Agendakan KPDI XVIII di Surabaya, Forum Perpustakaan Digital Indonesia Akan Mengangkat 4 Isu Penting

Gallery image

Agendakan KPDI XVIII di Surabaya, Forum Perpustakaan Digital Indonesia Akan Mengangkat 4 Isu Penting

Yogyakarta – Humas Perpusnas. Gelaran Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) XVII yang diselenggarakan Forum Perpustakaan Digital Indonesia (FPDI) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada Rabu-Kamis (4-5/8) resmi ditutup. Ketua FPDI Joko Santoso menyampaikan apresiasi kepada UMY sebagai tuan rumah, seluruh narasumber, pemakalah, moderator, sponsor, mitra, panitia, dan peserta yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan KPDI XVII.

Ia berharap kolaborasi yang terbangun selama konferensi dapat terus berlanjut dalam pengembangan perpustakaan digital yang semakin adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua FPDI, Ida Fajar Priyanto menyebutkan penyelenggaraan KPDI berikutnya akan berlangsung di Surabaya pada 3–5 Agustus 2027 dengan tema "Post-Plagiarism, Integrity, Accessibility, and Knowledge Development."

Menurut Ida Fajar, tema tersebut berangkat dari gagasan John Ziman mengenai public knowledge, yakni bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya harus terbuka dan dapat diakses oleh publik. Karena itu, KPDI XVIII akan memberikan perhatian besar pada isu integritas akademik, akses terbuka (open access), pemanfaatan AI secara bertanggung jawab, serta pengembangan pengetahuan yang inklusif.

Panitia juga telah menetapkan empat subtema utama, yaitu penerapan kecerdasan buatan di perpustakaan, post-plagiarism dan integritas akademik, open access, serta buku, informasi, dan pengembangan pengetahuan. Para peneliti, pustakawan, akademisi, dan praktisi diundang mulai menyiapkan makalah terbaik mereka untuk call for papers KPDI XVIII sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi perpustakaan digital.

Selama dua hari pelaksanaan konferensi, peserta mengikuti pidato kunci, seminar internasional, lokakarya (workshop), Klinik Aplikasi Perpustakaan, presentasi poster ilmiah, pameran inovasi perpustakaan, serta presentasi makalah hasil seleksi ilmiah. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi ruang berbagi pengalaman, inovasi, dan hasil penelitian yang memperkaya pengembangan perpustakaan digital di Indonesia.

Sebanyak 16 makalah terpilih dipresentasikan dalam empat sesi paralel yang mengangkat berbagai isu strategis transformasi perpustakaan digital, antara lain pemanfaatan AI dalam layanan informasi, perilaku informasi masyarakat di era AI, pengembangan layanan inklusif, preservasi digital, literasi AI, analitik data, hingga inovasi aplikasi perpustakaan berbasis kecerdasan buatan.

Berbagai hasil penelitian tersebut menawarkan solusi praktis sekaligus rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi referensi bagi perpustakaan, perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam mempercepat transformasi layanan perpustakaan digital yang adaptif, cerdas, inklusif, dan berkelanjutan di era kecerdasan buatan.

Pada akhir konferensi diumumkan para penerima penghargaan hasil kompetisi ilmiah KPDI XVII sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya inovatif yang memberikan kontribusi bagi pengembangan perpustakaan digital. Penghargaan tersebut meliputi kategori makalah terbaik, poster ilmiah terbaik, dan portal web terbaik.

Penghargaan Makalah Terbaik (Best Paper) diraih oleh Kalarensi Naibaho dari Universitas Indonesia melalui makalah berjudul ‘Mapping the Shift: Transformasi Permintaan Penelusuran Literatur Pemustaka di Era AI dan Ekosistem Digital Akademik (Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Indonesia).’ Penelitian tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi ilmiah yang kuat dalam menjelaskan perubahan kebutuhan layanan penelusuran literatur di era kecerdasan buatan.

Pada kategori Poster Ilmiah Terbaik, penghargaan diberikan kepada Ahmad Muzuki Nurdin dan tim dari Universitas Islam Sultan Agung. Sementara itu, penghargaan Portal Web Terbaik diraih oleh Universitas Padjadjaran atas inovasi pengembangan portal perpustakaan digital yang dinilai unggul dari aspek layanan dan kemudahan akses.*** (AS, HD/Ed: DRS)

Galeri