Dharma Wanita Persatuan Perpusnas Turut Perkuat Literasi Keluarga di Era Digital

Gallery image

Dharma Wanita Persatuan Perpusnas Turut Perkuat Literasi Keluarga di Era Digital

Jakarta – Perempuan menjadi tokoh sentral dalam membentuk karakter, melalui literasi pengasuhan. Sosoknya juga penting dalam memberikan modal insani generasi emas bangsa kita.

Gagasan ini sejalan dengan pemikiran filsuf Tiongkok Klasik, Confucius (551–479 SM), yang menyatakan bahwa “keluarga  kuat, negara kuat. Keluarga lemah, negara lemah.”

Demikian disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar, dalam sambutannya. Pagi itu, Selasa (23/12/2025), dirinya hadir membuka acara puncak Webinar Pembudayaan Kegemaran Membaca. Tema yang diusung adalah Peran Dharma Wanita Persatuan (DWP) dalam Mewujudkan Anak Indonesia yang Literat Menuju Indonesia Emas 2045.

Adin juga memaparkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik tahun 2025 menunjukkan dampak kehadiran media sosial dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) berpengaruh terhadap kesehatan mental dalam keluarga, baik suami istri maupun anak. “Data tersebut menunjukkan 58,6 persen responden terdampak,” tuturnya merujuk Harian Kompas pada tahun 2022.

“Oleh karena itu, Perpusnas dan seluruh perpustakaan maupun para pegiat literasi di seluruh Indonesia harus memiliki strategi dalam memecahkan persoalan ini. Pertama, peningkatan literasi digital. Lalu penyediaan konten bacaan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Tidak kalah penting, manajemen waktu membatasi pemakaian gawai pada anak-anak,” urainya.

Dalam konteks tersebut, lanjutnya, perpustakaan memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran. Berbagai kegiatan literasi dapat dilakukan seperti misalnya menulis resensi buku, kunjungan ke perpustakaan, bertutur, bercerita, hingga mendongeng.

“Ini adalah giat-giat yang perlu kita lakukan secara masif serta juga peran orang tua menjadi role model atau memberikan contoh yang baik kepada anak-anak kita,” tuturnya dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-26 DWP dan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dan berbagi tanpa lelah.

“Terutama bagi para ibu, para bunda harus menjadi role model di rumah kita masing-masing agar menjadi bagian strategis dalam rangka mempersiapkan anak-anak Indonesia yang literat,” ungkapnya.

Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Pusat masa bakti 2024-2029, Ida Budi Gunadi Sadikin, memaparkan program DWP Pusat adalah DWP mengajar yang telah dilaksanakan oleh ibu-ibu DWP di seluruh Indonesia.

“Kami di tingkat pusat telah menyusun program untuk tahun depan dimana DWP mengajar  akan dilaksanakan mungkin setahun sekali atau setahun dua kali sehingga kita bisa  mendapatkan hasil yang cukup signifikan dalam mendukung target Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang,” jelasnya.

Program DWP Mengajar tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat dilaksanakan secara masif dan serentak di seluruh cabang DWP pada 514 kabupaten kota, serta melibatkan kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional.

“Alangkah baiknya apabila kegiatan ini didukung oleh buku-buku dari Perpustakaan Nasional sehingga kemampuan literasi anak-anak dapat semakin ditingkatkan karena sesungguhnya kemampuan literasi bisa dibantu dengan akses langsung terhadap buku-buku yang dibawakan oleh ibu-ibu DWP Instansi Pemerintah Pusat dimanapun berada sehingga bisa langsung bisa dibaca oleh anak-anak,” urainya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Utama, Joko Santoso, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto, Ketua DWP Perpusnas, Teti Aminudin Aziz, Wakil Ketua DWP Perpusnas, Feronika Sekar Puriningsih, Ketua Panitia Webinar Kegiatan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Herni Hembang, Direktur Asia Foundation Indonesia, Hana A. Satriyo, Presidium Kongres Advokat Indonesia, D. Sasanti Sidharta, para perwakilan DWP dari berbagai kementerian dan lembaga serta para anggota DWP Perpusnas.

 

Reporter: Anastasia Lily

Editor: Dyah R. Sugiyanto

Dokumentasi: Prakas Agrestian & Aji Anwar

Galeri