Perpusnas Perkuat Mutu dan Layanan Perpustakaan Universitas Pattimura
Jakarta – Humas Perpusnas. Universitas Pattimura memperkuat pengelolaan perpustakaan sebagai bagian dari peningkatan mutu perguruan tinggi, terutama menjelang akreditasi internasional terhadap 13 program studi pada November 2026.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Pattimura, James Abrahamsz, mengatakan perpustakaan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam persiapan akreditasi institusi dan internasional.
“Perpustakaan menjadi poin yang cukup besar. Digital repository biasanya itu masuk pada kategori penilaian internasional, termasuk publikasi, repository internasional perpustakaan, dan aksesibilitas resources,” ujar James, dalam kunjungannya ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Selasa (29/9/2026).
Kebutuhan tersebut, lanjutnya, berkaitan dengan ketersediaan repository digital, publikasi ilmiah, serta akses terhadap berbagai sumber informasi yang menunjang kegiatan akademik. Aspek tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Pattimura mempersiapkan dukungan informasi bagi lingkungan akademik.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, mengatakan perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Perpustakaan harus menjadi ruang yang mampu memberikan akses pengetahuan, mendorong kreativitas, dan mendukung inovasi di lingkungan perguruan tinggi,” katanya.
Dalam audiensi tersebut, Adin, menyampaikan sejumlah bentuk dukungan yang dapat dilakukan. Diantaranya, pemetaan mutu perpustakaan, akreditasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pemanfaatan e-resources dan jurnal ilmiah. Pendampingan juga dapat mencakup otomasi dan integrasi sistem informasi untuk memperluas akses terhadap koleksi dan layanan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, kerja sama tidak hanya diarahkan pada kebutuhan akademik, tetapi juga pada pengembangan literasi masyarakat di Maluku. Salah satunya melalui KKN Tematik Literasi yang dapat menjadi ruang kolaborasi Universitas Pattimura dalam memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat.
“Kami bekerjasama dengan Kemendiktisaintek, sejak 2025 Perpusnas telah bekerjasama dengan 23 perguruan tinggi negeri maupun swasta dalam program KKN Tematik Literasi,” jelasnya.
Menurut Adin, Universitas Pattimura dinilai memiliki posisi strategis untuk mengembangkan KKN Tematik Literasi karena karakteristik geografis Maluku yang terdiri atas wilayah kepulauan dan banyak desa yang membutuhkan penguatan ekosistem literasi.
Sebagai tindak lanjut audiensi, Perpusnas dan Universitas Pattimura membahas rencana kuliah umum serta penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kolaborasi diarahkan pada pengembangan sistem informasi dan peningkatan kualitas sumber daya serta layanan perpustakaan. (RM/WM/Ed: BS/Dok: AA)
Galeri









