakteristik yaitu topik tesis berfokus pada kajian aktual yang tercakup dalam salah satu disiplin ilmu sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa. Tesis ditulis dengan menggunakan teori-teori secara kritis untuk menganalisis data yang diperoleh di lapangan Universitas Negeri Semarang, 2011).

Disertasi
Disertasi merupakan karya tulis sebagai bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berkaitan dengan temuan baru pada salah satu disiplin ilmu yang sedang ditempuh oleh mahasiswa, disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program doktor (S3). Disertasi memiliki karakteristik sebagai berikut. 1. Topik disertasi berfokus pada kajian mengenai salah satu disiplin ilmu yang sesuai dengan bidang yang dipelajari oleh mahasiswa. 2. Disertasi ditulis atas sesuatu temuan baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam, baik berupa pengujian teori-teori yang ada, pengembangan teori dan prinsip-prinsip baru atau pengembangan model baru yang diuji di lapangan (Universitas Negeri Semarang , 2011)

Hasil dan Pembahasan
1. Jumlah tesis dan disertasi berdasarkan tahun
Dari hasil penelusuran melalui database open access Thesses dan Dissertation (oatd.org) diketahui bahwa disertasi asing tentang Indonesia yang paling banyak adalah tahun 2009-2013 disusul tahun 2004-2008, tahun 1999-2003, tahun 1994-1998, tahun 1989-1993, tahun 1984-1988 dan tahun 1979-1983. Untuk lebih jelasnya jumlah tesis dan disertasi berdasarkan tahun dapat dilihat pada table 1. Berikut.

Dari Tabel 1 dan Gambar 1 telihat bahwa jumlah  tesis dan disertasi asing tentang Indonesia terbanyak ditemukan pada tahun 2009-2013 sebanyak 917 judul (41.36%), disusul tahun 2004-2008 sebanyak 547 judul (24.67%), tahun 1999-2003 sebanyak 315 judul (14.21%), tahun 1994-1998 sebanyak 219 judul (9.88%),  tahun 1989-1993 sebanyak 152 judul (6.86%), tahun 1984-1988 sebanyak 46 judul (2.07%) dan tahun 1979-1983 sebanyak 21 judul (0.95%).

2. Jumlah Tesis dan Disertasi berdasarkan Universitas

Dari hasil penelulusruan melalui universitas diketahui bahwa jumlah tesis dan disertasi tentang Indonesia terbanyak berasal dari McGill University , disusul University of Oslo, University of Wollongon, Universiteit Ultrecht, Naval Postgraduate School, University of New South wales, dan Curtin University of technology. Untuk lebih jelasnya jumlah tesis dan disetasi berdasarkan universitas dapat dilihat di Tabel 2. berikut.

Dari Tabel 2 dan Gambar 2 terlihat bahwa tesis dan disertasi  asing tentang Indonesia  terbanyak berasal dari McGill University sebanyak 115 judul (23.76%), University of Oslo 81 judul (16.73%), University of Wollongon 78 judul (16.11%),  Universiteit Ultrecht 66 judul (13.64%), Naval Posgraduate School 53 judul (10.96%), University of new South Wales 46 judul  (9.50%), dan Curtin University of Technology 45 judul (9.30%).

3. Jumlah Tesis dan Disertasi Berdasrakan Departemen
Data yang diperoleh dari hasil penelusuran berdasarkan departemen menujukkan bahwa Departemen Institute of Islamic Studies merupakan jumlah terbanyak, disusul Economics, Departement of Geology, Political Science, FB2, Department of Islamic Studies. Untuk lebih jelasnya jumlah tesis dan disertasi berdasarkan departemen dapat dilihat pada Tabel 3. berikut.

Dari Tabel 3 dan Gambar 3 menunjukkan bahwa Depatemen Institute of Islamic Studies merupan jumlah terbanyak yaitu 50 judul (37.32%), disusul Economics 29 judul (21.64 %), Departement of geology 18 judul (13.43%), Political Science 15 judul (11.19 %), FB2 12 judul (8.96%), dan Departement of Islamic Studies 10 judul  (7.46%).

4. Jumlah tesis dan disertasi berdasarkan Degree (Gelar)

Dari hasil penelusuran berdasarkan degree (gelar) menunjukkan bahwa PhD merupan jumlah terbanyak disusul MA, MS, Master, M.C.P. dan MA.. Untuk lebih jelasnya jumlah tesis dan disertasi berdasrakan degree dapat dilihat pada Tabel 4. Berikut.

Dari Tabel 4 dan Gambar 4 menunjukkan bahwa PhD merupakan jumlah terbanyak yaitu 337 judul (59.43%), disusul MA sebanyak 125 judul (22.05%), MS 61 judul (10.76%), master 18 judul (3.17%), M.C.P. 15 judul (2.65%) dan MA. Sebanyak 11 judul (1.94%).

5. Jumlah Tesis dan Disertasi Berdasarkan Level
Dari hasil penelusuran yang dilakukan melalui OATD menunjukkan bahwa program Doctoral lebih banyak daripada program Master. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. Berikut.

Dari Tabel 5 dan Gambar 5 menunjukkan bahwa program Doctoral lebih banyak yaitu 594 judul (59.22%) dibanding  program Master yaitu  sebanyak 409 judul (40.78%).

6. Jumlah Tesis dan Disertasi Berdasarkan Bahasa

Dari hasil penelusuran menunjukkan bahwa bahasa yang paling banyak digunakan dalam tesis dan disertasi adalah bahasa English, disusul portuguese, Chinese, Norwegian, French, finnish dan dutch. Untuk lebih jelasnya jumlah tesis dan disertasi dapat dilihat pada Tabel 6. Berikut.

Dari Tabel 6 dan Gambar 6 terlihat bahwa bahasa yang digunakan dalam tesis dan disertasi asing tentang Indonesia adalah bahasa English sebanyak 1341 judul (93.64%), disusul portuguesee sebanyak 21 judul (1.47%), Chinese 19 judul (1.33%), Norwegian 16 judul (1.11%), French 14 judul (0.98%), Finnish 11 judul (0.77%), dan  Dutch 10 judul (0.70%).

7. Jumlah Tesis dan Disertasi Berdasarkan Negara
Dari hasil penelusuran diketahui bahwa tesis dan disertasi asing tentang Indonesia terbanyak berasal dari US, disusul Australia, Canada, Netherlands, new Zealand UK dan Germany. Untuk lebih jelasnya jumlah tesis dan disertasi berdasarkan Negara dapat dilihat pada Tabel 7 berikut.

Dari hasil penelusuran berdasarkan Negara diketahui bahwa disertasi asing tentang Indonesia terbanyak berasal dari US sebanyak 515 judul (31.69%), disusul Australia 506 judul (31.14%), Canada 200 judul (12.31%), Netherlands 187 judul (11.51%), New Zealands 86 judul (5.29%), UK 77 judul (4.74%) dan Germany sebanyak 54 judul (3.32%).

Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa :
a. Jumlah Tesis dan disertasi asing tentang Indonesia paling banyak diterbitkan pada tahun 2009-2013 yang mencapai 41.36%
b. Tesis dan disertasi asing tentang Indonesia terbanyak berasal dari McGill University yang mencapai 23.76%.
c. Departemen terbanyak dari tesis dan disertasi asing tentang Indonesia adalah Institute of Islamic Studies mencapai 37.32%.
d. Dari hasil penelusuran melalui OATD menunjukkan bahwa program doctoral dengan gelar PhD lebih banyak daripada program master.
e. Tesis dan disertasi terbanyak menggunakan bahasa inggris yang mencapai 93.64%.
f. Tesis dan disertasi asing tentang Indonesia paling banyak berasal Amerika (US) yaitu sebanyak 31.69%.

Daftar Pustaka

Anonim. Diseminasi Hasil Penelitian Melalui Artikel Akses Terbuka.
http://pangan.litbang.deptan.go.id/. Akes tanggal 24 Januari 2014

Hartinah, S., Tupan, S. Iswanti, Rahartri, dan S. Prahastuti. 2009. Peta perkembangan bidang energi berdasarkan literatur kelabu di Indonesia. BACA 30(2): 139-152.

Kovariansi, Vika A. Akses terbuka terhadap konten local dalam perpustakaan digital. Bandung: Institut Teknologi Bandung

Liauw Toong Tjiek dan Nugraha, Aditya .2009. Open Access menyuburkan plagiarism? Visi Pustaka 11(3) 2009

Open Access Scholarly Information Sourcebook. http://www.openoasis.org. Akses 27 januari 2014
Open Access Theses and Dissertations. http://oatd.org/ Akses tanggal 27 Januari 2014
Open Access Scholarly Information Sourcebook. http://www.openoasis.org. Akes tanggal 6 Februari 2014

Prytherch, Raymond John. (2005). Harrod’s librarians’ glossary and reference book (10th Edition). Burlington, VT: Ashgate.

Reitz, J.M. 2004. Dictionary for Library and Information Science. London: Libraries Unlimited.

Sulistyo-Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Suminarsih, E.M. 2010. Pengembangan perpustakaan dijital untuk meningkatkan pemanfaatan
grey literature di Indonesia. Media Pustakawan 17(3): 17-24.

Universitas Negeri Semarang. 2011. Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi. Program Pascasarjana , Universitas Negeri Semarang.

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. 2008. Pedoman Umum Penulisan Tesis dan Disertasi. Jakarta: Sekolah Pascasarjana Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya