|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

20 Apr 2018

DPRD Kabupaten Langkat: MPK Efektif Jangkau Masyarakat

Salemba, Jakarta - Anggota DRPD Kabupaten Langkat, Sumatera Utara meminta bantuan Mobil Perpustakaan Keliling dari Perpustakaan Nasional. Kehadiran perpustakaan keliling dinilai semakin dibutuhkan untuk menjangkau masyarakat, mengingat luasnya wilayah Kabupaten Langkat yang mencapai 6.263 kilometer persegi dengan 23 kecamatan.

Hal ini disampaikan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Langkat dalam kunjungan kerja ke Perpusnas di Jakarta, Jumat (20/4). Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Langkat Donny Setha diterima Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Minat Baca Perpusnas Deni Kurniadi didampingi Kepala Bidang Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Khusus Perpusnas Sukoyo.

Saat ini, ada tiga MPK yang beroperasi di Langkat, di mana satu MPK dari Perpusnas dan dua MPK dari pemerintah daerah. “Kami sudah mendorong peningkatan minat baca dengan memberikan mobil perpustakaan keliling yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, red). Namun ini baru bisa melayani tiga daerah pemilihan. Kami harap ada bantuan, jadi bisa menyongsong langsung ke tengah-tengah masyarakat,” ujar Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Langkat Munhasyar.

Selain itu, anggota DPRD Kabupaten Langkat juga meminta bantuan untuk menambah koleksi di perpustakaan, terutama mengenai sejarah lokal. Sebelumnya, DPRD Kabupaten Langkat sudah mencetak buku mengenai sejarah daerah sebanyak 20 ribu eksemplar yang dibagikan ke pelajar Sekolah Dasar.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Langkat menegaskan dukungannya dalam pengembangan perpustakaan. Bentuk dukungan tersebut salah satunya pembangunan gedung perpustakaan di Stabat, yang merupakan pusat kebudayaan dan kegiatan masyarakat.

Menanggapi hal ini, Deni Kurniadi menyatakan Perpusnas sebagai pembina perpustakaan siap memberikan bantuan ke daerah berupa dana konsentrasi untuk provinsi, MPK, bantuan buku untuk kabupaten/kota, dan tenaga perpustakaan. Sementara untuk bantuan buku lokal, Deni Kurniadi mendorong anggota legislatif untuk menerbitkan buku mengenai koleksi sejarah tentang Langkat untuk perpustakaan di daerah tersebut. “Ini sesuai amanat UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Fungsi perpustakaan adalah melestarikan budaya bangsa. Jadi memang harus dihimpun,” jelasnya.

Deni Kurniadi menambahkan, pemerintah pusat sedang menggodok Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perpustakaan kabupaten/kota. Akan ada tiga menu dalam DAK yakni dana untuk membangun gedung baru, rehabilitasi gedung yang sudah rusak, dan pengembangan koleksi. Jika mendapat restu dari DPR dan pemerintah, maka DAK untuk perpustakaan bisa dilaksanakan pada 2019.

Menurut Deni, bantuan-bantuan yang ada merupakan fungsi Perpusnas sebagai pembina perpustakaan di seluruh Indonesia. “Karena kami tidak bisa sendirian memasyarakatkan minat baca tanpa bantuan dari dinas perpustakaan provinsi maupun kabupaten/kota,” pungkasnya.

Reportase: Hanna Meinita



Diunggah oleh admin (2018-04-25 07:40:48)

Berita Lainnya

Berita - 05 Jun 2018


Perpusnas Pertahankan Predikat WTP