Gedung Perpustakaan Kabupaten Mamasa, Bukti Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah
Mamasa, Sulawesi Barat - Humas Perpusnas. Pemanfaatan gedung layanan perpustakaan bukan sekadar bangunan fisik semata, melainkan sebagai pusat kegiatan literasi dan kreativitas masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Perpusnas, E. Aminudin Aziz, pada kegiatan peresmian Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Mamasa pada Rabu, (16/9/2026). Acara tersebut merupakan rangkaian Festival Literasi Kabupaten Mamasa tahun 2026.
Menurutnya, berdirinya gedung layanan perpustakaan adalah salah satu bentuk kolaborasi pemerintah pusat dengan daerah. Keberadaan gedung tersebut guna memperkuat layanan perpustakaan dan pengembangan literasi di masyarakat.
“Keberadaan gedung ini adalah salah satu di antara upaya kita dari pemerintah. Pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah, karena perpanjangan tangan di situ tetap menjadi keberadaan dari bupati,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, dukungan Perpusnas kepada pemerintah daerah tidak lagi dalam bentuk fisik seperti Pojok Baca Digital (Pocadi), mobil atau motor perpustakaan, tetapi melalui program-program literasi dengan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) non Fisik. Pada 2025, Kabupaten Mamasa mendapatkan alokasi DAK non Fisik sebesar Rp 500 juta untuk mendukung kegiatan literasi.
Aminudin juga menekankan pentingnya dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menggerakan kegiatan-kegiatan literasi di seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya itu, ia mengatakan, OPD juga membantu pencatatan kegiatan literasi yang dilaksanakan di masyarakat.
“Hal ini berkaitan dengan ketersediaan data dalam perhitungan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Harap diperhatikan, agar tahun ini dijadikan momentum bagi Kabupaten Mamasa untuk lompat dari yang tadinya nilainya nihil, nol, menjadi Mamasa yang betul-betul Mamase; Maju, Mandiri, dan Sejahtera,” tegasnya.
Terkait potensi talenta anak-anak kabupaten Mamasa dalam bidang seni, budaya dan olahraga, Aminudin menjelaskan peran perpustakaan dapat menjadi fasilitator, sebagai tempat untuk pengembangan kegiatan-kegiatan kreatif tersebut.
Dalam kesempatan ini, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menyampaikan apresiasi kepada Perpusnas atas pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Mamasa yang menggunakan DAK Fisik tahun 2023.
Lebih lanjut, ia mendorong jajaran dan masyarakat setempat untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi pengembangan keberagaman talenta, potensi, dan bakat anak-anak di Kabupaten Mamasa.
“Anak-anak di Mamasa adalah anak-anak multi talenta di bidang seni, budaya dan olahraga. Hal ini terlihat dari adanya anak asal Kabupaten Mamasa yang tergabung dalam timnas U-17 . Karena itu, kita semua harus bergerak. Jangan tutup ruangnya anak-anak kita, jangan kita tutup potensinya. Mari kita membuka seluas-luasnya dan mempersiapkan talenta, potensi, dan bakat anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamasa, Muhammad Nawir, memaparkan tujuan Festival Literasi bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi masyarakat. Ia juga menyebutkan, kegiatan ini menumbuhkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai kegiatan lomba dan menjadikan literasi sebagai dasar pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Mamasa. (AL/Ed:DRS:Dok:KN).
Galeri









