Deputi Perpusnas: Dukungan Kebijakan dan Anggaran Daerah Kunci Penguatan Literasi

Gallery image

Deputi Perpusnas: Dukungan Kebijakan dan Anggaran Daerah Kunci Penguatan Literasi

Jakarta-Humas Perpusnas. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar menegaskan pentingnya dukungan legislatif dalam memperkuat peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi khususnya melalui kebijakan, regulasi, dan penganggaran daerah.

 

Hal tersebut disampaikannya pada audiensi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Hasanuddin, yang didampingi Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Asdar Wijaya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani beserta jajaran, Senin (6/7/2026).

 

Menurut Adin, penguatan budaya dan kecakapan literasi merupakan bagian dari fungsi pendidikan yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga legislatif di daerah.

 

“Karena itu, kami berharap Bapak/Ibu anggota Dewan, dapat memberikan dukungan melalui kerangka kebijakan, regulasi, serta kerangka penganggarannya agar afirmasi terhadap budaya baca dan kecakapan literasi dapat terus berjalan secara berkesinambungan,” jelasnya.

 

Adin menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kinerja urusan perpustakaan melalui dua indikator utama, yaitu Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM). Menurutnya, kedua indikator tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah daerah dalam membangun budaya baca masyarakat.

 

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto mengajak Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memanfaatkan berbagai layanan digital yang dimiliki Perpusnas. Ia menyampaikan bahwa Perpusnas menyediakan akses koleksi digital serta bimbingan teknis secara daring bagi pustakawan dan pengelola perpustakaan. 

 

"Silakan terkoneksi dengan kami untuk memanfaatkan koleksi digital. Kami juga menyediakan bimbingan teknis bagi pustakawan secara daring agar koleksi Perpusnas dapat dimanfaatkan secara optimal," tuturnya.

 

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanah Bumbu menyampaikan  harapannya agar Perpusnas terus memberikan dukungan terhadap peningkatan budaya baca dan kualitas sumber daya manusia di daerahnya, termasuk melalui program bantuan dari pemerintah pusat.

 

Menurut Hasanuddin, sebagai daerah hasil pemekaran Kabupaten Kotabaru yang baru berusia 23 tahun, Kabupaten Tanah Bumbu masih membutuhkan berbagai dukungan untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia.

 

"Kami berharap jika Dana Alokasi Khusus tersedia, juga dapat diberikan kepada Kabupaten Tanah Bumbu agar upaya peningkatan literasi masyarakat dapat berjalan lebih optimal," ungkapnya.

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu menjelaskan bahwa perpustakaan kabupaten Tanah Bumbu telah mendapat hampir semua menu bantuan kecuali Dana Alokasi Khusus non Fisik. Ia berharap ke depan Kabupaten Tanah Bumbu dapat memperoleh kesempatan untuk menerima bantuantersebut maupun program-program lain dari Perpusnas.

 

“Meski demikian, kami tetap melakukan berbagai kegiatan untuk memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi. Di tahun ini, insyaallah kabupaten tanah bumbu untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) se-Kalimantan Selatan,” tutur Yulia.*** (AL/Ed: BS/Dok: ATK)

 

Galeri