Data Terkini, Koleksi Buku Fisik di Perpusnas Sebanyak 3,6 Juta Judul

Gallery image

Data Terkini, Koleksi Buku Fisik di Perpusnas Sebanyak 3,6 Juta Judul

Jakarta - Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mencatat jumlah koleksi hingga Maret  2026 sebanyak 3.626.161 judul atau 9.870.049 eksemplar.

 

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto, menjelaskan bahwa koleksi tersebut meliputi 2.299.888 judul atau 4.012.561 eksemplar koleksi deposit, serta 1.326.273 judul atau 5.857.488 eksemplar koleksi layanan.

 

"Perpusnas menjaga 3,6 juta judul koleksi. Dari jumlah itu, 61,1% atau 2,2 juta judul adalah koleksi fisik, dan 33,3% atau 1,2 juta judul adalah koleksi digital. Artinya hingga Maret 2026, enam dari sepuluh koleksi Perpusnas masih berwujud fisik," jelasnya dalam Seminar Bermartabat dengan Buku dalam rangka Festival Hari Buku Nasional 2026, pada Selasa, (19/5/2026). 

 

Dalam seminar yang bertema 'Menguatkan Literasi di Era Digital, dari Membaca, Memahami, hingga Bertindak' itu, Suharyanto juga memaparkan perkembangan layanan Isbn nasional. Selama 40 tahun, layanan ISBN sejak 1986 hingga 2026, tercatat sebanyak 1.249.049 judul yang telah terdaftar dengan total 1.374.206 ISBN. Sementara jumlah anggota ISBN sebanyak 26.329 penerbit.

 

Selain itu, Perpusnas mencatat jumlah kunjungan pemustaka pada periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 3.409.741 kunjungan atau rata-rata 38.786 orang per hari. 

 

Dari jumlah tersebut, lanjutnya, dominasi layanan digital terlihat sangat kuat. Data menunjukkan kunjungan melalui layanan digital mencapai 37.338 orang per hari, setara 96,27% dari total kunjungan. Sedangkan, kunjungan langsung ke gedung perpustakaan tercatat 1.448 orang per hari atau 3,73%.

 

"Angka ini menegaskan pergeseran pola akses masyarakat terhadap layanan perpustakaan di era digital.  Layanan daring saat ini menjadi pintu utama masyarakat dalam mengakses koleksi, meski layanan tatap muka tetap berjalan," jelasnya.

 

Lebih lanjut, ia menambahkan pada momentum peringatan HUT ke-46 Perpusnas tahun ini, terdapat kebijakan terkait pemutihan suspend bagi anggota Perpusnas yang terlambat mengembalikan pinjaman koleksi selama periode bulan Mei 2026.

 

Sejauh ini, lanjutnya,  telah tercapai 141 orang yang telah memanfaatkan kebijakan tersebut. Sebanyak 332 judul buku telah kembali dan jumlah keterlambatan paling banyak adalah 895 hari atau 2 tahun 4 bulan.

 

"Dengan kebijakan pemutihan ini diharapkan dapat menguatkan kembali semangat literasi masyarakat demi menuju bangsa yang lebih bermartabat," pungkasnya. *** (WM/Ed: DRS/Dok:AA)

Galeri