|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

27 Apr 2018

Gemar Membaca adalah Cara Memberantas Kebodohan dan Kemiskinan

Jepara - Perpustakaan di era sekarang ini yakni perpustakaan yang menjangkau masyarakat bukan lagi masyarakat yang menjangkau perpustakaan. Oleh karena itu Perpustakaan Nasional selalu mendukung dan mengembangkan perpustakaan-perpustakaan di daerah untuk menularkan warganya gemar membaca. Demikian yang disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando dalam acara seminar yang bertema "Membangun Budaya Literasi Melalui Transformasi Layanan Perpustakaan" yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Jepara (27/4).

“Program gemar membaca adalah salah satu cara untuk memberantas kebodohan dan kemiskinan di Indonesia. Harapannya Kabupaten Jepara yang mendapat peringkat terbaik perpustakaan desa bisa ikut membantu memberantas tingkat kebodohan dan kemiskinan,” ujar Syarif. Di era digital saat ini, semua orang bisa membaca dimana saja dan kapan saja. "Selama piranti seperti handphone, laptop ataupun komputer yang bisa tersambung internet, siapa saja bisa membaca. Meski demikian, untuk menyaring pengetahuan tersebut tetap membutuhkan buku cetak," terang Syarif.

"Adanya kegiaatan ini bisa menjadi salah satu pembelajaran bagi seluruh warga Jepara. Dengan adanya sarana teknologi informasi yang berkembang saat ini memudahkan masyarakat untuk gemar membaca," ujar Asisten I Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Abdul Syukur. Menurutnya minat baca masyarakat Jepara saat ini masih rendah oleh karena itu membangun budaya literasi melalui transformasi layanan perpustakaan perlu ditingkatkan. Salah satu cara membangun budaya literasi adalah memberikan layanan-layanan seperti mobil pintar, perpustakaan keliling dan perpustakaan-perpustakaan di tiap desa dan kelurahan.

Salah satu narasumber seminar, budayawan Semarang Prie GS mengungkapkan sebelum memahami suatu buku yang akan dibaca literasi terbaik dan yang paling utama adalah memahami diri sendiri terlebih dahulu. “Jika seseorang telah memiliki literasi diri mereka sendiri, saya yakin untuk memiliki literasi lainya sangat mudah. Yang penting itu kita tahu betul apa yang kita inginkan. Literasi itu juga bisa dilihat dari tanda tangan yang kita miliki. Tulisan yang kita miliki ataupun pemahaman yang kita miliki dalam menilai sesuatu,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengukuhkan Bunda Baca Kabupaten Jepara yaitu Ibu Bupati Jepara Ny. Chuzaemah A. Marzuki dan Ibu Wakil Bupati Jepara Ny. Hesti Nugroho Dian Kristiandi. Syarif mengharapkan Bunda Baca Kabupaten Jepara dapat menjadi role model dan menginspirasi serta memberikan motivasi bangkitnya kegemaran membaca dalam rangka meningkatkan indeks literasi masyarakat di Kabupaten Jepara.

 

Reportase : Ayat Hidayat dan Arwan Subakti



Diunggah oleh admin (2018-05-23 09:14:47)

Berita Lainnya

Berita - 05 Jun 2018


Perpusnas Pertahankan Predikat WTP