Perpusnas Fokus Seleksi Koleksi Berkualitas untuk Pemustaka
Salemba, Jakarta- Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) Aminudin Aziz menekankan pentingnya seleksi ketat dalam pengadaan koleksi guna memastikan kualitas bahan pustaka yang tersedia bagi masyarakat.
Dalam arahannya pada Rapat Seleksi Bahan Perpustakaan Tahun 2025, Aminudin menekankan bahwa koleksi yang dihadirkan harus memenuhi kebutuhan pemustaka dengan mengutamakan karya-karya utama (masterpiece) di berbagai bidang ilmu pengetahuan.
“Koleksi perpustakaan, terutama yang dikelola oleh sebuah lembaga negara, tidak akan pernah bisa memenuhi seluruh harapan dan keinginan dari para pemustaka. Namun, menjadi tanggung jawab kita untuk menghadirkan bahan pustaka yang berkualitas untuk memenuhi harapan-harapan tersebut,” ungkapnya, Rabu (26/2/2025).
Oleh karena itu, lanjutnya, tugas dan peran pustakawan menjadi penting dalam menentukan karya-karya penulis yang dapat menjadi masterpiece atau yang hanya sekadar penambah koleksi.
“Yang harus dilakukan adalah betul-betul selektif dalam memilih karya-karya sebagai calon-calon masterpiece. Harapan saya, Bapak Ibu betul-betul menggunakan ketajaman profesionalismenya untuk memastikan bahan-bahan pustaka yang dipilih adalah yang betul-betul akan memberikan dampak kepuasan kepada pemustaka,” tuturnya.
Lebih lanjut, Aminudin menyampaikan perlunya analisis kebutuhan sebelum menentukan jumlah koleksi pada bidang tertentu. Menurutnya, pemilihan koleksi harus mempertimbangkan ketersediaan bahan pustaka saat ini serta minat pemustaka agar keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan data dan kebutuhan aktual.
Terkait keterbatasan anggaran, Aminudin menjelaskan meskipun mengalami pemotongan anggaran hingga 38,1%, Perpusnas tetap berupaya mengalokasikan dana secara optimal, termasuk dengan mengurangi jumlah eksemplar per judul agar lebih banyak penulis dan penerbit yang terakomodasi dengan tetap mengedepankan mutu dan kualitas sebagai pedoman utama.
Senada, Plt. Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Perpusnas Adriati mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran berdampak signifikan pada jumlah pengadaan bahan pustaka tahun 2025 dimana jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan yang tajam.
“Total target pengadaan tahun 2025 adalah 74.656 eksemplar, terdiri dari 62.381 eksemplar bahan non-cetak (buku digital, audiovisual, audiobook, dan videobook) serta 12.775 eksemplar bahan cetak, termasuk di dalamnya buku dalam negeri, luar negeri, serial, kartografi, buku langka dan buku untuk difabel,” jelas Adriati.
Lebih lanjut, Adriati menjelaskan seleksi awal dilakukan oleh tim akuisisi yang memverifikasi keunikan judul dan kelengkapan data sebelum diserahkan kepada tim seleksi yang terdiri dari pustakawan ahli utama, ketua kelompok kerja atau sub kelompok kerja yang disesuaikan dengan latar belakang pendidikannya.
Selain itu, Adriati menyampaikan harapannya kepada tim seleksi untuk menyelesaikan proses seleksi secara menyeluruh agar target pengadaan dapat tercapai.
“Harapan kami sangat besar kepada Bapak dan Ibu karena pengalaman dan keilmuan yang dimiliki Bapak dan Ibu semua sangat berarti dalam seleksi koleksi bahan perpustakaan ini dan semoga target yang akan kita adakan tercapai seluruhnya,” pungkasnya.
Dengan upaya seleksi yang cermat dan strategis, Perpusnas berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan menjadi pusat rujukan yang lebih baik bagi pemustaka di seluruh Indonesia.
Reporter: Anastasia Lily
Dokumentasi: Aditya Irfan
Galeri


