Pemanfaatan Perpustakaan Digital oleh Dosen di Pusat Layanan Pustaka Universitas Terbuka

Pendahuluan

Peran perpustakaan dan pusat informasi telah mengalami perubahan secara bertahap dan pasti, salah satu perkembangannya adalah berkembangnya perpustakaan digital. Istilah perpustakaan digital adalah sebuah istilah yang lahir dan berkembang di Amerika Serikat dan menyebar secara cepat ke seluruh dunia. Diungkapkan oleh Drolenstott (1994) sebagaimana dikutip oleh Ida Royandiah dalam laporan penelitiannya istilah perpustakaan digital adalah perpustakaan elektronik, perpustakaan maya pada hakekatnya sama. Perpustakaan digital di Indonesia mulai berkembang seiring dengan masuknya teknologi informasi dan komunikasi  pada era 90 an dengan masuknya internet sebagai bagian dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi .

Di Indonesia sendiri pemanfaatan TIK membawa pengaruh terhadap perubahan dan pengembangan perpustakaan yang mengarah kepada perpustakaan digital. Sejak masuknya internet pada era 90 an khususnya dilingkungan perguruan tinggi, membawa dampak terhadap perkembangan perpustakaan, contohnya adalah munculnya situs-situs perpustakaan digital milik universitas universitas di Indonesia, seperti : Universitas Indonesia (UI) dengan alamat website http://www.digilib.ui.ac.id, Universitas Gajah Mada (UGM) dengan alamat website http//www.lib.ugm.ac.id dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan alamat website http//www.lib.itb.ac.id, ketiga universitas besar tersebut sudah memiliki perpustakaan digital sejak tahun 2000. Selain ketiga universitas tersebut, universitas – universitas  di Indonesia lainnya  juga sudah memiliki perpustakaan digital. Salah satunya adalah Universitas Terbuka (UT).

Pengembangan perpustakaan digital UT dirintis dan diawali dengan pembangunan infrastruktur UT di pusat dan di daerah yang berhubungan dengan data jaringan dan pelatihan-pelatihan kepada Staf UT untuk mengembangkan web UT sejak tahun 1997. Pada tahun 1998 Puslata UT mengembangkan katalog on-line pada web dan sudah mulai dilakukan beberapa pengalihan bahan referensi.

Tahun 2000 perpustakaan UT mulai mendigitalkan sebagian koleksinya, khususnya materi lokal seperti hasil-hasil penelitian mengenai pendidikan jarak jauh dan tesis/desertasi staf UT yang berkaitan dengan pendidikan jarak jauh. Tahun 2003  perpustakaan digital UT sudah terintegrasi dengan jaringan UT melalui alamat: http//: www.pustaka.ut.ac.id, dan Pada tahun 2004  perpustakaan digital mulai mendigitalkan buku materi pokok (modul) bahan ajar UT,  materi yang dialihmediakan meliputi Penelitian 195 judul, Tesis UT 78 judul, Tesis umum 12 Judul, Disertasi 3 judul, Artikel/makalah 56 judul, Pidato Rektor 27 judul, BMP/Modul UT 482 judul. Semua referensi tersebut dapat diakses melalui perpustakaan digital yang dimiliki oleh Perpustakaan UT dengan alamat diakses http://pustaka.ut.ac.id.

Pengembangan perpustakaan digital Puslata UT didasari oleh beberapa hal yaitu: 1). Banyaknya jumlah mahasiswa UT. Pada saat sekarang terdapat 576.265 mahasiswa  aktif dari berbagai jurusan yang ada di fakultas dan tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa negara seperti  Amerika, Australia, Brunei Darussalam, Japan, Saudi Arabia, Kuwait, Philipines, Malaysia, Germany, Iran, Swizeerland, Sweden, Hongkong, Thailand, Perancis, Germany, Netherlands, Russian, dan Zimbabwe;  2). Banyaknya dosen di UT yang tersebar diseluruh Indonesia. Pada saat sekarang terdapat 323 fungsional dosen yg berada di kantor pusat UT dan 454 fungsional dosen yang tersebar di 37 Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ), dengan jumlah tenaga adminstrasi sebanyak 559  staf administrasi di kantor dan 524 administrasi staf di UPBJJ; 3). Sistem belajar  menggunakan sistem belajar jarak jauh;  4). Sangat sulit berkomunikasi kepada mahasiswa secara konvensional; 5). Sebagai institusi, UT merasa berkewajiban memberi layanan yang sama kepada seluruh mahasiswa; 6). Peran strategis perpustakaan sebagai sumber informasi dalam era globalisasi      dan informasi serta; 7). Beragamnya informasi dalam berbagai bentuk seperti buku, jurnal prosiding,majalah, video, cd.

Salah satu civitas akademika yang memanfaatkan perpustakaan digital menurut dugaan penulis adalah para dosen Universitas Terbuka yang tersebar diseluruh Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ – UT),  Namun belum dapat terlihat dalam statistik jumlah pengunjung perpustakaan digital,  pada bulan November 2010 Perpustakaan UT baru dapat menghitung jumlah pengunjung melalui webalizer version 2.21. Hingga bulan November 2011 terdapat 1.083. 633 pengunjung.

Melihat statistik pengunjung dunia maya melalui “Usage Statistic for Puslata.ut.ac.id” pertanggal 24 Oktober 2011 yang memanfaatkan perpustakaan digital UT  mengalami fluktuatif kenaikan dan penurunan pengunjung yang tidak diketahui kenapa mengalami penurunan dan  kenaikan, hal ini dimungkinkan tidak diketahuinya asal pengunjung perpustakaan digital. Untuk itu penelitian ini dimaksudkan untuk melihat siapa saja pengunjung perpustakaan digital dan bagaimana pemanfaatannya, karena belum ada penelitian mengenai hal tersebut maka penelitian ini dilakukan.

Untuk itulah penelelitian ini dilaksanakan karena ingin melihat seberapa besar pemanfaatan perpustakaan digital UT oleh para dosen di kantor pusat Universitas Terbuka.

Secara lebih rinci masalah penelitian ini adalah :1) Sejauh mana para dosen UT mengetahui keberadaan perpustakaan digital Puslata UT ? 2) Sejauh mana pemanfaatan perpustakaan digital Puslata UT oleh para dosen UT di kantor pusat ? 3) Bagaimana frekuensi  pemanfaatan perpustakaan digital Puslata UT oleh para  dosen UT di kantor pusat ? 4) Kendala apa yang dihadapi oleh dosen UT dikantor pusat dalam pemanfaatan perpustakaan digital Puslata UT ? 4)Bagaimana tanggapan dosen terhadap perpustakaan digital Puslata UT?

Kajian Teori

Perpustakaan Digital adalah berbagai organisasi yang menyediakan sumberdaya, termaksud pegawai yang terlatih khusus, untuk memilih, mengatur, menawarkan akses, memahami, menyebarkan, menjaga integritas, dan memastikan keutuhan karya digital, sedemikian rupa sehingga koleksi tersedia dan terjangkau secara ekonomis dan oleh sebuah atau sekumpulan komunitas yang membutuhkan. Selain itu menurut Putu Laxman Pendit, Perpustakaan digital adalah “teknologi baru” berbasis komputer dan telekomunikasi

Menurut Ida Royandiah Perpustakaan digital yaitu perpustakaan yang mengumpulkan, menyimpan, dan menyusun bahan pustaka dan informasi dalam bentuk digtal. Informasi digital tersebut dapat dip roses, di akses, dan ditelusur melalui jaringan teknologi informasi dan komunikasi (internet).

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan pengertian pemanfaatan perpustakaan digital adalah suatu perbuatan pengguna dalam memanfaatkan perpustakaan digital untuk memenuhi kebutuhan informasi.

Perkembangan perpustakaan digital tidak terlepas dari berkembangnya teknologi informasi, yang dimotori oleh teknologi komputer dan teknologi jaringan (LAN)/Internet.  Istilah perpustakaan digital sendiri sudah dikenal dilingkungan pustakawan sejak tahun 1990an, tetapi kalangan pustakawan sebelumnya lebih mengenal dan berbicara tentang perpustakaan elektronik. Salah satu pendukung ide tentang perpustakaan jenis ini seperti yang di tulis oleh Putu Laxman Pendit adalah Kenneth Dowlin yang menulis sebuah buku berjudul The Electronic Library tahun 1984

Pembangunan dan pendirian perpustakaan digital merupakan paradigma baru, seperti yang disampaikan oleh GG Chowdhury “Digital libraries are being built with the belief that they will facilitate better delivery of information than was possible in the past. Digital libraries are bringing a paradigma shift in the creation, destribution, management and user of information”. Dikatakan bahwa membangun perpustakaan digital memberikan kepercayaan untuk memberikan fasilitas yang lebih baik dalam menyampaikan informasi yang sebelumnya tidak mungkin terjadi.  Perpustakaan membawa paradigma dalam kreasi, distribusi, manajemen dan pengguna informasi.

Salah satu hal yang sangat perlu dikembangkan dalam  pengembangan perpustakaan digital adalah koleksi digital. Menurut Glossary yang di kutip oleh Ajick,  koleksi digital adalah
“…this is an electronic internet based collection of information that is normally found in hard copy, but converted to a computer compatible format. Digital books seemed somewhat slow to gain popularity, possible because of the quality of many computer screens and relatively short ‘life’ of the internet.”

Dari definisi tersebut koleksi digital sebenarnya dapat dipahami sebagai koleksi informasi dalam bentuk elektronik atau digital yang mungkin terdapat juga dalam koleksi cetak, yang dapat diakses secara luas menggunakan komputer dan sejenisnya. Koleksi digital di sini dapat bermacam-macam, dapat berupa buku elektronik, jurnal elektronik, database online, statistic elektronik, dll

Metodologi penelitian

Penelitian ini menggunakan  metode deskriptif, dengan pendekatan penelitian kuantitatif, data yang diambil langsung (data primer), tanpa perantara, Dalam hal ini data/sumber primer yang diambil adalah dari kuesioner yang akan disebarkan kepada responden. Hasil  pertanyaan  dari kuisioner itu kemudian diolah menjadi data-data numerik yang interpretasikan dalam bentuk persentase.

Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah dosen UT di kantor pusat yang pada saat sekarang terdapat 323 dosen UT yang berada dikantor pusat Universitas Terbuka. Sedangkan sampel yang akan diambil sebesar 10 % -15 % dari populasi yang ada, hal ini berdasarkan pendapat Suharisni Arikunto yang mengatakan “jika populasi melebihi dari 100 orang, maka sampel yang dapat diambil 10% – 15 % atau 20% –  30 % atau sesuai kemampuan peneliti. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka dalam penelitian ini mengambil sebanyak 30% dari Populasi yang ada atau sebanyak 100 orang dosen UT di kantor pusat. Dari kuesioner yang diberikan kepada 100 orang dosen, hanya 68 kuesioner (21%) yang kembali kepada peneliti

Tindak lanjut dari kegiatan peneliti sesudah pengumpulan data  dengan melakukan penganalisaan data melalui pengolahan data, data – data yang diterima melalui kuesioner kemudian di olah dengan menggunakan teknik perhitungan persentase dengan menggunakan rumus :

Keterangan :
P  :  Angka persentase untuk setiap kategori
F  :  Frekuensi jawaban responden
N : Jumlah responden

Setelah semua data diperoleh dalam bentuk persentasi kemudian  data disajikan  dalam bentuk tabel dan diuraikan dalam bentuk gambar  serta dideskripsikan dengan menggunakan parameter yang berpedoman pada penafsiran menurut Wasito, nilai presentasi yaitu :

0%          : Tidak satupun
1%-25%   : Sebagian kecil
26%-49% : Hampir setengahnya
50%        : Setengahnya
51%-75% : Sebagian besarnya
76%-99% : Pada umumnya
100%       : Seluruhnya

Hasil dan Pembahasan

A. Analisis Identifikasi Responden
Analisis identifikasi responden yang akan peneliti analisis meliputi asal fakultas, pangkat dan golongan.

1. Asal Fakultas

Tabel di bawah ini menunjukkan komposisi reponden yang mengisi kuesioner dari fakultas-fakultas yang berada di Universitas Terbuka. Diketahui bahwa sebagian kecil responden berasal dari Pasca Sarjana (PPS) sebanyak 3 orang (5%), Fakultas Ekonomi (FEKON) sebanyak 7 orang (10%), dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebanyak 8 orang (12%), hampir setengahnya berasal Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) sebanyak 20 orang (29%) dan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  (FKIP) sebanyak 30 orang (44%), dari total responden yang bersedia mengisi sebanyak 68 orang. Jika diurutan dosen yang paling banyak mengisi adalah pertama fakultas FKIP sebanyak 44% yang diikuti oleh Fakultas Fisip sebanyak 29%.  Sedangkan PPS sebanyak 4%.

2. Jabatan dan Golongan Dosen

Masih terkait dengan reponden yang mengisi, tabel di bawah ini menunjukkan jabatan dan golongan responden yang mengisi kuesioner, sebagai Menunjukkan sebagian kecil dosen dari golongan diatas IV/c sebanyak 2 orang (3%), golongan III/a-III/b sebanyak 9 orang (13%), golongan IV/a-IV/b sebanyak 12 orang (18%), hampir setengahnya golongan III/c-III/d sebanyak 27 orang (40%), dan selebihnya sebanyak 18 orang (26%) tidak menyebutkan golongan pada kuesioner. Disimpulkan bahwa pengisi kuesioner ini sebagian besar adalah dosen-dosen yang bergolongan III/c s.d III/d sebanyak 27 orang (40%).

Berdasarkan analisis data responden di atas, dapat disimpulkan bahwa pengisi kuisioner sebagian besar dosen dari FKIP yang diikuti oleh dosen dari FISIP, dan sebagian kecil dari PPs. Sedangkan jabatan dan golongan sebagaian besar adalah dosen yang bergolongan III/c – III/d, hanya sebagian kecil dari golongan IV/a ke atas.

B. Analisis Hasil Penelitian

Analisis hasil penelitian ini dibagi berdasarkan tujuan dari penelitian ini yang meliputi: 1) sejauhmana para dosen UT mengetahui keberadaan perpustakaan digital Puslata UT, 2) sejauh mana pemanfaatan perpustakaan digtal puslata UT oleh dosen, 3) frekuensi pemanfaatan perpustakaan digital Puslata UT, 4) kendala-kendala yang dihadapi pengguna perpustakaan digital Puslata UT dan 5) tanggapan dosen terhadap perpustakaan digital Puslata UT.  

1. Para Dosen UT Mengetahui Keberadaan Perpustakaan Digital Puslata UT

Pertanyaan mengenai sejauhmana para dosen UT mengetahui keberadaan perpustakaan digital Puslata UT terdiri dari 3 pertanyaan, meliputi mengetahui perpustakaan digital Puslata UT, awalnya mengetahui, tempat mengakses perpustakaan digital Puslata UT. Berikut ini jabaran dari data yang diperoleh.

1.1. Mengetahui Perpustakaan Digital Puslata UT

Pada umumnya responden mengetahui tentang perpustakaan digital Puslata UT sebanyak 64 orang (94%), sedangkan sebagian kecil yang tidak mengetahui sebanyak 4 orang (6%). Dapat disimpulkan pada umumnya para dosen UT telah mengetahui tentang perpustakaan digital Puslata UT.

1.2. Pertama Kali Mengetahui Perpustakaan Digital Puslata UT

Hampir setengahnya sebanyak 18 orang (28%),  mengetahui perpustakaan digital Puslata UT dari teman atau sesama dosen, dan sebanyak 21 orang (33%) dari link web lain dan sebanyak 22 orang (34%) dari lainnya yang meliputi dari mencari sendiri melalui pelatihan, sambutan rektor, dan dari web UT dan, sebagian kecil sebanyak 3 orang (5% ) dari Poster Dapat disimpulkan pertama kali para dosen UT mengetahui perpustakaan digital Puslata UT, hampir setengahnya mengetahui dari sesama dosen, dan link yang terdapat di web lain serta dari tempat lainnya.

1.3. Tempat  Mengakses Layanan Perpustakaan Digital Puslata UT  

Berdasarkan jawaban responden, sebagian kecil tempat mengakses layanan perpustakaan digital Puslata UT diakses di rumah sebanyak 14 jawaban (20%), warnet sebanyak 3 jawaban (4%) dan sebagian besar dari kantor UT sebanyak 52 jawaban (76%). Disimpulkan sebagian besar tempat mengakses layanan perpustakaan digital Puslata UT di lakukan di Kantor. Hal ini dapat menunjukkan bahwa aktivitas dosen di kantor dapat dipastikan mengakses layanan perpustakaan digital Puslata UT.

Berdasarkan tujuan penelitian mengenai sejauhmana para dosen UT mengetahui keberadaan perpustakaan digital Puslata UT, menunjukkan pada umumnya para dosen UT telah mengetahui perpustakaan digital Puslata UT. Para dosen UT mengetahui tentang perpustakaan digital Puslata UT berasal informasi yang di berikan dari pelatihan, sambutan rektor, dari web UT dan teman sesama dosen. Sedangkan tempat mengakses sebagian besar di lakukan di Kantor UT.

2. Pemanfaatan Perpustakaan Digital Puslata UT oleh Dosen UT

Pertanyaan mengenai sejauhmana pemanfaatan perpustakaan digital Puslata UT oleh para dosen UT yang meliputi dari 8 pertanyaan yaitu tujuan mengakses, informasi yang dicari, infromasi yang paling sering dicari, pemanfaatan layanan koleksi digital, koleksi digital yang sering di cari, pemanfaatan katalog on-line dan informasi yang paling sering dicari di katalog on-line dari perpustakaan digital Puslata UT.

1.1. Tujuan Mengakses Layanan Perpustakaan Digital Puslata UT

Dari responden yang menjawab mengetahui tentang perpustakaan digital Puslata UT atau sebanyak 64 responden. Diberikan keleluasaan dalam jawaban, sehingga responden bisa memilih lebih dari satu jawaban. Tujuan mengakses layanan perpustakaan digital Puslata UT berdasarkan data di atas menunjukkan beragamnya jawaban, hampir setengahnya akses layanan perpustakaan digital ditujukan untuk mendukung penelitian yang sedang dilakukan sebanyak 60 jawaban (31%),  kemudian diikuti untuk memperkaya pengetahuan sebanyak 38 jawaban (20%), dan meskipun persentasenya sedikit dapat terlihat sebagian kecil menulis BMP sebanyak 21 jawaban (11%), sebagai hiburan sebanyak 5 jawaban (2%), mempersiapkan tutorial tatap muka sebanyak 11 jawaban (6%), mempersiapkan tutorial online sebanyak 20 jawaban  (10%), mempersiapkan tutorial melalui radio, televisi dan media massa sebanyak 5 jawaban (3%), menulis buku ajar sebanyak 11 jawaban (6%), membuat diktat sebanyak 1 jawaban (0,5%), menulis naskah tutorial sebanyak 11 jawaban (6%), merancang program studi sebanyak 4 jawaban (2%), dan diperuntukkan untuk lainnya sebanyak 4 jawaban (2%). Dapat disimpulkan bahwa hampir setengahnya tujuan para dosen mengakses layanan perpustakaan digital Puslata UT dimaksudkan untuk melakukan penelitian yang sedang dilakukan, dan diikuti untuk memperkaya pengetahuan.

1.2. Informasi Yang Dicari Dari Layanan Perpustakaan Digital Puslata UT

Tabel di bawah ini akan menunjukkan informasi yang dicari oleh dosen dari layanan perpustakaan digital Puslata UT.  Responden yang mengisi adalah responden yang telah mengetahui layanan perpustakaan digital Puslata UT atau sebanyak 64 responden, dan diberikan keleluasaan dalam jawaban, sehingga bisa memilih lebih dari satu jawaban. Informasi yang dicari dari layanan perpustakaan digital Puslata UT  beraneka ragam, meskipun persentase yang sedikit  terlihat sebagian kecil untuk buku materi pokok sebanyak 22 jawaban (15%), katalog (penelusuran koleksi) sebanyak 22 jawaban (15%) , open coursewere sebanyak 18 jawaban (13%), ITV-UT sebanyak 15 jawaban (11%), galeri sebanyak 10 jawaban (7%), koleksi digital sebanyak  20 jawaban (14%), dan yang menjawab lainnya sebanyak 2 jawaban (1,4%).dan hampir setengahnya dicari untuk layanan referensi sebanyak 33 jawaban (23%).
Sehingga dapat disimpulkan, hampir setengah jawaban dosen UT banyak mencari informasi dari layanan perpustakaan digital Puslata UT di peruntukkan sebagai referensi. Hal ini sejalan dengan tujuan mengakses perpustakaan digital Puslata UT pada diagram 5 yang sebagian besar dipergunakan untuk melakukan dan mendukung penelitian serta memperkaya pengetahuan.

1.3. Pemanfaatan Layanan Perpustakaan Digital Puslata UT Yang Paling Sering Di Akses.

Berbagai variasi jawaban. Sebagian besar sebanyak 18 orang (28%) paling sering mengakses referensi, dan sebanyak 27 orang (42%) tidak memberikan jawaban. Sebagian kecil  sebanyak 4 orang (6%) paling sering mengakses BMP, sebanyak 6 orang (10%) paling sering mengakses katalog, sebanyak 2 orang (3%) paling sering mengakses open coursewere, sebanyak 2 orang (3%) paling sering mengakses ITV-UT, sebanyak 2 orang (3%) paling sering mengakses galeri, sebanyak 1 orang (2%) paling sering mengakses koleksi digital, sebanyak 2 orang (3%) mengakses lainnya, dan Dari data di atas dapat disimpulkan, layanan menu perpustakaan digital Puslata UT yang paling disering di akses adalah referensi.

1.4. Pemanfaatan Layanan Koleksi Digital

Sebagian besar reponden memanfaatkan layanan koleksi digital sebanyak 52 orang (81%), sedangkan sebagian kecil sebanyak 12 orang (19%) menyatakan tidak memanfaatkan layanan koleksi digital Puslata UT. Dapat disimpulkan sebagian besar dosen telah memanfaatkan layanan koleksi digital, dan hanya sebagian kecil tidak memanfaatkan layanan koleksi digital Puslata UT.

1.5. Informasi Yang Di Cari Dari Layanan Koleksi Digital Puslata UT

Tabel di bawah ini akan menunjukkan informasi yang di cari dari layanan koleksi digital Puslata UT dari responden yang menjawab memanfaatkan layanan koleksi digital Puslata UT atau sebanyak 52 reponden. Diberikan keleluasaan dalam jawaban, sehingga bisa memilih lebih dari satu jawaban. Memaparkan sebagian kecil  informasi yang dicari dari layanan koleksi digital berupa e-book sebanyak 21 jawaban (14%), tesis sebanyak 15 jawaban (10%), disertasi sebanyak 8 jawaban (5%), prosiding sebanyak 10 jawaban (6%), makalah seminar sebanyak 17 jawaban (11%), arsip sebanyak 5 jawaban (3%), kliping humas UT sebanyak 5 jawaban (3%), penelitian sebanyak 39 jawaban (25%), hampir setengahnya informasi yang dicari dari artikel sebanyak 35 jawaban (23%),

Disimpulkan, informasi yang dicari dari layanan koleksi digital Puslata UT sebagian besar berupa artikel dan penelitian,

1.6. Koleksi Digital Puslata UT Yang Lebih Sering Diakses

Sebagian kecil menjawab koleksi digital paling sering diakses adalah  mengakses e-book (5%), tesis (2%), prosiding (2%), makalah seminar (2%), kliping humas (2%) dan arsip (6%). Hampir setengahnya menjawab koleksi digital yang paling sering di akses adalah penelitian (31%) dan artikel (21%) Disimpulkan, layanan koleksi digital perpustakaan Puslata UT yang paling disering di akses adalah koleksi penelitan.

1.7. Pemanfaatan Katalog Online

Dari responden yang mengetahui perpustakaan digital Puslata UT atau sebanyak 64 orang, memberikan jawaban tentang pemanfaatan katalog on line sebagai berikut: a) sebagian besar mamanfaatkan katalog on line atau sebanyak 46 orang (71,9%), b) sebagian kecil tidak memanfaatkan atau sebanyak 16 orang (25%) dan sisanya responden tidak memberikan jawaban sebanyak 2 orang (3,1%).

Disimpulkan sebagian besar dosen memanfaatkan katalog on line yang ada di perpustakaan digital Puslata UT, hanya sebagian kecil yang tidak memanfaatakan katalog on line.

1.8. Informasi Yang Dicari Melalui Katalog Online

Sebagian kecil informasi yang sering dicari adalah disertasi sebanyak 3 jawaban (3%), dokumen sebanyak 7 jawaban (8%), tesis sebanyak 6 jawaban (6%), buku teks sebanyak 19 jawaban (21%), informasi yang dicari dari buku materi pokok sebanyak 13 jawaban (14%), penelitian sebanyak 20 jawaban (22%). Hampir setengahnya memberikan jawaban referensi sebanyak 24 jawaban (26%) menjawab informasi yang di cari dari katalog online. Dapat disimpulkan kebanyakkan informasi yang dicari dari katalog online berdasarkan responden yang menjawab hampir setengahnya mencari informasi mengenai referensi dan penelitian.

Berdasarkan tujuan penelitian mengenai sejauhmana pemanfaatan perpustakaan digital Puslata UT oleh para dosen menunjukkan sebagian besar dosen telah memanfaatkan perpustakaan digital dengan tujuan memperkaya pengetahuan, mendukung penelitan yang sedang dilakukan serta dipergunakan untuk menulis buku materi pokok/modul dengan memanfaatakan layanan koleksi digital dan katalog online perpustakaan digital Puslata UT.

2. Frekuensi Pemanfaatan Perpustakaan digital Puslata UT

Tujuan penelitian yang ketiga adalah melihat tentang frekuensi pemanfaatan perpustakaan digital puslata UT oleh dosen-dosen UT di kantor pusat. Pertanyaan yang terkait dengan frekuensi pemanfaatan perpustakaan digital Puslata UT terdapat 2 pertanyaan, dengan rincian sebagai berikut

2.1. Frekuensi Mengunjungi Website Perpustakaan Digital Puslata UT

Sebagian besar sebanyak 44 orang (69%) mengunjungi website perpustakaan digital Puslata 1-2 kali dalam seminggu, sebagian kecil sebanyak 4 orang (6%) mengunjungi 3-4 kali dalam seminggu, sebanyak 5 orang (8%) mengunjungi 5-6 kali dalam seminggu, sebanyak 1 orang (1%) mengunjungi lebih dari 7 kali, sedangkan yang tidak pernah mengunjungi dalam seminggu sebanyak 7 orang (11%), dan tidak menjawab sebanyak 3 orang (5%).

Dari 64 responden yang memanfaatkan perpustakaan digital, diperoleh data tentang frekuensi mengunjungi website perpustakaan digital Puslata UT dalam seminggu sebagian besar mengunjungi 1-2 kali sebanyak 69%. Hal ini menunjukkan dosen-dosen UT sebagian besar mengunjungi perpustakaan digital Puslata UT 1-2 kali dalam seminggu.

2.2. Frekuensi Mengakses Koleksi Digital

Diketahui frekuensi mengakses koleksi digital Puslata sebagian besar  sebanyak 37 orang (71%) menjawab 1-2 kali mengakses koleksi digital Puslata UT, sebagian kecil sebanyak 1 orang (2 %) menjawab 3-4 kali, sebanyak 3 orang (6%) menjawab 5-6 kali, sebanyak 1 orang (2%) menjawab lebih dari 7 kali, sebanyak 3 orang (6%) menjawab tidak pernah dan sebanyak 7 orang (13%)  tidak menjawab. Dapat disimpulkan dari data di atas, frekuensi mengakses koleksi digital Puslata dalam seminggu paling banyak di akses 1-2 kali di akses.  Dari 54 responden yang memanfaatkan layanan koleksi digital, menunjukkan sebagian besar para dosen UT mengakses koleksi digital dalam seminggu 1-2 kali. Berdasarkan tujuan penelitian mengenai frekuensi pemanfaatan perpustakaan digital Puslata UT oleh dosen-dosen UT di kantor pusat menunjukkan sebagian besar dosen mengakses website dan layanan koleksi digital Puslata UT dalam seminggu sebanyak 1-2 kali.

3. Kendala Yang Dihadapi Dalam Penggunaan Perpustakaan Digital Puslata UT

Tujuan penelitian berikutnya adalah mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam penggunaan perpustakaan digital Puslata UT, terdapat  satu pertanyaan terbuka terkait dengan kendala yang dihadapi. Berbagai pendapat disampaikan dan diutarakan oleh responen terkait dengan kendala yang dihadapi saat mengakses perpustakaan digital Puslata UT, sebanyak  34 (53,1%) responden dari 64 responden memberikan jawaban tentang kendala yang dihadapi dalam penggunaan perpustakaan  digital Puslata UT yang dirangkum sebagai berikut :  1) Terdapat 10 (30%) responden yang menyatakan tidak ada kendala     dalam mengakses perpustakaan digital Puslata UT. 2) Terdapat 12 (35%) responden yang menyatakan ada kendala dalam jaringan yang ada termasuk lambatnya akses, lamanya mendownload file yang ada, sering errornya website UT . 3)Terdapat  12 (35%) responden yang mengalami kendala dalam mencari  koleksi digital yang mereka cari di perpustakaan digital Puslata UT. Kendala tersebut meliputi  Kendala adanya keterbatasan koleksi digital dalam berbagai bidang antara lain bidang fisika, matematika dan komunikasi termasuk belum meluasnya informasi mengenai jurnal-jurnal yang dilanggan UT, disamping itu adanya kendala kurangnya  jumlah koleksi digital yang ada. Termasuk seringnya kata kunci yang dimasukkan/dicari tidak ada. Dapat disimpulkan kendala yang dihadapi oleh dosen-dosen UT dikantor pusat, sebagian besar terkait dengan kendala jaringan dan kendala konten atau isi dari koleksi digital yang terbatas.

4. Tanggapan dosen terhadap perpustakaan digital Puslata UT

Tujuan terakhir adalah mengenai tanggapan dosen terhadap perpustakaan digital Puslata UT, terdapat 4 pertanyaan yang terdiri dari 3 pertanyaan tertutup dan satu pertanyaan terbuka. Dengan mengetahui tanggapan dosen diharapkan dapat memberikan masukan dan kritikan terhadap perkembangan perpustakaan digital Puslata UT

4.1. Pendapat Tentang Layanan Digital Perpustakaan Puslata

Diketahui bahwa hampir setengahnya responden yang menjawab sangat penting sebanyak 18 orang (28%), sebagian besar  responden menjawab penting sebanyak 33 orang (51%), sebagian kecil responden menjawab biasa saja sebanyak 10 orang (16%), menjawab tidak penting sebanyak 1 orang (2%), dan yang tidak menjawab sebanyak 2 orang (3%).

Dapat dilihat informasi yang terdapat pada layanan digital perpustakaan UT sebagian besar dosen-dosen UT mengatakan penting. Sedangkan hampir setengahnya mengatakan sangat penting.

4.2. Petunjuk Informasi Yang Disajikan Pada Website Perpustakaan Digital Puslata UT

Responden pada umumnya sebanyak 60 orang (94%) mengatakan petunjuk informasi yang disajikan pada website perpustakaan digital Puslata UT mudah dipahami. Sebagian kecil responden sebanyak  1 orang (1%) mengatakan tidak dan sebanyak 3 orang (5%) tidak menjawab.

4.3. Pemenuhan Kebutuhan Data Melalui Perpustakaan Digital Puslata UT

Menunjukkan sebagian besar sebanyak 43 responden (67%) menunjukkan terpenuhinya kebutuhan data dan informasi melalui perpustakaan digital Puslata UT, sedangkan sebagian kecil sebanyak 15 responden (24%) menyatakan tidak, dan yang tidak menjawab sebanyak 6 responden (9%).

Dari tabel tersebut, dapat disimpulkan sebagian besar responden menyatakan terpenuhinya kebutuhan dalam mencari data dan informasi melalui perpustakaan digital Puslata UT.

4.4. Pendapat Responden Terhadap Layanan Perpustakaan Digital Puslata UT

Berdasarkan hasil pendapat yang dikumpulkan dari kuesioner yang ada, terdapat 44 responden (69%) dari 64 responden yang mengetahui Perpustakaan digital UT, memberikan pendapat mengenai layanan perpustakaan digital Puslata UT sebagai berikut :
– Sebanyak 25 responden (57%) menyatakan baik, cukup baik, bagus terhadap layanan perpustakaan digital Puslata UT.
– Sebanyak 12 responden (27%) berpendapat sebaiknya adanya penambahan jumlah referensi, e-book, e-jurnal, penelitian, artikel digital, dan penambahan variasi isi koleksi digital .
– Sebanyak 7 responden (7%) berpendapat perlu adanya peningkatan tampilan, perbaikan-perbaikan terhadap penampilan dan link-link yang disediakan oleh perpustakaan digital Puslata UT.

Diketahui bahwa pendapat dosen tentang layanan perpustakaan digital mengatakan sebagian besar mengatakan bagus, cukup baik tetapi perlu adanya penambahan jumlah koleksi digital dan perlu adanya perbaikan terhadap penampilan dan link-link yang tersedia dalam perpustakaan digital Puslata UT. Kesimpulan dari tujuan penelitian mengenai tanggapan dosen terhadap perpustakaan digital Puslata UT dapat dikatakan sebagian besar dosen mengatakan layanan perpustakan digital Puslata UT bagus, serta cukup baik dan sebagian besar informasi yang ada di layanan perpustakaan digital UT penting hal ini tergambar dari sebagian besar dosen telah  terpenuhinya dalam mencari data dan informasi melalui perpustakaan digital Puslata UT.

Simpulan dan Saran

Simpulan

Dari uraian dan penjelasan penulis pada bab sebelumnya maka penulis memberikan beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian tentang Pemanfaatan Perpustakaan Digital Puslata UT (studi pemanfaatan perpustakaan digital Puslata UT oleh para dosen di kantor pusat Universitas Terbuka) sebagai berikut :

1. Pengisi kuisioner sebagian besar dosen dari FKIP yang diikuti oleh dosen dari Fisip, dan sebagian kecil dari PPS. Sedangkan jabatan dan golongan sebagaian besar adalah dosen yang bergolongan III/a s.d. III/d, hanya sebagian kecil dari golongan IV/a ke atas.

2. Para dosen UT pada umumnya telah mengetahui perpustakaan digital Puslata UT, yang berasal sebagian besar dari informasi yang di berikan dari pelatihan, sambutan rektor, dari web UT dan teman sesama dosen, sebagian besar para dosen mengakses di Kantor UT.

3. Para dosen sebagian besar telah memanfaatkan perpustakaan digital dengan tujuan mendukung penelitan yang sedang dilakukan serta dipergunakan, memperkaya pengetahuan untuk menulis buku materi pokok/modul dengan memanfaatakan layanan koleksi digital dan katalog online perpustakaan digital Puslata UT.

4. Frekuensi pemanfaatan perpustakaan digital Puslata UT oleh para dosen UT di kantor pusat menunjukkan sebagian besar dosen mengakses website dan layanan koleksi digital Puslata UT dalam seminggu sebanyak 1-2 kali.

5. Kendala yang dihadapi oleh  para dosen UT dikantor pusat terhadap perpustakaan digital Puslata UT sebagian besar terkait dengan kendala jaringan dan kendala konten atau isi dari koleksi digital yang terbatas.

6. Tanggapan dosen terhadap perpustakaan digital Puslata UT sebagian besar dosen mengatakan layanan perpustakan digital Puslata UT bagus, serta cukup baik dan sebagian besar informasi yang ada di layanan perpustakaan digital UT penting hal ini tergambar dari sebagian besar dosen telah  terpenuhinya dalam mencari data dan informasi melalui perpustakaan digital Puslata UT.

Saran

Saran-saran yang diberikan diberikan oleh penulis terkait dengan hasil penelitian ini serta terdapat juga saran-saran dari para responden yang mengisi kuesioner penelitian ini. Saran-saran tersebut sebagai berikut :

1. Perlu adanya penelitian lanjutan tentang perpustakaan digital Puslata UT secara spesifik.

2. Dalam pelaksanaan keseharian, perlu adanya penambahan bandwith terhadap jaringan internet yang ada di Puslata UT guna memudahkan pengunjung melakukan akses, download dan pencarian informasi secara cepat.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhamad. Penelitian Pendidikan, Prosedur dan Strategi. Bandung : Bina Aksara, 1987

Arikunto, Suharisni. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta, 20017

Arikunto, Suharisni. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta : Rineka, 1992

Chowdhury, GG dan Chowdhury, Sudatta. Introduction to digital libraries. London : Facet Publising, 2003

Departemen Pendidikan Nasional. Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional, 2005

Irawan, Prasetya. Logika dan Prosedur Penelitian. Jakarta : STIA-LAN, 1999

Pendit, Putu Laxman. Dkk, Perpustakaan Digital : Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Jakarta : Universitas Indonesia : 2005

Pendit, Putu Laxman. Perpustakaan Digital dari A sampai z, Jakarta : Cita Karyakarsa Mandiri, 2008

Pendit, Putu Laxman. Makalah “Perpustakaan Digital : Sejarah Perkembangan, Konsep dan Model Dasar”. Surabaya : Universitas Kristen Petra, 2008

Peoerwadarmit, WJS. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 2003

Perpustakaan Nasional RI. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, 2010

Royandiah, ida dkk, Kajian Perpustakaan digital dalam rangka mewujudkan perpustakaan digital Universitas Terbuka. Jakarta : Universitas Terbuka,  2010

Said, Asnah, ed. Perkembangan Universitas Terbuka : Perjalanan Mencari Jati diri menuju PTJJ Unggulan, Jakarta : Universitas Terbuka, 2007

Saleh, Abdul Rahman Saleh dan Fahidin Manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jakarta : Universitas Terbuka, 2008

Sudijono, Anas. Pengantar Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo, 1997

Sukandarrumidi.  Metodologi penelitian. Yogyakarta : Gadjah Madha University Press, 2004

Sulistyo-Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Gramedia, 1991

Sulistyo-Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Universitas Terbuka, 2010

Universitas Terbuka, Katalog Universitas Terbuka 2011. Jakarta : Universitas Terbuka, 2011

Universitas Terbuka, Laporan Kerja Tahunan Rektor 2010. Jakarta : Universitas Terbuka, 2010

Universitas Terbuka, Pusat Layanan Pustaka, : Data Statistik Pengunjung Perpustakaan Digital Puslata UT “Diakses pada tanggal 1 Juli 2011 dari http://pustaka.ut.ac.id/webalizer

Universitas Terbuka, Laporan Kegiatan 2010. Jakarta : Universitas Terbuka , 2010

Universitas Terbuka, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, Nomor 123/o/2004/ Tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Terbuka. Jakarta : Universitas Terbuka, 2004

Wasito, Hermawan. Pengantar Metodologi Penelitian : Buku Pedoman Mahasiswa, Jakarta : Gramedia Pustaka, 1992

Winardi SE. Pengantar Metodologi Research, Bandung : Alumni, 1982

Sudijono, Anas Sudijono, Pengantar Pendidikan, Jakarta : Raja Grafindo, 1997

Wasito, Hermawan. Pengantar Metodologi Penelitian : Penelitian : Buku Pedoman Mahasiswa, Jakarta : Gramedia Pustaka, 1992