Pererat Silaturahmi, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sambangi Perpusnas

Pererat Silaturahmi, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sambangi Perpusnas

Pererat Silaturahmi, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sambangi Perpusnas

Jakarta - Sebagai mitra, masukan dan saran dari Komisi X DPR RI sangatlah dibutuhkan. Hal ini tidak semata untuk menjaga performa kinerja saja namun juga mempertahankan kualitas layanan Perpusnas agar tetap maksimal bagi masyarakat.

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz menyatakan tiga program prioritas yang diusung Perpusnas yakni peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi, pengarus-utamaan naskah Nusantara, serta standardisasi dan akreditasi perpustakaan membawa prioritasnya masing-masing.

"Untuk peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi, kami memastikan program bantuan buku bacaan untuk desa tetap dilakukan ke sepuluh ribu lokus meliputi TBM dan tempat ibadah. Kami juga sudah membuat program bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bernama KKN tematik literasi. Selain itu, ada juga yang konsepnya masih sedang dibahas yakni relawan literasi masyarakat. Untuk buku bacaannya, kami bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sedangkan dukungan untuk pengelolaan perpustakaan desa, kami bekerja sama dengan Kementerian Desa," jelasnya Senin (24/2/2025).

Terkait pengarus-utamaan naskah Nusantara, pria yang dipanggil Amin ini menerangkan akan ada penyediaan bahan bacaan berbasis naskah dalam bentuk komik dan juga akan dilakukan preservasi naskah yang sudah sangat ringkih.

Sementara itu, mengenai standardisasi dan akreditasi perpustakaan, Amin mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan reviu untuk perbaikan instrumen dan pola akreditasi perpustakaan sekolah.

"Selain menjalankan program prioritas, dukungan kemitraan baik internal maupun eksternal juga semakin kami kuatkan, terutama dengan perpustakaan luar negeri yang menyimpan banyak koleksi kita. Contohnya seperti perpustakaan Jerman dan perpustakaan The School of Oriental and African Studies (SOAS), Universitas London," imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Mahfudz Abdurrahman membenarkan perpustakaan harus mengikuti perkembangan zaman karena menurutnya perpustakaan adalah bagian dari daya dukung untuk mencerdaskan anak bangsa.

 "Kita tinggal di negara yang kaya akan sumber daya alamnya, kalau dikelola dengan benar maka Indonesia bisa jadi negara yang besar dan kuat. Untuk itu membaca adalah modal hidup, sehingga dunia literasi dan pendidikan patut untuk dijunjung tinggi," ucapnya.

Mahfudz sepakat bahwa komik mudah dicerna oleh anak-anak karena penyajiannya bisa dikonstruksi dengan instan, menarik, dan memiliki daya endap tinggi.

Lebih lanjut, Mahfudz juga menyatakan dunia sastra mengalami penurunan, untuk itu dia berharap Perpusnas tidak hanya mengurusi pendidikan melainkan juga budaya karena beririsan dan penting.

"Dunia literasi terancam oleh banyak hal, maka kita harus sama-sama peduli," pungkasnya.

 

Reporter: Basma Sartika
Dokumentasi: Ahmad Kemal Nasution

Galeri