|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

05 Apr 2018

Rayakan 500 Tahun Penerbitan di Belarus, Dubes Belarus Berikan Buku untuk Perpusnas

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Duta Besar Belarus untuk Indonesia memberikan buku mengenai Francysk Skaryna ke Perpustakaan Nasional. Pemberian buku mengenai penulis bersejarah Belarus tersebut dilakukan secara simbolis oleh Duta Besar Belarus untuk Indonesia H.E Mr. Valery Kolesnik kepada Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando.

Dubes Belarus untuk Indonesia menyatakan buku tersebut merupakan terbitan khusus biografi Francysk Skaryna. Dia menambahkan, selanjutnya Perpustakaan Nasional Belarus melalui Kedubes Belarus untuk Indonesia akan menyerahkan sebanyak 23 buku untuk Perpusnas. “Belarus akan menghibahkan buku mengenai Francis Karina sebanyak 23 eksemplar edisi khusus. Buku-buku ini dicetak dalam Bahasa Rusia, Belarus, dan Inggris,” jelasnya saat menyerahkan buku edisi khusus Francysk Skaryna di Gedung Layanan Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Kamis (5/4).

Francysk Skaryna merupakan sosok penting dalam sejarah penerbitan di Belarus dan Eropa Timur. Pria yang lahir pada abad ke-15 ini adalah orang pertama yang menerbitkan buku di Eropa Timur. Karena peranannya yang sangat penting dalam penerbitan, Belarus menerbitkan buku edisi khusus mengenai Francysk dalam Perayaan 500 Tahun Penerbitan Belarus yang diselenggarakan pada tahun ini.

Menurut Dubes Belarus untuk Indonesia, pihaknya menyerahkan buku edisi khusus tersebut ke perpustakaan di berbagai negara di dunia. Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan mengenai Francysk dari berbagai dunia yang bertujuan mengenalkan peranannya dalam dunia literasi dan penerbitan.

Kepala Perpusnas mengapresiasi penyerahan buku tersebut. Untuk mengenalkan sosok Francysk, Kepala Perpusnas menyatakan pihaknya akan mengadakan seminar, diskusi, dan pameran mengenai Francysk Skaryna. Kegiatan tersebut rencananya diselenggarakan pada pertengahan Mei 2018 dalam pekan ulang tahun Perpusnas.

Dubes Belarus menyambut baik hal ini. Dia menyatakan, perpustakaan merupakan tempat yang sangat penting karena berperan dalam kehidupan sosial. “Di Belarus, perpustakaan merupakan pusat kebudayaan dan memiliki perhatian khusus pada kegiatan bersejarah,” pungkasnya.

Reportase: Hanna Meinita

 



Diunggah oleh admin (2018-04-27 08:22:04)

Berita Lainnya

Berita - 05 Jun 2018


Perpusnas Pertahankan Predikat WTP