Peranan Perpustakaan Dalam Kebutuhan Rekreasi, Pendidikan, Penelitian Dan Informasi Masyarakat

       Sepanjang sejarah peradaban manusia, perpustakaan bertindak selaku penyimpan khazanah hasil pikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk cetak maupun noncetak ataupun dalam bentuk elektronik seperti disket. Hasil pikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk buku dalam arti luas ini, sering diasosiasikan dengan kegiatan belajar. Buku merupakan alat bantu manusia untuk belajar, sejak saat mulai dapat membaca, memasuki bangku sekolah hingga bekerja. Oleh karena perpustakaan selalu dikaitkan dengan buku sedangkan buku dikaitkan dengan kegiatan belajar, maka perpustakaan pun selalu dikaitkan dengan kegiatan belajar. Kegiatan belajar dapat dibagi 2 (dua) macam yaitu kegiatan belajar di dalam lingkungan sekolah dan kegiatan belajar di luar lingkungan sekolah. Dalam kenyataannya, ada juga sekolah yang memiliki perpustakaan sehingga kegiatan belajar yang disatukan antara sekolah dan perpustakaan.

      Oleh karena adanya kegiatan balajar yang berbeda-beda jenjangnya, dari prasekolah hingga universitas serta pasca universitas ditambah dengan keperluan bacaan yang berbeda-beda, maka muncullah berbagai jenis perpustakaan untuk melayani keperluan tersebut.  Misalnya, tumbuhnya perpustakaan untuk melayani keperluan guru dan murid sekolah, perpustakaan perguruan tinggi untuk melayani pengajar (Dosen) serta mahasiswa. Perpustakaan Perpustakaan umum untuk melayani mereka yang telah meninggalkan bangku sekolah. Di samping itu timbul pula perpustakaan-perpustakaan khusus untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tertentu dari para pengguna perpustakaan. Perpustakaan khusus itu, misalnya untuk memenuhi informasi-informasi yang berkaitan dengan penelitian dan pengembangan.

       Dengan berbagai ragam jenis perpustakaan telah disebutkan di atas, perpustakaan memilik berbagai macam manfaat, antara lain manfaat rekreasi, pendidikan (edukasi), penelitian (riset), dan manfaat yang bersifat informatif untuk masyarakat luas. Berikut ini akan diuraikan satu per satu.

1. Pemanfaatan Perpustakaan untuk Kepentingan Rekreasi.

Secara umum, kegiatan membaca dapat digolongkan ke dalam 2 (dua) yaitu membaca untuk keperluan praktis, artinya membaca untuk memperoleh hasil yang praktis. Hasil praktis ini memiliki arti luas seperti untuk lulus ujian, memahami sebuah masalah, mengetahui latar belakang persoalan dan sebagainya. Kedua, membaca untuk tujuan cultural tersebut. Rekreasi yang bersifat cultural ini adalah dengan cara membaca. Fasilitas membaca ini disediakan oleh perpustakaan umum. Dalam rangka menjalankan fungsi rekreasi ini, biasanya perpustakaan umum menjalin kerjasama dengan komponen seperti pengarang-pengarang populer, penerbit yang menerbitkan buku-buku best seller produsen kertas, toko-toko buku, unsur pembaca dari berbagai pihak dan dengan sendirinya juga pengelola perpustakaan. Untuk lebih mengefektifkan fungsi rekreasi, perpustakaan mungkin bisa dipikirkan pemutaran-pemutaran film-film bermutu yang pernah memenangkan festival-festival yang ditindaklanjuti dengan pembahasan-pembahasan dari segi tema, latar atau setting, penokohan dan sebagainya.

2. Pemanfaatan Perpustakaan pada Bidang Pendidikan.

Perpustakaan merupakan sarana pendidikan nonformal dan informal, artinya perpustakaan merupakan tempat belajar di luar bangku sekolah maupun juga tempat belajar dalam lingkungan pendidikan sekolah. Dalam hal ini, yang berkaitan dengan pendidikan nonformal ialah perpustakaan umum, sedangkan yang berkaitan dengan pendidikan informal ialah perpustakaan sekolah dan perpustakaan perguruan tinggi, bagi mereka yang sudah meninggalkan bangku sekolah maupun putus sekolah maka perpustakaan merupakan tempat belajar yang praktis berkesinambungan, serta murah.

Hal tersebut diatas benar adanya, karena beberapa orang dapat menjadi tokoh, karena mereka menghabiskan waktunya di perpustakaan. Misalnya Jawaharlal Nehru, Abraham Lincoln dan Daud Ibrahim, beliau pertama ke Amerika Serikat. Tertinggal jauh dengan teman-teman kuliahnya di Jurusan komunikasi. Untuk mengejar ketertinggalannya, beliau bermalam di perpustakaan. Alhasil, tidak berselang waktu yang lama, jangankan memiliki kemampuan yang sama dengan rekannya, bahkan ia dapat mewakili dosennya memberi ceramah di beberapa negara.

3. Pemanfaatan Perpustakaan pada Bidang Penelitian.

Tanpa perpustakaan sebuah penelitian mustahil dapat terlaksana dengan baik, sebab penelitian yang baik harus ditunjang oleh berbagai informasi, baik berupa teori-teori (referensi) maupun hasil-hasil penelitian sebelumnnya atau yang pernah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Perpustakaan yang tepat memperoleh informasi yang berkaitan dengan penelitian adalah di perpustakaan yang bersifat khusus, karena perpustakaan yang bersifat khusus ini biasanya mengkhususkan diri pada bidang-bidang ilmu tertentu. Misalnya informasi tentang kedokteran, biologi, sastra, hukun, pokoknya pada bidang ilmu tertentu dan terbatas.

Perpustakaan lain yang sesuai untuk tujuan penelitian adalah perpustakaan perguruan tinggi. Hal tersebut sesuai dengan misi perguruan tinggi yaitu misi Tri Dharma Perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Khusus pada dharma penelitian mulia dari kalangan mahasiswa baik itu diploma sampai pada tingkat doctor, bahkan sampai di kalangan pengajar atau dosen tidak bisa dipisahkan dari segi kegiatan penelitian. Jadi, perpustakaan perguruan tinggi wajib menyiapkan informasi yang berkaitan dengan kegiatan penelitian, baik itu referensi maupun ringkasan-ringkasan atau abstrak hasil penelitian.

Hal yang perlu diadakan yang berkaitan dengan hubungan antara perpustakaan dengan riset atau penelitian adalah perpustakaan yang mengkhususkan diri pada koleksi hasil-hasil penelitian saja, dimana perpustakaan itu link dengan perpustakaan lain khususnya perpustakaan perguruan tinggi yang mudah diakses dengan cepat dan mudah. Perpustakaan itu dapat pula digunakan untuk menginventarisasi hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan, sehingga tidak ada duplikasi hasil penelitian atau plagiasi hasil penelitian, seperti yang sering terjadi di perguruan tinggi. Dewasa ini.

4. Pemanfaatan Perpustakaan bagi kebutuhan informasi masyarakat.

Masyarakat dapat memanfaatkan perpustakaan umum sebagai sumber informasi, karena di dalam koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan umum bersifat umum. Umum disini berarti merata, baik dari segi sebaran maupun cakupan bidang ilmunya serta penggunanya. Sebaran koleksinya umum, artinya hampir seluruh bidang ilmu atau bidang studi tersedia. Dengan kata lain, segala jenis sumber informasi dari tingkat bawah (dasar) sampai kepada tingkatan yang tertinggi tersedia di perpustakaan ini. Penggunanya pun orang umum atau masyarakat banyak tanpa membeda-bedakan status sosial dan tingkat pendidikannya. Pengguna dari tingkat sekolah dasar sampai masyarakat perguruan tinggi berusaha dilayani oleh perpustakaan ini. Karenanya tingkat kedalaman informasi yang dimilikinya pun tidak terlalu tinggi, tetapi yang umum-umum saja.

Perpustakaan jenis umum didirikan untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi secara menyeluruh di suatu daerah tertentu tanpa memisah-misahkan stratifikasinya di masyarakat. Mulai dari yang berprofesi sebagai buruh lepas, tukang becak, guru, pelajar, mahasiswa dan sebagainya.

Masyarakat manapun dan dari manapun berhak menggunakan fasilitas dari berbagai sumber informasi yang disediakan di perpustakaan ini. Karena begitu umumnya, segala aspek yang berkaitan dengan perpustakaan ini, maka ada sementara orang yang menyebutnya dengan julukan ¿universitas rakyat¿ artinya perpustakaan umum berfungsi sebagai universitas bagi masyarakat banyak.

Diharapkan perpustakaan-perpustakaan umum lebih banyak berpartisipasi dalam menggalakkan dan meningkatkan minat baca masyarakat umum, event-event seperti penganugrahan Perpustakaan Award 2003 ini misalnya dapat menggugah masyarakat umum untuk lebih mengenal perpustakaan dan pustakawan. Hanya lomba-lomba seperti ini harus lebih disosialisasikan lagi ke masyarakat yang lebih luas dan tema-tema penulisan yang ringan serta dapat diikuti oleh berbagai kalangan, level dan berbagai profesi di masyarakat.

5. Penutup

Berdasarkan uraian di atas, jelaslah bahwa perpustakaan adalah salah satu institusi yang begitu penting keberadaannya di tengah-tengah masyarakat, baik itu di lingkungan formal (masyarakat berpendidikan) maupun di lingkungan nonformal (masyarakat umum).

Oleh karena itu perpustakaan harus selalu mengikuti perkembangan keadaan atau zaman misalnya pembaharuan pengelolaan-pengelolaan, manajemen sampai kepada peningkatan-peningkatan perangkat teknologi yang lebih canggih dan mutakhir. Di sisi lain, masyarakat sebagai pengguna harus pula lebih jauh mengenal dan lebih memanfaatkan perpustakaan, baik itu untuk kepentingan edukasi, informasi, penelitian maupun rekreasi karena memang perpustakaan dewasa ini mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

"Selamat hari kunjung perpustakaan 2003, jayalah perpustakaan"