Buka Akses Pengetahuan Tanpa Batas, Perpusnas Hadirkan SAKTI dan Khastara
Jakarta—Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) terus memperkuat peran Satu Kartu Terintegrasi (SAKTI) dan Portal Khazanah Pustaka Nusantara (Khastara) sebagai akses pengetahuan bangsa di era digital.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, saat membuka kegiatan Sosialisasi SAKTI dan Khastara yang diselenggarakan secara daring, Kamis (18/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto mengajak peserta untuk sejenak berhenti dari rutinitas dan merenungkan kembali peran perpustakaan di tengah dunia yang bergerak begitu cepat. “Di tengah arus informasi yang begitu deras, kita perlu bertanya ke mana ingatan kolektif bangsa disimpan, ke mana ilmu pengetahuan saling terhubung, dan ke mana arah peradaban bangsa. Jawabannya ada di perpustakaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perpustakaan saat ini telah berevolusi, tidak lagi sekadar deretan rak dan tumpukan buku, tetapi menjadi ruang tumbuh, ruang harapan, serta ruang kreativitas dan inovasi yang hadir di genggaman, layar, dan setiap ide yang berani bermimpi.
Suharyanto menjelaskan bahwa SAKTI bukan hanya kartu keanggotaan, melainkan kunci pembuka akses tanpa batas terhadap semesta informasi. “Satu kartu, berjuta peluang belajar,” katanya.
Hingga saat ini, tercatat 55 perpustakaan telah bergabung dalam program SAKTI, dengan jumlah anggota Perpusnas mencapai 3.820.734 orang. Ia berharap semakin banyak perpustakaan dapat bergabung dalam integrasi layanan tersebut.
Pemanfaatan Portal Khazanah Pustaka Nusantara (Khastara) juga dinilainya terus meningkat. Menurutnya, Khastara tidak hanya menjadi portal digital, tetapi juga portal penembus waktu yang menghubungkan warisan intelektual bangsa dari masa lalu dengan generasi masa kini.
Komitmen Perpusnas terhadap pelestarian manuskrip dan naskah kuno juga terus digaungkannya melalui program pengarusutamaan naskah Nusantara yang telah menjadi prioritas dalam Rencana Strategis Perpusnas 2025–2029.
Saat ini, lanjutnya, Khastara memiliki 29.282 judul koleksi dengan 677.886 eksemplar, yang terdiri atas 11.484 judul naskah kuno, 3.125 judul buku langka, 11.810 judul gambar atau lukisan, 1.874 judul peta, 819 judul majalah dan surat kabar langka, serta sekitar 100 judul koleksi audio.
“Inilah wujud baru literasi, bukan sekadar membaca teks, tetapi memahami konteks. Bukan hanya mengakses informasi, melainkan mengolahnya secara bijak,” jelasnya.
Di era sekarang, Suharyanto mengungkap, yang tertinggal bukanlah mereka yang tidak memiliki buku, melainkan mereka yang enggan belajar. “Oleh karena itu, Perpusnas hadir sebagai pendamping perjalanan intelektual masyarakat Indonesia sepanjang hayat,” pungkasnya.
Reporter: Alditta Khoirun Nisa
Editor: Dyah R. Sugiyanto
Dokumentasi: Aji Anwar
Galeri










