This City is Empty, Mengajak Pembaca Mencari Makna Hidup

Gallery image

This City is Empty, Mengajak Pembaca Mencari Makna Hidup

Jakarta - Humas Perpusnas. Kesepian dan kekosongan batin tidak selalu lahir dari keadaan di luar diri. Perasaan tersebut dapat muncul ketika seseorang kehilangan makna, sulit memahami dirinya sendiri, atau tidak menemukan hubungan yang memberikan ruang untuk dipahami.

 

Hal itulah yang menjadi gagasan utama yang dibawa penulis Azerbaijan, Rovshan Abdullaoglu, melalui bukunya This City Is Empty dalam Book Launch & Talk Session bertajuk When a City Feels Empty: How Books Help Us Find Meaning, Healing, and Hope di Jakarta Convention Center (JCC) pada Jumat, (2/10/2026).

 

Melalui This City Is Empty, Rovshan mengajak pembaca menyelami kesepian, pencarian makna hidup, penerimaan diri, dan hubungan manusia dengan orang lain. Perbedaan latar belakang budaya dan keyakinan kedua tokoh justru memperlihatkan bahwa kebutuhan untuk dicintai, dipahami, dan memiliki hubungan yang bermakna bersifat universal.

 

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) E. Aminudin Aziz menyoroti pesan buku bahwa kebahagiaan dapat ditemukan melalui kemampuan memahami diri dan menjalani kehidupan pada saat ini.

 

“Bahagia itu tidak jauh. Bahagia itu ada di dalam diri kita, ada di hati kita, dan ada pada saat ini,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti peran membaca sebagai ruang refleksi. Buku, menurutnya, selain menyampaikan informasi juga dapat membantu seseorang memahami diri, membangun komunikasi, dan melihat persoalan dari sudut pandang berbeda.

 

Sementara itu, Rovshan mengatakan baginya, buku yang mampu menyentuh hati atau mengubah cara pandang pembaca telah menemukan kebermaknaannya. “Kalau sebuah buku bisa menyentuh hati seseorang, mengubah cara pandangnya, mungkin itu sudah menjadi sesuatu yang sangat berarti,” ujarnya.

 

Gagasan tersebut membuat membaca terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Buku dapat menjadi ruang untuk berhenti sejenak, mengenali perasaan sendiri, serta melihat pengalaman orang lain dari sudut pandang yang berbeda.

 

Pada akhirnya, This City Is Empty membawa buku kembali pada fungsi yang lebih luas yaitu sarana untuk memahami kehidupan. Saat pembaca menemukan pengalaman yang terasa dekat dengan dirinya di dalam sebuah buku, membaca dapat menjadi awal percakapan baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.

 

Perspektif tersebut memperkuat pemahaman bahwa literasi merupakan kemampuan memahami, merefleksikan, dan memaknai informasi serta pengalaman yang ditemui dalam kehidupan. *** (SA/Ed:DRS/Dok:ATK)

Galeri