Prosedur Sederhana Konversi Data WINISIS Ke Excel

Seperti diketahui Winisis merupakan piranti lunak ( software ) yang dibuat UNESCO , Winisis selain mengelola data teks , winisis juga mampu mengelola data digital, atau multimedia. Selama ini  database winisis hanya  berupa data teks saja, akan tetapi sebenarnya winisis mampu mengkombinasikan data koleksi yang berupa teks dan gambar ataupun teks penuh . Disini saya jelaskan bagaimana prosedur berkreasi membuat koleksi buku menjadi koleksi buku yang dapat di baca secara fulltext  dengan menggunakan winisis .  Pada prosedur ini diharapkan pembaca telah mengetahui bagaimana cara mengoperasikan Winisis dan sudah dapat membuat database sendiri.

1. Buat Database pada winisis dan  Beri nama misalnya LATIH1, dengan contoh strukturnya  seperti dibawah ini :
 1 Pengarang
 2 Judul
 3 Penerbit
 4 Kota Terbit
 5 Tahun Terbit
 6 Cover
 7 Fulltext


2. Kemudian entry data atau isikan data buku ,di bawah ini contoh pengisian data
Misalnya :


Pada  Tag 6 (cover ) cara penulisannya adalah :
c:winisisBGplace.jpg, Maksudnya file place.jpg berada di c:winisisBG
Keterangan : place.jpg adalah  nama file cover buku

Pada  Tag 7 ( Fulltext )cara pengisiannya adalah :
c:winisisBGplace.pdf, Maksudnya file place.jpg berada di c:winisisBG
Keterangan : place.pdf  adalah nama file fulltext

3. Sebelumnya image utk cover ( place.jpg ) dan utk fulltext ( place.pdf ) , sudah tersimpan di Folder C:WINISISBG, seperti gambar dibawah ini

4. Setelah data dientry dan disave maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini , tetapi tampilan ini belum sempurna ,karena masih muncul tulisan cover dan fulltext serta posisi dari file file place.jpg dan place.pdf


 

5. Langkah selanjutnya adalah mengedit format tampilan , dengan, cara klik menu edit pada winisis kemudian pilih print format , seperti contoh dibawah ini :

6. Setelah klik  print format pada menu edit , maka akan dihadapkan pada menu edit format untuk tampilan , seperti gambar dibawah ini :

7. Hapus /Delete  format yang seperti dibawah ini :
if p(v6) then {cl1,fs24,i,’Cover:’},tab(2540),v6/fi/
if p(v7) then {cl1,fs24,i,’Fulltext:’},tab(2540),v7/fi/

kemudian buat format seperti 
{link((pict(v6)),¿OPENFILE `,v7)}/
Sehingga formatnya menjadi seperti dibawah ini dan kemudian di save

  fonts((modern,Courier New),(roman,Times New Roman),(swiss,Arial)),
  cols((0,0,0)),
  cl10,f1,box(1)’MFN: ‘mfn(4),tab(2540),{cl8,fs32,b’LATIH1.MST’}/#f2,cl4,m(2540,-2540),cl4,fs30,

if p(v1) then {cl1,fs24,i,’Pengarang:’},tab(2540),v1/fi/
if p(v2) then {cl1,fs24,i,’Judul:’},tab(2540),v2/fi/
if p(v3) then {cl1,fs24,i,’Penerbit:’},tab(2540),v3/fi/
if p(v4) then {cl1,fs24,i,’Kota Terbit:’},tab(2540),v4/fi/
if p(v5) then {cl1,fs24,i,’Tahun Terbit:’},tab(2540),v5/fi/
{link((pict(v6)),’OPENFILE ‘,v7)}/  

8. Jika tidak ada kesalahan dalam pembuatan format tampilan atau salah pengetikan, proses pembuatan format tersebut sudah selesai dan pada menu tampilan winisis akan muncul seperti gambar dibawah ini dan proses berkreasi membuat database koleksi digital sudah dapat selesai dibuat.

9. Jika ingin mengetahui  fulltext buku seperti gambar diatas, maka klik dua kali cover buku tersebut pointer akan berubah bentuk menjadi tangan, dan secara otomatis akan keluar teks lengkap dari buku tersebut , seperti gambar dibawah ini :

10. Selesai sudah pembuatan database database koleksi digital menggunakan software winisis . koleksi buku ini yang terpenting adalah cover buku dan fulltextnya sudah dibuat  menjadi file softcopy terlebih dahulu.

11. Sebenarnya jika kita kreative, format tampilan dapat dibuat sedemikian rupa , sehingga tampilannya menjadi lebih menarik. Seperti salah contoh dibawah ini.