Perpusnas Tingkatkan Kapasitas Tenaga Perpustakaan Sekolah Rakyat

Gallery image

Perpusnas Tingkatkan Kapasitas Tenaga Perpustakaan Sekolah Rakyat

Jakarta - Humas Perpusnas. Peran pustakawan terutama di perpustakaan Sekolah Rakyat (SR) mengajak siswa untuk saling belajar, mengenal bagaimana bisa memanfaatkan informasi-informasi yang ada di perpustakaan sekolah.

 

“Di tengah perkembangan teknologi digital, bagaimana perpustakaan dapat memberikan informasi yang akurat terhadap perkembangan yang ada. Anak-anak siswa sekolah kita ajak untuk ikut memanfaatkan koleksi yang ada di perpustakaan,” kata Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Agus Sutoyo, Selasa (22/9/2026).

 

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa kegiatan Peningkatan Kapasitas Pustakawan/Tenaga Perpustakaan SR bertujuan memberikan pembekalan, bimbingan, dan inspirasi kepada pustakawan/tenaga pengelola perpustakaan tentang cara melaksanakan peran strategis melalui penyusunan program literasi informasi, bimbingan pemustaka, dan konsultasi bacaan bagi siswa.

 

Sependapat, pada sosialisasi ini, Deputi Bidang Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, menambahkan  Program SR perlu dikelola secara baik, terintegrasi, dan kolaboratif untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

 

Dalam hal ini, Perpusnas senantiasa berupaya memperkuat peran perpustakaan dalam mendukung program SR untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memutus rantai kemiskinan antar generasi.

 

"Peranan literasi itu sangat penting dalam membangun pemikiran kritis dan mempersiapkan generasi muda yang inovatif, kreatif, dan produktif," ungkapnya.

 

Adin menjelaskan, literasi tidak hanya dimaknai sebatas kemampuan membaca, menulis, dan menghitung, tetapi literasi memiliki pemaknaan yang lebih luas. Literasi merupakan kemampuan dalam menggunakan informasi baik tertulis maupun tidak, dalam mendukung dan mendorong berpikir kritis untuk meningkatkan kualitas hidup. 

 

Kesenjangan kecakapan literasi, lanjutnya, juga berkaitan dengan berbagai aspek sosial dan ekonomi. Karena itu, penguatan budaya baca dan literasi di SR dinilai penting untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan sosial, serta kecakapan ekonomi peserta didik.

 

 “Sekolah Rakyat harus kita kembangkan dan kita kemas melalui pendekatan penguatan kecakapan literasi kepada anak-anak kita. Maka perpustakaan tentu harus dikelola secara profesional untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, informasi, dan rekreasi,” jelasnya.

 

Bimbingan teknis untuk pustakawan maupun tenaga perpustakaan SR akan dilaksanakan secara hybrid pada Oktober mendatang.*** (WM/ED: BS/Dok: AA)

Galeri