Audiensi ke Perpusnas, PPMI Mesir Ingin Ekosistem Literasi Masisir Berkembang

Gallery image

Audiensi ke Perpusnas, PPMI Mesir Ingin Ekosistem Literasi Masisir Berkembang

Jakarta– Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Suharyanto, menerima audiensi dan dialog kelembagaan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir pada hari Jumat, (9/1/2025).

Audiensi tersebut dipimpin oleh Presiden PPMI Mesir, Glenn Sofyan Assyauri Lubis didampingi Rahmadi Prima. Pertemuan berlangsung dalam rangka meminta saran, arahan, serta pandangan Perpusnas terkait pengembangan dan pembinaan dunia literasi di kalangan Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir).

Dalam pertemuan tersebut, Glenn menyampaikan jumlah diaspora pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir  mencapai sekitar 20 ribu orang. Hal itu menjadikan Mesir menjadi salah satu pusat mahasiswa Indonesia terbesar dibandingkan di kawasan Timur Tengah, bahkan di Asia. Sejalan dengan itu, produktivitas literasi mahasiswa Indonesia di Mesir dinilai cukup tinggi.

“Mahasiswa Indonesia di Mesir setiap tahun selalu produktif menelurkan 100 karya baru baik bentuknya buku maupun yang sederhana, kalau perbulan mungkin ada sekitar 10 hingga  20 karya yang dihasilkan,” ungkapnya.

Ia berharap Perpusnas dapat memberikan arahan dalam pengembangan ekosistem kepenulisan dan penerbitan khususnya yang berkaitan dengan karya ilmiah dan intelektual Masisir. Tujuannya, agar karya-karya tersebut tidak hanya berhenti pada proses penulisan tetapi juga dapat terdistribusi dan terdokumentasi dengan baik di Indonesia.

Ia juga menyampaikan banyak karya ulama-ulama Nusantara zaman dahulu berbentuk turats atau kitab kuning yang hingga kini masih tersimpan di Mesir. “Karya-karya ulama zaman dahulu itu jumlahnya sangat banyak dan saya yakin sebagian besar belum ada di Perpustakaan Nasional, karena kami masih memiliki salinan utamanya yang kondisinya sangat rapuh,” ujarnya. 

Selain itu, ia menyampaikan harapannya agar Perpusnas dapat menugaskan perwakilan sebagai pembina Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo (PMIK) sekaligus menjadi mitra konsultasi literasi yang berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto, menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program PPMI dalam upaya peningkatan kecakapan literasi melalui pembinaan dan pemanfaatan koleksi digital seperti Ipusnas, Bintang Pusnas, e-resource, dan Khastara sebagai bahan rujukan dan penelitian para pelajar dan mahasiswa di Kairo.

“Selain itu, kerja sama dalam upaya peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi juga dapat dilakukan melalui program bersama seperti webinar kolaborasi mahasiswa di Mesir dengan pustakawan di Perpusnas,” jelasnya.

Terkait pengembangan ekosistem kepenulisan dan penerbitan di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir, Suharyanto menilai hal tersebut sebagai potensi yang sangat menarik untuk dikolaborasikan.

“Ke depan, kami ingin mengetahui secara lebih jelas sejauh mana ekosistem penulisan yang telah berjalan, mulai dari jumlah buku yang sudah diterbitkan, berapa banyak mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan menulis, hingga tema-tema tulisan yang dihasilkan. Jika memungkinkan, kami berharap terbitan-terbitan yang telah dihasilkan dapat diserahkan kepada Perpustakaan Nasional agar dapat dibaca oleh masyarakat secara luas,” jelasnya.

Lebih lanjut, terkait naskah kuno, Suharyanto menyarankan agar naskah kuno yang tersimpan di Perpustakaan PPMI di Kairo didata terlebih dahulu, termasuk kondisi fisik dan status kepemilikannya.

“Proses digitalisasi naskah kuno tidak dapat dilakukan secara langsung, mengingat adanya aspek hak cipta dan kepemilikan yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, diperlukan proses seleksi, khususnya terhadap manuskrip Nusantara. Kami sangat mendukung apabila PPMI menyerahkan naskah kuno untuk dijadikan koleksi Perpusnas,” tuturnya.

Selain itu, Perpusnas juga akan berkolaborasi dalam upaya peningkatan kelembagaan Perpustakaan PPMI di Kairo melalui pembinaan perpustakaan sesuai standar. Pembinaan akan dilakukan melalui pelatihan pegawai perpustakaan secara daring.

Audiensi ditutup dengan kunjungan tim PPMI ke berbagai layanan Perpusnas yang dipandu oleh Tim Kunjungan Perpusnas.

 

Reporter: Anastasia Lily

Editor: Dyah R. Sugiyanto

Dokumentasi: Putu Handira Prawijaya

Galeri