Perpusnas Dekatkan Laut kepada Generasi Muda melalui Literasi
Jakarta — Humas Perpusnas. Mengenal laut tidak selalu harus datang ke laut. Bagi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), buku dan berbagai aktivitas literasi dapat menjadi pintu bagi anak-anak untuk mengenal potensi sekaligus memahami pentingnya menjaga laut Indonesia.
“Untuk mengenali laut itu tidak harus kita pergi ke laut. Bisa kita dekatkan laut itu ke kita melalui buku-buku bacaan, melalui komik-komik yang tersedia, melalui aktivitas literasi,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, Rabu (7/10/2026).
Potensi kelautan Indonesia, lanjut Adin, tidak hanya berkaitan dengan perikanan, tetapi juga mencakup pariwisata dan energi yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia juga menegaskan penguatan literasi perlu diikuti dengan perluasan akses layanan perpustakaan. Hingga saat ini, Adin menerangkan bahwa Perpusnas terus mengembangkan layanan perpustakaan keliling, titik baca, serta berbagai sarana layanan bergerak untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
“Ada 645 mobil perpustakaan keliling yang disebar di provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Dalam kegiatan bertajuk Bahtera LiteraSea yang dipersembahkan Pertamina International Shipping (PIS) bekerja sama dengan detikcom di Promenade Taman Ismail Marzuki, Cikini, PJS Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan kolaborasi yang terjalin didasari kesadaran bahwa upaya menumbuhkan kecintaan dan kepedulian anak-anak terhadap laut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Baginya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan laut. Apa yang dilakukan manusia terhadap lingkungan akan memberikan dampak terhadap laut, begitu pula sebaliknya.
“Laut itu berpengaruh terhadap kita dan kita juga berpengaruh terhadap laut. Jadi itu timbal balik, tidak satu arah,” tutur Vega.
Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan, Fina Ardarini, menyampaikan bahwa laut memiliki beragam potensi yang penting bagi kehidupan masyarakat, namun sekaligus menghadapi berbagai ancaman, salah satunya sampah plastik.
“Laut kita kaya sekali, banyak sekali potensinya. Jadi ingat, adik-adik harus menjaga laut kita. Jangan sampai rusak. Karena itu buat masa depan adik-adik juga sendiri,” pesannya kepada seluruh peserta yang berasal dari empat sekolah, mulai jenjang sekolah dasar hingga SMK Pelayaran.
Pada kegiatan yang terselenggara dalam rangka memperingati Hari Guru Sedunia ini, Perwakilan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan, Ikhsan Abdurachman, mengajak peserta mengenal luasnya peluang di sektor maritim. Dengan latar belakang pendidikan pelayaran dan pengalaman sebagai pelaut, ia mendorong generasi muda untuk terus belajar dan memiliki kepedulian terhadap laut.
“Jangan pernah letih untuk mencari tahu. Kemudian jaga laut kita, karena laut adalah sahabat kita,” ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Guru SD Mutiara 2 Jakarta Utara, Tumi, berbagi pengalamannya bahwa buku dan media pembelajaran menjadi sarana untuk mengenalkan ekosistem laut kepada peserta didik. “Buku-buku literasi dan video yang berisi tentang pemeliharaan ekosistem laut, juga saya perkenalkan kepada anak-anak,” paparnya.
Pendiri dan Chairwoman Inovasi Muda, Restu Andini, menambahkan literasi tidak berhenti pada kemampuan memperoleh informasi. “Kita sebagai generasi masa depan, bukan hanya mencari tahu saja, tapi dari informasi, dari hal yang sudah kita ketahui, maka kita harus bisa melakukan sesuatu. Melakukan aksi yang nyata,” pungkasnya.*** (AKN/Ed: BS/Dok: KN)
Galeri










