Belajar Aman di Dunia Digital, Pegawai Pusdatin Ikuti Simulasi Phishing

Gallery image

Belajar Aman di Dunia Digital, Pegawai Pusdatin Ikuti Simulasi Phishing

Jakarta, 29 Oktober 2025 - Dalam upaya memperkuat keamanan informasi dan meningkatkan kesadaran pegawai terhadap ancaman siber. Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar Pelatihan Simulasi Penipuan Daring di Lingkungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini difokuskan pada pengenalan teknik serangan siber dan strategi pencegahan terhadap upaya penipuan daring (phishing).

 

Pelatihan dibuka dengan doa dan sambutan dari Kepala Pusat Data dan Informasi, Bapak Wiratna Tritawirasta, S.Kom., MP. yang menegaskan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap ancama siber di lingkungan kerja. Kegiatan menghadirkan narasumber ahli keamanan siber, Bapak Digit Oktavianto yang membagikan pengetahuan dan pengalaman tentang berbagai bentuk serangan phishing, taktik rekayasa sosial, serta langkah-langkah strategis dalam menjaga keamanan data institusi. 

 

“Kesadaran pegawai merupakan lapisan pertahanan pertama terhadap serangan siber. Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh pegawai lebih waspada terhadap email atau pesan mencurigakan yang berpotensi menjadi pintu masuk serangan.” Pak Wiratna, Kepala Pusat Data dan Informasi. 

 

Dalam pemaparannya, Pak Digit menjelaskan bahwa serangan phishing kini semakin canggih, memanfaatkan kesalahan ketik domain, konten buatan AI, hingga trik psikologis untuk memanipulasi korban. Ia menyoroti pula beberapa kasus nyata kebocoran data akibat malware yang menyerang perangkat pribadi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

 

“Phishing bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal perilaku manusia. Bahkan sistem paling aman pun bisa ditembus jika penggunanya lengah” jelas Pak Digit

 

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga mengajak peserta mengikuti pelatihan simulasi phishing menggunakan platform GoPhish. Tujuannya adalah untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan pegawai serta efektivitas kebijakan keamanan yang telah diterapkan. 

 

Sebagai tindak lanjut, Pak Digit memberikan rencana kegiatan tentang kampanye simulasi phishing internal seperti membentuk grup komunikasi khusus guna memfasilitasi diskusi teknis dan koordinasi pelaksanaan kampanye dan menjadwalkan pertemuan lanjutan. 

 

Melalui kegiatan ini, Pusdatin menegaskan komintmennya untuk memperkuat sistem keamanan digital dan membangun budaya sadar siber di kalangan pegawai. Upaya ini merupakan bagian dari strategi transformasi digital keberlanjutan serta wujud tanggung jawab institusi dalam menjada integritas data dan layanan publik.

Galeri