‘Tembang Alit Kartini’ Hidupkan Kembali Suara R.A. Kartini di Panggung Perpusnas
Jakarta. Humas Perpusnas. Pagelaran “Tembang Alit Kartini” ditampilkan di panggung auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Karya tersebut diprakarsai oleh Aylawati Sarwono dengan sutradara Wawan Sofwan dan penata musik Jaya Suprana, dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, turut hadir menyaksikannya, pada Minggu (19/4/2026).
Tembang Alit diciptakan pada 1984 dan dalam pagelaran ini digunakan sebagai pengiring pembacaan surat-surat Raden Ajeng Kartini yang ditulis antara tahun 1899-1903. Periode tersebut merupakan periode yang sangat penting yang merekam pemikiran, perjuangan dan kegelisahan intelektual Kartini tentang pendidikan, emansipasi dan peran perempuan.
Dalam pagelaran ini, surat-surat R.A. Kartini dibacakan oleh para perempuan masa kini dari berbagai latar belakang termasuk para tokoh perempuan Indonesia dalam lima babak.
Babak pertama mengisahkan pergulatan batin R.A. Kartini melalui surat-suratnya kepada Nona Stella yang membuka cakrawala pemikirannya tentang kebebasan, pendidikan dan masa depan perempuan.
Babak kedua menceritakan tentang perjalan R.A. Kartini dalam masa pingitan, sebuah fase yang sangat membatasi geraknya secara fisik namun justru memperkaya dunia batin dan pemikirannya.
Babak ketiga menghadirkan R.A. Kartini sebagai seorang impresario, sosok yang sangat mencintai dan menghidupi seni khususnya musik gemalen. Ia tidak berpikir tentang kemajuan semata tetapi juga merawat akar budaya bangsanya
Babak keempat menuturkan semangat R.A. Kartini dalam dunia pendidikan dan babak kelima mengisahkan momen penting dalam hidupnya saat menerima pinangan Bupati Rembang. (AL/Ed:DRS/Dok:KN).
Galeri









