70 Mahasiswa Ikut Program Magang Berdampak di Perpusnas
Salemba, Jakarta - Sebanyak 70 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia mengikuti program magang berdampak di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Program ini merupakan bagian dari inisiatif dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek).
Sekretaris Utama (Sestama) Joko Santoso, menyampaikan, program magang ini bukanlah sekadar kegiatan kerja praktik biasa, melainkan kesempatan berharga untuk belajar langsung memahami proses yang nyata yang berlangsung di Perpusnas.
"Program magang bukan sekadar program praktik, tetapi juga kesempatan untuk memahami bagaimana perpustakaan nasional bekerja dan berkontribusi dalam pengembangan literasi bangsa," ungkapnya dalam Pembukaan Program Magang Berdampak 2025 dengan tema Berkarya untuk Martabat Bangsa, Senin (4/8/2025).
Mahasiswa program magang berdampak ini akan berlangsung mulai 4 Agustus hingga 20 Desember 2025. Mereka ditempatkan di sub kelompok kerja pengolahan bahan perpustakaan di unit kerja Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan (Pusbiola).
Dengan cakupan tugas, diantaranya menyusun deskripsi bibliografi untuk koleksi buku baru, menentukan notasi klasifikasi DDC, menetapkan tajuk subjek, melakukan pasca pengkatalogan termasuk labeling, dan membantu pengemasan dan pengiriman Koleksi ke pusjasa untuk kebutuahn layanan dan pelestarian.
Dikatakan, mahasiswa tidak hanya sekadar mengkalaogisasi, tetapi itu menjadi satu baseline utama karena proses pengkatalogan akan menjadi keberhasilan bagi seluruh pengguna masyarakat untuk bisa temu kembali pengetahuan dan informasi yang ada di sebuah Koleksi perpustakaan.
"Jadi ini menjadi satu dasar terutama untuk kegiatan yang menjadi aktivitas selanjutnya,yakni layanan perpustakaan. Saya kira iniadalah upaya untuk dapat menyumbangkan Kepada para mahasiswa yakni kesempatan untuk bisa berlatih dan melakukan praktik langsung," lanjutnya.
"Saya berharap ini tidak hanya soal mengembangkan keterampilan teknis tapi juga Memahami pentingnya akurasi ketelitian dan juga validasi serta tanggung jawab di dalam proses pengolahan bahan perpustakaan yang menjadi pondasi dari sistem informasi ilmu pengetahuan," harapnya,
Sementara itu, Kepala Pusbiola, Supriyanto, menjelaskan bahwa kegiatan magang ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman langsung mengenai praktik profesional di lingkungan perpustakaan nasional. Dengan demikian, peserta diharapkan memiliki kesiapan dan daya saing yang lebih tinggi saat memasuki dunia kerja.
"Sebanyak 70 mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan baik sarjana maupun diploma, dari 15 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia lolos seleksi dan berpartisipasi dalam program ini," jelasnya.
Kepala Pusbiola mengatakan, melalui program ini, diharapkan mahasiswa menghasilkan sejumlah entry katalog yang valid, membuat laporan magang, serta memberikan usulan. "Selain itu, peserta juga akan terlibat dalam kegiatan pengemasan layanan dan pelestarian bahan pustaka, di bawah bimbingan pustakawan senior dan pemantauan berkala," katanya.
Berikut daftar Perguruan Tinggi yang lolos seleksi mengikuti Program Magang Berdampak 2025 di Perpusnas:
1. Universitas Sumatera Utara
2. Universitas Haluoleo
3. Universitas Yarsi
4. Universitas Terbuka
5. Universitas Pendidikan Indonesia
6. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
7. Universitas Negeri Malang
8. Universitas Sari Mutiara Indonesia
9. Universitas Lancang Kuning
10. Universitas Padjajaran
11. Universitas Tanjungpura
12. Universitas Indonesia
13. Universitas Bengkulu
14. Universitas Airlangga
Reporter: Wara Merdeka/Vera
Dokumentasi: Andri TK
Galeri









