Pemahaman Singkat Mengenai Informatika

Pendahuluan
Ketika tahun 1980 an, sebuah proyek di Universitas Indonesia yang didanai Bank Dunia akan mengirim tenaga pengajar untuk belajar ilmu komputer ke universitas Eropa Barat ternyata  tidak ada program ilmu komputer. Hal serupa juga terjadi tatkala akan melanjutkan kuliah informatika ke perguruan tinggi di Amerika Serikat ternyata universitas AS tidak menawarkan program tersebut. Kegelisahan akibat tiadanya program tersebut terobati tatkala diketahui bahwa istilah ilmu komputer (computer science) tidak digunakan di perguruan tinggi Eropa Barat, sebaliknya istilah informatique tidak lazim dipakai di AS.

Terminologi
Bila pembaca memeriksa Oxford English Dictionary (2000), informatika atau informatics adalah disiplin ilmu yang mengkaji struktur dan properti (ciri) (bukan isi khusus) informasi ilmiah, sebagaimana juga mengkaji  keajegan (regularitas) aktivitas informasi ilmiah, teorinya, sejarah, metodologi dan organisasi informasi ilmiah. US President’s Committee of Advisors on Science and Technology (2000) memberi batasan informatika sebagai "riset mengenai, perkembangan dari, dan penggunaan alat dan ancangan teknologi, sosiologi dan organisasi guna akuisisi dinamis, pengindeksan, pemencaran, penyimpanan, querying, temubalik, visualisasi, integrasi, analisis, sintetis, berbagi (termasuk sarana kolaborasi elektronik) dan publikasi data sehingga  informasi dari semua itu ada manfaat ekonomi serta manfaat lainnya bagi pemakai dari semua sektor ekonomi."

Asal usul
Istilah informatics yang digunakan dalam laporan kepresidenan AS seperti disebutkan di atas  sebenarnya berasal dari istilah Prancis informatiqus. Adapun istilah informatique diciptakan oleh Dreyfus pada bulan Maret 1962 (Dreydus, 1962) bersama-sama berbagai terjemahannya seperti informatics (Inggris), informatik (Jerman), informatica (Italia, Spanyol) (Fourman, 2003).  Kesemua istilah tersebut merujuk ke aplikasi komputer untuk menyimpan dan memproses informasi (lihat juga Bauer 1996)

Morfologi information + –ics  menggunakan bentuk yang telah diterima untuk nama-nama ilmu pengetahuan seperti conics, linguistics optics atau sebagai hal yang berkaitan dengan praktik seperti economics, politics, tactics (Oxford English Dictionary 2000). Informatika mencakup kedua-duanya yaitu ilmu pengetahuan dan praktik. Dari segi fonologi, informatika mengkombinasikan unsur dari "informasi" dan "automatik" yang memperkuat citra semantik. Istilah baru ini diterima di seluruh Eropa Barat dan kini juga mulai marak di Indonesia.

Sebagai sebuah disiplin umum informatika secara resmi muncul pada University of California in Los Angeles (UCLA) Symposium on On-line Information Systems tahun 1965. Tiga tahun kemudian, publikasi Rusia berjudul Osnovy Informatiki (Dasar-dasar informatika) diterbitkan di Uni Soviet tahun 1968.

Sebelum itu Mikhailov et. Al (1967) menyebutkan bahwa informatika adalah disiplin sains yang mengkaji struktur dan ciri (bukan isi spesifik) informasi ilmiah, juga keajegan keaktifan informasi ilmiah, teori, sejarah,  metodologi  dan organisasi  informasi ilmiah. Definisi tersebut diperbaiki, mula-mula menggantikan informasi ilmiah menjadi informatika bisnis atau hukum. Kedua karena kini informasi disimpan dalam bentuk digital, maka komputasi kini menjadi bagian utama dari informatika (Lesk 1997; Lyman and Varian 2000).

Pada tahun 1970an, Organization for Economic Cooperation and Develeopment menerbitkan sebuah seri berjudul Informativs Studies. Pada dasawarasa 1970an dan 1980an, istilah informatika digunakan dalam konteks sama  dengan ilmu informasi. Di Eropa istilah ilmu informasi: tidak memiliki makna khusus sementara istilah informatika digunakan secara luas dalam bahasa Jerman (informatik) dan Prancis (ill’informatique), namun kurang lazim dalam bahasa Inggris.  Mulai akhir 1970an, istilah informatika makin sering digunakan dalam arti aplikasi teknologi informasi ke berbagai bidang seperti informatika hukum, informatika medis, informatika sosial dan informatika organisasi.

Identitas dan sifat informatika
Mula-mula informatika dianggap ilmu tentang informasi, jadi sinonim dengan teknologi informasi dan sistem infromasi, informatistika, informologi dan informatilogi (Cawkell, 1997; Wellisch, 1972). Istilah informatika lebih dikaitkan pada ilmu informasi daripada ilmu komputer serta dianggap sebagai penggunaan terapan dari ilmu informasi. Informatika juga dianggap sebagai konvergensi antara ilmu informasi, ilmu komputer dan sains spesifik disipliner (Gorn, 1983). Juga dikatakan bahwa disiplin informatika masih dalam pengembangan, walaupun ada peluang memainkan peran penting sebagai dasar teknologi pada masyarakat informasi mendatang (Coy et al 1997). 

Dengan perkembangan  konsep data, informasi, pengetahuan, komunikasi, dan interaksi sendiri, maka informatika didefinisikan sebagai gabungan berbagai bidang akademik yang menyediakan kaitan antara berbagai disiplin dengan perspektif serta metodologinya sendiri guna pengembangan teori dan aplikasi praktis. Informatika tumbuh sebagai bidang interdisipliner yang berkaitan dengan kajian sifat informasi dan teknologi dengan fokus bagaimana manusia menyatukannya guna menghasilkan serta mengelola informasi dan  pengetahuan. Jadi informatika memiliki cakupan lebih luas daripada ilmu informasi karena fokus utama ilmu informasi ialah pengumpulan, pengorganisasian, penyimpanan, temu balik, interpretasi serta penggunaan informasi.  Informatika lebih luas daripada ilmu komputer dan ilmu informasi karena digunakan dalam konteks  yang lebih luas daripada ilmu informasi. Informatika  mencakup semua aspek  ilmu komputer dan perilaku manusia. Contohnya  informatika perawatan mencakup ilmu komputer dan praktik keperawatan. Sifat interdisipliner informatika memungkinkan mengintegrasikan teori dan metode spesifik domain guna menyimpan, menemubalik dan mendistribusikan informasi dengan teknologi informasi baru.  Karena itu informatika adalah disiplin yang mencakup struktur serta kualitas aplikasi profesional yang mencakup berbagai disiplin akademis seperti  ilmu komputer, kajian informasi, manajemen informasi, teknik sistem, matematika, statistika, interaksi manusia-komputer, kedokteran, linguistik, psikologi dan ilmu–ilmu kognitif.

Aspek dasar
Tujuan utama informatika ialah mengkaji  hakiki (nature) informasi dalam segala bentuknya yang mengarah ke klasifikasi,  organisasi, representasi, penyimpanan, temu balik, pemahaman serta penggunaan informasi. Salah satu bidang informatika yang penting ialah Antarmuka komputer-manusia (human-computer interface, HCI) bertujuan membantu manusia mengolah dan bertukar informasi dengan alat teknologi. Isu utama antarmuka manusia-komputer ialah atensi, persepsi, dan memberi, bahasa perintah, antarmuka bahasa alamiah, antarmuka pemakai grafik, ketergunaan dan  evaluasi.

Salah satu komponen vital dalam informatika  adalah teknologi komputer yang berkembang cepat serta berdampak terhadap kebudayaan, ekonomi dan masyarakat. Bagaimana menghadapi masalah dengan teknologi komputer yang berkembang pesat merupakan salah satu aspek kajian informatika.

Aplikasi informatika
Berikut ini aplikasi informatika dalam berbagai bidang disusun menurut abjad.

Geomatika, menyediakan pendekatan berbasis komputasi dan kuantitatif bagi pengukuran, analisis, dan manajemen serta deskripsi dan lokasi informasi  keruangan. Karena dipengaruhi oleh teori serta metode yang dikembangkan dalam informatika, maka geomatika menggabungkan survei tanah tradisional dan geografi menjadi sub-bidang baru dari informatika,, Geomatika memiliki aplikasi di semua  disiplin tergantung pada pengolahan informasi ke ruangan, misalnya kajian lingkungan, perencanaan,enjinering, navigasi, geologi dan geofisika, pengembangan lahan serta kepemilikan lahan.

Informatika biologi (Biological informatics) mengacu pada pengembangan serta penggunaan komputer, sarana statistik dan lainnya dalam pengumpulan, pengorganisasian, pemencaran, dan penggunaan informasi untuk memecahkan masalah dalam bidang ilmu hayati (life sciences) Informatika biologi mengkaji serta mengembangkan alat dan ancangan untuk akuisisi, diseminasi, penyimpanan, pertanyaan, temu balik, visualisasi, integrasi, pemodelan, simulalis, analisis dan berbagi data biologi secara elektronik.

Informatika farmasi (Pharmacy informatics)adalah realisasi informatika untuk farmasi dan kegiatannya agar efektif biaya dalam pemanfaatan sistem informasi dan perangkat teknologi,. Informatika farmasi bertujuan menyediakan informasi yang cepat dan handal tentang terapi obat yang mampu membantu pasien dalam proses penyembuhannya.

Informatika gigi, (Dental informatics) dikaitkan dengan semua disiplin pengkhususan kedokteran gigi. Informatika gigi adalah sains dan seni mencegah penyakit mulut dan mempromosikan kesehatan mulut. Bidang utama  informatika gigi adalah pengukuran aktivitas penyakit mulut, pengolahan data elektronik pasien, pengolahan sinyal, pengolahan citra, manajemen pangkalan data klinis komprehensif dan pengambilan keputusan berbasis komputer.

Informatika hukum (Legal informatics) merupakan disiplin yang mengkaji teknologi informasi dalam bidang hukum dan profesional hukum. Aplikasi informatika hukum mempengaruhi kajian hukum, pendidikan dan praktik hukum serta  terdapat pada berbagai lembaga penegakan hukum. Bidang utama informatika hukum mencakup penyimpanan dan temu balik sumber perundang-undangan, administrasi pengadilan, manajemen perkara, automasi rekod untuk publik maupun privat, misalnya registrasi real property, kelahiran dan kematian, rekod akuntansi, sistem penunjang litigasi, sistem pakar hukum dan sistem informasi hukum terpadu.

Informatika kesehatan  (Health informatics) adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam manajemen informasi perawatan kesehatan, mencakup bidang aplikasi yang luas

Informatika klinis  (Clinical informatics)didefinisikan sebagai aplikasi teknologi komputer untuk menunjang praktik, pendidikan, administrasi dan riset klinis. Bidang yang dicakup oleh informatika klinis adalah: (a) manajemen dan pengolahan data, informasi dan pengetahuan klinis; (c) penyempurnaan pengantaran perawatan klinis; (d) pengendalian mutu atas data klinis elektronik; (e) faktor manusia dan prinsip kegunaan yang diterapkan pada sistem informasi klinis; (f) ketrampilan pengambilan keputusan klinis untuk praktisi klinis; (g) teknik mengevaluasi sistem informasi klinis beserta hasilnya dan (i) fase evaluasi klinis terhadap pengembangan  obat.

Informatika lingkungan sering pula disebut environmentrics. Informatika lingkungan mencoba menjembatani kesenjangan antara pengolahan informasi dengan kebutuhan analitis dari ilmuwan lingkungan. Aplikasi utama informatika lingkungan mterutama  sistem pakar, jaringan, pangkalan data ilmiah, visualisasi data lingkungan, pengeinderaan jarak jauh dan sistem informasi geografi.

Informatika manajemen merupakan bagian khusus dari aplikasi informatika pada manajemen menyangkut badan korporasi, dalam bahasa Inggris sering disebut organization. Informatika manajemen membahas bagaimana teknologi informasi didayagunakan untuk memecahkan masalah manajerial, bagaimana informasi memberikan  sumbangan pada aktivitas internal badan korporasi, bagaimana badan korporasi dapat lebih efektif  menghadapi nasabah, mitra atau pemasok dan bagaimana memberikan penunjang keputusan bagi manajemen badan korporasi.

Informatika medik (Imedical informatics)  merupakan aplikasi  sistem dan teknologi informasi  pada bidang kedokteran. Bidang yang dicakup meliputi  rawat medik, pendidikan dan penelitian kedokteran. Informatika medik mencakup penggunaan teknologi informasi untuk diagnosis dan perawatan penyakit, misalnya citra sinar X, resonansi atau talunan magnetik, teknik magnetik pemindaian, pemodelan sisi reseptor dan disain molekul, elektrofisiologi.  Informatika medik mencakup aspek teori dan praktik pemrosesan dan komunikasi informasi brdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari proses kedokteran serta rawat kesehatan. Penelitian bidang informatika medik meliputi manajemen rekam  medis berbasis komputer,  multimedia klinis, telemedisin dan aplikasi biomedis dari Internet, penunjang keputusan dan kecerdasan buatan medik serta jasa penelitian jasa dan evaluasi kesehatan (MacDougall and Brittain, 1994).

Informatika museum (Museum informatics) merupakan bidang baru dari informatika sosial. Bidang ini mencakup lima bidang penelitian yaitu (1) kajian pengetahuan di museum, (20 organisasi informasi dan akses pada koleksi museum digital, (3) akses onlain ke data artefak bersama, (4) lingkungan museum maya dinamis dan (5) infrastruktur informasi di lingkungan permuseuman.

Informatika organisasi  (Organizational  informatics) mengkaji pengembangan dan penggunaan sistem terkomputer dan sistem komunikasi di organisasi dan badan korporasi, khususnya tentang konsep, disain, pemeliharaan dan penggunaannya.  Penelitian dalam bidang informatika sosial mencakup bagaimana perancang sistem menerjemahkan preferensi publik menjadi tuntutan badan korporasi, bagaimana perangkat lunak berfungsi dalam praktik, syarat menyangkut implementasi sistem terkomputer dalam sebuah badan korporasi, bagaimana manusia dan badan korporasi menggunakan sistem, apa peran sistem terkomputer dalam mengubah kerja dan tugas, komunikasi kelompok dan praktik badan korporasi (Kling, 1993)

Informatika perawatan (Nursing informatics) adalah penggunaan teknologi informasi oleh perawat dalam kaitannya dengan perawatan pasien, administrasi fasilitas rawat kesehatan, pendidikan dan pelatihan keperawatan. Penelitian dalam bidang informatika keperawatan meliputi penggunaan kecerdasan buatan atau sistem pengambilan keputusan untuk menunjang penggunaan proses perawatan, penggunaan paket penjadwalan berbasis komputer untuk mengatur tugas dan penempatan staf di rumah sakit; penggunaan komputer untuk pendidikan pasien, penggunaan pembelajaran berbantuan komputer dalam pendidikan perawat, penggunaan sistem informasi rumah sakit oleh perawat dan informasi yang digunakan perawat untuk mengambil keputusan menyangkut perawatan pasien serta keputusan yang diambil perawat (Ball and Hannah, 1988)

Informatika sosial (Social informatics) adalah kajian alat informasi dan komunikasi dalam konteks budaya atau institusi, merupakan bidang interdisipliner, bagian dari batang tubuh yang lebih besar berupa riset sosio-ekonomi yang mengkaji cara artefak teknologi dan konteks sosial manusia bersama-sama membentuk ansambel teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa pendukung informatika sosial menggunakan hubungan komunitas biologi  dengan lingkungannya sebagai analogi hubungan alat dengan manusia yang menggunakannya adalah  kajian interdisipliner mengenai disain, penggunaan dan konsekwensi  teknologi informasi untuk interaksi dalam konteks institusi dan kultural.  Bidang penelitian informatika sosial menyangkut aspek sosial dari komputerisasi dalam konteks institusi dan kultural dan kajian atas disain, penggunaan dan dampak teknologi informasi. Dalam penelitian informatika sosial terdapat tingkat analisis tergantung pada kelompok yang dikaji misalnya tingkat kelompok, bagian, organisasi, nasional dan masyarakat. Fokus utama informatika sosial adalah hubungan antara informasi, sistem informasi, manusia yang menggunakannya serta kontkes penggunaan (Sawyer dan Rosenbaum, 2000).

Neuroinformatika (Neuroinformatics) merupakan gabungan antara neurosains dan informatika, bertujuan mengembangkan dan menerapkan alat kedokteran serta pendekatan guna memahami fungsi dan struktur otak. Penelitian neuroinformatika  berada pada sisi hasil irisan berbagai disiplin seperti ilmu kedokteran dan perilaku, biologi, ilmu pengetahuan alam dan matematika, ilmu komputer dan teknik. Sinergi dari berbagai ilmu ini diharapkan menghasilkan percepatan ilmiah dan teknologi yang bermanfaat bagi bidang kedokteran, ekonomi dan sosial.

Penutup
Informatika mencakup berbagai bidang. Perkembangan teknologi yang pesat membawa kemajuan dalam bidang informatika, terutama yang bertautan dengan metode transmisi data yang lebih cepat dan berdaya, lebih efektif biaya. Imbasnya ialah perlunya memahami kriteria untuk memilih teknologi yang tepat guna memecahkan masalah.
Bagi ilmu perpustakaan dan informasi, perlu memperhatikan aspek teori dan praktik dari pendidikan informatika karena pemahaman hal tersebut akan membantu pengajaran serta memahami kemana arah informasi pada masa mendatang. Karena itu pendidikan ilmu perpustakaan dan informasi perlu mendayagunakan teknologi terkini untuk pengajaran sambil mencari jawaban atas pertanyaan menyangkut konsep, strategi serta teknik yang lebih baik bagi pendidikan.