7.800 Koleksi Perpusnas Jadi Modal Penyusunan Ensiklopedia Universitas Terbuka

Gallery image

7.800 Koleksi Perpusnas Jadi Modal Penyusunan Ensiklopedia Universitas Terbuka

Jakarta — Humas Perpusnas. Sekitar 7.800 koleksi tentang Universitas Terbuka (UT) yang tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) berpotensi menjadi sumber rujukan dalam penyusunan Ensiklopedia UT. Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Perpusnas dalam membantu UT mendokumentasikan perjalanan, perkembangan, dan transformasi pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, mengatakan, Perpusnas siap mendukung penyusunan ensiklopedia tersebut melalui tiga sumber daya utama. “Intinya ada tiga hal dari Perpusnas terkait dengan penyusunan ensiklopedia ini, yakni koleksi, fasilitas, dan sumber daya manusia,” ujarnya, saat menerima audiensi Kepala Pusat Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Terbuka, Sofjan Aripin, beserta jajaran, di Gedung Layanan Perpusnas, Selasa (22/9/2026).

Perpusnas memiliki sumber daya koleksi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan rujukan dan referensi dalam penyusunan ensiklopedia. Suharyanto menyebutkan, berdasarkan penelusuran pada katalog daring Perpusnas, terdapat lebih dari tujuh ribu koleksi dengan kata kunci Universitas Terbuka.

Dirinya juga menjelaskan, Perpusnas membuka peluang pemanfaatan fasilitas dan ruang yang tersedia untuk mendukung proses penyusunan ensiklopedia. Fasilitas ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti diskusi, penerbitan, hingga bedah buku. Pemanfaatannya dapat ditindaklanjuti melalui pengajuan surat secara resmi.

“Perpusnas siap melibatkan sumber daya manusia, khususnya pustakawan, dalam proses penyusunan ensiklopedia,” terangnya. “Saran saya, tim kami di Perpusnas jangan hanya terlibat sebagai tim penelusur informasi, tetapi terlibat juga dalam penulisan buku tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah awal. Ke depan, Perpusnas dan UT akan menindaklanjuti pembahasan, termasuk melalui kunjungan ke sejumlah lantai yang menyimpan koleksi-koleksi terkait UT.

Sementara itu, Sofjan Aripin menjelaskan, penyusunan ensiklopedia merupakan gagasan untuk mengintegrasikan berbagai sumber dokumentasi yang selama ini masih tersebar, baik berupa koleksi perpustakaan maupun arsip sejarah UT.

Sofjan menuturkan bahwa dokumentasi tersebut akan mencakup perjalanan delapan periode kepemimpinan rektor dan diharapkan dapat menjadi rujukan akademik mengenai perkembangan pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia. “Karena pandangan kami bahwa pelopor pendidikan tinggi jarak jauh itu kan dimulai dari UT,” tuturnya.

Selain dalam bentuk cetak, UT juga mempertimbangkan pengembangan ensiklopedia dalam bentuk digital. Materi digital tersebut nantinya dapat dilengkapi dengan tautan yang menghubungkan informasi ensiklopedia dengan berbagai koleksi, buku, maupun kebijakan yang relevan.

Ia menambahkan, UT saat ini tengah menyiapkan peta jalan penyusunan ensiklopedia, termasuk merumuskan tujuan, bentuk, serta kebutuhan sumber daya untuk pelaksanaannya. Rancangan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan internal UT untuk mendukung pengajuan dan penganggaran program pada 2027. *** (AKN/Ed: DRS/Dok: PHP)

 

Galeri