|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

05 May 2018

Padang Panjang Jadi Kota Literasi : Dorong Kecintaan Masyarakat Untuk Membaca

Padang Panjang, Sumatera Barat - Pemerintah kota Padang Panjang menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang semarak, dalam rangka meningkatkan edukasi literasi di kota berhawa sejuk tersebut. Diantaranya adalah pencanangan kota Padang Panjang sebagai kota literasi oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando di lapangan Bancah Laweh, Padang Panjang pada hari Sabtu (5/5). Sehari sebelumnya juga diselenggarakan kegiatan Temu Penyair Asia Tenggara (TPAT) yang dihadiri 300 penyair dari negara-negara Serumpun Melayu dan Pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk penulisan puisi terbanyak tentang bahaya narkoba yang melibatkan 18.330 pelajar.

Temu Penyair Asia Tenggara yang diselenggarakan di objek wisata Mifan Waterboom, Sumatera Barat, (3-6/5) menghadirkan penyair-penyair Asia Tenggara termasuk Indonesia yaitu diantaranya Gayo Salman Yoga S dan Zuliana Ibrahim. Acara silaturahmi penyair tersebut dimeriahkan dengan beberapa kegiatan diantaranya seminar sastra dengan narasumber dari dalam dan luar negeri, peluncuran buku, diskusi literasi, pembacaan puisi di situs-situs sejarah, malam kesenian dan city tour sastra. "Kami sangat bersyukur sekaligus bangga dapat menjadi tempat penyelenggaraan temu sastrawan se-Asia Tenggara, selain dapat mempromosikan kekayaan budaya dan alam sebagai objek wisata ke dunia luar juga menjadi objek karya para satrawan terutama dalam mengeksplorasi sejarah yang ada," ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang Alvi Sena mewakili Wali Kota Padang Panjang.

Pemecahan rekor MURI untuk penulisan puisi terbanyak tentang bahaya narkoba menjadi bentuk kampanye para pelajar menolak penyalahgunaan narkoba. Sebagai daerah pelintasan, kota Padang Panjang rentan penyalahgunaan bahaya narkoba. Puisi yang ditulis oleh seluruh pelajar tingkat SD sampai dengan SMA dan sederajat di Kota Padang Panjang diharapkan didokumentasikan dan disebarluaskan melalui media sosial. "Mudah-mudahan dengan acara ini keinginan kita untuk membaca akan semakin baik. Yang ingin saya sampaikan adalah sekolah itu bukan hanya di kelas tetapi sekolah itu dimana saja, kapan saja asal membaca, dunia ini akan menjadi sangat luas dengan wawasan yang kita miliki. Tanpa membaca mustahil dunia dapat kita miliki," jelas Syarif memberikan sambutan di SMPN 5 yang menjadi tempat pemecahan rekor MURI.

Kota Padang Panjang yang memiliki julukan kota Serambi Mekkah  dan juga dikenal sebagai Mesir Van Andalas, sangat menawan dikelilingi gunung Singgalang, gunung Kandikat dan gunung Marapi merupakan kota tempat kelahiran para sastrawan Indonesia seperti A.A. Navis dan Hamka. "Dulu banyak sastrawan lahir dari padang panjang dan itu harus dipelihara dengan semangat literasi agar kota ini tidak tertinggal," ujar Syarif dalam sambutannya pada acara pencanangan. Kota literasi dicanangkan untuk mendorong kecintaan masyarakat terhadap membaca dan menulis. Kepala Perpustakaan Nasional dalam kesempatan tersebut menerangkan bahwa literasi adalah kemampuan seseorang mengumpulkan sumber bahan bacaan, kemampuan seseorang memahami apa yang tersirat dan tersurat, kemampuan seseorang mengemukakan gagasan, kemampuan seseorang, korporasi atau negara menciptakan barang/jasa yang dibutuhkan masyarakat sesuai perkembangan jaman.

Reportase : Dewi Kartika dan Arwan Subakti



Diunggah oleh admin (2018-05-07 15:33:55)

Berita Lainnya

Berita - 05 Jun 2018


Perpusnas Pertahankan Predikat WTP