Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Perkuat Keamanan Informasi melalui Penerapan Kriptografi
Jakarta - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) terus memperkuat keamanan informasi dan layanan digital melalui penerapan kriptografi pada sistem aplikasi. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pelaksanaan Penerapan Kriptografi di Lingkungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang dilaksanakn secara hybrid pada Selasa, 21 Juli 2026.
Kegiatan ini melibatkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Perpusnas RI, Tim Sandi Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta PT Nawasena Gatra Abadi selaku pengembang Sistem Aplikasi SIMWAS.
Kepala Pusat Data dan Informasi Perpusnas RI, Bapak Wiratna Tritawirasta, S.Kom., M.P., menyampaikan apresiasi kepada BSSN atas dukungan dan pendampingan dalam memperkuat keamanan informasi di lingkungan Perpusnas RI. Menurutnya, penerapan kriptografi tidak hanya menjadi langkah teknis, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kerahasian, integritas, keaslian, dan keutuhan informasi dari berbagai ancaman.
Dalam kegiatan tersebut, BSSN memberikan pemaparan mengenai layanan kriptografi antara lain encrypt/decrypt, seal/unseal, tokeniza/detokenize,HMAC, secret management, TOTP, dan random number generator. Selain itu, dilakukan instalasi, konfigruasi, serta pengujian layanan sebagai bagian dari persiapan penerapan pada Sistem Aplikasi SIMWAS.
Penerapan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap melalui tahap staging sebelum memasuki proses integrasi. Tim terkait juga akan melakukan asesmen terhadap data yang akan dienkripsi serta memastikan kesiapan sistem dan basis data sebelum diterapkan pada lingkungan produksi.
Penerapan kriptografi ini diharapkan menjadi pondasi awal bagi penguatan keamanan pada aplikasi strategis lainnya di lingkungan Perpusnas RI. Langkah tersebut sekaligus mendukung penerapan SPBE dan SMKI berbasis ISO/IEC 27001:2022 serta mendorong terwujudnya ekosistem layanan digital pemerintah yang aman, andal, dan terpercaya.
Galeri







