Audiensi Kepala Perpusnas dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Bahas Keberlanjutan Program Literasi Nasional

Gallery image

Audiensi Kepala Perpusnas dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Bahas Keberlanjutan Program Literasi Nasional

Menteng, Jakarta—Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) E. Aminudin Aziz melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak, pada Senin (22/12/2025), bertempat di Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta.

Audiensi tersebut membahas penguatan sinergi antarlembaga dalam mendukung pengembangan literasi, budaya baca, dan pelestarian pengetahuan, sekaligus mendiskusikan keberlanjutan program literasi nasional, termasuk Duta Baca Indonesia, di tengah tantangan efisiensi anggaran ke depan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mendorong penguatan kampanye literasi secara kreatif, termasuk melalui pemanfaatan ruang publik sebagai titik baca. 

“Membuat reading spot di ruang publik itu sederhana, tapi pesannya kuat. Yang penting, publik kembali diingatkan bahwa membaca itu penting dan harus dihidupkan sebagai kebiasaan,” pesannya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Perpusnas menegaskan bahwa literasi merupakan proses pendidikan yang bermuara pada pembentukan kebudayaan. Menurutnya, kebiasaan membaca hanya dapat tumbuh apabila masyarakat memiliki akses terhadap bahan bacaan yang memadai.

“Literasi adalah proses pendidikan, dan hasil akhirnya adalah kebudayaan. Karena itu, yang paling mendasar adalah memastikan buku tersedia dan dapat diakses masyarakat,” ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa Perpusnas selama beberapa tahun terakhir terus memperluas jangkauan program literasi melalui penyediaan buku dan penguatan perpustakaan di berbagai lokus, termasuk desa, puskesmas, dan lembaga pemasyarakatan. Upaya tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan menunjukkan bahwa perpustakaan telah menjadi ruang hidup publik.

Kepala Perpusas juga menyampaikan perlunya menjaga keberlanjutan gerakan literasi nasional, termasuk program Duta Baca Indonesia, di tengah keterbatasan sumber daya dan dinamika efisiensi anggaran yang diproyeksikan berlanjut pada tahun 2026.

“Di tengah keterbatasan sumber daya, ketika ada pihak yang ingin terlibat secara sukarela demi menggerakkan literasi, tentu itu menjadi peluang. Namun semua harus dipertimbangkan secara matang dan bertanggung jawab,” terangnya. 

Selain itu, ia menegaskan bahwa jika wacana tersebut ditindaklanjuti, maka peran yang dimaksud bersifat kerelawanan dan bukan program personal. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari gerakan literasi nasional yang selama ini dijalankan Perpusnas bersama para pegiat literasi di seluruh Indonesia.

“Ini bukan program individu, melainkan gerakan literasi yang sudah berjalan secara nasional. Fokus kami adalah memastikan gerakan ini tetap hidup dan memberi dampak bagi masyarakat,” tegasnya. 

Menanggapi hal tersebut, Dahnil menyampaikan bahwa literasi merupakan bagian dari minat dan komitmen pribadinya. Ia menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam gerakan literasi dengan tetap mempertimbangkan konsekuensi dan tata kelola kelembagaan.

“Membaca adalah passion saya. Jika diminta berkontribusi untuk gerakan literasi, itu saya maknai sebagai pengabdian dan kerelawanan. Namun semua tentu harus dipertimbangkan secara matang, terutama dampaknya bagi lembaga,” tuturnya.

Dahnil juga menekankan pentingnya kehati-hatian agar setiap langkah tetap menjaga marwah dan independensi institusi, seraya memastikan bahwa tujuan utama penguatan budaya baca tetap menjadi fokus bersama. 

Audiensi ini turut dihadiri oleh Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Adin Bondar, Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Nurhadisaputra, serta Kepala Kelompok Kerja Hubungan Masyarakat Perpusnas Arwan Subakti. Dari Kementerian Haji dan Umrah, turut mendampingi Inspektur Jenderal Dendi Suryadi.

 

Reporter: Alditta Khoirun Nisa

Editor: Dyah R. Sugiyanto

Dokumentasi: Aji Anwar

 

 

Galeri