Produktivitas dan Tingkat Kolaborasi Penulis Dalam Karya Tulis Ilmiah Peneliti Bidang Zoologi, Puslit Biologi-LIPI 2005-2010

PENDAHULUAN

Pusat Penelitian Biologi-LIPI merupakan institusi yang mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan di bidang biologi. Dalam melaksanakan tugasnya Puslit Biologi didukung oleh 427 orang SDM, 176 diantaranya merupakan tenaga fungsional peneliti dengan latar belakang disiplin ilmu dan keahlian yang berbeda (Laporan tahunan Puslit Biologi, 2012). Hasil penelitian staf peneliti diterbitkan dalam berbagai publikasi seperti laporan teknik, prosiding seminar, jurnal ilmiah, buku, dan lain sebagainya. Seluruh artikel penelitian tersebut kemudian dihimpun dalam bentuk terbitan sekunder dengan judul kumpulan abstrak karya tulis ilmiah peneliti bidang Zoologi-Puslit Biologi. Dalam kajian ini penulis membatasi hanya produktivitas dan tingkat kolaborasi penulis dari peneliti bidang Zoologi yang akan dikaji. Hal ini disebabkan hasil publikasi peneliti dari bidang Botani dan Mikrobiologi belum lengkap penyusunannya.

Produktivitas

Kepengarangan merupakan salah satu aspek yang berperan penting dalam penyebaran informasi dan kegiatan komunikasi. Kontribusi penulis dapat dilihat dari pola yang berbeda, seperti penulis tunggal, penulis bersama, dan beberapa penulis (Aliyu, 2011). Sebagai pustakawan atau ilmuwan informasi, penting untuk mengetahui tingkat produktivitas penulis dalam kaitannya dengan tingkat kolaborasi penulis.

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk membahas produktivitas penulis adalah bibiliometrika. Bibliometrika adalah salah satu metode penelitian dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi yang menggunakan analisis kuantitatif dan statistik dalam penyelesainnya. Menurut Sulistyo dalam Hasugian dan Ishak (2009), analisis bibliometrik bertujuan untuk menjelaskan proses komunikasi tertulis, sifat dan arah pengembangan sarana deskriptif penghituungan dan analisis berbagai faset komunikasi. Harande (2011) mengatakan “bibliometrics as a tool for conducting such as a study. It refers to the application of statistical techniques to the literature of a given subject”. Bibliomerik mengkaji tentang pola komunikasi antara informasi dalam bentuk dokumen dan pengguna informasi potensial.

Produktivitas didefinisikan sebagai jumlah artikel yang dipublikasikan peneliti dalam kurun waktu tertentu (Maryono, 2012). Produktivitas terkait dengan kuantitas dan kualitas dari kinerja seseorang yang dilakukan secara maksimal untuk tujuan tertentu. Produktivitas seorang penulis dapat dilihat dari hasil yang telah diterbitkan. Nilai produktivitas penulis dapat memberikan gambaran bagi kita tentang penulis yang paling produktif dalam menghasilkan karya dalam kurun waktu tertentu. Penghitungan tingkat produktivitas penulis pada jurnal ilmiah dilakukan agar dapat mengetahui jurnal yang memiliki penulis-penulis produktif dan siapakah pengarang yang paling produktif dalam menghasilkan karya ilmiah dalam kurun waktu tertentu (Himma & Fitri, 2009). Dengan demikian terlihat bahwa analisis produktivitas penulis mempunyai tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang berbagai hal seperti mengenai kepengarangan, baik produktivitas pengarang, karakteristik pengarang hingga subjek yang terbanyak.

Kolaborasi

Kolaborasi merupakan terjemahan dari kata “collaboration” yang artinya kerjasama. Kolaborasi mencakup semua kegiatan yang ingin dicapai dan mempunyai tujuan serta manfaat bersama. Kegiatan kolaborasi dalam penelitian secara umum dapat dilihat dalam kegiatan penulisan suatu karya yang melibatkan banyak penulis. Katz and Martin (1997) memberikan batasan bahwa seorang peneliti dikatakan berkolaborasi apabila mereka bekerjasama dalam proyek penelitan, namanya muncul dalam proposal penelitian, bertanggung jawab dalam satu atau lebih elemen penelitian, pelaksanaan eksperimen, analisa dan interpretasi data, penulisan laporan. Dalam beberapa kasus, kolaborator juga dapat mencakup antara lain mereka yang bertanggung jawab dalam tahap-tahap penting penelitian, seperti pencetus ide, hipotesis asli atau interpretasi teori, serta sebagai pemilik proyek penelitian dan penyandang dana. Sementara itu yang tidak bisa dianggap sebagai kolaborasi adalah mereka yang berkonstribusi relatif kecil, misalnya teknisi atau asisten peneliti.

Untuk melihat sejauh mana perkembangan penulisan karya ilmiah peneliti bidang zoologi dari tahun 20005-2010, maka perlu dilakukan pengkajian untuk mengetahui produktivitas dan tingkat kolaborasi peneliti dalam penulisan karya tulis ilmiah pada tahun 2005-2010. Melalui penelitian ini dapat diketahui pengarang mana yang produktif dan sejauhmana tingkat kolaborasinya dalam hal penulisan karya ilmiah.

METODE

Metode Pengumpulan Data

Kajian penelitian ini dilakukan dengan menggunaan metode desriptif menggunakan data publikasi peneliti bidang Zoologi, Puslit Biologi-LIPI selama enam tahun yaitu tahun 2005-2010. Pengkajian dilakukan pada bulan April 2014 dengan analisis dokumen. Populasi yang digunakan dalam kajian ini yaitu semua artikel karya tulis peneliti Bidang Zoologi, Puslit Biologi LIPI tahun 2005-2010 yang terhimpun dalam buku “Abstrak Karya Tulis Ilmiah Peneliti Bidang Zoologi 2005-2010. Karya tulis yang dikaji dikelompokkan berdasarkan peringkat produktivitas penulis, frekuensi kolaborasi penulisan, dan perbandingan peringkat produktivitas dan peringkat kolaborasi penulisan.

Pengolahan Data

Data yang diperoleh kemudian diolah dengan bantuan Microsoft Excel 2010. Tujuannya untuk memperoleh data awal dan memudahkan dalam pendistribusian data dan tampilan dalam format grafik. Pengolahan data digunakan untuk menentukan:

• Penyebaran penulis produktif selama tahun 2005-2010

• Peringkat Kolaborasi penulisan selama 2005-2010

Analisa Data

Metode perhitungan yang digunakan untuk menghitung tingkat kolaborasi antar penulis adalah dengan metode Subramanyam (1983) dengan rumus:

dimana:
C = tingkat kolaborasi penulis salam suatu disiplin ilmu dengan nilai berada pada interval 0 sampai dengan 1, atau [0,1]
Nm = total hasil penelitian dari peneliti suatu disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi
Ns = total hasil penelitian dari suatu disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara individual

Keterangan:
1. Apabila nilai C = 0, maka dikatakan bahwa hasil penelitian pada bidang tersebut seluruhnya dilakukan secara individual (penulis tunggal)
2. Apabila nilai C lebih besar dari nol dan kurang setengah (0 < C < 0,5) maka dapat dikatakan bahwa hasil penelitian yang dilakukan secara individu lebih besar dibandingkan dengan yang dilakukan secara berkolaborasi
3. Apabila nilai C = 0,5 maka penelitian yang dilakukan secara individual sama banyaknya dengan yang dilakukan secara berkolaborasi
4. Apabila nilai C lebih besar dari 0,5 dan kurang dari 1 (0,5 < C < 1) dapat dikatakan bahwa hasil penelitian yang dilakukan secara individual lebih sedikit dibandingkan yang dilakukan secara berkolaborasi
5. Apabila nilai C = 1 maka penelitian pada bidang tersebut seluruhnya dilakukan secara berkolaborasi

HASIL DAN PEMBAHASAN

Selama kurun waktu 2005-2010, Abstrak Karya Tulis Ilmiah Peneliti Bidang Zoologi memuat sekitar 273 artikel penulis yang paling produktif. Pada tabel 1 menggambarkan daftar peringkat dari 17 penulis paling produktif dalam penulisan karya ilmiah selama periode 6 tahun penelitian. Dalam tabel tersebut tercatat bahwa penulis yang paling produktif yaitu Haryono (24 artikel) diikuti Dewi Malia Prawiradilaga dan Renny K. Hadiaty (23 artikel).

Tabel 2 memperlihatkan pola kepengarangan dari 62 penulis dan frekuensi kolaborasi penulisan. Dewi Malia Prawiradilaga merupakan penulis yang paling banyak melakukan kolaborasi dengan penulis lain (22 artikel), diikuti oleh Renny Kurnia Hadiaty, Sri Hartini, Sri Sulandari, dan M Zein masing-masing 17 artikel kolaborasi (Tabel 3).

Tabel 4 menggambarkan perbandingan antara peringkat produktivitas dan peringkat kolaborasi penulis dari 17 penulis produktif dalam buku Abstrak Karya Tulis Ilmiah Peneliti bidang Zoologi 2005-2010. Tingkat kolaborasi antara kedua parameter tersebut menunjukkan peringkat yang sangat tinggi. Artinya semakin sering peneliti berkolaborasi maka kualitas dan kuantitas karya tulis ilmiah yang dipublikasikan semakin bermutu. Berdasarkan rumus Subramanyam (1983) rata-rata tingkat kolaborasi dalam buku Abstrak Karya Tulis Ilmiah Peneliti bidang Zoologi 2005-2010 sebesar 0.84. Artinya apabila nilai C lebih besar dari 0,5 dan kurang dari 1 (0,5 < C < 1) dapat dikatakan bahwa hasil penelitian yang dilakukan secara individual lebih sedikit dibandingkan yang dilakukan secara berkolaborasi. Angka ini merupakan kriteria positif untuk menilai semakin tingginya kualitas penelitian yang dihasilkan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan aspek produktivitas dan tingkat kolaborasi penulis, maka dapat dambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Penulis yang paling produktif yang termuat dalam buku Abstrak Karya Tulis Ilmiah Peneliti bidang Zoologi-Puslit Biologi selama 2005-2010 disumbang oleh Haryono sebanyak 24 artikel, disusul Dewi Malia Prawiradilaga dan Renny K Hadiaty masing-masing sebanyak 23 artikel.

b. Kajian ini juga menunjukkan bahwa tingkat kolaborasi penulis dalam penulisan artikel selama 2005-2010 memiliki tingkat kolaborasi yang cukup tinggi, yakni sebesar 0,84. Sebagian besar artikel merupakan karya penelitian kolaborasi. Angka ini merupakan kriteria positif untuk menilai semakin tingginya kualitas penelitian yang dihasilkan

SARAN
Berdasarkan hasil dan simpulan, maka disampaikan saran atau rekomendasi sebagai berikut:

a. Perlu adanya usaha peningkatan kualitas dan kuantitas penulisan, serta produktivitas penulis perlu ditingkatkan pula.

b. Tingkat kolaborasi dan kerjasama penulisan dengan institusi lain perlu dipertahankan dan ditingkatkan, karena banyak manfaat yang diperoleh dalam rangka menghasilkan penelitian dan publikasi yang berkualitas.

DAFTAR PUSTAKA

Aliyu, M. 2011. Author Productivity and Colaboration Among Academic Scientists in Modibbo Adama University of Technology, Yola. The Information Manager, Vol. 11(1&2): 32-35.

Dewiyana, H. & F. Arianti. 2009. Produktivitas Pengarang Pada Jurnal Program Studi Di Lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU) Terbitan Usu Press Tahun 2004-2006. http://digilibunsri.wordpress.com/2010/03/04/produktivitas-pengarang-pada-jurnal-program-studi-di-lingkungan-universitas-sumatera-utara-usu-terbitan-usu-press-tahun-2004-2006-oleh-himma-dewiyana-dan-fitri-arianti/ diakses 4 Juni 2014

Harande, Y.I. 2001. Author Productivity and Collaboration: an Investigation of the Relationship Using the Literature of Technology. Libri, vol. 51: 124-127.

Hasugian, J. & Ishak. 2009. Analisis bibliometrik terhadap publikasi hasil penelitian AIDS di Indonesia. Laporan Penelitian. Universitas Sumatera Utara, Medan. 24 hal.

Katz, J.S. & B.R. Martin. 1997. What is research collaboration?. Research Policy, 26: 1-18.

Maryono. 2012. Tren impact factor, produktivitas, dan kolaborasi dalam Indonesian Journal of Chemistry. IPTEK-KOM, Vol. 14(2): 115-132.

Pusat Penelitian Biologi. 2012. Laporan Tahunan Pusat Penelitan Biologi-LIPI. Cibinong. 105 hal.

Subramanyam, K. 1983. Bibliometric studies of research collaboration: a review. Journal of Information Science, 6: 33-38