Bersama RIT, Perpusnas Perkuat Digitalisasi Naskah Nusantara dan Pelestarian Warisan Dokumenter Indonesia
Jakarta, Humas Perpusnas — Upaya memperkuat pelestarian naskah Nusantara terus dilakukan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) melalui kolaborasi internasional. Salah satunya dengan menerima kunjungan kehormatan Fulbright Specialist sekaligus Professor of Practice Rochester Institute of Technology (RIT), Tom Rieger. Kolaborasi ini diharapkan mendukung peningkatan kapasitas, penyusunan standar digitalisasi, serta pengembangan program pelestarian warisan dokumenter Indonesia secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menyampaikan, salah satu program prioritas Perpusnas adalah pengarusutamaan naskah Nusantara. “Salah satu implementasinya dilakukan melalui digitalisasi, termasuk konservasi, preservasi, dan diseminasi hasil digitalisasi," ujarnya di Gedung Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (20/7/2026).
Aminudin mengakui bahwa pengembangan program tersebut masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, dukungan berbagai pihak, termasuk melalui Program Fulbright, menjadi peluang yang sangat berarti dalam memperkuat upaya pelestarian warisan dokumenter Indonesia.
"Kami sangat beruntung dapat menerima kehadiran Tom Rieger yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang digitalisasi warisan budaya. Kehadiran bapak tidak hanya akan memberikan manfaat bagi Perpusnas, tetapi juga bagi berbagai institusi lain yang mengelola koleksi warisan budaya di Indonesia," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Tom Rieger menekankan bahwa digitalisasi merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya. Baginya, pelestarian koleksi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memerlukan standar yang baik, kolaborasi antarlembaga, serta pendekatan yang sederhana agar dapat diterapkan secara luas.
Pengembangan digitalisasi warisan budaya, ungkapnya, membutuhkan komitmen jangka panjang dan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Ia menambahkan bahwa RIT berkomitmen mendukung upaya tersebut. "Pekerjaan ini tidak mungkin selesai hanya dalam waktu satu bulan. Dibutuhkan waktu, komitmen, dan kolaborasi jangka panjang. Dua tahun merupakan target yang sangat optimistis. Karena itu, RIT siap memberikan dukungan berkelanjutan sesuai dengan keahlian yang kami miliki," terangnya.
Tom menjelaskan bahwa RIT memiliki berbagai bidang keahlian yang dapat mendukung pengembangan digitalisasi koleksi warisan budaya, mulai dari ilmu perpustakaan, ilmu warna (color science), ilmu pencitraan (imaging science), hingga kajian museum yang terintegrasi dalam Cultural Heritage Imaging Lab.
Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi keberadaan generasi muda di Perpusnas yang akan menjadi penerus pengembangan program digitalisasi. “Melihat banyak generasi muda yang terlibat merupakan hal yang sangat menggembirakan. Pelestarian warisan budaya membutuhkan orang-orang yang memiliki komitmen, karena ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah panggilan untuk menjaga warisan budaya agar dapat terus dimanfaatkan oleh generasi mendatang,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pokja Alih Media Naskah Kuno, Koleksi Tercetak, dan Koleksi Langka Serial Perpusnas, Khosyi Alfin Maulana, menerangkan bahwa kunjungan Tom Rieger bertujuan mendukung peningkatan kualitas digitalisasi di Perpusnas. Selama berada di Indonesia, Tom akan melakukan peninjauan terhadap kualitas hasil digitalisasi, memberikan masukan dalam penyusunan standar digitalisasi nasional, menjadi narasumber pada Workshop Digitalisasi Naskah Kuno yang akan diselenggarakan pada 22 Juli, serta mendukung pengembangan program nasional digitalisasi manuskrip dan koleksi langka. *** (AKN/Ed: DRS/Dok: AA)
Galeri









