Pengembangan Kosakata Terkendali Pada Koleksi Kitab Kuning

Pendahuluan
Perkembangan koleksi di Perpustakaan Perguruan Tinggi dirasakan semakin meningkat, seiring dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, sosial dan agama. Menurut Tofler (1980) menafsirkan lebih dari satu dasarwarsa yang lalu, bahwa di Amerika setiap tahunnya pihak pemerintah membuat 100.000 laporan, ditambah 450.000 artikel, buku, dan laporan yang bersama-sama terbit. Jika diperhitungkan seluruh dunia tingkat penerbitannya setiap tahunnya, ia memperkirakan sebanyak 60 juta halaman.
Begitu pula dengan koleksi berbahasa Arab atau dikenal dengan kitab kuning semakin meningkat jumlah yang digunakan sebagai bahan ajar di perguruan tinggi dan pondok pesantren. Perkembangan koleksi tersebut didukung bantuan hibah berupa koleksi berbahasa Arab dari negara Arab seperti Iran,
Arab Saudi melalui program bantuan Iran Corner, Saudi Arabia Corner.
Koleksi kitab kuning tersebut memiliki karakteritik tersendiri dibandingkan dengan koleksi lain yang berbahasa asing seperti halnya bahasa Inggris. Karakteristik yang dimaksud adalah: (1) judul koleksi Kitab kuning banyak yang tidak mencerminkan pokok bahasan kitab, (2) pengarang kitab kuning memiliki banyak variasi, misalnya nama ishm, nama laqob, nama diri dan lain-lain, dan (3) ditulis dengan bahasa Arab tanpa harokat (Bruinessen, 1990)
Berdasarkan karakeristik tersebut, ragam koleksi kitab kuning perlu diorganisir dengan baik sesuai dengan standar yang benar, dengan menggunakan akses titik temu yang memudahkan bila disimpan dan ditemukan kembali (storage and retrieval information). Salah satu titik akses sangat membantu dalam penelusuran dokumen kitab kuning di perpustakaan adalah melalui pendekatan titik akses subjek dokumen. Agar supaya titik akses subyek menjadi efektif dalam penggunaannya, perlu proses pengawasan terhadap pemilihan kosakata terkendali yang sesuai dengan pokok bahasan dokumen.
Hal ini sesuai dengan pendapat Chowdhury (2007:4) yang mengatakan bahwa pengelolaan dokumen di perpustakaan perlu dibarengi dengan proses pengawasan atau pengendalian terhadap bentuk kosa kata yang dipilih, karena kelancaran dan keberhasilan proses temu kembali informasi (retrieval) sangat dipengaruhi oleh keseragaman dan konsistensi dalam bentuk-bentuk kosakata sebagai tajuk subyek yang dipilih sesuai dengan prinsip-prinsip penggunaannya.
Dengan adanya keseragaman dan konsistensi dalam pemilihan kosa kata terkendali, maka dokumen yang berupa koleksi kitab kuning dapat ditemukan dengan satu istilah yang seragam dalam kartu katalog perpustakaan. Hal ini juga sesuai dengan pendapat CannCasciato (2003) bahwa tujuan pengawasan atau pengendalian kosa kata terkendali adalah untuk membantu pengguna perpustakaan agar bisa menemukan koleksi bahan pustaka dengan cepat dan mudah melalui bahasa alami yang diketahuinya ke istilah yang digunakan (kosa kata terkendali). Chowdhury (2004) juga menekankan bahwa kosa kata yang terkendali akan memperbesar kemungkinan untuk terjadinya kesusaian (match), memungkinkan pengindeks taat azaz (konsisten) dalam memilih istilah, memungkinkan kesamaan istilah carian antara pengindeks dan penelusur, dan memungkinkan untuk memperluas atau mempersempit penelusuran.
Pendapat Chowdhury tersebut sesuai dengan realita di lapangan, bahwa dijumpai ada katalog perpustakaan yang menggunkan dua kosakata terkendali dalam satu pokok bahasan pada satu domunen, misalnya SALAT DAN SHOLAT; AL FURQON DAN AL QUR’AN dan seterusnya, maka entri katalog untuk dokumen mengenai pokok bahasan yang sama akan terpencar di beberapa tempat dalam katalog. Disamping itu untuk subyek yang sama juga tidak akan berkumpul, misalnya HADIS, AHLI dan HADIS – BIOGRAFI, Sebagai pencegahan jangan sampai terjadi hal-hal yang disebut di atas, maka perlu dilakukan subject authority control yaitu pengawasan atau pengendalian terhadap kosa kata terkendali sebagai titik temu (access points) yang digunakan dalam katalog perpustakaan, agar tidak merugikan proses temu kembali informasi.
Ansor (2011) pernah melakukan suatu penelitian tentang subject authority control di Perpustakaan Sekolah Tinggi Kuliyyatul Qur’an Depok Jawa Barat dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Hasil penelitian tersebut, menunjukkan bahwa pelaksanaan pengawasan pada kosakata terkendali koleksi kitab kuning tidak dilaksanakan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan temuan bahwa dalam penggunaan kosakata terkendali untuk katalog perpustakaan, dijumpai ada yang tidak seragam atau tidak konsisten. Kosakata yang dimaksud adalah (1) Akhlaq dengan Akhlak; Al – Quran dengan Al Quran, Alquran; (2) Alquran – tafsir dengan Al-Quran – tafsir, Quran – tafsir, Tafsir; (3) Bahasa Arab – Nahwu dengan Bahasa Arab – Nahwu Shorof, Bahasa Arab – Shorof, Bahasa Arab – Tata Bahasa, Tata Bahasa Arab; (4) Fiqh dengan Fiqih; (5) Hadis dengan Hadits; (6) Hukum Perkawinan dengan Hukum perkawinan (Islam), Nikah, Pernikahan; (7) Al Quran – Tajwid dengan Tajwid; (8) Islam – Sejarah dengan Tarikh Islam, Sejarah Islam; (9) Ulumul Quran dengan Alquran, Ilmu; (10) Ushul Fiqhdengan Ushul Fiqih; (10) Islam – Biografi dengan Ahli, hadis, Hadis, ahli – biografi; (11) Islam sebagai pedoman hidup dengan Islam pedoman hidup; (12) Sirah Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Muhammad SAW- Biografi.
Hasil observasi yang dilakukan Ansor (2012) dalam penelitiannya, dijelaskan bahwa ketidak seragaman dalam penentuan kosakata terkendali, salahsatunya disebabkan ketidak tepatan dalam menggunakan buku pedoman yang digunakan dalam penentuan kosakata terkendali, Hal menyebabkan indexer tidak bisa taat azaz dalam pemilihan kosakata yang tepat, dan tidak bisa mengontrol kosakata sinonim, homograf dan menghubungkan istilah berdasarkan makna.
Oleh karena itu peneliti merasa urgen untuk meneliti pengembangan kosakata terkendali pada koleksi kitab kuning untuk pemberdayaan dan buku pedoman dalam pengelolaan koleksi kitab kuning di Perguruan Tinggi.
Sesuai dengan rumusan masalah yang ditentukan, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Mendeskripsikan penggunaan kosakata terkendali koleksi kitab kuning di perpustakaan Perguruan Tinggi di Kota Malang. (2) Mendeskripsikan eksplorasi data kosakata terkendali pada koleksi kitab kuning di Perpustakaan Perguruan Tinggi di Malang. (3) Mendeskripsikan konsep-konsep pembuatan pedoman merancang draft pengembangan kosakata terkendali pada koleksi kitab kuning sebagai bahan untuk membuat draft pengembangan kosakata terkendali yang diuji skala terbatas.

Metode Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun rancangan penelitian yang digunakan adalah bersifat eksperimental, yaitu dengan cara mengeksplorasi kosakata terkendali pada koleksi kitab kuning yang digunakan pada katalog perpustakaan di perguruan tinggi di kota Malang.
Langkah-langkah dilakukan adalah: (1) melakukan studi pendahuluan untuk mengetahui gambaran deskriptif penggunaan kosakata terkendali pada katalog perpustakaan, (2) mengeksplorasi kosakata terkendali pada kitab kuning, (3) membuat draft daftar kosakata terkendali kitab kuning.
Sumberdata dalam penelitian ini adalah kitab kuning yang dimiliki perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang. Perpustakaan yang dijadikan sampel penelitian adalah: (1) Universitas Negeri Malang, (2) Universitas Brawijaya, (3) UIN Maliki Malang, (4) STAI Ma’had Aly Al Hikam Malang.

Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hasil Penelitian
Pada penelitian tahap I, ada 3 tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan rumusan masalah yang ditetapkan dalam penelitian ini, yakni. (1) deskripsi penggunaan kosakata terkendali kitab kuning yang dipakai di perpustakaan perguruan tinggi negeri dan swasta di kota Malang, (2) deskripsi eksplorasi kosakata terkendali pada koleksi kitab kuning, (3) deskripsi konsep-konsep pembuatan pedoman merancang draft pengembangan kosakata terkendali pada koleksi kitab kuning sebagai bahan untuk membuat draft pengembangan kosakata terkendali yang diuji dalam skala terbatas.

Penggunaan Kosakata Terkendali Kitab Kuning di Perpustakaan Perguruan Tinggi di Kota Malang

1. Deskripsi Perguruan Tinggi di Kota Malang yang Menggunakan Kosakata Terkendali Tidak Sesuai dengan Ejaan Bahasa yang Baku

Penggunaan kosa kata terkendali kitab kuning di perpustakaan perguruan tinggi hendaknya menggunakan ejaan yang baku yang sesuai dengan kaidah bahasa yang benar dan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Agar kosakata terkendali yang terpilih menjadi seragam dalam satu istilah, hendaknya para indekser di perpustakaan dalam penulisan kosakata terkendali pada katalog perpustakaan menggunakan pedoman transliterasi.
Ketidakbakuan dalam penulisan kosakata terkendali akan mempengaruhi hasil pemerolehan penelusuran dokumen kitab kuning dan ketepatan dalam penelusuran dokumen kitab kuning di Perpustakaan.
Berikut deskripsi Kosakata Terkendali yang Tidak Sesuai dengan Ejaan Bahasa yang Baku di perpustakaan Perguruan Tinggi di Kota Malang

Tabel 1 memberi gambaran bahwa di perpustakaan UM ditemukan kosakata terkendali yang tidak menggunakan bahasa baku adalah Hadis dan Fikih; Di Perpustakaan UB ditemukan kosakata terkendali yang tidak menggunakan bahasa baku adalah Al-Qur’an, Hadis, Aqaid dan ilmu kalam, Fikih, Akhlak, Sosiologi Islam, Pergerakan Islam, Aliran dan sekte Islam, sejarah, tarikh dan biografi. Di Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ditemukan kosakata terkendali yang tidak menggunakan bahasa baku adalah Hadis, Aqaid dan ilmu kalam, Hukum Islam, aliran dan sekte islam, Di Perpustakaan STAI Ma’had Aly Al Hikam ditemukan kosakata terkendali yang tidak menggunakan bahasa baku adalah Hadis, Aqaid dan ilmu kalam, hukum Islam, dan akhlak.
Kosakata terkendali hadis yang tidak baku yang ditemui di beberapa perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang adalah Hadits, Hadith. Kosakata Fikih yang tidak baku ditemukan di perpustakaan adalah Fiqh, Fiqih, Fiqihi, Islamic Law. Kosakata terkendali Qur’an adalah Koran, Al-qur’an, alqur’an. Kosakata terkendali Akhlak yang tidak baku ditemukan di perpustakaan adalah Etika Islam, Akhlaq
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ketidakbakuan kosakata terkendai yang digunakan oleh beberapa perpustakaan disebabkan (1) perpustakaan tidak memiliki daftar kosakata khusus bidang agama islam atau koleksi berbahasa Arab sebagai pedoman dalam menentukan kosakata terkendali, (2) menggunakan daftar kosakata berbahasa Inggris, contohnya Library of Conggres Subject Heading, (3) Daftar Kosakata yang digunakan bersifat umum, misalnya Daftar Tajuk Subyek yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional (4) tidak menggunakan Daftar Tajuk Subyek sama sekali.
Hal ini berarti perpustakaan di perguruan tinggi di Kota Malang masih belum menggunakan standar yang baku dalam mengelola koleksi kitab kuning yang dimilikinya. Standar ini sebagai acuan tentang manajemen perpustakaan yang berlaku pada perpustakaan perguruan tinggi negeri maupun swasta yang meliputi universitas, institute, sekolah tinggi, akademi, politeknik dan perpustakaan perguruan tinggi lainnya. (BSNI, 2009).
Standar yang dimaksud adalah berupa buku pedoman yang digunakan dalam menentukan subjek dokumen kitab kuning yang mengatur tentang prinsip-prinsip penggunaannya termasuk pedoman transliterasi yang digunakan.
Karena tidak menggunakan standar yang baku, maka kosakata terkendali pada katalog perpustakaan akan muncul berbagai istilah untuk koleksi kitab kuning yang membahas dokumen yang sama, misalnya dokumen kitab kuning tentang fikih, maka dimungkinkan muncul kosakata terkendali pada katalog perpustakaan kosakata: Fikih, Fiqh, Fiqih, Fiqihi. Kosakata yang bervariasi akan merugikan bagi pemakai yang akan menelusur dokumen kitab kuning tentang “Fikih”, karena dokumen yang dibutuhkan tidak akan muncul semua dalam katalog perpustakaan.
Permasalahan lain yang ditemukan adalah perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang dalam pemilihan kosakata terkendali, ada yang menggunakan pedoman berupa tajuk subyek untuk ilmu pengetahuan umum. Hal ini mengakibatkan kesalahan dalam pemilihan kosakata terkendali untuk koleksi kitab kuning, karena cakupannya bukan khusus bidang kajian Islam. Misalnya kosakata Qur’an, ditulis Koran (lihat di Library Conggres of Subject heading).

2. Deskripsi Kosakata Terkendali yang Tidak Seragam atau Tidak Konsisten

Kosakata terkendali yang digunakan dalam katalog perpustakaan diharuskan seragam, artinya bahwa satu istilah untuk semua dokumen kitab kuning yang membahas subyek yang sama. Agar supaya kosakata terkendali menjadi seragam, perlu adanya suatu pengawasan (subject authority control) dengan cara: (1) menjaga konsistensi dalam pemilihan kosakata terkendali, (2) memberikan pe-nunjukkan antar kosakata yang tidak digunakan ke kosakata terkendali yang digunakan dalam dalam katalog perpustakaan dan hubungan secara hirarkis antar kosakata terkendali.
Berikut deskripsi penggunaan kosakata terkendali yang tidak seragam di pada katalog perpustakaan perguruan Tinggi di Kota Malang.

Tabel 2 memberi gambaran bahwa di Perpustakaan UM ditemukan kosakata terkendali yang tidak seragam atau tidak konsisten adalah Hadis dan Fikih. Di Perpustakaan UB ditemukan kosakata terkendali yang tidak seragam atau tidak konsisten adalah Qur’an, Fikih, Akhlak. Di Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ditemukan kosakata terkendali yang tidak konsisten atau tidak seragam adalah Hadis, Fikih, akhlak. Di Perpustakaan STAI Ma’had Aly Al Hikam ditemukan kosakata terkendali yang tidak seragam atau tidak konsisten adalah akhlak.
Kosakata terkendali yang tidak seragam atau tidak konsisten adalah Hadis dengan Hadits; Fikih dengan Fiqh, Fiqih, dan Fiqihi; Qur’an dengan Alqur’an, Koran; Akhlak dengan Etika Islam, Akhlaq;
Berdasarkan hasil pengamatan dari observasi dan wawancara menunjukkan bahwa ketidak keseragam atau tidak konsisten kosakata terkendali di perpustakaan disebabkan beberapa hal, yakni: (1) perpustakaan tidak menggunakan daftar kosakata terkendali yang baku sebagai pedoman dalam menentukan kosakata terkendali yang akan digunakan salah satu access point dalam penelusuran informasi di perpustakaan; (2) tidak menggunakan buku pedoman dalam penentuan kosakata terkendali, sehingga kosakata yang digunakan bukan bahasa indeks tapi bahasa alamiah, (3) tidak dilakukan authority control subject yaitu pengawasan terhadap penggunaan kosakata terkendali dalam pembuatan katalognya.

3. Deskripsi Penggunaan Sistem Transliterasi
Di Perpustakaan UM dalam menentukan kosakata terkendali koleksi kitab kuning pada katalog perpustakaannya menggunakan transliterasi huruf arab ke huruf latin bahasa Indonesia, misalnya kosakata “Al Qur’an, Fiqih, Hadits, Akhlaq” dan seterusnya. Namun juga ditemukan beberapa kosakata terkendali untuk koleksi kitab kuning menggunakan tranliterasi SKB No. 158 Tahun 1987 dan No. 0543/U/1987, yakni : “Qur’an, Fikih, Hadis, Akhlak” dan seterusnya.
Di Perpustakaan UB dalam menentukan kosakata terkendali koleksi kitab kuning pada katalog perpustakaannya tidak menggunakan transliterasi huruf arab ke huruf latin bahasa Indonesia, dan tidak pula menggunakan tranliterasi SKB No. 158 Tahun 1987 dan No. 0543/U/1987, hal ini, karena pedoman yang digunakan dalam menentukan kosakata terkendali koleksi kitab kuning yang dimiliki menggunakan pedoman “Library Conggres of Subject Heading”. Daftar kosakata tersebut menggunakan bahasa Inggris, dan bersifat umum atau tidak spesifik khusus ke Islaman, misalnya: Koran, Hadith, Islamic Law, Islamic Ethics, Sufism, dan seterusnya.
Di perpustakaan UIN dalam menentukan kosakata terkendali koleksi kitab kuning kadang menggunakan transliterasi dari huruf arab ke bahasa Indonesia, namun kadang tidak menggunakan. Hal ini bisa dilihat bahwa kosakata terkendali untuk koleksi kitab kuning yang digunakan ada yang transliterasi ke bahasa arab, dan juga ditemukan kosakata terkendali untuk koleksi kitab kuning menggunakan bahasa asing, misalnya: Fiqh, Fikih, Fiqih, Fiqihi, Islam- Civil Society, Al Ilmu Al Balagha dan seterusnya. Melihat dari kosakata terkendali kitab kuning yang digunakan, menunjukkan perpustakaan dalam menentukan kosakata terkendali tidak menggunakan bahasa indeks melainkan bahasa alamiah, karena tidak menggunakan daftar kosakata terkendali sebagai pedoman dalam menentukan subyek dokumen.
Diperpustakaan STAIMA dalam menentukan kosakata terkendali koleksi kitab kuning mengguanakan transliterasi dari huruf arab ke huruf Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari kosakata terkendali untuk koleksi kitab kuning sebagai berikut: Alqur’an, Sholat, Fiqh. Hadits dan seterusnya. Namun juga ditemukan kosakata terkendali untuk koleksi kitab kuning menggunakan tranliterasi SKB No. 158 Tahun 1987 dan No. 0543/U/1987, yakni Hadis, Fikih, Akhlak dan seterusnya.
Pedoman transliterasi dalam pemilihan kosakata terkendali sangat penting, agar supaya kosakata yang terpilih sebagai wakil dokumen kitab kuning menggunakan kosakata yang seragam, artinya satu istilah untuk semua dokumen kitab kuning yang mempunyai pokok bahasan yang sama. Jadi apabila pedoman transliterasi digunakan, maka akan menguntungkan pemakai dalam penelusuran dokumen kitab kuning. Pemakai akan tuntas dalam penelusuran dokumen, artinya nisbah pemerolehan (recall racio) dan nisbah ketepatan (precesion rasio) betul-betul diperoleh sesuai dengan kebutuhan informasi yang diperlukan. Tuntutan bagi pengolah informasi untuk menggunakan pedoman translitrasi yang benar sesuai dengan saran yang disampaikan oleh Hostage (2005) yang menyatakan bahwa pustakawan yang baik adalah pustakawan yang selalu mengontrol penggunaan kosakata terkendali pada catalog perpustakaannya.

Eksplorasi Kosakata Terkendali pada Koleksi Kitab Kuning
Ekplorasi kosakata kitab kuning adalah pencarian atau penjelajahan untuk mencari perluasan kosakata pada koleksi kitab kuning yang menunjukkan subyek dokumen kitab kuning dengan aspek-aspeknya secara rinci. Kitab kuning yang dieksplorasi dalam penelitian ini meliputi (1) Qur’an dan ilmu yang berkaitan, (2) Hadis dan ilmu yang berkaitan, (3) Aqaid dan Ilmu kalam, (4) Fikih (Hukum Islam), (5) Akhlak dan Tasawuf, (6) Filsafat dan perkembangan Islam, (7) Pemurnian dan Pembaharuan Pemikiran, (8) Kebudayaan Islam, (9) Aliran dan sekte Islam, (1)) Sejarah Islam dan Biografi.
Eksplorasi kosakata pada koleksi kitab kuning menghasilkan hal-hal sebagai berikut: (1) kosakata yang spesisfik atau sempit, (2) kosakata yang seragam, (3) kosakata yang berhubungan dengan kosakata yang lain.

1. Kosakata Spesisfik atau Sempit
Eksplorasi pada koleksi kitab kuning akan menghasilkan kosakata yang lebih terperinci sesuai dengan aspek-aspeknya. Eksplorasi kosakata tersebut digunakan dalam katalog perpustakaan sebagai salah satu titik akses penelusuran dokumen kitab kuning melalui titik akses subjek dokumen. Tujuannya adalah agar pemakai bisa menemukan sumber dokumen secara spesifik dan tidak menggunakan istilah yang lebih luas. Suatu misal, bilamana seseorang mencari dokumen kitab kuning dengan subyek “Salat Tahajut”, maka diarahkan pada satu kosakata yang seragam, yakni “Salat Sunat”, bukan pada subjek yang lebih luas, yakni “Fiqih Ibadah”. Jadi pemilihan kosakata terkendali lebih sempit, sangat bermanfaat bagi pengguna dalam menelusur informasi kitab kuning, karena pemakai perpustakaan akan memperoleh nisbah ketepatan (precesion rasio) dan nisbah perolehan (recall ratio) yang sesuai dengan kebutuhannya
Berikut contoh hasil eksplorasi dari kosakata terkendali kitab kuning yang terkait dengan ruang lingkup Fiqih Ibadah.

Fiqih Ibadah
Bersuci
Tata Cara Bersuci
Wudhu
Tayamum
Mandi Junub
Menghilangkan najis dan kotoran
Najis Mukhaffafah
Najis Mutawassitah
Najis Mugholadzo
Jenis Air Bersuci
Air Hujan
Air Salju
Air Bersumber dari Mata Air
Air Laut
Air Zam-Zam
Salat
Salat Fardu
Isa’
Subuh
Dhuhur
Asar
Maghrib
Salat Jum’at
Salat Jenasah
Salat Sunat
Tahajut
Taubat
Hajat
Safar
Sunah Rawatib
Istiqo’
Witir
Salat Sunah Lainnya

2. Kosakata yang Seragam
Eksplorasi kosakata kitab kuning, juga menghasilkan kosakata terkendali yang seragam, misalanya kosakata Fiqh, Fiqih, Fiqihi, Fikih ditetapkan dengan istilah yang seragam, yakni “Fikih. Jadi, walaupun suatu dokumen kitab kuning menggunakan kosakata yang berbeda, misalnya Al Huda, Al Furqon, sementara dokumen kitab lain menggunakan istilah Al Qur’an, maka harus dipilih salah satu kosakata yang paling dikenal pemakainya, yakni “Qur’an”.
Penetapan dalam istilah kosakata kata yang seragam ini penting, karena tidak semua pemakai perpustakaan hafal dengan judul dan pengarang kitab kuning yang ada di perpustakaan. Menurut Chowdhury (2004) pemilihan kosakata yang seragam dalam katalog perpustakaan akan menghasilkan ketuntasan dalam penelusuran dokumen di perpustakaan.
Pemilihan kosakata yang seragam menurut Lancaster (2003) dirancang untuk: (1) mengontrol sinonim, (2) membedakan homograf, dan (3) menghubungkan istilah berdasarkan makna.
Penggunaan kosakata yang seragam dalam katalog perpustakaan dirasa sangat penting. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wilkes, Nelson pada tahun 1995 dalam CannCasciato (2003) yang menyatakan bahwa pengguna perpustakaan dalam pencarian dokumen informasi di perpustakaan lebih sering menggunakan pencarian subjek daripada judul dokumen.
Menurut Taylor (2004) ada beberapa prinsip yang dipegang dalam menciptakan kosa kata yang terkontrol, yakni: (1) Spesific VS geberal Terms; (2) Synonymous concepts; (3)Word form one word terms; (4) Sequence and form multi word terms and phrases; (5) Homographs and Homophones; (6) Abrevations and acronyms; (7) Popular Vs technical terms; Subdivision terms.
Berdasarkan uraian di atas memberi gambaran bahwa pemakaian kosakata terkendali yang seragam untuk koleksi kitab kuning, mutlak diperlukan. Hal ini disebabkan kitab kuning sebagaian besar judulnya tidak mencerminkan pokok bahasan melainkan menggunakan bahasa kiasan, misalnya Raudha al Tholibin yang dikarang oleh Abi Zakariyah Yahya bin Syaraf al Nawawi al Damsyiq kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah taman penuntut ilmu yang membahas Fiqih Mahzab Syafii.
Alasan lain adalah bahwa nama-nama pengarang kitab kuning kebanyakan adalah orang Arab termasuk dalam kategori nama yang cukup rumit dan banyak variasinya. Seseorang bisa memiliki lebih dari tiga nama sekaligus yang terdiri dari nama diri, kunyah (julukan), nama keluarga, atau nama yang menunjukkan asal dari pemilik nama itu. Berikut contoh nama Arab yang memiliki nama lebih dari tiga nama, yakni: Abu Abdullah Muhammad bin Idris Asy Syafii ; Imam Syafii Abu Abdullah Muhammad bin Idris ; Imam Abdullah Muhammad bin Idris as Syafii. Muhammad Ibnu Idris Ibnu Abbas Ibnu Ustman Ibn Syafii Ibn Sya’ib Ibn Ubaid Ibnu Abdi Yasid Ibnu Hasyim Ibn Mutholib Ibnu Abdi Manaf. Pengarang tersebut adalah asli orang Arab.(Ansor, 2011)

Kosakata yang Berhubungan Secara Hirarkhis
Eksplorasi kosakata terkendali pada koleksi kitab kuning menghasilkan kosakata yang berhubungan dengan kosakata lain secara hirarkhis. Hubungan kosakata secara hirarkhis ini akan menuntun pemakai perpustakaan untuk menemukan kosakata yang menujukkan dokumen kitab kuning yang memiliki subjek yang berdekatan pada katalog perpustakaan, sehingga pemakai akan memperoleh pengkayaan informasi yang baru yang masih ada kaitannya subjek yang dicarinya. Misalnya kosakata Nikah, ada kaitannya dengan kosakata Nusysus dan Syiqaq, Iddah, Rujuk, Hak dan kewajiban Suami Istri, Hukum Waris Islam. Agar supaya, pemakai mengetahui ada hubungan antara kosakata tersebut, maka dalam katalog perpustakaan perlu dibuatkan tanda penunjukan lihat juga, yang menunjukkan hubungan secara hirarkhis kosakata tersebut.
Berikut contoh hasil eksplorasi kosakata terkendali yang menunjukan secara hirarkhis hubungan antar kosakata terkendali.
Munakahat (Hukum Perkawinan)
Nikah
Rukun Nikah
Adanya calon suami
Adanya calon istri
Adanya Wali
Adanya 2 orang saksi
Adanya Ijab Kabul
Meminang
Mustahsimah
Lazimah
Wanita yang Haram Dinikah
Saudara sesusuan
Karena perkawinan
Pertalian muhrim dengan Istri
Keturunan
Wali
Wali Nazab
Wali Hakim
Susunan Wali
Wali Keberatan (wali Adlol)
Saksi
Mas Kawin
Ijab Kabul
Walimah Nikah
Khutbah Nikah
Poligami
Pernikahan Lain Agama
Adopsi

Nusyus dan Syqaq
Perceraian
Talaq
Khulu’
Ila’
Li’an
Zihar
Fasakh
Iddah
Ruju’
Hak dan kewajiban Suami Istri
Perbandingan Munakahat dengan Hukum Lain
Apek Munakahat

Merancang Draft Pengembangan KosakataTerkendali pada Koleksi Kitab Kuning dalam Bahasa Indeks
Agar supaya kosakata terkendali yang dihasilkan dari eksplorasi pada koleksi kitab kuning dapat digunakan sebagai pedomana dalam penentuan subjek dokumen kitab kuning, maka selanjutnya dibuat daftar kosakata terkendali koleksi kitab. Adapun langkah –langkah yang akan dilakukan adalah sebagai berikut. Pertama, mendaftar kosaka kata terkendali yang berasal dari kitab kuning yang sudah dieksplorasi sesuai dengan cakupannya yang disusun secara alfabetis mulai dari entri huruf A sampai dengan Huruf Z. Kedua, membuat penunjukkan (cross reference) yang berfungsi sebagai sebagai pengawasan terhadap kosakata terkendali (subject authority control) , yakni: (1) Penunjukkan x (lihat) dari kosakata yang tidak digunakan ke kosakata terkendali yang digunakan, (2) Penunjukkan XX (lihat juga) yang menunjukkan hubungan dari kosakata terkendali dengan kosakata terkendali lainnya. Ketiga, membuat kata pengantar, kata pendahuluan, prinsip dalam penggunaan dafar kosakata terkendali, penggunaan sistem acuan “lihat” dan acuan “lihat juga”
Daftar kosakata terkendali koleksi kitab kuning yang telah disusun pada tahun ke 2, akan dicetak dalam bentuk buku yang digunakan sebagai pedoman bagi indexer atau pengolah dokumen untuk bidang kajian ke Islaman di perpustakaan perguruan tinggi dan pondok pesantren yang memiliki koleksi kitab kuning yang berbahasa Arab maupun kajian ke Islaman berbahasa Indonesia. Sedangkan pada tahun ke-3, akan disusun dalam bentuk elektronik berupa e-book Daftar Kosakata Terkendali Kitab Kuning.
Produk penelitian berupa e-book Daftar Kosakata Terkendali Kitab Kuning akan ditawarkan kepada perpustakaan-perpustakaan yang sudah mengenal teknologi informasi di Indonesia sebagai pedoman dalam penentuan subjek dokumen.

Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan tabel 1 tentang perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang yang menggunakan penulisan kosakata terkendali tidak sesuai dengan ejaan bahasa yang baku, menunjukkan bahwa ada beberapa perpustakaan perguruan tinggi dalam pemilihan kosakata terkendali pada katalog perpustakaannya tidak menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baku sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Penulisan kosakata yang tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan itu adalah: Qur’an, Hadis, Aqaid dan ilmu kalam, fikih, akhlak, sosiologi Islam, perkembangan Islam, aliran dan sekte Islam, sejarah Islam dan biografi.
Semua perpustakaan perguruan tinggi (100%) dalam penulisan kosakata terkendali dalam katalog perpustakaannya, tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Sejumlah 1 perpustakaan perguruan tinggi (25%) di Kota Malang menggunakan kosakata terkendali bidang “Qur’an” tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Semua perpustakaan perguruan tinggi (100%) menggunakan kosakata terkendali bidang “Hadis” tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Sejumlah 3 perpustakaan perguruan tinggi (75%) menggunakan kosakata terkendali bidang “Aqaid dan ilmu kalam” tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Semua perpustakaan perguruan tinggi (100%) menggunakan kosakata terkendali bidang “Fikih” tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Sejumlah 2 perpustakaan perguruan tinggi (50%) menggunakan kosakata terkendali bidang “ Akhlak” tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Sejumlah 2 perpustakaan perguruan tinggi (50%) menggunakan kosakata terkendali bidang “ Perkembangan Islam” tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Sejumlah 2 perpustakaan perguruan tinggi (50%) menggunakan kosakata terkendali bidang “Sosiologi Islam” tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Sejumlah 2 perpustakaan perguruan tinggi (50%) menggunakan kosakata terkendali bidang “ Aliran dan sekte Islam” tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Sejumlah 1 perpustakaan perguruan tinggi (25%) menggunakan kosakata terkendali bidang “Sejarah Islam dan biografi” tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.
Berdasarkan tabel di atas juga memberi gambaran bahwa semua perpustakaan perguruan tinggi di kota Malang yang memliki koleksi kitab kuning, ditemukan ada kosakata terkendali dalam katalog perpustakaan yang penulisannya tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.
Penulisan yang tidak sesuai dengan ejaan yang baku tersebut, karena ada perpustakaan yang menggunakan pedoman dalam penentuan subyek dokumen menggunakan teks berbahasa Inggris yang orientasinya bukan untuk kajian bidang ke Islaman, contohnya menggunakan pedoman Library of Conggres Subject Heading. Selain itu ada perpustakaan perguruan tinggi yang menggunakan pedoman dalam penentuan subyek dokumen kitab kuning dengan menggunakan pedoman untuk bidang pengetahuan umum, bukan khusus kajian ke Islaman, sehingga akan menyebabkan kesulitan dalam pengawasan terhadap kosakata (vocabulary control). Hal ini sesuai dengan pendapat Chowdhury (2004) yang menekankan bahwa kosa kata yang terkontrol akan memperbesar kemungkinan untuk terjadinya kesusaian (match), memungkinkan pengindeks taat azaz (konsisten) dalam memilih istilah, memungkinkan kesamaan istilah carian antara pengindeks dan penelusur, dan memungkinkan untuk memperluas atau mempersempit penelusuran.
Berdasarkan Tabel 2 Tentang Kosakata Terkendali yang Tidak Seragam atau Tidak Konsisten, menunjukkan bahwa ada perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang dalam penggunaan kosakata terkendali koleksi kitab kuning adalah tidak seragam. Kosakata terkendali yang dimaksud adalah kosakata fikih, akhlak, qur’an, aliran dan sekte dalam dalam Islam, sejarah dan biografi. Semua perpustakaan perguruan tinggi (100%) di kota Malang tidak seragam dalam menggunakan kosakata terkendali “fikih). Ada tiga perpustakaan perguruan tinggi di kota Malang (75%) menggunakan kosakata terkendali “akhlak” tidak seragam. Ada satu perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang (25%) tidak seragam dalam menggunakan kosakata terkendali “Qur’an”. Ada satu perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang (25%) tidak seragam dalam menggunakan kosakata terkendali “Hadis”. Ada satu perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang (25%) tidak seragam dalam menggunakan kosakata terkendali “ Aliran dan sekte Islam”. Ada satu perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang (25%) tidak seragam dalam menggunakan kosakata terkendali “ sejarah dan biografi”.
Berdasarkan hasil observasi diperoleh gambaran bahwa semua perpustakaan perguruan tinggi di kota Malang yang memiliki koleksi kitab kuning, ditemukan ada kosakata terkendali dalam katalog perpustakaan tidak seragam dalam penggunaan kosakata. Ketidakseragam dalam pemilihan kosakata terkendali dalam katalog akan mempengaruhi nisbah pemerolehan dan nisbah ketepatan, ketika pemakai perpustakaan dalam akses informasi kitab kuning. Hal ini mengakibatkan dalam penelusuran dokumen kitab kuning tidak akan tuntas. Berdasarkan observasi dan hasil wawancara, hal-hal yang mempengaruhi ketidak seragaman kosakata terkendali yang digunakan diantaranya adalah sebagai berikut: (1) perpustakaan tidak memiliki pedoman sebagai acuan dalam penentuan kosakata terkendali khusus di bidang kajian kitab kuning atau kajian ke islaman dalam teks bahasa Indonesia, (2) pedoman yang digunakan dalam penentuan kosakata terkendali kitab adalah daftar tajuk subyek ilmu pengetahuan umum, dimana kajian bidang ke Islaman sangat terbatas, (3) Ada perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang dalam pemilihan dan penentuan kosakata terkendali kitab kuning yang dimiliki tanpa menggunakan buku pedoman, melainkan menggunakan bahasa alamiah.
Berdasarkan hasil observasi tentang pedoman transliterasi yang digunakan perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang menunjukkan bahwa 3 perpustakaan perguruan tinggi (75%) dalam penulisan kosakata terkendali pada koleksi kitab kuing yang dimiliki sesuai dengan transliterasi arab ke Indonesia dan transliterasi sesuai dengan ketentuan dari SKB No. 158 Tahun 1987 dan No. 0543/U/1987. Sejumlah 1 perpustakaan perguruan tinggi (25%) dalam penulisan kosakata terkendali kitab kuningnya tidak menggunakan transliterasi transliterasi arab ke Indonesia dan transliterasi sesuai dengan ketentuan dari SKB No. 158 Tahun 1987 dan No. 0543/U/1987.
Sejumlah 2 perpustakaan perguruan tinggi (50%) di kota Malang tidak menggunakan pedoman transliterasi dalam penulisan kosa kata untuk koleksi kitab kuning yang dimiliki. Sejumlah 3 perpustakaan perguruan tinggi (75%) di Kota Malang menggunakan pedoman transliterasi dari arab ke Indonesia dalam penulisan kosakata terkendali untuk koleksi kitab kuning yang dimikinya. Sejumlah 2 perpustakaan perguruan tinggi (50%) di Kota Malang menggunakan pedoman transliterasi SKB No. 158 Tahun 1987 dan No. 0543/U/1987dalam penulisan kosakata terkendali untuk koleksi kitab kuning yang dimikinya. Ada juga sejumlah 2 perpustakaan perguruan tinggi (50%) di Kota Malang menggunakan pedoman transliterasi SKB No. 158 Tahun 1987 dan No. 0543/U/1987 dan transliterasi Arab –Indonesia dalam penulisan kosakata terkendali untuk koleksi kitab kuning yang dimikinyada juga.
Penggunaan pedoman transliterasi yang tidak konsisten akan menyebabkan kesulitan dalam pengawasan kosakata homofon, sinonim, yang mengakibatkan tidak konsisten dalam pemilihan penggunaan kosakata terkendali untuk katalog perpustakaan.
Eksplorasi kosakata terkendali pada koleksi kitab kuning yang dilakukan tidak terbatas pada kitab-kitab yang diajarkan dalam pembelajara di perguruan tinggi Islam atau umum, tetapi meliputi ilmu-ilmu kajian dalam ke Islaman. Ekspolrasi kitab kuning yang dimaksud meliputi: (1) Qur’an dan ilmu yang berkaitan, (2) Hadis dan ilmu yang berkaitan, (3) Aqaid dan Ilmu kalam, (4) Fikih (Hukum Islam), (5) Akhlak dan Tasawuf, (6) Filsafat dan perkembangan Islam, (7) Pemurnian dan Pembaharuan Pemikiran, (8) Kebudayaan Islam, (9) Aliran dan sekte Islam, (10) Sejarah Islam dan Biografi.
Berdasarkan hasil eksplorasi data kosakata terkendali pada koleksi kitab kuning telah diperoleh (1) kosakata yang lebih spesisfik, (2) kosakata seragam, (3) kosakata yang berhubungan secara hirarkis.

Kesimpulan dan Saran
Sesuai dengan rumusan dan tujuan penelitian pada tahap I, hasil peneltian ini disimpulkan sebagai berikut.
Pertama, (a) pemilihan dan penggunaan kosakata tekendali tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Kosakata terkendali yang dimaksud adalah: Qur’an, Hadis, Aqaid dan ilmu kalam, fikih, akhlak, sosiologi Islam, perkembangan Islam, aliran dan sekte Islam, sejarah Islam dan biografi, (b) Beberapa kosakata terkendali yang tidak seragam dalam katalog perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang. Kosakata terkendali tersebut adalahi: fikih, akhlak, qur’an, aliran dan sekte dalam dalam Islam, sejarah dan biografi, (c) tidak konsisten dalam penggunaan pedoman transliterasi kosakata terkendali koleksi kitab kuning
Kedua, eksplorasi kosakata terkendali pada koleksi kitab kuning meliputi: 1) Qur’an dan ilmu yang berkaitan, (2) Hadis dan ilmu yang berkaitan, (3) Aqaid dan Ilmu kalam, (4) Fikih (Hukum Islam), (5) Akhlak dan Tasawuf, (6) Filsafat dan perkembangan Islam, (7) Pemurnian dan Pembaharuan Pemikiran, (8) Kebudayaan Islam, (9) Aliran dan sekte Islam, (10) Sejarah Islam dan Biografi. Hasil eksplorasi kosakata terkendali yang diperoleh adalah: (a) kosakata lebih spesifik, (b) kosakata yang seragam, (3) kosakata yang berhubungan secara hirarkis dengan kosakata lainnya.
Ketiga, dalam membuat Daftar Kosakata Terkendali pada Koleksi Kitab Kuning yang akan digunakan sebagai pedoman dalam penentuan subjek dokumen kitab kuning dan kajian ke Islaman dalam teks bahasa Indonesia, diperlukan perwajahan, tata letak dan montage yang menarik. Dalam penyusunan daftar kosakata terkendali tersebut yang perlu disiapkan adalah hal-hal sebagai berikut. (1) Desain Sampul yang menarik, (2) Prinsip Penggunaan Daftar kosakata terkendali koleksi kitab kuning secara praktis dan mudah, (3) Penyusunan Daftar Kosakata Terkendali mulai Entri A-Z, (4) Cross Reference lihat dan lihat juga dan tanda X dan XX, (5) Uji Coba Produk dalam Kalangan Lebih Luas
Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada. (1) Para pengelola perpustakaan yang memiliki koleksi kitab kuning dan kajian ke Islaman, hendaknya bisa mensosialisasikan hasil penelitian ini untuk ditindak lanjuti dalam bentuk penggunaan Daftar Kosakata Terkendali Koleksi Kitab kuning sebagai panduan dalam pekerjaan penentuan subjek dokumen di perpustakaan, (2) LP2M Universitas Negeri Malang disarankan untuk memberikan dukungan dana dan fasilitas dalam mensosialisasikan pada kalangan perpustakaan perguruan tinggi yang memiliki koleksi kitab kuning dan kajian ke Islaman dan pondok pesantren se Indonesia, (3) DP3M Dikti, disarankan untuk memberikan porsi penelitian sampai putaran yang ke 3 yang diharapkan akan menghasilkan produk Daftar Kosakata Terkendali pada Koleksi kitab kuning dalam bentuk Elektronis. Produk elektronis tersebut digunakan untuk perpustakaan yang sudah memiliki teknologi informasi.

DAFTAR PUSTAKA
Ansor, Sokhibul. Subject Authority Control pada Koleksi Kitab Kuning: studi kasus di Perpustakaan Sekolah Tinggi Kuliyyatul Qur’an Depok. Thesis. Program Studi Ilmu Perpustakaan-FIB-UI.2011

Ansor, Sokhibul. Subject Authority Control pada Koleksi Kitab Kuning: studi kasus di Perpustakaan Sekolah Tinggi Kuliyyatul Qur’an Depok. Jurnal FKP2T: Media Kkomunikasi Ilmiah Perpustakaan Perguruan Tinggi, Tahun 4, Nomor 1, Juni 2012.

Bruinessen, Martin van. Kitab Kuning: Books in Arabic Script Used in the Pesantren Milieu, Bijdragen tot de Taal-, Land-en Volkenkunde 146 (1990), 226-269

CannCasciato, Daniel dan MaryWise. Hierarchical Gap and Subject Authority Control Processing: an Assessment. Library Pholosophy and Practice, Vol. 5, No. 2 (Spring 2003)

Chowdhury, CG. Introduction to Modern Information Retrieval. 2nd. London: Facet Publishing.2004

Chowdhury, GG and Chowdhury, Sudatta. Organizing Information: From The Shelf to The Web. London : Facet Publishing.2007

Hostage, JohnView Profile. Library Resources & Technical Services49.4 (Oct 2005): 286-287.

Lancaster, FW. Vocabulary Control for Information Retrieval.2003. Washington: Information Resource Press.2003

Pedoman Transliterasi Arab-Latin, sesuai dengan SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 158 Tahun 1987 Nomor 0543 b/ u/1987

Taylor, Arlene G. The Organization of Information.—2nd.. London: Libraries Unlimited, 2004

Toffler, Alvin. The Third Wave =Gelombang Ketiga. Jakarta : Pantja Simpati, 1980

Lampiran Contoh Konsep Bahasa Indeks Koleksi Kitab Kuning.

DAFTAR KOSAKATA TERKENDALI KOLEKSI KITAB KUNING:
Pedoman dalam menentukan Subjek Dokumen Kajian Islam

ENTRI F
FIQIH 297.4
Lihat juga MAKRUH
MUBAH
SUNNAH
WAJIB

x Fikih
Hukum Islam
xx ISLAM

FIQIH MAHZAB IMAM HAMBALI 297. 411 4
Lihat juga FIQIH MAHZAB AUZA’I
FIQIH MAHZAB IMAM HAMBALI
FIQIH MAHZAB IMAM HANAFI
FIQIH MAHZAB IMAM MALIKI
FIQIH MAHZAB SAURI
FIQIH MAHZAB IMAM SYAFI’I
FIQIH MAHZAB SYIAH
FIQIH PERBANDINGAN

FIQIH MAHZAB AUZA’I 297.41
Lihat juga FIQIH
XX USHUL FIQIH
FIQIH MAHZAB IMAM HAMBALI 297.4111 4
Lihat juga FIQIH
XX USHUL FIQIH
FIQIH MAHZAB IMAM HANAFI 297.4111 1
Lihat juga FIQIH
XX USHUL FIQIH
FIQIH MAHZAB IMAM MALIKI 297.4111 2
Lihat juga FIQIH
XX USHUL FIQIH
FIQIH MAHZAB SAURI 297.41
Lihat juga FIQIH
FIQIH MAHZAB IMAM SYAFI’I 297.4111 3
Lihat juga FIQIH
FIQIH MAHZAB SYIAH 297.412
FIQIH PERBANDINGAN 297.413

ENTRI H
HADIS 297. 13
Lihat juga ISLAM, SUMBER AJARAN
Hadis ahkam
Lihat HADIS HUKUM
HADIS AKHLAK 2971343
HADIS ARBA’IN 297.13
HADIS, ILMU 297.13
Lihat juga DIROYAH
RIWAYAH
PENUNJUK HADIS
x Mustolah hadis
HADIS DAKWAH 297.1345
HADIS DO’A 297.1344
HADIS FIQIH (SYARI’AH) 297. 1341
HADIS HUKUM 297.1346
HADIS MASYHUR 297.13
HADIS MUTAWATIR 297.13
HADIS QUDSI 297.131 1
Hadis, Rijalul
Lihat RIJALUL HADIS
HADIS RIWAYAT – KUMPULAN 297.132
Lihat juga HADIS RIWAYAT – ABU DAWUD
HADIS RIWAYAT – MUSLIM
HADIS RIWAYAT – TIRMIDZI
HADIS RIWAYAT – IBN MAJAH
HADIS RIWAYAT IBN ACHMAD
HADIS RIWAYAT – IBN ANAS
HADIS RIWAYAT – IBN BAIHAQI
HADIS RIWAYAT – IBN HAMBAL
HADIS RIWAYAT – IBN HIBAN
HADIS RIWAYAT – IBN KHUZAIMAH
HADIS RIWAYAT – IBN NAUHAL
XX SAHIH BUKHORI
SAHIH MUSLIM
SUNAN NASAI
Hadis Riwayat Bukhori
Lihat SAHIH BUKHORI

Hadis Riwayat Muslim
Lihat SAHIH MUSLIM

Hadis Riwayat Nasai
Lihat SUNAN NASA’I
HADIS RIWAYAT – ABU DAWUD 297.132 3
HADIS RIWAYAT – TIRMIDZI 297.1325
HADIS RIWAYAT – IBN MAJAH 297.1326
HADIS RIWAYAT IBN ACHMAD 297.1329
HADIS RIWAYAT – IBN ANAS 297.1328
HADIS RIWAYAT – IBN BAIHAQI 297.1332
HADIS RIWAYAT – IBN HAMBAL 297.1327
HADIS RIWAYAT – IBN HIBAN 297.1331
HADIS RIWAYAT – IBN KHUZAIMAH 297.1333

HADIS SAHIH
xx SAHIH BUKHARI
SAHIH MUSLIM
Hadis Sohih
Lihat HADIS SAHIH
HAJI, DAM 297.35
HAJAR ASWAD 297.8
Hajrul Aswad
Lihat HAJAR ASWAD
HARI BESAR ISLAM 297.218
x Islam, Hari Besar
xx ISRA’MI’RAJ
IDUL FITRI
MUHARRAM
HARI QIYAMAT 297.219
x Qiyamat, Hari
Harta Waris
Lihat WARISAN DAN PEWARIS
HIBAH 297.426
x Wasiat (Islam)
xx WAKAF
Hijrah
Lihat NABI MUHAMMAD SAW – HIJRAH
Hukum Islam
Lihat FIQIH
HUKUM PERANG DAN PERDAMAIAN
Lihat juga GENCATAN SENJATA
PERAMPASAN PERANG
TAWANAN PERANG
PERJANJIAN-PERJANJIAN
Hukum Perkawinan (Islam)
Lihat PERKAWINAN (HUKUM ISLAM)

DAN SETERUSNYA…………….