24 Perpustakaan Lolos Jadi Finalis Apresiasi Perpustakaan Umum Terbaik Nasional 2025

Gallery image

24 Perpustakaan Lolos Jadi Finalis Apresiasi Perpustakaan Umum Terbaik Nasional 2025

Kemayoran, Jakarta- Sebanyak 24 perpustakaan berhasil lolos sebagai finalis Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2025.

Jumlah tersebut terdiri dari 12 perpustakaan desa dan kelurahan serta 12 perpustakaan masyarakat, seperti Taman Bacaan Masyarakat(TBM), Komunitas, maupun Pustaka Bergerak.

Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Joko Santoso, mengapresiasi kepada para finalis yang telah terpilih.

"Kami memberikan penghargaan setinggi-tinggnya kepada para pengelola perpustakaan yang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan inovasi dalam mengembangkan layanan perpustakaan bagi masyarakat," ungkapnya dalam pembukaan Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2025, Sabtu (25/10/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kegiatan apresiasi ini merupakan salah satu ikhtiar Perpusnas untuk mendukung komitmen masyarakat dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di berbagai wilayah Indonesia.

"Program ini sesungguhnya berkaitan dengan penciptaan ruang baca baru di desa dan kelurahan yang telah dimulai sejak tahun lalu," jelasnya.

Sejak tahun 2024, lanjutnya,  Perpusnas telah mendistribusikan10 juta bahan bacaan bermutu ke10.000 perpustakaan desa/kelurahan, dan TBM. Tahun ini, distribusi serupa kembali dilakukan dengan jumlah yang sama, mencakup10.000 perpustakaan desa, kelurahan, TBM, dan perpustakaan rumah ibadah di seluruh Indonesia.

"Total ada 20 juta bahan bacaan bermutu tekah disalurkan untuk jenjang pendidikan usia dini dan sekolah dasar.  Fokus pada segmen usia dini karena masa tersebut merupakan fase fundamental dalam pembentukan kemampuan literasi anak," jelasnya.

Ia menegaskan, keberadaan perpustakaan desa/kelurahan maupun TBM menjadi penting sebagai ruang yang ramah dan inspiratif bagi anak-anak untuk menemukan kebahagiaan dalam membaca.

"Akses terhadap beragam bahan bacaan akan mendorong mereka mengasah imajinasi, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus (PPUK), Nani Suryani, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam emnjadikan peprustakaan sebagai pusat belajar mandiri, sekaligus memotivasi peningkatan kinerja pengelolaan dan mutu layanan perpustakaan di daerah.

"Dengan pemerataan perpustakaan desa yang masif, diharapkan tumbuh budaya baca yang kuat serta meningkatknya kecakapan literasi masyarakat," katanya.

Ia memaparkan, tercatat 62 perpustakaan desa/kelurahan dan 177 perpustakaan masyarakat yang mendaftar dan mengirimkan berkas. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 31 perpustakaan desa/kelurahan dan 110 perpustakaan masyraakat dinyatakan lolos tahap pemberkasan.

Kegiatan apresiasi ini dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Penilaian terbagi menjadi empat wilayah, yakni wilayah 1 terdiri dari seluruh provinsi yang ada di Sumatera; wilayah 2 terdiri dari provinsi yang berada di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Timur; wilayah3 terdiri dari seluruh provinsi yang ada di Pulau Kalimantan dan Sulawesi; serta wilayah 4 terdiri dari seluruh provinsi yang ada di Pulau Maluku, Maluku Utara dan Papua.

"Saat ini telah ditetapkan tiga besar finalis dari tiap wilayah untuk masing-masing kategori. Para finalis akan melakukan presentasi di depan dewan juri untuk penilaian terakhir," terangnya.

 

Reporter: Wara Merdeka

Dokumentasi: Aditya Irfan Fakhruddin

 

Galeri