Membatasi Akses Terhadap Ruas Tertentu Dalam Database WINISIS

 

Akses pengguna program Winisis terhadap ruas tertentu suatu database dapat dibatasi. Pembatasan ini dapat dilakukan terhadap kegiatan input data, penampilan data atau pencetakan data.  Dalam tulisan ini akan dibahas pembatasan akses pengguna dalam hal menampilkan data suatu database Winisis. Selama ini yang telah sering dilakukan oleh pengguna Winisis tingkat lanjut adalah pembatasan akses terhadap suatu database tertentu melalui pengeditan file SYSPAR.PAR.

Pembatasan dalam menampilkan data disini dimaksudkan bahwa pengguna tertentu hanya dapat mengakses data tertentu secara tidak lengkap, sedangkan pengguna lain yang diberi akses bebas tetap dapat melihat data secara lebih lengkap. Pembatasan ini dilakukan dengan menggunakan teknik kode atau password tertentu.  Jadi pengguna yang akan diberi hak akses harus lengkap mengetahui password atau kode akses lengkap, sedangkan pengguna lain yang tidak boleh mengakses database secara lengkap tidak diberi kode atau password.

Dengan demikian pengguna yang mengetahui password akses dapat melihat data secara lengkap.  Sedangkan pengguna yang tidak mengetahui password akses tidak dapat melihat data secara lengkap. Teknik ini diperlukan jika memang ada data tertentu dari suatu database tidak boleh diketahui oleh sembarang orang yang dapat mengakses database tersebut.

Berikut diuraikan teknik membatasi akses pengguna terhadap suatu database dalam Winisis.  Diasumsikan bahwa sudah ada database yang akan diakses.  Dalam uraian ini akan digunakan database sederhana sebagai contoh dengan nama BOOK yang sudah dibuat sebelumnya.

1. Langkah pertama adalah membuat program kecil dengan bahasa Pascal seperti berikut:
Program CEK ( inp : string; lw, occ: real; out : string)[FORMAT];
{Minta password dan munculkan OKE hanya jika password benar}
var line : string;
    ans : real;
begin
line:=inp;
ans:=edit(line,0,0,0,0,1,
    ‘Password dialog%Ketikkan Password %lalu klik OK’);
if line=’musita’ then out:=’OKE’ else out:=”;
end.

Kemudian file itu diberi nama misalnya CEK.PAS lalu simpan dalam folder WINISISPROG.

2. Selanjutnya COMPILE file PAS untuk menghasilkan file PCD yaitu file yang siap dijalankan oleh Winisis.  Jika menemui kesulitan mengcompile di Winisis, sebaiknya proses COMPILE dilakukan di CDS/ISIS versi DOS. Cara ini yang penulis lakukan.
3. Buka database BOOK yang mau diolah yang tampilannya masih seperti berikut:

 

4. Lalu tampilkan jendela pengeditan format tampilan (PFT EDITOR) dan buat format tampilan baru sehingga formatnya seperti berikut:

         

 

5. Simpan format baru ini dengan nama sama yaitu BOOK.PFT

6. Buat lagi format tampilan lain yang namanya PASS.PFT seperti berikut:

 

7. Kemudian buat lagi format tampilan baru yang lebih lengkap dari format BOOK.PFT, simpan dan beri nama misalnya BOOK2.PFT yang isinya seperti berikut:

 

8. Selanjutnya keluar dari program Winisis.
9. Kemudian dengan Windows Explorer masuk ke folder WINISIS untuk mengedit file SYSPAR.PAR.  File SYSPAR.PAR itu setelah diedit isinya seperti berikut:

; Isis for Windows – Configuration File
1=C:winisisprog
2=C:winisismenu
3=C:winisismsg
4=C:winisiswork
5=C:winisisdatabook    –ada perubahan dari bentuk standar
6=book   –tambahan baris untuk membuat database default
8=%
; Default language
102=SH  –SH membuat mode penelusuran saja
; Activate Helpbar
121=1
124=1   –angka 1 menghilangkan jendela pilihan format dll
125=1   –angka 1 menghilangkan jendela Open Database
141=C:winisisbg
142=10,1
980=1
130=1
122=0, -4, -4, 1027, 741
1001=C:winisisdatabookbook.mst  –hanya database BOOK yang bisa
      dibuka

10. Simpan dan jalankan kembali Winisis.  Kini tampilannya seperti gambar berikut

 

Database BOOK langsung terbuka dan tidak ada tombol-tombol MFN, FORMAT, NAVIGASI dan DICTIONARY yanag memang sengaja dihilangkan melalui perintah 124=1 di file SYSPAR.PAR.

11. Pengguna yang ingin melihat data lengkap akan mengklik baris warna hijau bertuliskan klik untuk tampilan lengkap, yang akan memunculkan prompt berikut:

                                                                                                                                                                               

12.   Pengguna yang tidak diberi akses lengkap tidak mengetahui passwordnya..  Kalau pengguna tersebut tetap mencoba memasukkan kode password yang salah akan muncul tampilan berikut:

 

 

 

 

13. Pengguna diminta kembali ke tampilan awal dengan mengklik teks DISINI berwarna hijau.

 

14. Jika pengguna memasukkan password yang benar dan mengklik OK, akan muncul tampilan berikut:

 

Demikianlah  teknik yang dapat dilakukan untuk mengatur akses pengguna terhadap suatu database.  Selamat mencoba.

 

 

 

Berikut adalah listing program dan format tampilan yang digunakan dalam pembahasan diatas:

Format tampilan BOOK:
‘Pengarang      : ‘,v100/’Judul          : ‘,v200^a/’Penerbit       : ‘,v300^a,’, ‘,v300^b,’, ‘,v300^c/’Jumlah halaman : ‘,v400/##link ((‘klik untuk tampilan lengkap’),’FORMAT pass’)/

Format tampilan BOOK2:
‘MFN: ‘,MFN(4)/MDL,
"     Pengarang [100]      : "V100(0,16)/
"         Judul [200^a]    : "V200(0,16)/
"      Penerbit [300^a^b^c]: "V300(0,16)/
"Jumlah halaman [400]      : "V400(0,16)/
"Nomor HP                  :  ",v500/

Format tampilan PASS:
if &cek(”)=’OKE’ then
{b,fs30,cl4,’Password Anda ‘,fs40,’benar.’}/##
‘klik ‘,link((‘disini’),’FORMAT book2′),’ untuk mengganti format tampilan. ‘
else
{b,fs30,cl13,’Pasword Anda ‘,fs40,’SALAH !!’}/##
‘klik ‘,link((‘disini ‘),’FORMAT book’), ‘untuk kembali ke format awal.’
fi

Program PASCAL CEK:
Program CEK ( inp : string; lw, occ: real; out : string)[FORMAT];
{Minta password dan munculkan OKE hanya jika password benar}
var line : string;
    ans : real;
begin
line:=inp;
ans:=edit(line,0,0,0,0,1,
    ‘Password dialog%Ketikkan Password %lalu klik OK’);
if line=’musita’ then out:=’OKE’ else out:=”;
end.

Dikutip dengan penyesuaian dari buku: New Features of the WinISIS system: Guidebook for users of CDS/ISIS for DOS oleh Zbigniew M. Nowicki. International Trade Centre. Geneva, February 2001.