Perpusnas: Debat Jadi Ruang Belajar Literasi dan Berpikir Kritis Anak

Gallery image

Perpusnas: Debat Jadi Ruang Belajar Literasi dan Berpikir Kritis Anak

Jakarta — Humas Perpusnas. Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Suharyanto, menekankan, literasi tidak hanya tentang membaca, tetapi juga kemampuan memahami dan mengolah informasi, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan dengan baik. 

“Kemampuan tersebut dapat dilatih melalui debat yang menjadi ruang bagi anak untuk membaca, menganalisis, menyusun argumen, sekaligus belajar menghargai perbedaan pandangan,” tuturnya dalam Babak Penyisihan dan Semifinal Lomba Debat CIA Festival 2026.

Lomba berlangsung di Layanan Koleksi Budaya Nusantara, lantai 24, Perpusnas, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Perpusnas dengan Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) sekaligus bagian dari rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan.

Suharyanto menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah berani tampil dan mengikuti kompetisi debat. “Keberanian anak-anak untuk tampil, menyampaikan pendapat, dan berargumentasi di depan umum adalah bagian penting dari proses belajar dan pengembangan kemampuan literasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemampuan berpikir kritis perlu dilatih sejak usia dini agar anak mampu memahami informasi secara jernih, tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru, serta membangun pendapat berdasarkan pengetahuan yang benar. “Debat, bagi anak-anak, adalah ruang belajar yang sangat berharga. Di sinilah mereka melatih keberanian untuk berbicara di depan umum, kemampuan menyampaikan argumentasi secara runtut, kemampuan mendengarkan pandangan orang lain, serta, yang tidak kalah penting, belajar menghargai perbedaan pendapat,” terangnya.

Kemampuan tersebut, menurutnya, berakar dari kebiasaan membaca. Semakin luas wawasan yang dimiliki seorang anak, semakin kuat pula argumentasi yang dapat dibangun. Karena itu, membaca dan memperluas wawasan menjadi fondasi penting dalam kemampuan berdebat.

Selain itu, Suharyanto mengingatkan peserta agar menjadikan kompetisi sebagai pengalaman belajar, bukan sekadar ajang mencari juara. “Jadikan hari ini sebagai proses pembelajaran. Siapa yang menjadi juara? Yang menjadi juara adalah diri kita sendiri,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, penguatan budaya literasi anak membutuhkan dukungan lingkungan. Keluarga, guru, sekolah, dan perpustakaan memiliki peran dalam menciptakan ruang yang mendorong anak gemar membaca, berani bertanya, terbuka berdiskusi, dan leluasa mengembangkan gagasan. “Perpusnas, sebagai rumah bagi ilmu pengetahuan dan literasi bangsa, dengan bangga mendukung penuh kegiatan seperti Lomba Debat CIA Festival ini, sebagai salah satu ikhtiar bersama dalam membangun budaya baca dan generasi yang cerdas serta kritis,” ungkapnya.

Mengusung tema “Sumatra: Dari Anak untuk Anak”, kegiatan ini turut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan gagasan mereka. Suharyanto menegaskan bahwa suara anak Indonesia layak didengar dan diwujudkan melalui gagasan yang mereka bangun sendiri.

Direktur Utama PT Cahaya Inspira Adiwangsa (CIA), Martono Redjeki Widjaja, mengatakan Lomba Debat CIA Festival telah diselenggarakan selama tiga tahun. Perpusnas menjadi salah satu pihak yang sejak awal menyambut baik gagasan penyelenggaraan kompetisi tersebut.

Pada 2026, sebanyak 32 sekolah mengikuti Lomba Debat CIA Festival. Martono mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan berpikir kritis sejak usia sekolah. “Bukan hanya orang dewasa saja yang bisa berdebat. Anak-anak juga bisa kita mulai agar komunikasinya bisa semakin baik,” tuturnya.

Harapannya pengalaman mengikuti lomba dapat memberikan inspirasi dan mendorong peserta untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis lebih dini. “Semoga dalam lomba debat ini bisa menambah inspirasi, menambah ide, menambah inisiatif yang baik untuk anak-anak semuanya. Kita bisa semakin berpikir kritis,” pungkasnya.

Babak final Lomba Debat CIA Fest 2026 selanjutnya direncanakan menjadi bagian dari CIA Festival yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. *** (AKN/Ed: DRS/Dok: AIF)

Galeri