Akses Riset Makin Mudah, Perpusnas Paparkan Inovasi Bibliografi dan E-Resources

Gallery image

Akses Riset Makin Mudah, Perpusnas Paparkan Inovasi Bibliografi dan E-Resources

Balangan, Kalimantan Selatan—Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekosistem pengetahuan nasional dalam The 7th International Seminar on Wetlands Environmental Management dan The 2nd International Colloquium on Research, Innovation, and Publishing (ICRIP 2025) yang digelar di Balangan, 20–22 November 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Revitalizing Buffer Areas for the New National Capital City through Research, Innovation, and Publishing.” 

Sekretaris Utama (Sestama) Perpusnas, Joko Santoso, menyampaikan pentingnya integrasi pengetahuan, data bibliografis, dan layanan ilmiah dalam mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta penguatan sains, riset, dan inovasi di Indonesia. Ia menekankan bahwa Perpusnas bukan hanya lembaga penyedia koleksi, melainkan pilar kecerdasan nasional yang menyediakan landasan data dan literatur untuk penelitian, kebijakan, dan pembangunan kota berbasis data dan pengetahuan.

Seluruh koleksi perpustakaan di Indonesia telah terdata secara sistematis melalui layanan bibliografi nasional, lanjutnya, sehingga memudahkan sivitas akademika mencari dan menemukan koleksi dari berbagai wilayah. “Perpustakaan selalu membuat katalog. Katalog daring selalu diperbarui setiap ada penambahan buku agar mahasiswa cepat mengetahui koleksi apa yang tersedia dan di perpustakaan mana. Jadi sudah jelas arahnya mau pinjam di mana. Meskipun koleksinya berada di daerah, semuanya kami data dalam bentuk bibliografi,” ujarnnya, Jumat (21/11/2025). 

Dalam paparannya, Sestama juga menegaskan bahwa akses terhadap katalog Perpusnas dapat dilakukan melalui aplikasi layanan perpustakaan digital yang telah terintegrasi secara nasional.

Selain pendataan bibliografi, ia mengungkap bahwa Perpusnas juga memperluas akses literatur ilmiah melalui integrasi langganan jurnal elektronik. “Kami juga berkolaborasi karena kami melihat bahwa langganan jurnal itu mahal. Publikasi jadi tidak efisien. Akhirnya kami daftar semua langganan jurnal ini, kami integrasikan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), lalu kami hubungkan dengan perguruan tinggi melalui aplikasi e-resources,” jelasnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh mahasiswa, peneliti, dan dosen dari berbagai institusi dapat mengakses jurnal ilmiah secara legal, terstandar, dan gratis melalui platform e-resources Perpusnas.

Pada kesempatan tersebut, Sestama Perpusnas mengutarakan kontribusinya dalam mengintegrasikan data pengetahuan nasional untuk kebutuhan riset, menyediakan landasan evidensial bagi perencanaan pembangunan berkelanjutan, menghubungkan hasil riset akademik dengan kebutuhan pemerintah dan industri, dan memperkuat akses informasi ilmiah melalui koleksi digital dan layanan e-resources.

Seminar internasional ini turut menampilkan sejumlah pembicara dari Indonesia dan mancanegara serta membahas isu-isu strategis terkait pengelolaan lahan basah, konservasi, hingga revitalisasi daerah penyangga IKN.

 

Reporter: Alditta Khoirun Nisa

Dokumentasi: Adhitya Pradana

 

 

Galeri