Perpusnas Buka Ruang Kolaborasi, Ajak Pegiat Literasi dan Taman Baca

Gallery image

Perpusnas Buka Ruang Kolaborasi, Ajak Pegiat Literasi dan Taman Baca

Jakarta - Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Suharyanto, menerima audiensi Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Jakarta di Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas, Jakarta, Jumat (6/12/2025).

 

Dalam pertemuan tersebut, Suharyanto menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan para pegiat literasi dan taman baca masyarakat. “Perpustakaan merupakan ruang peradaban, ruang terbuka yang tidak hanya berisi koleksi saja. Banyak potensi yang bisa dikerjakan bersama para pegiat literasi dan taman baca di sini,” ujarnya.

 

Suharyanto juga menyampaikan bahwa baginya mengelola taman baca merupakan panggilan hati. Pengalaman pribadinya mengelola taman baca sejak remaja membuatnya memahami tantangan dan semangat relawan literasi yang berjuang di tengah masyarakat.

 

“Saya senang bertemu dan ngobrol seperti ini karena ini panggilan hati. Taman bacaan bagi saya adalah sentuhan jiwa. Saya sudah mengelola taman baca mandiri sejak usia 15 tahun,” imbuhnya.

 

Pada kesempatan ini, Suharyanto juga menegaskan bahwa Kedeputian 1 tidak hanya mengurusi kegiatan internal saja, tetapi juga memiliki ruang kerja yang dapat dioptimalkan untuk mendukung gerakan peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat.

 

Dengan semangat perubahan paradigma ini, Suharyanto mengajak Forum TBM Jakarta untuk bersama merancang kegiatan yang menyasar penguatan budaya baca masyarakat pada tahun 2026 nanti.

 

“Ruangan ada, koleksi ada, tenaga ada. Apalagi yang ditunggu? Mari kita rancang kegiatan yang bisa kita kerjakan bersama, tanpa berpaku pada APBN, kita bisa cari sponsor bersama,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Forum TBM Jakarta, Yudy Hartanto, menyampaikan bahwa forum ini hadir sebagai wadah kolaborasi agar pengelola TBM yang sebelumnya bergerak sendiri dapat saling bersinergi dan memperluas dampak di masyarakat.

 

“Kami ingin memastikan teman di TBM tidak berjalan sendiri di jalan yang sunyi dan sepi. Tingkat kepedulian mereka tinggi, maka kehadiran Forum TBM Jakarta ini diharapkan menjadi pemantik api semangat mereka,” jelasnya.

 

Yudy juga menyampaikan bahwa Forum TBM Jakarta bertugas mengadvokasi kebutuhan para relawan, seperti kekurangan bahan pustaka, rak buku, program, hingga kapasitas relawan.

 

“Selain membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, relawan kami juga membutuhkan peningkatan kapasitas untuk mengelola koleksi dan interaksi dengan masyarakat, khususnya anak-anak. Untuk itu, kami berharap dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan Perpusnas,” imbuhnya.

 

Ia juga turut memberikan apresiasi pada program Bantuan Bahan Bacaan Bermutu yang telah dijalankan Perpusnas sejak tahun 2024. “Donasi 1.000 buku dari Perpusnas adalah hadiah bagi kami yang selama ini biasa bergerak sendiri. Dukungan ini merupakan bukti kehadiran negara untuk kami,” pungkasnya.

 

 

 

Reporter: Gilang Arwin Saputri

Dokumentasi: Aji Anwar

Editor: Dyah Sugiyanto

Galeri