Produktivitas dan Kolaborasi Penulis Jurnal Agro Ekonomi 2004 – 2013

PENDAHULUAN
Latar belakang

Ekonomi pertanian merupakan suatu bidang ilmu yang mendasar dan sangat diperlukan oleh negara Indonesia yang sampai saat ini masih menyebut dirinya sebagai negara agraris. Perkembangan terbaru di bidang ilmu tersebut sangat diperlukan serta diharapkan dapat segera diaplikasikan untuk mendukung cita –cita akan  swasembada pangan baik dalam bentuk beras, kedelai serta komoditas lainnya dapat segera diwujudkan. Salah satu sumber informasi primer di bidang tersebut adalah Jurnal Agro Ekonomi (JAE) yang diterbitkan sejak tahun 1981 oleh Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, dengan frekuensi terbit dua kali setahun. Adapun tujuan diterbitkannya JAE adalah sebagai media komunikasi guna meningkatkan pengetahuan diantara para peneliti, ilmuwan, para pengambil kebijakan serta pelaku dan pemerhati di bidang sosial ekonomi pertanian. JAE mempunyai nomor ISSN 0216-9053 dan pada bulan Agustus 2009 mendapat sertifikat Terakreditasi B dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
JAE disebarluaskan ke seluruh Indonesia terutama kepada instansi dan perpustakaan unit kerja lingkup Kementerian Pertanian dan Kementerian lainnya, Bappeda Tingkat I, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, serta staf peneliti Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Selama hampir 33 tahun sejak diterbitkannya JAE sudah banyak hasil penelitian yang berhasil disebarluaskan kepada masyarakat. Hasil penelitian yang dihasilkan tersebut merupakan salah satu indikator keluaran dari Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian dan guna mendapatkan gambaran secara rinci tentang isi dari JAE diperlukan suatu kajian dari publikasi tersebut.  

Tujuan penelitian

Penelitian bertujuan untuk mengetahui :
1) Jumlah artikel.
2) Referensi yang digunakan dalam artikel.
3) Bahasa yang digunakan dalam artikel.
4) Jumlah dan  jenis kelamin penulis artikel.
5) Tingkat kolaborasi penulis artikel.
6) Afiliasi penulis artikel.

Sumber data
Sumber data yang digunakan adalah publikasi Jurnal Agro Ekonomi 2004 – 2013 yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian sejak Oktober 1981 dan diakses secara on line melalui situs : http://pse.litbang.pertanian.go.id

TINJAUAN PUSTAKA
Kolaborasi penulis

Komunikasi dan kolaborasi di antara peneliti adalah sesuatu yang penting dalam pengembangan area subyek dan dalam penyebarluasan hasil -hasil penelitian. Para peneliti dapat saling bekerja sama untuk melakukan investigasi terhadap permasalahan – permasalahan yang hampir tidak mungkin untuk diselesaikan secara individual. Ilmuwan maupun akademisi bukanlah merupakan pekerja yang berada dalam lingkungan terisolasi. Secara umum, seluruh ilmuwan merupakan anggota dari komunitas dunia yang saling bekerja sama untuk membuktikan serta memahami misteri dunia dan seisinya. (Ying; 1999). Kolaborasi merupakan bentuk interaksi yang intens hal ini menyebabkan terjadinya komunikasi yang efektif sebagaimana sharing akan kompetensi dan juga sumberdaya lainnya. Saat ini terlihat kecenderungan peningkatan adanya multi pengarang dalam penulisan suatu artikel dibandingkan dengan pengarang individual seiring dengan meningkatnya kolaborasi di antara institusi riset maupun universitas.

Mengamati hubungan yang ditemukan dalam dokumentasi dari suatu bidang/ subyek merupakan salah satu metode dari pengujian bahwa komunikasi mempunyai peranan dalam suatu bidang. Teknik bibliometrika menyediakan suatu metode untuk menguji komunikasi di antara para ilmuwan melalui publikasi-publikasi yang mereka hasilkan (Subramanyam, 1983 dalam Ying, 1999).

Komunikasi yang terdokumentasikan dapat memberikan pola dari hubungan yang terjadi, fokus penelitian, interdiciplinary links, dan perubahan yang terjadi sepanjang waktu. Kolaborasi penulis/pengarang muncul sebagai pertimbangan utama di dalam investigasi terhadap pola komunikasi yang terjadi dalam  subyek tertentu di antara para ilmuwan. Oleh karena itu kemunculannya berguna untuk menguji karakteristik dari coauthorship yang memengaruhi struktur komunikasi dan melakukan identifikasi karakteristik yang mungkin dapat di generalisir menurut struktur bibliometrik. (Ying; 1999).

Katz, (1997) menyatakan bahwa beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya kolaborasi diantaranya adalah bahwa kolaborasi terjadi lebih banyak disebabkan oleh faktor ketergantungan ekonomi dibandingkan dengan pertimbangan intelektual. Biasanya terjadinya kolaborasi diawali dengan adanya komunikasi informal yang kemudian dilanjutkan dengan menumbuhkan komitmen untuk bekerjasama. Kolaborasi dapat diartikan sebagai adanya seseorang yang dapat memberikan input kepada suatu kegiatan riset /penelitian. Kolaborator merupakan seseorang yang bekerja bersama pada suatu kegiatan penelitian selama kurun waktu tertentu, dan biasanya nama mereka dicantumkan dalam proposal awal asli, mereka juga bertangungjawwab terhadap salah satu atau lebih bagian dari penelitian. Bahkan diantara mereka juga merupakan penyandang dana dari penelitian. Kolaborator dalam suatu penelitian juga bertanggungjawab terhadap langkah – langkah kunci dalam penelitian seperti ide asli penelitian, hipotesis dan juga interprestasi teoritis dari penelitian.

Derajat kolaborasi bervariasi dari satu disiplin ke disiplin lainnya. Secara umum derajat kolaborasi untuk bidang-bidang science dan ilmu teknik lebih tinggi dibandingkan pada bidang-bidang humaniora. Sebagai contoh, Garfield (1979) dalam Ying, 1999 melaporkan bahwa tercatat sebanyak 17% – 25% untuk multipengarang pada artikel-artikel dalam bidang ekonomi, sosiologi, dan bidang sosia lainnya. namun dalam bidang gerontology, psychiatry, psychology dan biochemistry dijumpai sebanyak 47 % – 81% artikel ditulis oleh penulis ganda.

Suatu studi bibliometrika yang difokuskan pada artikel yang dibuat secara kolaborasi dari Food Chemistry Journal yang banyak memuat bidang Food Science and Technology  yang diterbitkan di Turki antara 2007 sampai dengan 2012, menunjukkan bahwa tingkat kolaborasi pengarang adalah sebesar 99,00% dengan suatu penurunan jumlah artikel yang ditulis secara individu. Sebanyak 64,10% merupakan penulis yang bekerja sama dari dalam negeri dan sebanyak 34,80% merupakan penulis yang bekerja sama dengan 2 atau lebih negara. (Zan, et. al. 2014).

Oluwakemi, (2012) melakukan kajian terhadap kolaborasi dan pola kepengarangan di antara rekayasa pertanian yang tercantum dalam Prosiding Nigerian Institution of Agricultural Engineers (NIAE) antara 2000 – 2010, dengan jumlah artikel sebanyak 589 judul ditulis oleh 1.315 penulis. Sebanyak 421 judul  (71,50%) merupakan artikel yang ditulis secara kolaborasi, dan sejumlah 168 judul (28,5%) merupakan artikel yang ditulis secara secara individu. Dijumpai derajat kolaborasi adalah sebesar 0,715, dengan jumlah rata-rata penulis tunggal sebesar 16,80 dan penulis yang berkolaborasi adalah 42,1. Secara rata-rata jumlah penulis per artikel berada pada kisaran 1,9 – 2,70.

Berdasarkan penelitian dari Cabanac, et. al. 2013 disebutkan bahwa ciri –ciri artikel yang ditulis oleh multiple authors adalah sebagai berikut.  Memuat lebih banyak sitasi, namun tidak selalu memiliki kualitas yang tinggi, biasanya tidak terlalu banyak perbaikan, lebih lama memakan waktu untuk di-riview, mempunyai judul atikel yang lebih panjang, dan memiliki teks yang lebih panjang. Jumlah penulis yang melakukan kolaborasi di dalam penulisan atikel ilmiah telah meningkat secara nyata, dan dengan adanya kolaborasi tersebut faktor-faktor lainnya juga berubah misalnya panjang artikel, maupun jumlah sitasi yang digunakan. Cabanac et.al (2013) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa dari 5.180 judul artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam enam jurnal sain dan ilmu –ilmu sosial yang diteliti, diketahui bahwa artikel yang ditulis secara berdua atau lebih dari satu penulis,  menggunakan lebih banyak tabel dan grafik dibandingkan dengan artiekl yang ditulis oleh penulis tunggal.

METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi

Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan sumber data adalah  JAE yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi 2004 – 2013 secara on line dan diakses melalui situs http://www.pse.litbang.pertanian.go.id.     

Data dikumpulkan dengan jalan mengunduh dari sumber data kemudian dicatat ke dalam lembar kerja yang ditentukan. Data yang  diperoleh selanjutnya dikelompokan ke dalam kategori yaitu : jumlah artikel, jumlah referensi yang digunakan, jumlah penulis, jenis kelamin penulis

Data dihitung menggunakan rumus:  P = f/Nx100%
P = persentase
F = frekuensi/referensi/bahasa/penulis/jenis kelamin
N = jumlah artikel/bahasa/penulis/jenis kelamin

Hasil yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik , selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Jumlah artikel Jurnal Agro Ekonomi 2004 – 2013  

Jumlah artikel yang dimuat di dalam Jurnal Agro Ekonomi 2004 – 2013 dapat dilihat dari Tabel 1.

Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui bahwa jumlah artikel selama 2004 – 2013 berjumlah 98 judul, dengan 10 judul artikel setiap tahun kecuali pada 2004 yang berjumlah 8 judul artikel.

Referensi yang disitir dalam artikel Jurnal Agro Ekonomi 2004 – 2013
Untuk mengetahui jumlah  referensi yang disitir baik dalam maupun luar negeri dalam artikel yang dimuat dalam Jurnal Agro Ekonomi 2004 – 2013 dapat dilihat pada Tabel 2 dan Gambar 3 berikut ini.

Selama kurun 2004 – 2013 telah disitir 1.961 judul referensi dalam 98 judul artikel yang dimuat di dalam JAE dengan jumlah sitiran terbanyak adalah pada 2013 yaitu 316 judul (16,11%). Berdasarkan pada nilai rata-rata referensi per tahun yang digunakan maka tercatat periode 2004 sampai dengan 2007 jumlah referensi berada di bawah nilai rata-rata dan untuk periode 2008 – 2013 berada di atas nilai rata-rata. Terjadi kecenderungan peningkatan penggunaan referensi dalam artikel jurnal yang dimuat.

Komposisi artikel berbahasa Inggris dan Indonesia

Jurnal Agro Ekonomi merupakan terbitan dari Kementerian Pertanian Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian namun artikel yang dimuat di dalamnya dapat ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Untuk mengetahui komposisi antara artikel yang berbahasa Inggris dan artikel yang berbahasa Indonesia dapat dilihat dari Tabel 3 dan Gambar 4 di bawah ini.

Jenis kelamin penulis artikel JAE 2004 – 2013

Berdasarkan Tabel 4 dan Gambar 5  berikut ini secara keseluruhan dapat diketahui bahwa jumlah seluruh penulis periode 2004 – 2013 adalah 235 orang terdiri atas 180 laki-laki (76,60%) dan 55 perempuan (23,40%). Penulis terbanyak berada pada tahun 2012 dengan jumlah 30 orang terdiri atas laki-laki 24 orang (10,21%) dan perempuan 6 orang perempuan(2,55%). Adapun jumlah penulis paling sedikit berada pada tahun 2005 yaitu sebanyak 15 orang terdiri atas 8 orang laki-laki (3,40%) dan perempuan 7 orang (2,97%).

Kolaborasi penulis Jurnal Agro Ekonoi  2004 – 2013

Untuk mengetahui penulis yang melakukan kolaborasi serta menghitung tingkat kolaborasi digunakan rumus  Subramanyam sebagai berikut.

C = Nm/Nm +Ns

C: adalah tingkat kolaborasi  peneliti dalam sebuah disiplin ilmu, nilai C tersebut berada pada interval nol sampai satu, (0 -1).
Nm: adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin  ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi.
Ns: adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin  ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara individual (Subramanyam, 1983).

Tingkat kolaborasi penulis Jurnal Agro Ekonomi 2004 – 2013

Untuk mengetahui  tingkat kolaborasi penulis pada JAE 2004 – 2013 dapat dicermati dari Tabel 5 dan Gambar 6 berikut ini.

Berdasarkan rumus dari Subramanyam diketahui bahwa nilai tingkat kolaborasi adalah :
Tingkat Kolaborasi = Nm/Nm+Ns  = 70/98 =  0, 72 . Hal ini menunjukkan bahwa artikel yang ditulis secara kolaborasi lebih banyak dibandingkan artikel yang ditulis secara individu.

Produktivitas penulis JAE 2004 – 2013

Produktivitas penulis dapat diketahui dari Tabel 6. Budiman Hutabarat merupakan penulis paling produktif dari 235 orang penulis selama 2004 – 2014 dengan jumlah artikel yang ditulis sebanyak 7 judul, selanjutnya di tempat ke dua adalah Hermanto Siregar dan Prayogo U. Hadi dengan jumlah artikel sebanyak 6 judul dan di tempat ke tiga adalah  Prabowo Tjitropranoto dan Reni Kustiarti berada di tempat ke tiga dengan jumlah artikel 4 judul. Adapun sebanyak enam oang penulis yaitu Bambang Juanda, Bonar M. Sinaga, Kuntjoro, M. Muslich Mustajab, Muhamad A. Ashraf, Sri Heny Susilowati, Sri Nuryanti, masing-masing menulis sebanyak 3 judul artikel.

Berikutnya untuk penulis yang menghasilkan 2 judul artikel terdapat sebanyak 25 orang dan nama – nama penulis seperti yang tertera dalam Tabel 6 , diantaranya  adalah  A. Husni Malian, Adi Setiyanto, Andi Irawan, Arief Daryanto,  dll.

Afiliasi penulis artikel JAE 2004 – 2013
Tempat bekerja penulis merupakan salah satu faktor penting untuk diketahui masyarakat. Mereka dapat dihubungi melalui intansi tersebut jika diperlukan. Institusi tempat bekerja penulis dapat diketahui dari Tabel 7.

Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui bahwa sebanyak 14 perguruan tinggi negeri dan 2 perguruan tinggi asing/luar negeri, sisanya adalah pusat penelitian dalam negeri sebanyak 5 intitusi dan 9 (3,83%) merupakan instansi penelitian dari luar negeri  dari 31 nama institusi yang terlibat dalam penulisan jurnal Agro Ekonomi dengan frekuensi 235 kali. Adapun Institut Pertanian Bogor muncul sebanyak 82 kali (34,89%) dan perguruan tinggi yang namanya muncul satu kali (0,42%) adalah sebanyak 8 nama berturut-turut adalah Universitas Indonesia, Universitas Madura, Universitas Tadulako, Universitas Islam Makasar, Universitas Warmednia, Universitas Utara Malaysia dan Tohaku University Japan.  Untuk institusi penelitian terbanyak adalah dari Kementerian Pertanian dengan kemunculan sebanyak  89 kali (37,87%). Adapun instansi penelitian paling sedikit muncul yaitu CIBEST Bogor, Kementerian Perdagangan, Indonesian Center for Rice Research, International Food Policy Institute, IATADI, ACASEPS, ICASERD-IARD Bogor,  IFFRI Washington, ITAp-USAID, LEI Netherland, Lembaga Riset Perkebunan Indonesia.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa: selama kurun 2004 – 2013 Jurnal Agro Ekonomi telah memuat  98 judul artikel dengan menyitir 1.961 judul referensi dengan jumlah sitiran terbanyak adalah pada 2013 yaitu 316 judul (16,11%). Artikel berbahasa Indonesia 85 judul (86,73%) lebih banyak dibandingkan artikel dalam bahasa Inggris 13 judul (13,27%) . Jumlah penulis adalah 235 orang dengan jumlah penulis laki-laki 180 orang (76,60%)  lebih banyak dibandingkan penulis perempuan 55 orang (23,40%). Penulis berkolaborasi lebih banyak dibandingkan dengan penulis individu dengan tingkat kolaborasi 0,72. Penulis paling produktif adalah Budiman Hutabarat dengan jumlah artikel sebanyak 7 judul, diikuti oleh  Hermanto Siregar dan Prayogo U. Hadi di tempat ke dua dengan jumlah artikel 6 judul, dan di tempat ke tiga adalah Prabowo Tjitropranoto dan Reni Kustiari dengan empat judul artikel. Kementerian Pertanian 89 kali (37,87%) merupakan instansi terbanyak menyumbang artikel  diikuti oleh Institut Pertanian Bogor berada pada posisi ke dua 82 kali (34,89%), afiliasi penulis dari luar negeri baik dari perguruan tinggi maupun pusat penelitian juga ikut menyumbangkan artikel dalam JAE.

DAFTAR PUSTAKA

Cabanac, G., Hartley, J., Hubert, G. (2013). Solo versus collaborative writing: Discrepancies in the use of tables and graphs in academic articles..  Journal of the American Society for Information Science and Technology. DOI: 10.1002/asi.2314

Olukaweni, O.J. and Taye Paul, O. (2012).  Collaborative Strength and Pattern of Authorship Among Agricultural Engineers in Nigeria : A case study of the 2000 – 2010 NIAE Proceedings. International Journal of Library and Information Science 4 (6) : 115 – 120.

Katz, J.S. and Martin, B.R. (1997). What is research collaboration ? Research Policy 26 (1-18).

Zan, B.U., Zan, N.,Karatekin, C., Karatekin, C.; A Collaboration Analysis Study of Food Chemistry Journal. International Journal of Engineering and Innovative Technology, 4 (1) 2014: 315 -321.

Ying Ding, Schubert Foo, Gobinda Chowdhury . (1999). A Bibliometric analysis of collaboratin in the foeld of information retrieval. The International Information and Library Riview 30, 367 – 376.