ASN Teruskan Perjuangan Para Pahlawan Pendiri Bangsa

Gallery image

ASN Teruskan Perjuangan Para Pahlawan Pendiri Bangsa

Jakarta - Humas Perpusnas. Tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata seperti para pahlawan dahulu, Aparatur Sipil Negara (ASN) juga memiliki medan perjuangan yang tidak kalah penting. Dewasa ini, perjuangan dilakukan dengan memberikan pelayanan publik yang berkualitas, menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Janti Suksmarini mengatakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Indonesia mendatang menjadi momentum tepat untuk merenungkan kembali makna perjuangan para pendiri bangsa yang telah mengorbankan jiwa, raga, dan harta demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

“Di lingkungan Perpustakaan Nasional, perjuangan tersebut diwujudkan melalui dedikasi dalam memberikan layanan informasi, mengembangkan literasi masyarakat, melestarikan khazanah intelektual bangsa, serta memperkuat transformasi digital perpustakaan agar semakin mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya pada kegiatan Apel Pagi yang berlangsung secara daring, Senin (3/8/2026).

 

Upaya tersebut, dinilai Janti menjadi bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan. Tidak cukup hanya dengan mengenang sejarah, namun menurutnya, ASN juga perlu meneruskan perjuangan mereka melalui pengabdian yang tulus, disiplin dalam bekerja, serta menghasilkan karya terbaik bagi bangsa.

 

Ia juga menekankan bahwa dalam rangka mengaktualisasikan ASN yang berintegritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, Perpusnas telah mengimplementasikan sistem merit dalam manajemen ASN. Hal itu disampaikan Jani merupakan imbauan dari pemerintah kepada seluruh kementerian dan lembaga.

 

“Instansi pemerintah wajib melaksanakan penerapan sistem merit dalam manajemen ASN berdasarkan delapan aspek yaitu perencanaan kebutuhan dan standarisasi jabatan, manajemen talenta, pengelolaan kinerja, pengembangan kompetensi, penguatan budaya kerja dan citra institusi, penghargaan dan pengakuan, disiplin, pemberhentian, dan upaya administratif, serta digitalisasi manajemen ASN,” urainya.

 

Menutup Apel Pagi, Janti mengajak seluruh ASN Perpusnas untuk bersama berkarya dengan hati, mengisi kemerdekaan dengan prestasi. Dengan demikian, harapan Perpusnas dalam mencerdaskan bangsa dan mewujudkan Indonesia Maju dapat terealisasi.*** (DLL, DH/Ed: BS/Dok: FM/AL)

Galeri