Perpusnas Perkuat Pelestarian Warisan Dokumenter Indonesia dalam Forum KNIU

Gallery image

Perpusnas Perkuat Pelestarian Warisan Dokumenter Indonesia dalam Forum KNIU

Jakarta — Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) memperkuat kontribusinya dalam pelestarian dan pengembangan warisan dokumenter Indonesia. Upaya tersebut sekaligus sebagai bagian dari dukungan terhadap program UNESCO. Pada 2026, Perpusnas telah menetapkan 11 warisan dokumenter sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) serta mempersiapkan sejumlah nominasi untuk Memory of the World (MoW) dan Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MoWCAP).

Kontribusi tersebut menjadi salah satu fokus peran Perpusnas dalam ekosistem UNESCO yang dibahas pada Sidang Pleno Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Tahun 2026, Pada kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, menghadirinya sebagai representasi Perpusnas. Sidang berlangsung di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Senin (28/9/2026).

Melalui keterangan tertulisnya, Suharyanto menjelaskan bahwa dalam forum tersebut, Perpusnas berkontribusi melalui pengelolaan warisan dokumenter dan naskah Nusantara, penguatan akses pengetahuan, literasi, serta pengembangan ekosistem informasi. “Peran ini sejalan dengan keterkaitan tugas Perpusnas pada bidang kebudayaan, ilmu pengetahuan, pendidikan, serta komunikasi dan informasi,” terangnya.

Dirinya juga merinci, melalui program IKON, MoW, dan MoWCAP, Perpusnas mengembangkan upaya preservasi, digitalisasi, alih aksara, alih bahasa, dan alih wahana naskah. Disebutkannya, pengembangan Khastara juga mendukung akses dan diseminasi pengetahuan berbasis koleksi perpustakaan.

Perpusnas kini tengah menyiapkan sejumlah warisan dokumenter untuk nominasi MoW dan MoWCAP antara lain Bo' Sangaji Kai, Kidung Bhuwana Wināśa, Kakawin Sutasoma, serta karya-karya Syekh Yusuf al-Makassari. Pengelolaan dan pengembangan warisan dokumenter tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi Indonesia dalam bidang warisan pengetahuan dan kebudayaan di tingkat internasional.

Selain warisan dokumenter, Perpusnas memiliki peran dalam memperluas akses pengetahuan dan komunikasi ilmiah melalui pengembangan perpustakaan digital, literasi informasi, serta ekosistem informasi ilmiah. Salah satu agenda yang relevan dengan bidang tersebut adalah 4th Global Summit on Diamond Open Access yang direncanakan berlangsung di Bali pada 2027.

Perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) juga menjadi isu strategis dalam agenda UNESCO. Dalam konteks ini, Perpusnas dapat berkontribusi melalui pengembangan layanan perpustakaan, penguatan literasi AI dan informasi, kurasi serta verifikasi informasi, dan pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses terhadap sumber pengetahuan secara etis.

Di bidang pendidikan, kontribusi Perpusnas diarahkan pada penguatan budaya baca dan literasi, penyediaan bahan bacaan bermutu, pemanfaatan sumber pengetahuan digital, serta pengembangan perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat.

Perpusnas juga turut mendukung upaya pengusulan dangdut sebagai warisan budaya takbenda UNESCO melalui penyediaan sumber literatur dan dokumentasi. Suharyanto menjabarkan, koleksi Perpusnas mencakup lebih dari 1.700 dokumentasi terkait dangdut dalam berbagai bentuk, antara lain rekaman, monograf, surat kabar, kliping, majalah, jurnal, dan koleksi digital. Dukungan tersebut meliputi penelusuran sumber, penyediaan akses koleksi sesuai ketentuan, serta penguatan literatur dan dokumentasi. Persiapan pengusulan ditargetkan pada Maret 2027.

Sidang Pleno KNIU Tahun 2026 juga membahas penguatan koordinasi dan tata kelola program UNESCO, termasuk arah KNIU 2027, isu strategis, capaian program terkait SDGs, serta berbagai program warisan alam, warisan dokumenter, dan jejaring kebudayaan. Kehadiran Perpusnas menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi nasional dalam mengembangkan, melestarikan, dan mendiseminasikan kekayaan pengetahuan serta warisan dokumenter Indonesia di tingkat internasional. *** (AKN/Ed: DRS/Dok: PHP)

Galeri