Menerjemahkan Bahasa Dialog Winisis ke dalam Bahasa Indonesia

Salah satu kelebihan CDS/ISIS (versi DOS dan versi Windows atau WINISIS) adalah karena CDS/ISIS menyediakan fasilitas untuk mengubah bahasa dialog atau bahasa pengantar yang digunakan menjadi bahasa lokal yang biasa digunakan oleh penggunanya.  Jadi setiap pengguna tingkat lanjut dari CDS/ISIS dapat mengubah bahasa dialog dari program yang digunakannya ke dalam bahasa pengantar mereka sendiri.

Versi asli atau standar CDS/ISIS versi Windows yang dikeluarkan oleh UNESCO diluncurkan dalam tiga bahasa.  Jadi kalau kita menginstal program asli CDS/ISIS, maka automatis ada tiga bahasa pengantar yang dapat digunakan. Ketiga bahasa pengantar itu adalah bahasa Inggris, bahasa Perancis dan bahasa Slovensky.  Kebanyakan bahasa defaultnya adalah bahasa Inggris, namun sementara kita bekerja dengan CDS/ISIS kita selalu dapat mengganti-ganti bahasa.  Selain itu maka kita pun dapat membuat bahasa pengantar dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Jawa sekalipun.

Semua pilihan bahasa pengantar CDS/ISIS versi Windows umumnya disimpan dalam bentuk basis data di dalam direktori MENU dan MSG. Di dalam kedua direktori itu terdapat tiga basis data sesuai dengan tiga bahasa pengantar asli  CDS/ISIS, yaitu masing-masing basis data untuk bahasa pengantar Inggris, Perancis dan Slovensky.  Ketiga basis data itu dikelompokkan menjadi tiga kelompok berkas dengan nama yang khas. Misalnya  kelompok berkas bernama MSEN.* berarti berkas basis data untuk bahasa Inggris (English). Kelompok berkas bernama MSFR.* berarti berkas basis data untuk bahasa Perancis (FRENCH) atau kelompok berkas bernama MSSK.*  berarti berkas basis data untuk bahasa Slovensky.

Untuk membuat bahasa pengantar sendiri yang sesuai dengan bahasa pengantar lokal, misalnya bahasa pengantar Indonesia, maka langkah berikut dapat dilakukan:

(1) Pertama-tama kita tentukan dahulu bahasa pengantar apa yang akan kita buat (misalnya Indonesia)
(2) Kemudian tentukan kode singkatannya yang terdiri atas dua huruf besar misalnya IN.  Dengan demikian nama berkas basis data bahasa pengantar Indonesia yang akan kita buat adalah MSEN.*.
(3) Kemudian masuk ke dalam direktori CWINISISMSG
(4) Salin (copy) salah satu kelompok berkas basis data tertentu (misalnya MSEN.*) menjadi kelompok basis data baru yang diberi nama misalnya MSIN.* misalnya dengan menggunakan perintah DOS, seperti cara berikut:
C:WINISISMSGXCOPY MSEN.*  MSIN.*   dan
C:WINISISMSGCOPY ?MSEN.*  ?MSIN.*

Perhatikan bahwa perintah salin di DOS yang digunakan adalah XCOPY (bukan COPY) saat akan menyalin berkas yang jumlah bytenya mungkin NOL (misalnya MSEN.N01, MSEN.N02, MSEN.L01 dan MSEN.L02) agar bisa tercopy.  Tetapi berkas yang jumlah bytenya tidak NOL dapat disalin dengan perintah COPY. Tanda * di perintah DOS berarti berlaku untuk semua file dengan nama depan yang ditulis dengan ekstensi apapun.

(5) Walaupun tidak harus tetapi akan lebih baik jika dilakukan pula pengeditan pada berkas MSEN.FDT.  Pengeditan berkas FDT ini diperlukan agar semua nama nama basis data ,nama lembar kerja (worksheet) dan nama format tampilan pada layar menu utama akan disesuaikan dengan nama basis data baru, yaitu dari MSEN menjadi MSIN. Cara melakukan pengeditan ini bisa dilakukan dengan program apa saja.  Tetapi yang paling sederhana adalah dengan menggunakan perintah EDIT pada DOS atau NOTEPAD seperti berikut: C:WINISISMSGEDIT MSIN.FDT lalu tekan ENTER,  maka di layar akan muncul isi berkas MSIN.FDT seperti pada dibawah ini. 

W:MSEN 
F:MSEN
S:MSEN
***
01                                           1 81 0 1
02                                           2 81 0 0
03                                           3 81 0 0
04                                           4 81 0 0
05                                           5 81 0 0
06                                           6 81 0 0
07                                           7 81 0 0
08                                           8 81 0 0
09                                           9 81 0 0
10                                         10 81 0 0

(6) Selanjutnya ganti semua kata MSEN yang ada pada ketiga baris pertama dengan kata MSIN.  Teks lainnya dibiarkan apa adanya. Setelah itu berkas disimpan.
W:MSEN  diganti menjadi  W:MSIN
F:MSEN   diganti menjadi F:MSIN
S:MSEN   diganti menjadi S:MSIN

(7) Kini dalam direktori MSG terdapat berkas basis data baru yang bernama MSIN.* dan struktur data isinya persis sama dengan basis data MSEN.
(8) Selanjutnya jalankan program WINISIS, lalu buka basis data MSIN, yang terdapat dalam direktori C:WINISISMSG
(9) Lakukan pengeditan tiap cantuman basis data MSEN seperti gambar berikut:

(10) Terdapat 129 cantuman yang perlu diedit/diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
(11) Lakukan penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia pada tiap-tiap ruas dari cantuman 1 sampai 129.  Contoh pengeditan berikut dilakukan pada cantuman pertama basisdata MSIN:

English[NAME] diterjemahkan menjadi   Indonesia[NAME]
&Cancel diterjemahkan menjadi  Bata&l
&Help diterjemahkan menjadi Ban&tuan
&Retry diterjemahkan menjadi &Cobalagi
&Save diterjemahkan menjadi &Simpan
&New diterjemahkan menjadi &Baru
&Undo diterjemahkan menjadi T&unda
&Delete diterjemahkan menjadi &Hapus
Winisis &Help diterjemahkan menjadi Bantuan & Winisis

Perhatikan Tanda & yang mendahului suatu huruf dalam suatu perintah.  Pemberian karakter & ini memungkinkan perintah diaktifkan hanya dengan menekan tombol ALT bersamaan dengan menekan satu huruf setelahnya.  Misalnya menekan tombol ALT bersamaan dengan menekan huruf H berarti perintah MENGHAPUS.  Karena itu posisi karakter & harus ditempatkan didepan huruf  yang berbeda (tidak boleh sama) pada setiap cantuman.  Perhatikan misalnya tanda & pada perintah BARU dan BATAL.  Pada perintah BARU tanda & ditempat-kan di depan huruf B, tetapi tanda & pada perintah BATAL ditempatkan di depan huruf L.  Dengan demikian perintah ALT-B akan diartikan Winisis sebagai perintah BARU, bukan BATAL.  Kalau tidak dibedakan WINISIS akan kesulitan mengartikan perintah ALT-B, apakah berarti BARU atau BATAL.

Pada bagian ini kita harus berhati-hati dalam menerjemahkan kata-kata bahasa Inggris ke dalam bahasa sasaran (Indonesia).  Usahakan sedemikian rupa agar panjang kata terjemahan tidak terlalu panjang melebihi panjang kata aslinya (Inggris).  Hal ini terutama untuk kata-kata tertentu, yang setelah kata tersebut biasanya ada tanda titik dua (:), atau tanda-tanda lain, yang menunjukkan bahwa setelah kata itu, pada kolom tertentu akan diisi nilai pada saat program WINISIS dijalankan.  Tulisan [NAME], termasuk kurung sikunya, JANGAN diubah atau diterjemahkan karena kode ini diperlukan khusus oleh program.

(12) Setelah semua cantuman diterjemahkan, maka basis data disimpan secara permanen.

(13) Lakukan hal yang sama untuk MENUnya.

(14) Jadi masuk ke dalam direktori C:WINISISMENU

(15) Salin semua berkas bernama  MNENDF.* menjadi MNINDF.FMT dan AMNEND.FMT menjadi AMNIND.FMT dan BMNEND.FMT menjadi BMNIND.FMT serta MNENSH.* menjadi MNINSH.* dan AMNENS.FMT menjadi AMNINS.FMT dan BMNENS.FMT menjadi BMNINS.FMT.

(16) Lakukan pengeditan pada dua basis data yaitu basis data MNINDF dan MNINSH, dengan cara yang sama saat menerjemahkan basis data MSIN. Masing-masing basis data berisi sebelas cantuman.

    Untuk mengaktifkan bahasa baru yang telah dibuat, jalankan program WINISIS, klik CONFIGURE, lalu klik CHANGE LANGUAGE, pilih bahasa INDONESIA yang saat ini sudah muncul menjadi empat pilihan bahasa.
 
    Untuk membuat supaya bahasa baru ini (Indonesia) menjadi bahasa yang langsung digunakan pada saat menjalankan CDS/ISIS (bahasa default), maka lakukan perubahan pada berkas SYSPAR.PAR.  Pada berkas itu sisipkan parameter 101=IN.  Dengan perubahan berkas SYSPAR.PAR ini, maka pada saat CDS/ISIS versi Windows dijalankan secara automatis bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia.  Meskipun demikian sementara program dijalankan kita masih bisa mengganti-ganti bahasa.  Selamat mencoba.

[ B. Mustafa, E-mail: mus@ipb.ac.id   atau b.mustafa@eudoramail..com ]