Dari Konvensi ke Aksi, Perpusnas dan IKAPI Bersinergi Tingkatkan Budaya Literasi
Jakarta – Humas Perpusnas. Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Suharyanto, dan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar, menghadiri kegiatan Konvensi Penerbit Nasional Dan Diskusi Panel Perbukuan Indonesia 2026. Kegiatan diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dalam rangka HUT ke-76 IKAPI dan Hari Buku Nasional 2026, di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kami's (21/5/2026).
Mengusung tema ‘Terbelenggu Aturan, Minim Dukungan : Menagih Peran Negara dalam Menjamin Literasi Menuju Generasi Emas’, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, penerbit, penggiat literasi dan pemangku kepentingan dunia perbukuan nasional.
Kehadiran Perpusnas dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan budaya literasi, pengembangan perbukuan nasional, serta penguatan akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Adin menegaskan bahwa cara pandang terhadap buku perlu diubah, tidak hanya sebagai produk industri, tetapi juga sebagai kebutuhan dasar masyarakat dalam membangun sumber daya manusia.
“Buku ini adalah kebutuhan dasar masyarakat karena di dalamnya ada pengetahuan. Belajar sepanjang hayat tidak hanya berbasis usia sekolah, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan ekosistem perbukuan tidak akan optimal apabila hanya dipandang dari perspektif industri semata. Ia menilai rendahnya budaya baca masyarakat berkaitan erat dengan kesadaran terhadap pentingnya membaca.
“Kalau pendekatan perbukuan kita lakukan hanya dari perspektif industri, saya kira tidak akan berkembang. Budaya baca itu berkaitan dengan kesadaran masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Suharyanto berpendapat bahwa tantangan terbesar dari Perbukuan Indonesia adalah berkembangnya di era digital dan minat masyarakat untuk membeli buku. “Di mana masyarakat sudah banyak menggunakan akses digital. Ini sangat penting terutama untuk industri perbukuan cetak. Karena masyarakat sudah beralih,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya penguatan regulasi terkait perbukuan dan keterlibatan Perpusnas dalam Undang-undang perbukuan, “... dan ini sangat penting untuk ekosistem perbukuan”, tambahnya.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan rekomendasi kebijakan hasil Konvensi Penerbit Nasional dan Diskusi Panel Perbukuan 2026 sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong ekosistem literasi yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Dalam selebrasi HUT ke-76 IKAPI dan Hari Buku Nasional 2026 ini, Suharyanto berharap IKAPI melakukan kerjasama dan kolaborasi yang erat dengan Perpusnas, terutama untuk pengadaan buku. Ia juga berpesan agar masyarakat terus membaca buku original, “Paling penting untuk masyarakat membaca, dan pastikan yang dibaca adalah benar buku yang asli, bukan bajakan,” pungkasnya.
Sejumlah tokoh turut Hadir sebagai Narasumber dalam kegiatan Diskusi panel tersebut, diantaranya Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya; Ketua Umum Ikatan Penerbitan Indonesia, Arys Hilman Nugraha; CEO Mizan Content & Publishing Group, Ali Zaenal Abiding; dan Pegiat Literasi, Wien Muldian. *** (FM/Ed: DRS/Dok: AA)
Galeri








