|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

13 Dec 2018

Perpusnas Canangkan Gerakan Ibu Bangsa Membaca

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-90 Tahun, Perpustakaan Nasional mencanangkan gerakan “Ibu Bangsa Membaca”. Gerakan nasional pemberdayaan perempuan untuk pengembangan literasi tersebut ditandai dengan pembacaan deklarasi “Ibu Bangsa Membaca” yang dipimpin istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi oleh Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Erni Guntarti, beserta Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando.

Selain pencanangan gerakan, dalam kegiatan tersebut sebanyak 25 tokoh perempuan menampilkan pergelaran literasi. Di mana para tokoh perempuan dari berbagai profesi dan generasi tersebut membacakan kutipan dari buku-buku yang menjadi koleksi aplikasi perpustakaan digital Perpustakaan Nasional, iPusnas.

Kepala Perpusnas Syarif Bando menyatakan kaum ibu memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Perempuan sebagai tiang suatu bangsa, berperan menjadi perpustakaan pertama bagi anak-anaknya. Karenanya, ibu seharusnya menanamkan kesadaran tentang pentingnya membaca kepada anak-anaknya atau generasi selanjutnya.

Perpusnas sebagai institusi yang memiliki informasi dan pengetahuan, mendukung upaya ini. Kaum ibu dan perempuan bisa memanfaatkan aplikasi utama Perpusnas yakni Indonesia One Search dan iPusnas. Melalui dua aplikasi ini, Perpusnas mengubah paradigma perpustakaan yang menunggu pengunjung menjadi perpustakaan menjangkau masyarakat.

“Sesuai arahan ibu Menko (Puan Maharani, red), Perpusnas jangan menjadi menara gading. Karenanya kami sudah melakukan banyak hal dengan mengubah paradigma perpustakaan. Sekarang ini sudah ada iPusnas. Sekarang sudah ada 250 ribu buku full text yang copy right-nya sudah dibeli dari penerbit. Karena keterbatasan anggaran, setiap judul dibeli 10 kopi. Dan 10 peminjam berhak membaca bersamaan selama 3 hari,” jelas Syarif Bando saat memberikan sambutan di Gedung Fasilitas Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada Kamis (13/12).

Peran aktif kaum ibu dan perempuan Indonesia dalam kegiatan literasi diharapkan meningkatkan kebiasaan baik membaca dan menularkan kebiasaan tersebut kepada anak-anak, keluarga, serta komunitasnya. Karena melalui membaca, kaum ibu dan perempuan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan sehingga mampu menepis berita bohong, ujaran kebencian, dan juga narasi negatif. Karenanya, Syarif Bando berharap semakin banyak penulis yang menghadirkan buku berkualitas untuk masyarakat. Perpustakaan sebagai institusi peradaban dunia tentunya mendukung hal ini.

Peresmian Gedung Fasilitas Perpusnas di Medan Merdeka Selatan oleh Presiden Joko Widodo pada September 2017 merupakan bentuk komitmen pemerintahan Jokowi-JK dalam menyediakan ikon peradaban bertaraf internasional. “Kami sudah banyak menerima kunjungan dari perpustakaan negara lain mulai dari Library of Congress, Belanda, Singapura, Australia, Malaysia, dan banyak negara Asia lainnya. Dan satu-satunya perpustakaan nasional yang sudah menerapkan Digital Right Management adalah Perpusnas Indonesia,” urainya.

Syarif Bando mengapresiasi kaum ibu dan perempuan yang terlibat dalam deklarasi ini. Dia berharap, gerakan literasi ini akan diimplementasikan melalui keluarga. Seluruh kalangan diundang untuk melakukan kegiatan yang berbasis ilmu pengetahuan di Perpusnas.

Dalam pergelaran literasi, sejumlah nama besar dilibatkan. Para ibu dan perempuan ini membacakan kutipan dari berbagai buku dan ditampilkan secara artistik. Menko Puan Maharani membacakan penggalan dari buku mendiang NH Dini yakni Sebuah Lorong di Kotaku. Selain itu juga ikut ambil bagian dari pergelaran tersebut yakni Duta Baca Indonesia Najwa Shihab, istri Menteri Sosial Loemongga Haomasan Kartasasmita, Filantropis Lia Candrasari, atlet angkat besi Acchedya Jagaddhita, aktris Cut Mini dan Prilly Latunconsina, dan beberapa tokoh lainnya.

Reportase: Hanna Meinita



Diunggah oleh admin (2018-12-13 20:44:06)